Rabu, 07 Maret 2018

PENULIS PEMULA TIDAK BOLEH PUTUS ASA

dokumen noerimakaltsum


Biar kelihatan masih muda dan tidak merasa bersalah, lebih baik saya mengaku sebagai penulis pemula walaupun mulai menulis kembali tahun 2013. Saya menulis hampir setiap hari. Dari puisi, cerita humor, nulis nota/kuitansi, nulis RPP, soal, cerpen, artikel dan lain-lain. Yang penting setiap hari nulis.

Untuk menyebarkan virus menulis, kadang-kadang saya perlu membuat status tentang menulis. Selain membuat status di FB, saya juga mengisi blog agar bisa berbagi sesuatu yang manfaat atau hanya sekadar curhat.

Oleh karena menulis diniatkan untuk berbagi, maka saya juga ingin menulis di media cetak. Meskipun tidak gampang, saya tetap berusaha untuk mengirimkan naskah ke media cetak. Saya tidak pernah putus asa meskipun keberhasilan dan nasib baik belum menghampiri saya.

Tugas penulis adalah menulis, selebihnya berjodoh dengan siapa tulisan kita, terserah Allah yang mengatur. Selain menulis naskah lalu mengirimkannya ke media cetak (berharap untuk dimuat), saya juga sering mengikuti lomba penulisan. Hanya sesekali memenangkan lomba penulisan, itupun mungkin karena POWER OF BEGJA alias kebetulan saja.

Seperti beberapa waktu yang lalu. Sebulan yang lalu IIDN Pusat mengadakan lomba menulis (status FB atau blog) selama 14 hari berturut-turut. Caranya setiap peserta lomba menulis artikel tematik (tiap hari tema sudah ditentukan) lalu diposting. Setelah memosting tulisan dan dibagikan kembali, peserta menyetorkan link share tulisan. Setiap hari menyetorkan link share tulisan dengan waktu dibatasi sampai pukul sepuluh malam saja.

Saya mencoba ikut lomba menulis ini. Saya berkomitmen bisa menulis dengan tema tertentu setiap hari selama 14 hari berturut-turut dan tidak terlambat untuk membagikan link tulisan.

Ada tips dari penulis senior yaitu dengan menulis status FB atau mengisi blog secara konsisten. Artinya, bila kita belum bisa menuliskan ide yang sudah ada ke blog kita, kita bisa menuangkan ide sebagai status FB lalu link tersebut kita setor ke alamat yang telah ditentukan (alamat : status FB pengurus IIDN Interaktif pada hari itu). Bila kita sudah memiliki waktu luang, status FB ini bisa kita edit lalu kita post di blog kita.

Rupanya, saya juga menerapkan saran dari penulis senior ini. Seperti saat menyetorkan link status FB tentang membuat mainan dari kaos kaki bekas. Kebetulan, teman saya memberi tugas siswa-siswa di sekolah membuat boneka dari kaos kaki bekas. Boneka buatan siswa-siswi saya potret, lalu saya berikan narasi. Sambil menunggu jam kosong, saya berhasil menulis satu status. Hari berikutnya, tugas saya adalah membuat tulisan yang sama lalu saya posting di blog.

Saya melakukan saran dari penulis senior ini dengan pertimbangan, pertama segera eksekusi ide yang ada lalu posting, kedua memanfaatkan waktu luang, ketiga mumpung koneksi internetnya lancar, keempat tidak mepet deadline.  

Tidak hanya sekali saya mengirim link status FB ke “admin lomba”. Beruntung sekali saya tidak memaksakan diri untuk memosting tulisan di blog lalu membagikan link blog tersebut ke FB. Suatu hari sepulang sekolah, listrik mati sampai hampir pukul sepuluh malam. Oleh karena listrik mati sejak sore, saya tidak bisa menulis akhirnya tertidur. Ketika saya bangun sudah hampir pukul dua belas malam, lampu sudah menyala.

Alhamdulillah, usaha saya tidak sia-sia. Lomba menulis yang diikuti ratusan orang ini, diambil 11 orang pemenang dan saya termasuk pemenangnya. Saya tahu, penulis pemula seperti saya bisa memenangkan suatu perlombaan itu berkat POWER OF BEGJA. Unsur keberuntungan berperan aktif, mengingat penulis-penulis yang mengikuti lomba sebagian besar sudah senior.

Beruntung, penulis pemula semacam saya tidak putus asa. Beruntung, beberapa penulis senior yang ikut lomba ada yang tidak melanjutkan keikutsertaannya.

Saya memang tidak mudah putus asa, saya tetap berusaha semaksimal mungkin menulis selesai dengan baik. Semoga apa yang telah saya lakukan dan berhasil, membuat saya lebih semangat dalam menulis.

Semoga bermanfaat. Ayo, terus menulis dan jangan mudah putus asa wahai penulis pemula.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar