Kamis, 24 November 2016

Ndherek Mulya dan Ndherek Mukti

Ngeteh dulu
dok.pri

Dalam Diklat Tatap Muka Mandiri ini, terdiri dari In 2 hari (9,10 Nopember), On selama 10 hari kerja, dan In tanggal 23 Nopember 2016. Setelah In pertama, kami rombongan Guru pulang ke kota masing-masing untuk mengerjakan tugas selama 10 hari kerja. Dan akhirnya kami kembali lagi di In yang kedua, Rabu, 23 Nopember 2016 untuk mengikuti pendalaman materi alias ujian.
Saya dan teman-teman dari Kabupaten Karanganyar mengerjakan tugas bersama-sama. Meskipun tidak berbagi tugas, syukurlah kami tidak pasrah bongkokan mengandalkan jerih payah teman lainnya. Hari Sabtu, 19 Nopember 2016, kami berkumpul di Laboratorium Kimia SMK N 2 Karanganyar. Tujuannya untuk berbagi ilmu saja. Selain itu juga untuk memantapkan rencana berangkat ke Semarang sehari sebelum ujian berlangsung.
Hari Selasa, 22 Nopember 2016 jam satu siang adalah rencana keberangkatan kami. Pada saat zuhur, hujan turun dengan deras. Alhamdulillah, kami bisa berkumpul dan berangkat tepat waktu.
Kalau pada Selasa, 8 Nopember 2016, kami berangkat sekitar jam setengah 5 sore, sampai di Semarang malam hari dengan acara tak terduga “keblasuk” sampai jalan menuju pelabuhan. Kali ini tidak ada kejadian aneh apapun. Alhamdulillah, perjalanan santai ini juga diiringi hujan deras. Bedanya, sampai Semarang lalu makan-makan masih sekitar jam lima sore. Dan yang paling berkesan adalah meski di deretan warung yang sama, kali ini makannya sangat nikmat.
00000
Ada waktu untuk belajar di malam hari. Keempat ibu-ibu anggota kami masuk ke kamar yang sama sambil “Tanya jawab” sebagai sarana belajar. Ada yang harus kami persiapkan untuk besok sebelum ujian, yaitu Surat Tugas dari sekolah, SPPD, jurnal dan yang tak kalah penting adalah tugas soft copy.
Pagi harinya, Rabu 23 Nopember 2016, kami menjalani Ujian online di SMK N 4 Semarang. Sebelumnya, barang-barang bawaan kami sudah dikemas dengan rapi (setelah sarapan langsung check out). Kami sarapan dengan menu yang beraneka macam di restoran Hotel @Hom, Semarang.
Saya dan sebagian teman-teman dari Karanganyar mendapatkan jadwal untuk ujian sesi kedua. Lumayan, bisa buka-buka buku di masjid sekolah. Akhirnya, saya dan teman-teman mengikuti ujian online. Apapun hasilnya, itulah usaha kami yang maksimal di usia tak muda lagi. Dua modul dipelajari selama 14 hari lalu ujian.
Apakah kami adalah orang yang pasrah atau menyerah begitu saja? Oh, tentu saja tidak! Perjuangan kami tak tanggung-tanggung. Selama 10 hari On, kami tidak melulu membuka modul dan membaca saja. Kami harus mengajar, kami harus melakukan tugas sekolah lainnya. Kami harus mengerjakan tugas di rumah (keluarga).
Tapi sudahlah, semua memang digariskan untuk kami, para Guru Kimia yang professional untuk mendalami materi. Semoga di masa yang akan datang, kami bisa lebih sukses lagi, amin.
Lah, kok judulnya beda banget dengan isinya. Nah, itulah sekelumit tentang Diklat Tatap Muka Mandiri yang diselenggarakan PPPPTK Bidang Otomotif dan Elektronika, Malang di SMK N 4 Semarang dan kami diberi fasilitas untuk menginap di Hotel @Hom Semarang. Apakah kami tidak ikut mulya dan mukti?  Tentu saja kami ikut mulya dan mukti. Buktinya kami adalah guru-guru terpilih (maksudnya yang dipilih), diminta untuk menginap di hotel mewah, makan dengan sepuasnya, dan diberi ilmu baru.
Untuk saya pribadi, ndherek mulya dan ndherek mukti ini benar-benar saya rasakan. Adalah teman guru, Pak Susanto Ketua MGMP Kimia SMK Kabupaten Karanganyar yang memberi tahu saya kalau saya dipanggil untuk mengikuti diklat. Ibaratnya hari ini diberi tahu, besok sorenya berangkat ke Semarang. Coba, kalau saya tak diberi tahu oleh teman saya yang baik hati ini, apa jadinya? Tambah ndherek mukti lagi karena saya ditawari untuk bergabung, berangkat bersama 6 guru Kimia lainnya dan berkumpul di dekat Taman Pancasila. Betapa kemudahan tersebut saya dapatkan dengan tak terduga.
Demikian pula saat ke Semarang yang kedua. Benar-benar saya merasa hanya bisa ndherek mulya dan ndherek mukti. Belum lagi saya mendapatkan uang transport yang bisa untuk membeli oleh-oleh lumpia khas Semarang, ndherek mukti bukan?
 Apapun yang kita dapatkan dan kita rasakan, disyukuri saja. Bisa ndherek mukti, senangnya bukan main. Khusus untuk teman saya, Bapak Susanto, semoga kebaikan Anda mendapatkan pahala berlipat dari Yang Mahakaya. Saya dan teman-teman sangat berterima kasih dan tak bisa membalas kebaikan Anda.
Buat teman-teman Guru Kimia peserta Diklat TMM, selamat bekerja dan sampai bertemu lagi di masa yang akan datang. Semoga silaturahmi tetap terjalin meskipun kita berjauhan. Pertemuan yang hanya 3 hari ini ternyata bisa mengakrabkan kita. Untuk dua mentor kami, Bu Dina dan Bu Nur Asih, selamat bekerja. Untuk Panitia Penyelenggara, terima kasih atas kesempatan mengikuti Diklat Tatap Muka Mandiri yang diberikan kepada kami.
Jangan lupa, ikuti blog saya di kahfinoer.blogspot.com. Semoga bermanfaat.

Karanganyaar, subuh yang hujan 24 Nopember 2016