Senin, 24 Oktober 2022

Penghasilan Tambahan dari Merajut

Dokumen : Lik Ilik

Setiap orang bisa berdagang. Setiap orang memiliki peluang untuk berjualan. Asal sudah tahu pasarnya, apa pun yang kita tawarkan pasti ada yang berminat. 

Salah satu barang yang bisa diperjualbelikan adalah hasil kerajinan tangan dari kegiatan merajut. Merajut di sini memerlukan benang rajut dan hakpen. 

Siapa saja bisa merajut. Ketika masih remaja Bulik saya sering membuat rajutan. Sekitar tahun 1977, adik saya dibuatkan topi bayi. Simbah kakung juga dibuatkan topi untuk mancing pada malam hari.

Beberapa hari yang lalu saya memberi masukan pada Bulik yang sedang menikmati masa pensiun untuk merajut. Rajutan yang dihasilkan bisa dijual, baik secara online maupun offline.

"Aku bisanya merajut yang sederhana dan males mikir untuk membuat yang sulit."
"Buat topi anak-anak saja, Bulik. Temanku juga membuat topi dalam jumlah terbatas. Ternyata banyak yang tertarik untuk membeli dan pesan."
"Ya, nanti kucoba."

Sore ini saya dikirimi foto topi rajut berwarna hijau toska. Topi rajut itu untuk cucunya berusia kurang dari setahun. 

Benar lo. Apa pun bisa kita jual dan menambah penghasilan. Yang penting jangan menyerah, tidak bosanan dan patah semangat. Yuk, perempuan. Bagi yang bida merajut, lakukan, hasilkan dan jual. 

00000

 

Jumat, 21 Oktober 2022

PENGHASILAN DARI LES PRIVAT


www.noerimakaltsum.com Setelah tidak mengajar di sekolah formal, saya masih diberi kesempatan untuk mengamalkan ilmu. Alhamdulillah, saya bisa mendampingi siswa-siswa belajar di rumah. Ya, saya tetap menjadi guru, yakni guru privat.


Idealisme ketika kuliah saya lepaskan. Saya tidak harus mengajar pelajaran kimia sesuai bidang saya. Saya bisa mendampingi siswa belajar matematika, IPA, dan tematik. 


Menjadi guru privat di bimbingan belajar milik sendiri waktu saya cukup fleksibel. Alhamdulillah, kalau menuruti siswa, waktu saya habis untuk mengajar privat. Namun, saya cukup mengambil 5 hari dan jumlah siswa saya batasi.


Ada siswa yang datang ke rumah saya, ada sebagian yang belajar di rumah sendiri sehingga saya harus mendatangi mereka. Sampai sekarang semua bisa berjalan dengan lancar.


Saya berbagi ilmu, tetap bisa mendampingi anak sendiri dan tidak mengabaikan kewajiban sebagai istri dan ibu. Saya bisa mendapatkan penghasilan meski tidak sebesar ketika saya mengajar di sekolah formal. Biaya bimbingan tidak mahal alias ringan. 


Saya bersyukur bisa mendapatkan rezeki yang barokah dari memberi  les privat. Dari tiap rupiah yang terkumpul  harapan saya bisa untuk uang saku ke tanah suci. 


Saya menjadi bos di kantor saya sendiri. Saya melakukan promosi, saya mengajar, dan saya menggaji diri sendiri. 


00000

Selasa, 11 Oktober 2022

Cara Cepat Menulis Bagi Pemula




www.noerimakaltsum.com Saya sering mendapatkan pertanyaan bagaimana cara memulai menulis bagi pemula yang sedang belajar. Jawaban saya adalah segera menulis. Diawali menulis status pendek, hanya terdiri beberapa kalimat. Pastikan tulisannya adalah tulisan terbaik dan bermanfaat.


Segera menulis dan jangan menunda. Luangkan waktu untuk menulis. Jangan menunggu waktu luang untuk dapat menulis. Sebab, tanpa meluangkan waktu, kita akan kehilangan banyak hal.


Kalau sudah memiliki niat untuk menulis, jaga konsistensinya. Jangan sampai semangat menulis bagaikan obor-obor kayu blarak. Artinya apinya segera menyala dan cepat membakar daun dan tangkainya tapi cepat padam karena cepat menjadi abu. 


Untuk menjaga semangat menulis maka carilah teman yang sefrekuensi, yang sama-sama mendukung kegiatan menulis. Selamat mencoba.


00000

Rabu, 14 September 2022

Ide Jualan Saat Market Day di Sekolah

 


Penilaian Tengah Semester telah usai. Selama 5 hari ke depan anak-anak saat jeda diminta untuk aktif mengisi kegiatan sesuai dengan jadwal yang telah disusun.

Hari Rabu, 14 September 2022 kegiatannya adalah market day. Kelas 6 sesuai ketentuan berjualan nasi. Beberapa hari sebelumnya grup wali murid begitu ramai membahas apa yang akan dijual anak-anak. 

Anak-anak kelas 6B sepakat berjualan nasi putih dan lauk ( nasi putih, sosis, nugget, nori dan sambal/saos). Modal diambilkan dari uang kas. Belum juga ditaruh di lapak, ternyata ada Bapak guru yang mulai membeli sebagai penglaris. Setelah ditata di meja, Bapak Kepala Sekolah juga nglarisi.

Kabarnya kelas 6A berjualan nasi goreng. Semoga laris manis dagangan anak-anak kelas 6. Anak-anak kelas bawah juga berjualan, tapi jualan jajanan. 

