Senin, 19 Februari 2018

MEMILIH WARNA LIPSTIK

foto : dok.pri

noerimakaltsum.com. Saya termasuk orang yang inginnya serba simple dan praktis. Zaman now, diburu waktu tidak boleh berlama-lama di depan cermin kalau mau berdandan cantik.

Seperti yang pernah saya tuliskan sebelumnya, ada baby oil, bedak dan lipstick yang membuat wajah saya berbeda. Ada perbedaan, ketika saya berada di rumah saja dengan bila ada acara penting/mengajar.

Nah, lipstick yang saya pergunakan tentu saja warnanya tidak mencolok. Maklum, saya seorang guru yang harus tampil secara sederhana. Oleh karena itu, warna lipstick yang saya pilih adalah warna teduh, bukan warna menyala atau ngejreng.

Kalau saya memakai lipstick warna ngejreng, ada orang yang akan protes. Pertama suami, kedua anak saya, ketiga teman-teman dekat saya, dan keempat siswa-siswa saya.

Saya lebih percaya diri dengan lipstick warna teduh, warna yang tidak mencolok. Saya percaya kalau saya telah dianugerahi Allah wajah yang cantik. Jadi, tidak perlu di-make over. Bagi saya memakai make up tipis-tipis saja, sudah cukup. Kalau saya berlebihan, memakai lipstick ngejreng, yang saya takutkan ada orang yang mengejar-ngejar saya. Bisa repot, bukan?

Semoga tulisan ini bermanfaat.


Karanganyar, 19 Februari 2018

Sabtu, 17 Februari 2018

ENAM MAKANAN KUKUS ALAMI

foto: dok.pri

noerimakaltsum.com. Beberapa makanan dikukus yang bisa didapatkan dari alam, antara lain:
1.    Pisang
Saya yakin sebagian besar orang mengenal buah pisang. Ada beberapa macam pisang, di antaranya adalah pisang buah meja dan pisang yang dibuat makanan (direbus/dikukus/dibuat camilan). Pisang yang biasa dikukus adalah pisang kapok. Pisang yang sudah masak di pohon bisa dikukus lalu disantap.

2.    Ubi jalar
Ketika saya masih kecil, Ibu sering membeli ubi jalar lalu dikukus. Ubi jalar kukus memang dimakan sebagai kudapan. Menikmati ubi jalar kukus saat hujan dan udara dingin, rasanya sangat nikmat. Ubi jalar baru dicabut dari tanah disimpan beberapa hari terlebih dahulu, bila dikukus rasanya lebih manis disbanding ubi jalar baru dicabut.

3.    Ketela pohon
Ketela pohon atau singkong bersih dikukus langsung setelah empuk ditaburi sedikit garam atau gula, rasanya mantap.  Kalau mau dibuat sawut juga oke. Untuk membuat sawut, singkong diparut kasar dengan parut khusus lalu dikukus. Setelah masak, sawut ditaburi campuran kelapa parut dan sedikit gula dan garam.

4.    Kacang kulit
Siapa yang tidak suka kacang? Sebagian besar orang yang tidak ada masalah dengan kulit, akan merasa aman mengkonsumsi kacang kulit. Kalau saya paling suka kacang kulit dikukus. Kebetulan sejak remaja saya tidak ada masalah dengan raut muka. Saya termasuk abege yang tidak memiliki jerawat.

5.    Kedelai
Kedelai yang baru dipanen langsung dikukus. Setelah matang kemudian dimakan. Kedelai yang dikukus ini biasanya dijual dalam satu ikatan. Kedelai masih menempel pada batang tanaman. Kedelai banyak mengandung protein.

6.    Jagung
Jagung termasuk palawija. Jagung ditanam ketika sawah tidak terlalu banyak air. Biasanya jagung dipanen saat masih muda (khusus dijual sebagai jagung rebus) dan saat jagung sudah tua. Untuk yang masih muda, jagung direbus terlebih dahulu. Kemudian diangkat, selanjutnya jagung dikukus untuk dijajakan dalam kondisi hangat.

Sebenarnya masih banyak makanan alami yang bisa dikukus dan aman dikonsumsi sebagai camilan. Silakan ditambahkan lagi bila perlu.

Semoga tulisan ini bermanfaat.

Karanganyar, 17 Februari 2018

Jumat, 16 Februari 2018

AKHIRNYA BUTUH KACA MATA

dok.pri

noerimakaltsum.com. Awal kuliah dulu sampai beberapa tahun, sempat memakai kaca mata. Itu saja tidak pakai periksa. Kaca mata milik kakak yang tidak dipakai, saya pakai dan ternyata cocok tidak pakai pusing.

Setelah saya merasa nyaman tidak memakai kaca mata, saya akhirnya melepas kaca mata dan kembali tidak memakai kaca mata. Bahkan sampai saat ini kalaau hubungannya untuk membaca dan menulis, tidak ada masalah dengan mata saya. hanya saja kalau melihat tulisan dari jauh, benda/orang dari jauh agak blur tidak begitu jelas.

Saya merasakan sudah beberapa hari/minggu lalu, melihat anak-anak dari jauh yang mendekat, tidak terlalu jelas, hanya postur dan cara berjalannya saja saya hafal. Ini artinya saya membutuhkan alat bantu lagi, yakni kaca mata.

Akhirnya, saya mecari kaca mata lama dan ketemu jodohnya. Saya bisa dengan jelas melihat sesuatu/seseorang dari jauh tidak pakai blur. Kalau untuk uang lima puluhan ribu dan ratusan ribu, biarpun dari jauh tetap saja jelas.


Saya harus menyadari, harus menyerah dan pasrah. Ternyata usia tidak bisa bohong. Semoga kaca mata milik kakak saya bisa saya manfaatkan. Arep tuku kok memeng banget. 

Rabu, 14 Februari 2018

MASAKAN SUPER SIMPEL DAN CEPAT

DOK.PRI


noerimakaltsum.com. Bagi saya, menyiapkan sarapan pagi menunya harus simple dan tidak boleh pakai lama memasaknya. Yang penting masakan segera disajikan dan rasanya nikmat bila disantap. Demikian juga bila siang hari, saya akan mengolah sayuran menjadi masakan yang simple dan cepat disajikan.

Pilihan saya jatuh pada masakan sop ayam, baik ayam negeri maupun ayam kampung. Sama-sama sop ayam, keluarga kecil saya akan berebut bila saya masak sop ayam kampung.

Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk memasak sop ayam kampung adalah:
Ayam kampung
Bawang putih
Merica
Garam
Penyedap rasa
Pala
Bawang merah (goreng)
Minyak goreng
Sayuran bersih (kol, daun loncang, seledri, wortel, kentang)

Cara memasak:
1.    Ayam kampung direbus dengan air hingga empuk lalu diiris kecil atau disuwir
2.    Bawang putih dan merica digeprek
3.    Bawang putih dan merica geprek digoreng hingga harum
4.    Tambahkan air ke dalam no. 3
5.    Masukkan ayam lalu dipanaskan sampai mendidih
6.    Masukkan sayuran, sedikit garam, sedikit pala
7.    Terakhir masukkan bumbu masak, matikan apinya lalu taburkan bawang merah goreng.
Sop ayam kampung siap dihidangkan. Sop ayam kampung disantap selagi hangat dengan nasi dan sambal (sambal korek/tomat) serta lauknya tempe goreng tanpa tepung.

Masak simpel dan cepat, ya sop kampung saja.


Karanganyar, 14 Februari 2018

Selasa, 13 Februari 2018

LIMA HAL YANG PERLU DIPERSIAPKAN MENJELANG KUNJUNGAN INDUSTRI

dok.pri

Kunjungan Industri bukan hanya siswanya yang wajib mengikuti, guru-guru juga harus ikut. Nah, sebelum berangkat kunjungan industry, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan, antara lain:
1.    Pakaian/seragam tidak boleh saltum
Jangan sampai salah kostum lo, biar tidak memalukan. Seragamnya harus sama dengan guru lainnya. Kalau perlu membawa pakaian ganti secukupnya. Jangan sampai tidak membawa pakaian ganti, bisa-bisa badan tidak nyaman karena keringat.

2.    Kamera digital dan hape harus full batere
Selain untuk kepentingan sekolah, tentu saja banyak kepentingan pribadinya. Cekrek-cekrek sangat dibutuhkan untuk mengisi blog. Biasanya, guru dan anak-anak tidak beda, pingin difoto oleh mbak Ima. Oleh karena penggunaan kamera sangat maksimal, sudah pasti jangan lupa baterenya diisi penuh. Siapa tahu di perjalanan mau update status.

3.    Buku kecil
Buku kecil digunakan untuk mendadak menulis bila ide bertebaran di tempat kunjungan industry atau tempat wisata. Buku kecil/notes tapi bukan buka mencatat utang piutang seperti bank plecit atau bank thithilan, hehe. Penting lo disiapkan meskipun ada hp.

4.    Uang saku
Meskipun sudah disediakan konsumsi, tetap saja harus menyediakan uang saku. Barangkali ingin membeli makanan atau sekadar oleh-oleh remeh. Uang saku perlu dipersiapkan secukupnya, siapa tahu mau ke toilet atau nunut mandi. Membawa uang saku juga secukupnya saja. Tak perlu uang 10 juta dibawa ke sana-ke mari. Lebih amannya uang yang banyak disimpan yang rapat. Jangan sampai ada orang yang tahu.

5.    Camilan/minuman
Biar lebih irit, sebaiknya camilan dan minuman tambahan membawa sendiri dari rumah. Tak perlu malu membawa camilan. Kalau sudah berkumpul dan duduk bersama, makanan apa saja pasti laku dan dimakan bareng. Berbahagialah bila membawa camilan bisa ludes tak bersisa dimakan bareng. Ikhlaskan saja, pahala akan menghampiri kita.

Itu saja yang bisa dibagikan, semoga bermanfaat.


Karanganyar, 13 Februari 2018

Senin, 12 Februari 2018

OLAHRAGA FAVORIT

Jalan santai di Kemuning
dok.pri


noerimakaltsum.com. Olahraga favorit yang saya lakukan hampir setiap hari adalah jalan kaki. Jalan kaki adalah olahraga yang tidak perlu mengeluarkan biaya tapi cukup menghasilkan keringat. Setiap hari di sekolah saya harus jalan kaki dari ruang guru ke kelas dan sebaliknya. Bisa jadi saya melakukannya sampai 3 x 2.

Kalau hari Jumat, saya juga paling suka dengan Jumat sehat jalan santai keliling perumahan sekitar sekolah. Cukup berkeringat juga, jalan kaki dilakukan dengan perasaan suka cita.

Di depan rumah, biasanya saya berjalan-jalan di jalan. Alhamdulillah, jalan kaki secara rutin mampu menyegarkan dan menyehatkan badan saya. Saya tidak merasakan loyo. Sayangnya, saya belum mencoba untuk berolahraga jalan kaki pada pagi hari secara rutin.

Kalau benar-benar saya mencoba berjalan kaki pada pagi hari secara rutin, bisa-bisa pekerjaan rumah tidak rampung dan saya terlambat ke sekolah. Ya, jalan yang terbaik adalah jalan kaki sepulang sekolah sore hari.

Ini olahraga favorit saya, bagaimana dengan Anda?


Karanganyar, 12 Februari 2018

Minggu, 11 Februari 2018

Traveling Paling Seru ke Candi Sukuh Bersama Saudara

dok.pri

noerimakaltsum.com. Hari Ahad, 16 April 2017 merupakan hari yang sangat mengejutkan bagi keluarga kecil saya. Sebelumnya, kakak saya yang hobinya gowes bilang pada saya kalau suatu saat ingin diantar ke Kemuning, Candi Sukuh dan Ndoro Dongker. Bagi saya kedatangan kakak, adik, Ibu adalah rezeki yang sangat besar sekali hikmahnya. Travel kali ini merupakan kejutan dari saudara.
 
dok.pri


Pagi itu, saya mendapat kejutan dari kakak saya yang lain yang berdomisili di Gunungkidul. Saya pikir kakak perempuan ini sedang berada di kampus. Dia kan kuliah lagi, melanjutkan S1 PGSD. (yah, kuliah sampai S2 Jurusan Bahasa Inggris tidak linier dengan jurusan D2 PGSD).

“Jangan bilang siapa-siapa kalau aku menuju rumahmu. O ya, aku bawakan pisang raja. Mau, nggak?”
“Okey.”

Saya berusaha menyimpan ini. Tapi saya kan juga memberi tahu suami dan anak perempuan. Hanya saja, suami dan anak saya mungkin tidak bisa berahasia.

dok.pri

Beberapa saat kemudian, rombongan dari Yogyakarta datang. Langsung ndlosor di tempat yang sudah saya siapkan, yaitu lesehan. Ada siomay dan dawet yang bisa digunakan untuk mengisi perut. Tidak lupa teh panas saya tuang ke dalam beberapa gelas.

dok.pri

Beberapa camilan saya hidangkan. Saya tidak suka basa-basi, apalagi dengan saudara sendiri. Sambil mereka berisitirahat, kami mengobrol santai.

“Ini ke Candi Sukuhnya sebentar lagi ya. Aku menunggu teman yang mau datang, nanti ndak kecelik.”
“Ndakpapa.”
 
dok.pri

Saya menulis chat ke kakak saya yang dari Gunungkidul.
“Sampai di mana? Aku nunggu kamu. Kami menunda berangkat ke Candi Sukuh”
“Ditinggal saja ndakpapa. Ini sudah sampai Sukoharjo.”

Akhirnya saya berterus terang pada saudara saya yang sudah berada di rumah saya. “Sebenarnya mbak Lichah ini sudah berada di Sukoharjo. Kalau nunggunya kelamaan, biarlah aku di rumah saja.”
“Ndak usah. Ditunggu saja, kita ramai-ramai dolan bareng. Kesempatan langka bisa ngumpul seperti ini.”
 
dok.pri


Sebentar kemudian mbak Lichah datang. Sedikit bincang-bincang, lalu kami melaksanakan shalat zuhur sebelum berangkat menuju Candi Sukuh dan sekitarnya.

Perjalanan dimulai. Si dhenok, Faiq, bertugas menuntun Ibu yang sudah sepuh. Sing sabar ya Nok. Itu Ibuku lo, awas kalau kakehan sambat…. Saya bertugas mengambil gambar alias motret-motret. Enggak seru kan kalau piknik kok nggak ada gambarnya. Maaf ya Nok, mami pinjam dulu kameranya.

Hari Minggu dan hari libur, biasanya Candi Sukuh ramai pengunjung. Kami tidak bisa leluasa untuk mengambil gambar dengan latar belakang candi karena banyak yang mengantri. Di sekitar Candi Sukuh, kami harus mematuhi aturan yang ada. Candi Sukuh adalah tempat beribadah bagi umat Hindu, jadi kami harus menghormati mereka berserta tempat ibadahnya.
 
dok.pri


Setelah keluar dari area candi, kami melanjutkan perjalanan ke Kemuning. Tempat yang dituju adalah Ndoro Dongker. Batin saya, ngapain kakak nomor dua kok ngajak ke tempat yang mahal sekali untuk sekadar minum teh? Ah, ternyata kakak saya hanya mau foto-foto saja. Akhirnya kami menuju kebun teh yang ada tulisannya KEMUNING. Nah, ini baru benar-benar berada di kebun teh.

00000

Sebelum pulang, kami mampir dahulu untuk makan sore. Suami saya mengajak kami makan di Gerdu Steak Resto Karangpandan. Resto ini milik teman SMA suami. Saya juga mengenal akrab dengan pemiliknya. Beliau adalah mbak Yayuk.

Selesai makan, kakak saya menyodorkan beberapa lembar uang ratusan ribu. Saya menolak karena suami berniat menjamu tamu. Sama halnya ketika akan masuk ke obyek wisata Candi Sukuh, suami menyuruh saya mengembalikan uang yang disodorkan kakak saya.

Kebetulan, pemilik resto ada dan ada teman SMA mereka yang sedang makan di resto itu. Akhirnya mereka berfoto-foto, saya diajak serta foto tapi saya tidak mau. ketika saya bilang ke suami, suami menjawab,”sudah dibayar lunas pemiliknya.”

Rezeki nomplok! Niat kami adalah menjamu tamu dengan sebaik mungkin. Alhamdulillah, ada orang sangat baik hati. Semoga diberi kelancaran ya, mbak.

Sampai di rumah, saudara-saudara saya menjalankan shalat maghrib dulu barulah mereka pulang. Alhamdulillah, akhirnya kesampaian juga ke Candi Sukuh bersama Ibu dan saudara-saudara saya beserta keluarga. Nah, piye mbak Anna, setelah tahu medannya, apakah tetap lanjut rencana gowes ke Candi Sukuh dari Karanganyar? Nanjak terus lo jalannya.
dok.pri

Selamat mencoba saja, gowes bersama teman-teman. (Sepertinya dirimu angkat tangan, terlalu tajam tanjakannya). Kalau tidak mampu, nggak usah dipaksakan lo.

Suatu saat saya ingin anak-anak Ibu, kami berenam dan keluarga bisa melakukan perjalanan wisata bersama. Tak perlu jauh-jauh tempatnya, yang penting 6 bersaudara pergi bareng.

Karanganyar, 11 Februari 2018