Sabtu, 03 Maret 2018

TIPS MEMILIH OBYEK WISATA YANG NYAMAN DI YOGYAKARTA

dok.pri


Pertengahan bulan Februari yang lalu, saya ikut mengantarkan siswa melaksanakan kunjungan Industri Di Balai Yasa PT KAI Yogyakarta. Sebagian guru mengantarkan siswa ke ADI TV Yogyakarta.

Setelah keluar dari tempat kunjungan Industri, perjalanan dilanjutkan ke obyek wisata Kaliurang. Dari Kaliurang menuju Pantai Parangtritis. Obyek wisata yang terakhir kami kunjungi adalah Malioboro.

Beberapa hari sebelum pelaksanaan kunjungan industry, saya sudah memberikan masukan kepada panitia. Sebaiknya obyek wisata yang dikunjungi bukan Kaliurang-Parangtritis.  Dua obyek wisata tersebut jaraknya cukup jauh, ibaratnya Yogyakarta ujung utara dengan Yogyakarta ujung selatan.

Saya mengusulkan dari Balai Yasa (Lempuyangan) dan ADI TV (Jl. Kaliurang) langsung ke Malioboro. Karena dari Balai Yasa waktunya sudah siang. Setelah puas di Malioboro, baru menuju Pantai Parangtritis. Di pantai, kami bisa sepuasnya menikmati perjalanan wisata ini.

Sehabis bermain air, lalu membersihkan diri dan makan malam. Setelah Isya bisa langsung pulang ke Karanganyar. Sampai di Karanganyar belum terlalu larut.

Oleh karena Kaliurang juga dikunjungi maka sampai pantai sudah pukul empat lebih. Setengah tujuh kami meninggalkan pantai menuju “oleh-oleh” di Jalan Parangtritis. Dari “oleh-oleh” menuju Rumah Makan Firdaus hujan deras. Makan malam sampai kenyang saat hujan deras.

Banyak siswa dari Bus B (bus yang saya ikuti) minta langsung pulang saja, tidak perlu ke Malioboro. Alasannya sudah terlalu malam. Akhirnya kami mengikuti acara yang sudah diagendakan sekolah. Pukul Sembilan sampai sebelas acara jalan-jalan di Malioboro dan sekitarnya.

Jam sebelas malam meninggalkan Yogyakarta. Saya merasa mengantuk berat, tertidur. Rasanya baru sebentar, ternyata sudah sampai Delanggu. Kata teman saya yang tidak tidur, bus melaju kencang. Jalannya nyasak-nyasak, bahkan kami hampir menjerit ketika di perempatan, dari arah berlawanan lampu merah berderet sepeda motor berhenti, bus kami melewati garis putih hingga kendaraan yang berhenti minggir. Astaghfirulloh.

Sepertinya sang sopir juga mengejar waktu. Biasanya perjalanan wisata dan kunjungan industry ke Yogyakarta, balik ke Karanganyar paling lambat jam dua belas malam. Kali ini jam satu tepat baru tiba di depan sekolah. Bagaimanapun juga saya bersyukur, kami selamat sampai sekolah.

O, o, jam satu malam. Saya tidak berani pulang sendiri. Bersyukur sekali, teman saya ada yang mau mengantar sampai rumah. Sampai dalam rumah, bruk. Kantukku sudah tidak bisa ditahan.

Saya berpesan kepada para calon wisatawan, bila ingin bepergian mengunjungi beberapa tempat wisata, pastikan jarak satu sama lain tempat wisatanya tidak terlalu jauh. Tujuannya adalah agar waktu kita habis di jalan. Demikian sekilas cerita melelahkan.

Karanganyar, 3 Maret 2018