Semoga market day hari ini menjadi pengalaman berharga setelah 2 tahun pandemi. Semangat!

Salam hangat.

00000

Selasa, 13 September 2022

Penghasilan Tambahan dari Menulis

 


Ketika berkumpul dengan teman-teman yang sefrekuensi, saatnya mengumpulkan energi untuk bangkit dan menulis lagi. Dari ngobrol-ngobrol biasanya ide akan muncul. Saya tidak akan menyia-nyiakan kesempatan baik ini.

Sebagai orang rumahan yang tak lagi memiliki penghasilan tetap, bagi saya kegiatan menulis dan menghasilkan uang tentu saja menggiurkan. Berbagi pengalaman, menularkan sedikit ilmu yang diketahui tentu akan bermanfaat bagi orang yang baru tahu. 

Saya belajar dari pengalaman mbak Isna. Mbak Isna mengumpulkan recehan dari menulis di media cetak, media online, platform, menulis buku, membuat kerajinan, dan lain-lain. Untuk menulis di media online  Mbak Isna harus mencuri-curi waktu saat balitanya tidur manis. Sehari bisa menulis lebih dari 2 artikel. 

Honor menulis sangat menggiurkan. Namun, semangatnya nulis tidak boleh kendor. Sebab, no write no money. 

Sebenarnya banyak hal yang bisa kita tulis. Kita tinggal mencatat kata kunci ide yang bertebaran, klasifikasikan, eksekusi, lalu posting. Yang penting konsisten. Jangan lupa banyak membaca dan terbuka menerima kritik dan saran. Kalau masih pemula, saya menyarankan untuk ikut kelas berbayar. 

Salam hangat.

00000

Senin, 12 September 2022

Peluang Menulis Sinopsis Cerita FTV


Sejak pandemi dan mulai memiliki televisi, saya jadi senang nonton acara TV yang sifatnya ringan-ringan, tidak perlu mikir, dan dilihat sambil lalu. Salah satu acara yang sesekali saya tengok (sebab nonton TV sambil cuci baju  masak, menyapu, dan lain-lain) adalah FTV yang ditayangkan SCTV satu untuk semua.

Meskipun satu cerita diputar berulang-ulang, tapi saya tidak pernah protes. Biasa saja. FTV ceritanya benar-benar receh, lucu, kadang menjengkelkan. Saya jadi tahu siapa saja yang berperan sebagai protagonis dan antagonis.

Ternyata cerita FTV ini bisa ditulis oleh penulis biasa. Asal bisa menulis, ceritanya menarik, dan cerita "layak" untuk difilmkan, penulis bisa dapat cuan. Lumayan juga honor yang bisa diterima oleh penulis.

Penulis hanya menulis sinopsis 2-3 halaman A4 saja. Lumayan lo honornya. 500 ribu. Asik kan? Nah, agar bisa menulis sinopsis cerita dengan baik, jangan lupa ya untuk membaca contoh-contoh sinopsis. Jangan malas untuk membaca. Dengan banyak membaca, kita akan lebih kaya pengetahuan, wawasan, dan imajinasi semakin ke mana-mana larinya.

Kopdar IIDN SR dengan narasumber Mas Agus Yulianto ini benar-benar membuat semangat nulis kembali membara. Bagi saya, kesempatan baik ini perlu dicoba. Selama menulis tidak harus mengorbankan waktu bersama anak dan suami,  yuk gas pol. 

Salam hangat, selamat beraktivitas!

00000


Minggu, 11 September 2022

Honor Menulis di Media

 

Dokumen: IIDN Solo Raya



Hari Minggu, 11 September 2022 bertempat di Ayam Bakar KQ 5 Solo, saya dan teman-teman IIDN Solo Raya mengadakan pertemuan rutin. Kami biasa menyebut dengan istilah kopi darat alias kopdar. Kopdar kali ini adalah kopdar keempat setelah pandemi.

Syukut alhamdulillah, anggota IIDN Solo Raya yang hadir cukup banyak, 14 orang. Nah, narasumber yang berbagi ilmu adalah Mas Agus Yulianto dari keluarga FLP. Beliau berprofesi sebagai guru agama Islam di SMK Wikarya Karanganyar.

Materi yang disampaikan cukup menarik. Sebab masih seputar cuan, yakni honor menulis di media. Tidak hanya dari media cetak, honor menulis juga bisa diterima dari menulis di media online. Menarik banget. 

Menulis di media bisa dilakukan oleh siapa saja. Mahasiswa, pelajar, guru, akademisi, ibu rumah tangga, dan siapa saja bisa menulis dan bisa tembus media. Naskah yang ditetima tentu saja yang sesuai dengan kolom atau rubrik yang tersedia.

Setiap media memiliki karakter masing-masing. Sebab itulah sebagai penulis harus meluangkan waktu untuk membaca. Minimal membaca naskah yang telah dimuat di media tersebut, misal cerpen, gagasan, opini, dan lain-lain. Jadi, kita memiliki gambaran dan "karakter" media tersebut.

Kalau naskah yang dikirim lolos dan dimuat di media, maka jangan kaget kalau tiba-tiba cuan masuk ke dalam pundi-pundi. Kalau tulisan berhasil dimuat di media, ujung-ujungnya bakal ketagihan nulis lagi dan lagi. Tidak salah kalau orang mengatakan kecanduan menulis karena honor cair. 

Yuk, nulis! Yuk, isi pundi-pundi dengan menulis! Kalau belum berhasil, coba lagi. Jangan menyerah. Salam hangat!

00000