Tampilkan postingan dengan label edukasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label edukasi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 08 Agustus 2020

Perlukah Tes Secara Online Pada Masa Pandemi Untuk Anak Kelas 4 SD?


noerimakaltsum.com. Emak itu memang kudu sabar di saat pandemi sekarang ini. Pembelajaran Jarak Jauh atau PJJ itu baik-baik saja dengan mempertimbangkan kondisi anak bila di rumah dan orang tua. Anak mau mengerjakan tugas dengan manis tanpa drama saja, emak cantik pasti sudah bahagia. Belajar dan mengerjakan tugas kudu menunggu moodnya anak.

 

Anak memang berubah setelah PJJ. Dulu waktu sekolah dengan tatap muka, anak nulis dan mengerjakan tugas di sekolah dia oke oke saja. Namun, berbeda dengan saat PJJ. Penuh dengan drama.

 

Menurut emak ini, penilaian sementara diambil dari tugas-tugas yang dikumpulkan dulu. Nggak perlu tes tes tes segala. La ini, KBM PJJ baru masuk (masuk google classroom) secara efektif 8 hari (waktu itu 25 Juli 2020), sudah tes Tema 1 Subtema 1, dan berbatas waktu. Tesnya juga secara online, nilainya langsung diketahui.

 

Bukannya emak  terlalu banyak mengeluh. Bukan itu! Mungkin emak yang lain juga melakukan hal yang sama. Mbok ya dinalar sedikit saja. Belum pernah masuk sekolah, materi pelajaran dibaca sendiri. Di rumah yang menerangkan orang tua. Pagi-pagi dapat pemberitahuan bahwa hari ini tes, waktunya sampai malam hari.  

 

Si emak curhat pada seorang kenalan. Kenalannya yang berprofesi sebagai guru olahraga ya bilang bahwa saat PJJ penilaiannya cukup diambil dari tugas-tugas dan portofolio. Tidak usah idealis, jangan menambah pusing orang tua.

 

Kondisi sekarang ini, yang penting semua bisa berjalan dengan baik. Jangan sampai PJJ sudah banyak kendala masih menimbulkan protes sana sini.

 

Pagi tadi emaknya sudah berusaha merayu-rayu si peternak cilik. Mampukah emak yang satu ini menghadapi si peternak cilik? Ternyata tidak ada drama. Si peternak cilik menurut saja. disuruh mengerjakan juga tidak banyak protes.

 

Setelah selesai mengerjakan tes online, si peternak cilik langsung lari keluar rumah. Dia menuju kandang sapi dan kambing. Ternyata di kandang ada penghuni baru, yakni kambing Jawa berwarna hitam.

 

. #catatanimapenulis #ahsanpeternakcilik

Sabtu, 13 Juli 2019

Liburan Seru Ala Anak-Anak Dengan Wisata Edukasi




Setelah terima rapor kenaikan kelas, seperti sebelumnya anak-anak libur selama 3 minggu. Bagi anak-anak libur adalah saat yang ditunggu-tunggu. Libur panjang ada sisi positif dan negatif bila waktu tidak dikelola dengan baik. Antara orang tua dan anak harus memiliki kesepakatan dalam mengisi libur panjang tersebut.

Pada dasarnya anak menurut orang tua. Tugas orang tua, Bapak dan Ibu memilihkan kegiatan yang sesuai dengan keinginan agar anak tidak merasa bosan. Beberapa alternatif jenis kegiatan ditawarkan pada anak. Namun, orang tua juga mempertimbangkan biaya yang harus dikeluarkan dalam kegiatan tersebut.


Selama libur panjang sekolah ini, saya mengamati di sekitar rumah, membaca informasi dan berita baik di media sosial maupun media cetak, melihat langsung kegiatan di tempat Bimbingan Belajar. Beberapa kegiatan yang dilakukan anak-anak selama liburan (meskipun hanya dalam hitungan hari, bulan selama tiga minggu libur sekolah), antara lain adalah:

Mengikuti kelas berbayar (menggambar, memasak, menulis, pesantren, dan lain-lain)
Berwisata edukasi
Menginap di rumah saudara
Belajar berwirausaha
Membantu orang tua

Bagi anak-anak sekarang, gawai adalah barang yang sulit dilepaskan. Namun, dengan adanya kegiatan yang menyenangkan selama liburan, bisa jadi gawai tidak tersentuh sama sekali. Yang penting selama kegiatan mengisi liburan berlangsung, orang tua benar-benar memberikan dukungan penuh kepada anak-anak.



Bagi anak-anak, liburan terasa menyenangkan dan tidak membosankan bila mereka bisa menikmati masa liburan dengan suka cita. Anak-anak merasa kehilangan sesuatu bila kegiatan tersebut terlewat begitu saja.

Jadi, Bapak dan Ibu mulai sekarang bisa mencari informasi tentang kegiatan positif yang bisa dilakukan untuk anak-anaknya selama libur panjang. Lebih baik bila Bapak dan Ibu bisa terlibat langsung dalam kegiatan tersebut.  Semoga libur panjang di waktu yang akan datang lebih seru dan menarik.

Selasa, 02 Oktober 2018

HUKUMAN MEMBENTUK KARAKTER SISWA


HUKUMAN MEMBENTUK KARAKTER SISWA
Oleh : Noer Ima Kaltsum

Saya membuka pintu gerbang sekolah hendak pulang. Ketika sepeda motor saya keluarkan ke luar gerbang, berhentilah sebuah sepeda motor di depanku. Astaghfirulloh, saya kaget. Si pengendara tidak turun dari sepeda motornya. Helm masih menutupi kepalanya. Si pengendara hanya membuka kaca helm. Laki-laki tersebut menyapaku,
“Bu Ima masih ingat saya?”
Kening saya berkerut. Jelas saya tidak hafal laki-laki tersebut, bahkan mungkin malah tidak mengenalnya sama sekali.
“Siapa ya? Coba helmnya dilepas. Kalau masih tertutup seperti itu saya tidak ingat,” pinta saya.
“Saya Agus Triyono, Bu. Muridnya Ibu yang dulu dihukum lari bolak-balik dari ujung utara sampai lapangan basket,” kata laki-laki tersebut sambil melepaskan helm dari kepalanya.
Setelah helm dilepas, barulah saya mengenali wajah dan profilnya.
“Oh, ya. Panjenengan (Anda) Agus, yang kepalanya sedikit petak itu. Bu Ima ingat. Dulu panjenengan Ibu hukum karena tidak lengkap memakai atribut sekolah. Ayo Mas Agus, mumpung sudah sampai di sekolah, mampir dulu. Bapak dan Ibu guru yang lain masih berada di kantor lo.”
“Terima kasih, Bu Ima. Saya buru-buru, ada keperluan. Lain kali saja saya silaturahmi ke sekolah. Salam untuk Bapak dan Ibu guru saja.”
“Baiklah nanti saya sampaikan. Hati-hati ya Mas Agus. Bekerjanya yang semangat.”
Setelah sebentar basa-basi, Agus pamit dan pergi meninggalkan saya. Saya cukup menggelengkan kepala. Ingat sekitar tahun 2002-2004. Ketika itu kesepakatan antara saya dan murid-murid, bila melanggar tata-tertib sekolah pada saat saya mengajar hukumannya push up atau lari. Murid-murid konsekuen, bila melanggar tata-tertib mereka sudah menjalankan hukuman sendiri.
Suatu saat saya bertemu lulusan SMK tempat saya mengajar. Saya mengingat-ingat anak tersebut. Lalu anak tersebut mengatakan kalau dulu ketika terlambat/membolos sekolah disuruh push up. Kalau terlambat masuk pagi hari Cuma push up lima kali. Kalau membolos tidak mengikuti pelajaran tanpa keterangan, hukumannya push up dua puluh lima kali.
Lain dulu lain sekarang. Dulu murid-murid taat dan patuh pada guru. Hukuman yang harus dijalani murid karena melanggar aturan sekolah, benar-benar bisa diterapkan dan membuat murid jera.
Bahkan apabila pelanggaran yang dilakukan murid sudah pada taraf yang mengkhawatirkan, biasanya wali murid dipanggil untuk datang ke sekolah. Komunikasi dan kerja sama antara sekolah dan wali murid untuk kepentingan murid sangat diperlukan.
Sekarang jamannya telah berubah. Guru tidak diperkenankan memberi hukuman fisik kepada siswa. Apabila pihak sekolah atau guru memberi hukuman fisik biasanya dikatakan melanggar Hak Asasi Manusia.
Beberapa bulan yang lalu sekolah kami kedatangan Pengawas dari Disdikpora. Waktu itu Bapak Pengawas berkata/berpesan kepada Bapak/Ibu guru agar tangan kami jangan sekali-kali menyentuh siswa. Guru tidak boleh memberi hukuman fisik.
00000
Kemajuan teknologi dimanfaatkan oleh guru untuk memajukan pendidikan anak didiknya. Metode pembelajaran lebih bervariasi, guru dituntut untuk lebih kreatif. Segala usaha dikerahkan untuk murid-muridnya, terutama agar lulus UN.
Saya mengajar sejak tahun 1997. Kala itu murid-murid menghormati guru-gurunya seperti menghormati orang tua mereka sendiri. Murid-murid taat dan patuh terhadap peraturan yang dibuat sekolah.
Sekarang sudah mulai ada pergeseran. Jujur saja, tidak hanya murid-murid tempat saya mengajar melainkan sebagian murid-murid pada umumnya sulit untuk dinasehati. Kadang ada salah paham antara guru dengan siswa, guru dengan wali murid, guru dengan masyarakat.  Guru dan pihak sekolah kadang-kadang bingung menentukan sikap.
Pada tahun 1997-2005, hukuman yang saya berikan untuk murid-murid (hukuman fisik yang tidak memberatkan) bertujuan untuk memberi pelajaran kepada mereka. Kenyataannya mereka merasakan manfaatnya setelah lulus dari SMK dan telah bekerja.
Saya masih berhubungan dengan murid-murid yang sudah lulus. Kalau tidak secara langsung, biasanya lewat dunia maya. Lewat facebook mereka sering bercerita tentang pengalamannya selama sekolah di SMK. Banyak dari mereka yang mengaku bahwa keberhasilan mereka sekarang ini adalah hasil pendidikan yang keras dari sekolah. Keras dalam arti yang luas.
Mereka berterima kasih kepada Bapak/Ibu guru yang telah mendidik dengan baik. Bahkan pernah suatu hari, masih dalam suasana lebaran, beberapa siswa datang ke rumah saya. Mereka mengatakan pendidikan karakter (disiplin, tanggung jawab, kerja sama dan lain-lain) bermanfaat setelah terjun di dunia kerja. 

Sabtu, 26 Mei 2018

SUPER ITU MENDIDIK ANAK BIASA MENJADI LUAR BIASA




Begitu membaca koran hari ini, SOLOPOS hal XII saya tersenyum geli. Artikelnya silakan dibaca sendiri. Kalau tidak punya korannya bisa pinjam atau membeli.
Sekolah Favorit Khawatir Kualitas Menurun, judulnya. Bapak Ibu, mendidik dan mengajar anak-anak pandai dan berprestasi di tingkat sebelumnya itu mudah. Mungkin sekali menerangkan, siswa paham lalu diberikan soal dengan tingkat kesukaran tinggi bisa selesai dengan cepat. Wis masalah rampung.
Kalau mengajar siswa dengan berbagai macam tingkat kecerdasan, ada yang super pandai, ada siswa yang super sabar (sabar diterangkan sampai 3x belum paham-paham), ada siswa yang super karena memiliki problem dari rumah, ada siswa super dalam hal nakal, mbolosan, ngeyel, membangkang dan lain-lain, itu luar biasa. Gurunya juga harus super.
Tentu mendidik dan mengajar siswa dari kelompok yang bawah berbeda dengan kelompok yang atas.
Di sekolah favorit, mungkin guru sabar mengajar karena tidak ada masalah dengan siswa (rata-rata cerdas dan pandai). Di sekolah yang terdapat bermacam-macam kondisi ini ternyata guru lebih sabar lo.
Guru tidak boleh marah, membentak, harus ada pendekatan dengan hati padahal siswanya super-super.
Saya mengacungi jempol untuk sekolah yang memiliki siswa super-super, yang bisa membuat mereka mapan dan berhasil padahal tingkat kecerdasannya tidak tinggi semua.
Kualitas sekolah tetap baik kok kalau bisa mendidik dan mengajar anak-anak super-super ini dan berhasil, sukses, nilainya baik di atas rata-rata, menjadikan grade akademik tinggi.
Koran hari ini mengingatkan saya tentang perbedaan SMK N dan SMK swasta, gurunya sabar-sabar di sekolahku, hehe.

Selasa, 03 April 2018

DENAH TEMPAT DUDUK MODEL U HINDARI PELUANG CURANG SAAT UJIAN




Ketika saya mengikuti diklat Kepala Lab, ada ilmu lama yang bisa diterapkan saat saat pembelajaran di sekolah. Pada saat pembelajaran komputer, para siswa duduk dengan denah tempat duduk model U menghadap dinding. Hal ini dilakukan untuk menghindari siswa tidak fokus dalam pembelajaran. Apalagi pembelajaran dengan koneksi internet. Guru bisa duduk dan mengawasi siswa dengan tenang tanpa perlu mondar-mandir.

Denah tempat duduk model U ini, bisa dikombinasi dengan bagian tengah ruangan juga diberi tempat duduk berhadap-hadapan. Hal ini dilakukan untuk mengoptimalkan penggunaan ruangan.

Denah tempat duduk model U tidak cocok bila diterapkan untuk pembelajaran mata pelajaran yang lain. Mata pelajaran yang lain mungkin cocok dengan duduk membentuk kelompok-kelompok karena bisa berdiskusi saat pembelajaran berlangsung. Akan tetapi, di saat ujian/tes tertulis, denah tempat duduk model U tetap cocok diterapkan. Guru bisa mengawasi gerak-gerik siswa secara menyeluruh.

Tidak ada lagi peluang untuk berbuat curang bagi siswa/peserta ujian. Pengawas cukup memantau dari satu tempat.

Semoga bermanfaat.

Selasa, 13 Februari 2018

LIMA HAL YANG PERLU DIPERSIAPKAN MENJELANG KUNJUNGAN INDUSTRI

dok.pri

Kunjungan Industri bukan hanya siswanya yang wajib mengikuti, guru-guru juga harus ikut. Nah, sebelum berangkat kunjungan industry, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan, antara lain:
1.    Pakaian/seragam tidak boleh saltum
Jangan sampai salah kostum lo, biar tidak memalukan. Seragamnya harus sama dengan guru lainnya. Kalau perlu membawa pakaian ganti secukupnya. Jangan sampai tidak membawa pakaian ganti, bisa-bisa badan tidak nyaman karena keringat.

2.    Kamera digital dan hape harus full batere
Selain untuk kepentingan sekolah, tentu saja banyak kepentingan pribadinya. Cekrek-cekrek sangat dibutuhkan untuk mengisi blog. Biasanya, guru dan anak-anak tidak beda, pingin difoto oleh mbak Ima. Oleh karena penggunaan kamera sangat maksimal, sudah pasti jangan lupa baterenya diisi penuh. Siapa tahu di perjalanan mau update status.

3.    Buku kecil
Buku kecil digunakan untuk mendadak menulis bila ide bertebaran di tempat kunjungan industry atau tempat wisata. Buku kecil/notes tapi bukan buka mencatat utang piutang seperti bank plecit atau bank thithilan, hehe. Penting lo disiapkan meskipun ada hp.

4.    Uang saku
Meskipun sudah disediakan konsumsi, tetap saja harus menyediakan uang saku. Barangkali ingin membeli makanan atau sekadar oleh-oleh remeh. Uang saku perlu dipersiapkan secukupnya, siapa tahu mau ke toilet atau nunut mandi. Membawa uang saku juga secukupnya saja. Tak perlu uang 10 juta dibawa ke sana-ke mari. Lebih amannya uang yang banyak disimpan yang rapat. Jangan sampai ada orang yang tahu.

5.    Camilan/minuman
Biar lebih irit, sebaiknya camilan dan minuman tambahan membawa sendiri dari rumah. Tak perlu malu membawa camilan. Kalau sudah berkumpul dan duduk bersama, makanan apa saja pasti laku dan dimakan bareng. Berbahagialah bila membawa camilan bisa ludes tak bersisa dimakan bareng. Ikhlaskan saja, pahala akan menghampiri kita.

Itu saja yang bisa dibagikan, semoga bermanfaat.


Karanganyar, 13 Februari 2018

Sabtu, 10 Februari 2018

ANAK-ANAK, TV DAN INTERNET

dok.pri


noerimakaltsum.com. Zaman saya kecil sampai remaja, hiburan yang menyenangkan adalah televisi. Lihat TV hanya pada waktu-waktu tertentu, itu saja di rumah tetangga. Mengapa saya mau melihat acara TV saja harus menumpang di rumah tetangga? Sebab di rumah kami tidak mempunyai TV.

Alhamdulillah, sekarang di rumah saya juga tidak ada TV. Masih banyak hiburan yang bisa dinikmati anak-anak. Si kecil, kalau pulang sekolah lalu membawa jaring saja sudah senang. Si kecil lalu berjalan di samping selokan sambil mengamati kalau-kalau ada ikan cethul yang bisa masuk dalam jaring. Tambah senang karena ikan-ikan masuk ke dalam jaringnya. Dia lantas berteriak,”Aku dapat ikan!” Bukan ikan besar lo Pak, Bu. Hanya ikan kecil-kecil.

Kalau mau nonton TV si kecil hanya membuka hp zadul milik ibunya dan dia puas meskipun harus susah payah karena sering layarnya bruwet. Oleh karena kondisinya seperti itu, maka si kecil waktunya sangat terbatas untuk melihat TV. Acara yang dilihat hanya sebatas Ipin Upin dan kartun mobil.

Kalau zaman dahulu, TV sering dijadikan kambing hitam kenakalan remaja, sekarang selain TV juga internet yang bisa mempengaruhi perilaku anak-anak. Untuk itulah, perlunya orang tua (orang dewasa) mendampingi anak-anak (remaja) ketika melihat TV dan membuka-buka internet. Sebagai orang tua, saya sangat peduli terhadap anak-anak. Jangan sampai kita menyesal di kemudian hari karena anak-anak terlanjur menjadi nakal.

Mari luangkan waktu untuk anak-anak. Mari kita mendampingi anak-anak melihat TV atau sekadar berada di dekatnya sambil mengerjakan pekerjaan. Semoga anak-anak kita berada dalam kondisi yang aman dan nyaman.

Karanganyar, 10 Februari 2018

Rabu, 07 Februari 2018

JANGAN HANYA MENYALAHKAN GURU

DOK.PRI

Anda boleh tidak sependapat dengan saya tapi saya boleh berpendapat, bukan?
Berita tentang kematian guru, masyarakat luas memberikan penilaian, opini dan lain-lain.
Sangat disayangkan bila kemudian mereka melontarkan kalimat, "anak tersebut adalah korban."
Kalau anak tersebut sebagai korban, korban dalam artian bagaimana? Lantas Siapa pelakunya?

Sekolah dan guru sudah mendidik siswanya di sekolah dengan baik. Guru tegas dan keras, kalau tidak sesuai dengan keinginan siswa bisa-bisa dilaporkan ke komnas ham/komnas perlindungan anak. Akhirnya untuk mencari aman, guru tegas tapi tidak keras lagi. Yahhhh, dibilang guru terlalu lemah membiarkan anak didiknya "berperilaku begitu.'

Mbok ya ampun nyalahke guru terus ta massss mas, bapak/ibu. Mbok ya sesekali nengok jalan cerita kalau siswa itu di rumah.

Pengalaman kami, saya dan teman-teman yang mengajar di sekolah swasta, mengadakan kunjungan ke rumah siswa yang bermasalah. Hasilnya, bikin geleng-geleng kepala.

Kalau Anda tidak terjun langsung di dunia pendidikan dan mendapatkan murid yang latar belakangnya memang "istimewa", Anda hanya bisa menyalahkan guru.

Kalau Anda mau, silakan lihat di sekitar Anda. Berapa % (waktu) perhatian orang tua terhadap anaknya setiap hari!!! Berapa lama Anda mendampingi anak-anak? Pernahkah Anda ngobrol sepanjang waktu ketika berada di rumah bersama anak-anak? JUJUR SAJA.

Jangan lagi menyalahkan guru. Anda boleh tidak sependapat dengan saya, sejatinya pendidikan karakter dimulai dari rumah bukan dimulai dari sekolah.

Kalau di sekolah sudah dididik oleh bapak/ ibu guru dengan baik, jujur saja sudahkah di rumah dididik dengan baik? Jangan lupa lingkungan tempat bermain dan internet berpengaruh besar.

Gitu ajah.
Ealah, guru sudah jadi korban, masih juga guru-guru yang disalahin.

Top of Form
Nurul Chomaria Iya mbak. Anak tsb mmg korban dr kedua orang tuanya. Aku melihatnya jg bgtu. Anak2 yg bermasalah dtg dr kelg yg bermasalah pula

Arinta Adiningtyas Setuju. Sepertinya ada yang salah di rumah.

Nurul Chomaria Iya mbak Arinta Adiningtyas suka kasihan para guru. Anak2 skg sungguh "wow" sikapnya thd guru

Noer Ima Kaltsum Mulane nek menyalahkan guru, saya rada geregetan. Soale siswa saya modelnya gitu

Arinta Adiningtyas I feel you, Bu Ima.. Jaman Uti saya dulu, guru begitu dihormati. Sekarang?

Nurul Chomaria Anake dikon nggowo mulih wae mbak ima, ben dididik ortu drmh

Noer Ima Kaltsum Bapak dan ibunya merantau, di rumah sama simbah. (Akeh sing ngono mbak). Nek ora yo wong tuane mangkat seblm subuh pulang kerja bar Isya.

Nurul Chomaria Saake jane tp korbane ttp anak

Widyanti Yuliandari Saya bisa merasakan, Mbak. Hla kalau semua dijadiin korban, terus siapa yang jadi solusi? Guru emang posisinya sering serba salah ya. Dikit teges dibilang melanggar inilah itulah. Tapi kalau sudah begini njur piye? Mosok yo sik guru maneh sing salah. Memang dlm segala hal kita gak bisa generalisasi.

Noer Ima Kaltsum Iya mbak. Coba para orang tua mau jujur menilai anaknya apa adanya, obyektif. Terus introspeksi lalu berbenah dan lihat kembali anak2nya (setelah berbenah). Sebenarnya anak2 yang aneh, dari rumah orang tua sudah menyadari kok

Luhur Prasetyo betul bu, kita harus terjun langsung lihat realitanya baru ngomong....jangan hanya berdasarkan dari info sepihak saja.

Noer Ima Kaltsum Makasih mashur Luhur Prasetyo.

Muthmainnah Yuria Nah iya bu...
Guru sudah mengarahkan mengerahkan kemampuannya utk membantu ortu mendidik anaknya. Namun emang anaknya yg istimewa.

Fitri Elfad Burhani jadi guru sekarang serba salah. guru lemah lembut disepelekan murid, guru keras malah diajak duel sm murid. trs tujuane bocah kui neng sekolah opo? yen wes merasa jadi jagoan ya suruh turun aja ke jalanan. orang tua jg berperan penting. jangan merasa sudah bayar trs semua diserahkan ke guru. begitu tugas guru mendidik dilapori anak dikit aja dah mencak2. akhirnya guru lg yang dsalahkan.

Noer Ima Kaltsum Malah ada lo mbak sing wong tuwane merantau. Pas ke sekolah mbayar administrasi malah bilnang, "kula pasrah bongkokan. Kalau anaknya nakal dipukuli nggak papa.'

Enak ajah pasrah bongkokan kayak kayu haduwwwh

Fitri Elfad Burhani kalau orang tua dulu yen anak lapor dijewer guru malah tekan ngomah ditambahi lagi, haha

Noer Ima Kaltsum Kalau sekarang dilapori anak langsung datangi sekolah marah2 krn percaya cerita fiktif anak

Noer Chasanah Wuah apiiiik iki .... setujozzzz.

Alhamdulillah orang tua kita mendidik dengan baik sejak kecil.

Sejak SD pun sudah bisa berbahasa Jawa Kromo kepada orang yg lebih tua.

Tralala ...
Noer Ima Kaltsum Karenanya, di sekolah dan di manapun kita berada suba seta tetap jalan. Ndilalahnya kita nggak reka2 dan tidak buat masalah di sekolah atau di tempat mana pun.

Neneng Utami S Pendidikan akhlak & budi pekerti yg terbaik bermula dari ortu & klg.


