Selasa, 27 September 2016

Inilah yang Dilakukan ketika Anak Sakit

Noer Ima Kaltsum : Inilah yang Dilakukan ketika Anak Sakit
dok.pri
Hari ini Maharani menyerah pasrah, si Thole terpaksa tidak masuk sekolah dan Maharani juga harus merawatnya. Thole masih BAB encer dan muntah. Tidak mungkin Thole sekolah atau Maharani titipkan ke Taman Penitipan Anak. Jelas itu sangat merepotkan pengasuhnya. Apalagi, ada perjanjian di awal bila anak sakit maka jangan dititipkan di TPA. Dan, Maharani tak memiliki asisten rumah tangga alias pembantu.
Pagi-pagi Maharani sudah membuat surat izin, tidak bisa melaksanakan tugas di sekolah karena merawat anak yang sedang sakit. Maharani berharap ada permakluman dari sekolah. Mahendra, suaminya bertugas mengantarkan surat izin ke sekolah.
Setelah mengantar Dhenok di pemberhentian bus, lalu ke sekolah Maharani, akhirnya Mahendra sampai di rumah dengan membawa dua bungkus nasi buat sarapan.
“Ketemu Ketua Guru. Dia malah bilang, anak saya juga sakit.”
Errrrggghhh, Maharani sedikit dongkol. Itu artinya Ketua Guru tidak percaya kalau anaknya tidak bisa ditinggal. Ketiga anak Ketua Guru sudah gerang-gerang (alias gede-gede), dua anak perempuannya sudah kuliah dan yang satu kelas 1 SLTA. Kalau anaknya sakit, wajarlah ditinggal wong sudah bisa mengatasi dirinya sendiri.
La ini, anaknya Maharani baru kelas 1 SD! Nggak mungkin ditinggal di rumah sendiri, bukan? Ternyata di group WA Maharani, ada beberapa komentar dari teman-temannya. Intinya kalau Ketua Guru tidak percaya alias maido anaknya Maharani benar-benar tak bisa ditinggal. Mereka ikutan geram. Sabar-sabar.
Daripada memikirkan ucapan Ketua Guru, Maharani malah lebih focus menulis. Maharani tak ambil pusing dengan apa yang dikatakan Ketua Gurunya. Ya, menulis memang dapat untuk terapi. Mengobati luka di hati dengan menulis.
Sambil menulis, Maharani terus memperhatikan si Thole. Ada yang berbeda untuk hari ini. Sebenarnya, dalam sehari-hari kedua anak Maharani lebih dekat dengan ayahnya. Namun bila sakit, tetap saja yang dicari adalah Ibunya. Maharani yakin, anak manapun bila sakit cenderung lebih dekat dengan Ibunya. Mereka bilang,”Mami adalah segala-galanya bila anaknya sakit.”
Maharani tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk bisa dekat dengan anak-anaknya dan merawatnya ketika mereka sakit. Kesibukan Maharani dan Mahendra membuat pertemuan dengan kedua anaknya waktunya sangat singkat. Maka inilah waktu yang tepat untuk dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

Karanganyar, 27 September 2016