Selasa, 20 November 2018

PINGSAN DI SAWAH DITEMUKAN ORANG LAIN



Beberapa tahun yang lalu, pemilik sawah sebelah rumah saya, sebut saja Pak Fulan, pingsan di sawah selama lebih dari 10 jam. Pak Fulan biasa menengok sawah pada pagi hari dan pulang ke rumah pada sore hari. Sepeda yang dipakai biasanya hanya ditaruh di dekat rumah tetangga.

Sore itu, sepeda Pak Fulan tetap berada di dekat rumah tetangga. Pemilik rumah kebetulan sibuk, jadi tidak begitu memperhatikan keadaan sekeliling. Barulah pada keesokan harinya, Pak Fulan berjalan dari sawah menuju rumah tetangga. Dia minta tolong tetangga untuk diantar pulang.

Pak Fulan diantar tetangga pulang ke rumah, sementara sepedanya tetap ditinggal di rumah tetangga. Setelah diantar ke rumah, Pak Fulan oleh keluarganya dibawa ke rumah sakit. Oleh karena kelelahan, Pak Fulan pingsan. Beruntung, saat itu tidak hujan dan tidak ada binatang berbahaya yang mengganggu keselamatannya.

Hari Ahad kemarin, saya diberi tahu suami bahwa Pak Suki yang tinggal di kampung sebelah ditemukan tetangga pingsan di sawah. Pak Suki segera dibawa ke rumah sakit. hampir sama dengan Pak Fulan, Pak Suki juga pingsan karena kelelahan.

Pak Fulan dan pak Suki adalah petani yang menggarap sawah di dekat rumah saya. Biasanya pada musim tanam seperti ini, para petani sudah mulai sibuk di sawah. Karena suatu hal, mereka akan memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Kadang-kadang mereka tidak mengingat usia yang tak lagi muda, bekerja dengan tenaga dikuras. Kalau sudah begitu, tenaganya habis dan sumber tenaga sangat kurang (lupa makan).

Sebaiknya bekerja dengan mengukur kemampuannya. Jangan sampai bekerja keras tapi mengabaikan kesehatan. Tenaga terkuras habis, kurang istirahat, kurang makan makanan bergizi dan banyak pikiran, bisa jadi penyebab serangan jantung mendadak. Apalagi bagi mereka yang bekerja di lapangan yang cukup terik atau sering kena hujan. Sebaiknya ukur kemampuan tubuh dalam melakukan aktivitas.