Noer Ima Kaltsum Leres mbak, no satu dari rumah alias dari ortu dan keluarga. Berikurnya dari lingkungan dan sekolah

00000

Jumat, 12 Januari 2018

SANKSI BIKIN GALAU BAGI SISWA TERLAMBAT KE SEKOLAH

noerimakaltsum.comSiswa terlambat masuk sekolah, sepertinya bukan karena alasan yang masuk akal. Mereka memang sengaja terlambat masuk sekolah. Dalam hati mereka membatin, paling-paling hukumannya ringan.

Paling-paling kalau terlambat masuk hanya disuruh push up, lari mengitari lapangan basket, menyapu, menyiram tanaman dan pekerjaan ringan lainnya. Tapi jangan merasa sudah aman dan bebas kalau sudah diberi sanksi saat masuk gerbang. Kalau masuk kelas, biasanya guru yang mengajar pada jam pertama juga akan memberi sanksi.

Saya paling suka memberi sanksi siswa terlambat dengan menyuruhnya menyanyikan lagu Indonesia Raya atau menghafalkan sila-sila Pancasila. Mereka yang diberi sanksi akan protes dan menggerutu. Yang protes-protes gitu, biasanya tidak hafal teks Pancasila dan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya.

Bagi yang tidak hafal Lagu Indonesia Raya atau Pancasila pasti akan merasa galau. Saya tidak menyerah begitu saja, siswa saya paksa harus mau. mosok Indonesia Raya saja tidak hafal? Mulane ojo nelat-nelat bro. Isih mending mung maca Pancasila, kalau saya suruh melakukan SKJ tahun 1988, apakah kamu tidak tambah galau.

Agar tidak dihukum, ya datangnya lebih baik ya Bro. Tenan looooo!

Karanganyar, 12 Januari 2018

Jumat, 08 Desember 2017

RPP K13 HUKUM DASAR ILMU KIMIA


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Satuan Pendidikan                  : SMK  TUNAS MUDA KARANGANYAR 
Mata Pelajaran                        : Kimia
Komp. Keahlian                      : TPM, TKR, MM
Kelas / Semester                      : X / Gasal
Alokasi Waktu                        : 9 x 45 menit
Topik  / Judul                          : Hukum-hukum Dasar Ilmu Kimia

A.    KOMPETENSI INTI
3.      Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kajian kimia teknologi rekayasa pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.
4.      Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang kajian kimia teknologi rekayasa

Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja.

Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan, gerak mahir, menjadikan gerak alami dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

B.     KOMPETENSI DASAR
KD dari KI 3
3.5  Menerapkan hukum-hukum dasar kimia dalam perhitungan kimia
KD dari KI 4
4.5 Menggunakan hukum-hukum dasar kimia dalam perhitungan kimia

C.    INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI
3.5.1  Menerapkan Hukum Dasar Kimia
3.5.2  Menyelesaikan persamaan reaksi kimia
3.5.3  Menentukan Rumus Empiris dan Rumus Molekul
3.5.4  Menjelaskan Massa Atom Relatif (Ar) dan Massa Molekul Relatif
3.5.5  Menjelaskan Konsep Mol
3.5.6  Menjelaskan Konsentrasi larutan (molaritas, molalitas dan fraksi mol)
4.5.1  Melakukan perhitungan kimia

D.    TUJUAN PEMBELAJARAN
Peserta didik  dapat:
1.      Menerapkan Hukum Dasar Kimia ( Hukum Lavoisier, Hukum Proust, Hukum Dalton,Hukum Gay Lussac, Hukum Avogadro)
2.      Menyelesaikan persamaan reaksi kimia
3.      Membedakan Rumus Empiris dan Rumus Molekul
4.      Menentukan Rumus Empiris dan Rumus Molekul
5.      Menjelaskan Massa Atom Relatif (Ar) dan Massa Molekul Relatif (Mr)
6.      Menentukan Massa Molekul Relatif (Mr) suatu senyawa
7.      Menjelaskan Konsep Mol
8.      Menjelaskan Konsentrasi larutan (molaritas, molalitas dan fraksi mol)
9.      Melakukan perhitungan kimia

E.     MATERI AJAR
Hukum dasar kimia
Persamaan Reaksi Kimia
Rumus empiris dan rumus molekul.
Massa Atom Relatif (Ar)
Massa Molekul Relatif (Mr)
Konsep Mol
Konsentrasi larutan (molaritas, molalitas dan fraksi mol)
Perhitungan kimia

F.     METODE PEMBELAJARAN
Pendekatan : Scientific Learning
Model/Strategi            : Discovery Learning
Metode            : diskusi , ceramah, tanya jawab, dan penugasan

G.    LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
Pertemuan 1 ( 3 x 45 menit )
Kegiatan
Deskripsi Kegiatan
Alokasi Waktu
Pendahuluan
§  Guru memberikan salam dan mengajak semua peserta didik berdoa menurut agama dan keyakinan masing-masing (jam ke 1)
§  Menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya (jam ke 1)
§  Guru melakukan pengkodisian peserta didik (menanya kabar dan presensi)
§  Guru mengaitkan materi pembelajaran sekarang dengan materi pembelajaran sebelumnya
§  Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai
§  Guru menyampaikan teknik penilaian yang digunakan
·   Guru menyampaikan metode pembelajaran yang digunakan
·   Guru  memberikan Lembar Kerja kepada siswa
10 menit
Kegiatan Inti
Mengamati
Mencari bahan bacaan terkait Hukum Dasar Kimia ( Hukum Lavoisier, Hukum Proust, Hukum Dalton,Hukum Gay Lussac, Hukum Avogadro)
Mencari bahan bacaan terkait persamaan reaksi kimia
Mencari bahan bacaan terkait Rumus Empiris dan Rumus Molekul

Menanya
Mengajukan pertanyaan bagaimana menggunakan Hukum Dasar Kimia
Mengajukan pertanyaan bagaimana menyelesaikan persamaan reaksi kimia
Mengajukan pertanyaan apa perbedaan Rumus Empiris dan Rumus Molekul
Mengeksplorasi
Mendiskusikan bahan ajar terkait Hukum Dasar Kimia, persamaan reaksi kimia, Rumus Empiris dan Rumus Molekul
Mengasosiasi
Menyimpulkan cara menerapkan Hukum Dasar Kimia, menyelesaikan persamaan reaksi kimia, membedakan rumus empiris dan rumus molekul
Mengkomunikasikan
Mempresentasikan abstraksi hasil pembelajaran menggunakan tata bahasa yang benar dan memanfaatkan teknologi informasi.
105 menit
 Penutup
·      Guru bersama siswa menyimpulkan materi yang telah mereka pelajari
·      Guru memberikan tugas untuk membuat laporan diskusi
·      Siswa mengumpulkan hasil laporannya
·      Guru mengakhiri pembelajaran dengan memberikan pesan untuk membaca materi selanjutnya.
·      Pelajaran selesai dan diakhiri dengan berdoa
   10 menit

Pertemuan 2 ( 3 x 45 menit )
Kegiatan
Deskripsi Kegiatan
Alokasi Waktu
Pendahuluan
§  Guru memberikan salam dan mengajak semua peserta didik berdoa menurut agama dan keyakinan masing-masing (jam ke 1)
§  Menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya (jam ke 1)
§  Guru melakukan pengkodisian peserta didik (menanya kabar dan presensi)
§  Guru mengaitkan materi pembelajaran sekarang dengan materi pembelajaran sebelumnya
§  Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai
§  Guru menyampaikan teknik penilaian yang digunakan
·   Guru menyampaikan metode pembelajaran yang digunakan
·   Guru  memberikan Lembar Kerja kepada siswa
10 menit
Kegiatan Inti
Mengamati
Mencari bahan bacaan terkait Massa Atom Relatif (Ar) dan Massa Molekul Relatif (Mr), Massa Molekul Relatif (Mr) suatu senyawa, Konsep Mol
Menanya
Mengajukan pertanyaan Massa Atom Relatif (Ar) dan Massa Molekul Relatif (Mr), Massa Molekul Relatif (Mr) suatu senyawa, Konsep Mol
Mengeksplorasi
Mendiskusikan bahan ajar tentang  Massa Atom Relatif (Ar) dan Massa Molekul Relatif (Mr), Massa Molekul Relatif (Mr) suatu senyawa, Konsep Mol
Mengasosiasi
Menyimpulkan hasil diskusi bahan ajar tentang  Massa Atom Relatif (Ar) dan Massa Molekul Relatif (Mr), Massa Molekul Relatif (Mr) suatu senyawa, Konsep Mol
Mengkomunikasikan
Mempresentasikan abstraksi hasil pembelajaran menggunakan tata bahasa yang benar dan memanfaatkan teknologi informasi.
105 menit
 Penutup
·      Guru bersama siswa menyimpulkan materi yang telah mereka pelajari
·      Guru memberikan tugas untuk membuat laporan hasil diskusi
·      Siswa mengumpulkan hasil laporannya
§  Guru mengakhiri pembelajaran dengan memberikan pesan untuk membaca materi selanjutnya.
·      Pelajaran selesai dan diakhiri dengan berdoa
   10 menit

Pertemuan 3 ( 3 x 45 menit )
Kegiatan
Deskripsi Kegiatan
Alokasi Waktu
Pendahuluan
§  Guru memberikan salam dan mengajak semua peserta didik berdoa menurut agama dan keyakinan masing-masing (jam ke 1)
§  Menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya (jam ke 1)
§  Guru melakukan pengkodisian peserta didik (menanya kabar dan presensi)
§  Guru mengaitkan materi pembelajaran sekarang dengan materi pembelajaran sebelumnya
§  Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai
§  Guru menyampaikan teknik penilaian yang digunakan
·   Guru menyampaikan metode pembelajaran yang digunakan
·   Guru  memberikan Lembar Kerja kepada siswa
10 menit
Kegiatan Inti
Mengamati
. Mencari bahan bacaan terkait konsentrasi larutan dan perhitungan kimia
.Menanya
Mengajukan pertanyaan tentang konsentrasi larutan dan perhitungan kimia
Mengeksplorasi
Mendiskusikan bahan ajar terkait konsentrasi larutan dan perhitungan kimia
Mengasosiasi
Menyimpulkan penggunaan konsentrasi larutan dalam hitungan kimia
Mengkomunikasikan
Mempresentasikan abstraksi hasil pembelajaran menggunakan tata bahasa yang benar dan memanfaatkan teknologi informasi.
105 menit
 Penutup
·      Guru bersama siswa menyimpulkan materi yang telah mereka pelajari
·      Guru memberikan tugas untuk membuat laporan hasil diskusi
·      Siswa mengumpulkan hasil laporannya
§  Guru mengakhiri pembelajaran dengan memberikan pesan untuk membaca materi selanjutnya.
·      Pelajaran selesai dan diakhiri dengan berdoa
   10 menit

