Talas merupakan salah satu tanaman yang diambil umbinya, mengandung karbohidrat. Tanaman talas mudah ditanam. Pada lahan yang cukup anakannya berkembang dengan baik. Ada bermacam-macam jenis talas, di antaranya talas daun ungu umbi ungu dan talas daun ungu umbi putih. Kebetulan di kebun ada dua jenis talas ini.
Ternyata cara mengolah kedua talas ini juga berbeda. Sebelum dikonsumsi sebaiknya kita mengetahui cara mengolahnya.
Dulu saya pernah diberi satu buah talas umbi ungu masih ada batangnya oleh tetangga. Katanya dari Bogor. Separuh umbi saya rebus, separuh lainnya saya masukkan air.
Talas ungu rebus mempur dan enak. Tidak perlu perlakuan khusus. Tinggal direbus. Nah, yang saya masukkan air ternyata keluar tunasnya. Bibit tersebut akhirnya saya tanam dan sekarang sudah keluar anakan.
Kemarin saya mencabut salah satu talas umbi putih yang tumbuh di sekitar rumah. Umbinya cukup besar. Umbi tersebut saya biarkan di atas tanah kena panas. Tadi pagi daun dan batangnya saya siangi.
Sebelum mengolah saya buka referensi terlebih dahulu. Talas putih bisa dikonsumsi dengan cara direbus. Getah batang, daun, dan umbinya membuat gatal dan iritasi kulit. Jadi, harus hati-hati.
Oleh karena ukuran umbinya besar, maka talas saya potong-potong. Sebelumnya saya cuci dahulu. Tangan yang saya pakai untuk memegang talas saya bungkus plastik, yang lain tidak. Ternyata tangan mulai gatal, sampai dalam. Rasanya "pating clekit". Saya cuci dengan air mengalir lalu saya cuci dengan sabun.
Dari 2 macam talas yang saya olah, ternyata beda sifatnya. Getah talas umbi putih sangat kuat daya "membuat gatal dan iritasi". Untuk itu jangan sampai kita asal olah, asal pegang atau menggenggam.
Lebih aman kalau mau makan talas beli yang sedah matang saja. 😂
Talas yang sudah saya kupas, selanjutnya direndam dengan air garam. Entah nanti mau direbus atau tidak. Seandainya tidak saya konsumsi sendiri mungkin akan saya berikan pada ayam-ayam.
00000

Tidak ada komentar:
Posting Komentar