Minggu, 16 September 2018

JANGAN MAKLUM DENGAN PIKUN


Tidak semua orang tua yang usianya semakin lanjut memiliki tubuh yang sehat dan kuat, daya ingat normal dan masih bisa beraktivitas normal. Pada usia tertentu, ada sebagian kecil orang tua mengalami penurunan daya ingat dan menjadi pelupa.  Kondisi semacam ini biasanya orang menyebut pikun.
Oleh karena tidak semua orang menua pikun maka jangan maklum dengan pikun dengan mengatakan usia menua pikun ya wajar. Karena sudah dimaklumi kondisi pikun ini lantas penderita tidak mendapatkan pendampingan. Jangan maklum dengan pikun, damping penderita pikun dan perlambat proses pikun kea rah yang lebih kronis.
Kenali gejala dan faktor risiko pikun. Ada 10 gejala pikun, yaitu:
1.    Gangguan daya ingat, pelupa
2.    Sulit focus, penderita tidak bisa melakukan kegiatan sehari-hari dengan baik.
3.    Sulit melakukan kegiatan yang familiar, penderita sulit menyelesaikan kegiatan sehari-hari.
4.    Disorientasi, penderita mengalami kebingungan waktu dan tempat.
5.    Salah membuat keputusan, contoh penderita tidak bisa menyerasikan pakaian yang akan dikenakan.
6.    Kesulitan memahami visuospasial, beberapa penderita mengalami kesulitan membaca, mengukur dan menentukan jarak.
7.    Gangguan komunikasi, penderita kesulitan untuk berbicara dan mencari kata yang tepat
8.    Menaruh barang tidak pada tempatnya, lupa di mana meletakkan sesuatu.
9.    Menarik diri dari pergaulan, hilang semangat berkumpul dan bersosialisasi
10. Perubahan perilaku dan kepribadian, penderita mengalami emosi yang berubah secara drastis.
Bila sudah mengenali gejala pikun pada anggota keluarga (misalnya orang tua) maka yang perlu dilakukan adalah mendampingi mereka dengan melakukan komunikasi yang baik.
Berbicaralah dengan santun, sabar dan penuh hormat. Gunakan ekspresi wajah, nada suara, dan sentuhan fisik untuk membantu menyampaikan apa yang ingin Anda bicarakan dan tunjukkan perasaan saya pada mereka. Berbicaralah dengan jelas dan perlahan, gunakan kata-kata danm kalimat sederhana dan mudah dipahami. 
Bila kita mendapatkan orang tua pikun maka bersabarlah. Dahulu, mereka sabar membesarkan kita, mengajak bicara dan menjawab pertanyaan sama yang diulang-ulang. Mereka tidak pernah mengeluh dan tidak bosan. Sekarang giliran kita yang harus dengan sabar mengajak komunikasi dengan baik.
Jangan hanya sekadar maklum dengan kondisi orang tua pikun. Lakukan sesuatu agar orang tua merasa aman dan nyaman pada usia tak lagi muda.

00000