H.    ALAT/MEDIA/SUMBER PEMBELAJARAN
I.       Sumber Belajar
Aas Saidah dan Michael Purbo. 2013. KIMIA untuk SMK/MAK Kelas X. Jakarta : Penerbit Erlangga
Unggul Sudarmo, 2013. KIMIA untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta : Penerbit Erlangga
Nefoyati. . 2013. KIMIA SMK/MAK Untuk Kelas X. Bandung : HUP
Ratna Ediati, dkk. 2009. KIMIA untuk Sekolah Menengah Kejuruan Jilid I. Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan

J.      PENILAIAN, PEMBELAJARAN REMIDIAL DAN PENGAYAAN
Teknik penilaian :  Tes dan Non tes
Bentuk penilaian : Tes tertulis dan ketrampilan (terlampir)
Intrumen Penilaian dan Penskoran : terlampir

KEGIATAN PENGAYAAN
• Setelah ulangan terdapat sebaran peserta didik yang mendapat nilai tinggi di kelas maka guru memberikan penugasan kepada peserta didik untuk meringkas KD. 12
KEGIATAN REMEDIAL
• Setelah ulangan terdapat peserta didik yang mendapatkan nilai rendah di kelas maka guru mengulang materi pembelajaran serta dilakukan ulangan untuk peserta didik yang melaksanakan kegiatan remidial.

                                                                              Karanganyar,       Juli 2017
Mengetahui
Kepala SMK   Tunas Muda                                                                Guru Mata Pelajaran


Suparna, S.Pd.                                                                                    Noer Ima Kaltsum, S.Pd.
NIP. ----                                                                                              NIP. ----




KISI-KISI DAN SOAL
Satuan Pendidikan                  : SMK Tunas Muda Karanganyar
Bidang Keahlian                     : Teknologi dan Rekayasa
Program Keahlian                   : Teknik Otomotif
Kompetensi Keahlian  : Teknik Kendaraan Ringan
Kelas                                       : X
Mata Pelajaran                        : Kimia
Kompetensi Dasar                   :  3.5 Menerapkan hukum-hukum dasar kimia dalam perhitungan kimia

Kompetensi Dasar
IPK
Materi
Indikator Soal
Bentuk Soal
No Soal
3.5 Menerapkan hukum-hukum dasar kimia dalam perhitungan kimia
3.5.1  Menerapkan Hukum Dasar Kimia

Hukum Dasar Kimia
Dapat menerapkan Hukum Ketetapan Massa
PG
1

3.5.3  Menentukan Rumus Empiris dan Rumus Molekul

Rumus Empiris dan rumus Molekul
Dapat menentukan Rumus empiris dan rumus molekul
PG
2

3.5.5  Menjelaskan Konsep Mol

Konsep Mol
Dapat menerapkan konsep mol
PG
3
4.5 Menggunakan hukum-hukum dasar kimia dalam perhitungan kimia
4.5.1  Melakukan perhitungan kimia

Perhitungan Kimia
Dapat melakukan perhitungan kimia
PG
4









Instrumen/butir Soal Pengetahuan                                                         
No
Soal
Kunci Jawaban
Skor
1.
Di antara hal-hal berikut, yang tidak mengalami perubahan bila suatu zat bereaksi adalah …..
A.    Warnanya
B.     Massanya
C.     Aromanya
D.    Bentuknya
E.     Suhunya
B
1
2
Di bawah ini yang merupakan rumus empiris adalah ….
A.    H2O2
B.     CH3COOH
C.     C3H6
D.    H2SO4
E.     C5H10
D
1
3
Jumlah molekul CH4 (Mr = 16) yang terdapat dalam 2 gram CH4 adalah ….
A.    0,75 x 1023
B.     3,01 x 1023
C.     4,816 x 1023
D.    12,64 x 1023
E.     45,16 x 1023

A
1
4
Tiga liter gas propana (C3H8) dibakar sempurna dengan gas oksigen, menurut reaksi:
C3H8 (g)          +          5 O2 (g)           -à       3 CO2 (g)            +          4 H2O (g)
Pada suhu dan tekanan yang sama, banyaknya gas CO2 yang dihasilkan adalah …..
A.    12 liter
B.     9 liter
C.     6 liter
D.    3 liter
E.     1/3 liter

B
1


Pedoman Penskoran :

Penilaian Pengetahuan : (skor benar : skor total) x 100 = 4/4 x 100 = 100