Senin, 20 Maret 2017

Mesin Jahit Rusak


Siang ini dua teman saya yang baik hati dan tidak sombong menawarkan memperbaiki mesin jahit. Sebut saja Sanjay dan Akhsay. Sanjay bahkan membawa onderdil yang dibutuhkan. Keduanya guru mesin. Saya tahu di dalam tas keduanya ada senjata tajam. Tapi saya cuek saja.

Beberapa waktu yang lalu, Sanjay sudah berusaha memperbaiki mesin saya yang tiba-tiba kalau untuk menjahit benangnya putus padahal kain yang dijahit tidak tebal.

Awalnya dikira kuku macannya yang bermasalah. Kuku macan itu bagian mesin jahit yang dekat dengan sekoci. Ternyata kuku macannya baik-baik saja bahkan tidak mengaum #haiyah.

Akhirnya pengatur jarak benang diganti dan semua distel lagi. Tahu nggak, siang tadi listrik mati, jadi dinamo harus dilepas terus pakai manual digenjot. Badalahhhhh nggak punya tali lulang/kulit sapi. Ada akal, pakai tali rafia. Semua jadi lebih mudah karena ada orang yang baik.

Tapi kok masih putus-putus benangnya. Ada yang tak beres. Dua pakar mesin jahit itupun geleng2.

"Bu, ada jarum yang lain?"
"Yes."

Setelah jarum diganti ternyata benangnya enggak putus2 lagi. Kesimpulannya, yang bermasalah bukan onderdil yang berat2, ternyata jarum yang pertama/sebelumnya tadi tajam. Ngerti ngono mbok wingi-wingi jarumnya diganti.

Padahal dua teman tadi terlanjur bawa drei, obeng, kater, silet, palu dan lain-lain.
Ternyata, kadang masalah kita sepele tapi kita selalu mikir mencari solusi secara rumit.