Minggu, 18 September 2016

Bau Wangi Malam Jumat

dok.pri
Bau Wangi Malam Jumat
Maharani bukannya takut, tapi aneh saja ketika senja itu tiba-tiba angin berhembus. Bau harum yang kuat tercium. Secara refleks bulu kuduknya merinding. Lama-lama baunya menyengat. Tanpa menunggu lama, Maharani mengajak anaknya masuk rumah.
Ketika dia ceritakan kepada Mahendra suaminya, Mahendra menanggapi,”aku tak mencium bau apapun.”
Berarti benar! Bau harum menyengat tersebut berkaitan dengan Malam Jumat Kliwon. Maharani semakin merinding. Dia berharap di dalam rumah tak dilihatnya lagi bayangan berkelebat seperti beberapa waktu yang lalu.
Pagi harinya, Maharani berada di kebun belakang rumah. Pohon mangga, jambu dan rambutan mulai berbunga. Baunya sangat wangi, harum. Begitu juga ketika dia berada di kebun sekolahnya, di mana pohon tahunan mulai berbunga. Di kebun, bau wangi tercium.
Ah. Ternyata antara bau wangi/harum senja kemarin tak ada hubungannya dengan Malam Jumat Kliwon. Sekarang lagi musim pohon berbunga. Pantas saja wangi! Kalau Mahendra tidak mencium bau wangi, karena penciumannya tidak peka. Dasar penakut!
Karanganyar, 18 September 2016