Kamis, 30 Maret 2017

Bukan Anak Angkat Bukan Anak Asuh

Maharani menerima keputusan kerabatnya (paman dari suaminya). Meskipun kerabatnya secara ekonomi pas-pasan, tapi tetap ingin mengasuh bayi kembar (anak keempat dan kelima) yang baru saja dilahirkan istrinya. Bukan apa-apa, rezeki dari Allah memang datangnya bisa dari mana saja. Bisa jadi dengan memiliki anak kembar ini, rezeki keluarga kerabatnya bertambah lancar.
Maharani terlanjur jatuh hati pada Rohim, salah satu bayi kembar itu. Kebetulan Puja juga senang. Akhirnya, Maharani sepakat dengan Mahendra untuk menjadi orang tua asuh Rohim. Biarlah Rohim bersama orang tuanya. Dari sebagian rezeki yang diterima, Maharani sedikit menyisihkan untuk Rohim. Oleh sebab itu setiap awal bulan, Maharani, Mahendra, dan Puja menjenguk Rohim.
“Maharani, ikhlaskan Rohim pergi,”kata mertuanya, pada suatu hari.
“Maksudnya?”
“Pamannya Mahendra bilang kalau Rohim diberikan pada temannya.”
Semoga kabar itu tidak benar. Maharani minta pada Mahendra untuk mengantarkannya ke rumah paman. Yang menemuinya adalah bibi.
“Maharani, maafkan bibi. Selama ini, bibi tahu kalau kamu ingin mengasuh Rohim. Tapi pamanmu tidak mengizinkan karena dia punya keyakinan akan mengasuhnya sendiri.
Tapi sayang, beberapa hari yang lalu, secara mendadak pamanmu berubah pikiran, dia memberikan Rohim kepada temannya. Temannya kebetulan anak-anaknya sudah besar dan ingin memiliki anak angkat.
Aku sudah mengingatkan, kalaupun diberikan pada orang lain, maka biarlah diasuh Mahendra. Tapi pamanmu mengambil keputusan sendiri.”
Kerongkongan Maharani terasa kering. Dia tak menyangka sama sekali kalau selama ini keinginannya mengasuh Rohim tidak bakalan terwujud lagi. Sungguh, hatinya teriris, perih. Matanya berkaca-kaca. Maharani tak sanggup untuk berlama-lama di rumah pamannya.
Ingin segera pulang lalu menumpahkan segala rasa kecewanya.
00000
Karanganyar, 30 Maret 2017
Cerita ini adalah kisah nyata. Pemeran utamanya adalah penulis sendiri. Dan kisah ini ditulis setelah belasan tahun berpisah, kemudian tanggal 26 Maret yang lalu bertemu lagi pada acara pernikahan kakak dari si kembar.

Nak, semoga engkau bahagia bersama orang tua dan saudara angkatmu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar