Jumat, 23 September 2016

AH TENANE SOLOPOS Cokelat CFD Oleh Noer Ima Kaltsum

AH TENANE (Versi Naskah Asli)
dok.pri
Cokelat CFD
Oleh : Noer Ima Kaltsum
Seperti biasanya Jon Koplo membuka lapak minuman cokelat saat CFD. Cokelat yang dijual adalah panas dan dingin. Orang-orang yang berada di sepanjang jalan Lawu antara Alun-alun sampai Taman Pancasila relatif sama.
Koplo dengan sabar menanti pembeli. Dia berharap setelah matahari bersinar agak tinggi dagangannya bakal laris manis. Tapi yang terjadi, setelah orang-orang meninggalkan area CFD, cokelatnya hanya laku 4 (empat) gelas. Koplo agak kecewa, penjualannya hari Minggu itu tak sesuai target.
Ketika pulang, sampai di rumah dia cerita pada isterinya, Cempluk, tentang sepinya pasar cokelat hari itu.
Mami, hari ini cokelatnya tidak laku. Padahal pengunjung CFD hampir sama seperti Minggu sebelumnya. Aku hanya bisa menjual cokelat panas 4 gelas saja.”
“Disyukuri saja, Papi. Beruntung masih laku. Coba kalau tak laku babarblas, semakin menderita.” Cempluk berusaha menghibur suami tercinta.
Piye ta, diajak rembugan malah jawabannya tak memuaskan.”
“Begini lo, Pap. Hari ini Minggu, orang-orang banyak yang puasa sunah, puasa Arofah. Besok kan Iduladha. Biasanya sebelum Iduladha, puasa sehari.”
Blaik, Koplo lagi ingat kalau Minggu itu adalah Puasa Arofah. Maklum, Koplo sendiri tak pernah puasa, baik Ramadhan maupun puasa sunah. “Pantas saja Cokelatku nggak laku.”
Ternyata jualan cokelat juga harus memperhatikan kalender ta. (Selesai)
dok.pri
Karanganyar, 17 September 2016