Rabu, 24 Januari 2018

MINUMAN HANGAT FAVORIT KELUARGA

Minuman Hangat
dok.pri
Dibanding minuman dingin, saya lebih suka minuman panas atau hangat. Makan dengan menu apapun dan kondisi cuaca bagaimanapun, saya tetap akan memilih minuman hangat. Hanya sekali tempo saja saya mengkonsumsi minuman dingin, itu saja tidak pada saat udara panas. Kalau udara cukup panas, lalu saya minum minuman dingin maka kepala akan pusing secara mendadak.

Oleh karena saya tahu kondisi badan saya maka saya menghindari minuman dingin. Paling tidak minuman yang saya konsumsi suhunya berada pada suhu ruang. Teman-teman sampai hafal kalau bepergian dan mampir di rumah makan, mereka akan memesan minuman panas untuk saya.

Kini musim penghujan telah tiba, saya akan minum minuman panas atau hangat. Nah, minuman apa saja yang sering saya konsumsi pada saat udara panas atau udara dingin? Beberapa minuman hangat yang akrab dalam kehidupan sehari-hari, yaitu teh  nasgithel, jeruk kencur, wedang jahe, wedang uwuh, sekoteng, bajigur, kopi susu, dan kopi. Minuman tersebut akan menemani saya di segala suasana. Ada 5 minuman hangat (panas) yang menemani saya setiap saya butuhkan, yaitu:

1.      TEH NASGITHEL
Mungkin ada yang penasaran dengan teh NASGITHEL. Apakah teh NASGITHEL itu? Teh NASGITHEL adalah teh panas legi kenthel (Bahasa Jawa) atau panas, manis, pekat (pahit). Biasanya nasgithel dibuat dari pencampuran beberapa teh dari beberapa produk (pabrik). Ada teh yang kuat aromanya, ada yang pekat/sepat,  dan ada yang hitam. Perpaduan dua atau tiga teh akan menghasilkan rasa yang mantap.

Saya mengenal nasgithel sejak kecil karena Bapak saya sering menghidangkan nasgithel pada pagi hari. Kebiasaan ini sampai sekarang masih berlanjut pada keluarga kecil saya. Bahkan kalau pas mudik, Bapak akan membuatkan nasgithel.

Selama ini, kalau saya belum sempat sarapan, saya bisa bertahan dan tidak merasa kelaparan bila sudah minum nasgithel. Karena sudah terbiasa, pada pagi hari kalau belum minum nasgithel, kepala saya terasa pusing.

Baik di rumah maupun di luar rumah, minuman favorit saya adalah teh panas (hangat) walaupun udara sangat panas. Kalau kebetulan sedang tidak enak badan, maka saya akan minum nasgithel, lengan kiri-kanan dikerok, dan badan dibalur minyak kayu putih. Biasanya badan jadi enteng dan pusing-pusing akan segera hilang. Tapi kalau pusing karena nggak punya uang, langkah ini (minum nasgithel) tidak jitu untuk menyembuhkan.

2.      JERUK KENCUR
Suatu malam, suami saya pulang dari badminton membawakan saya minuman jeruk kencur panas. Awalnya saya tidak mau mencicipi, tapi akhirnya merasa harus mencoba juga. Dan ternyata rasanya mantap, perpaduan aroma dan rasa masam pedas.

Minuman jeruk kencur hangat ini dibuat dari jeruk nipis, kencur geprek, dan gula pasir (gula batu) lalu diseduh air panas (mendidih). Jeruk nipis dan kencur merupakan herbal dan bisa untuk menyembuhkan sakit tenggorokan (batuk) dan masuk angin. Bagi yang kepingin mencoba, dijamin bakal ketagihan. Hehe

3.      WEDANG JAHE
Wedang jahe, mungkin sudah tidak asing lagi bagi kita. Wedang jahe terbuat dari jahe (dibakar) lalu digeprek dan gula jawa lalu diseduh air mendidih. Bisa juga kita buat sendiri jahe geprek lalu dimasukkan ke dalam susu panas. Nah, minuman ini sifatnya menghangatkan badan dan bisa mengusir masuk angin. Perut kembung bakalan menjadi lega (maaf karena keluar angin alias kentut).

Kalau mau lebih mantap lagi, wedang jahe seperti di atas ditambah cengkeh dan batang sereh. Jangan kaget kalau pingin nambah lagi dan lagi. Jangan lupa, buat sendiri saja ya! Gampang dan lebih irit kalau kita membuat sendiri

4.      WEDANG UWUH
Uwuh (Bahasa Jawa) artinya sampah. Apakah bahan utama wedang uwuh adalah sampah? Oh, bukan, bukan. Saya mengenal wedang uwuh sejak lama (sejak kecil). Wedang uwuh banyak dijual di sekitar Makam Raja-raja Imogiri, Yogyakarta. Kalau kita berziarah ke Makam Raja di Imogiri, di sana akan kita temui warung-warung yang menyediakan wedang uwuh.

Pasti ada yang penasaran, wedang uwuh itu seperti apa? Wedang uwuh terbuat dari bahan-bahan herbal, yaitu jahe, kayu secang, daun cengkeh, cengkeh, (sereh) dan gula batu. Wedang uwuh yang sudah diseduh, airnya berwarna merah. Khasiat wedang uwuh sama dengan wedang jahe, yaitu untuk menghangatkan badan dan mengeluarkan angin. Minuman ini juga perlu dicoba lo pada saat udara dingin. Kalau mau minum wedang uwuh, tidak perlu ke Imogiri. Sekarang, wedang uwuh sudah tersedia dalam kemasan dan dijual di toko-toko atau pasar tradisional.

5.      KOPI SUSU
Saya kurang suka kopi, bukan berarti tidak mau minum kopi. Pengalaman masa kecil membuat saya berpikir ulang kalau minum kopi pada malam hari. Waktu saya SMP, sering belajar pada malam hari setelah siang membantu Ibu di pasar. Tentu saja saya harus tetap melek, agar bisa belajar. Tapi apa yang terjadi, saudara? Saya tidak bisa tidur sampai pagi hari. Pada waktunya saya harus mengikuti pelajaran, saya justeru mengantuk bahkan tertidur.

Sampai sekarang, saya kurang suka kopi. Saya hanya sesekali minum kopi susu. Itu saja tidak dalam jumlah yang berlebihan. Kopi susu memang berbeda dengan kopi hitam. Kalau malam hari saya harus melek karena lembur, saya minum kopi susu sedikit saja. Kopi susu hangat saya konsumsi hanya sekadar cari variasi saja.

Beberapa minuman hangat favorit saya ini termasuk favorit keluarga. Apa yang saya minum, biasanya suami dan anak-anak ikut mengkonsumsi juga. Ini minumanku, mana minumanmu?

Alhamdulillah masih bisa menulis untuk menjawab tantangan #SatuHariSatuKaryaIIDN. Semoga bisa konsisten menulis, dan tetap semangat!

Karanganyar, 24 Januari 2018

Selasa, 23 Januari 2018

TIPS BERWISATA MURAH MERIAH


 
noerimakaltsum.com
dok.pri


noerimakaltsum.com. Beberapa tahun terakhir ini teman-teman mempercayakan keuangan kepada saya untuk segala kegiatan keluar atau berwisata. Saya tidak keberatan dipercaya sebagai pemegang uang. Namun demikian, bukan berarti saya bebas menggunakan uang atau memaksa kepada teman-teman untuk menurut saya dalam penggunaan uang untuk segala bentuk pengeluaran.

Teman-teman mempercayakan keuangan kepada saya karena saya dinilai jujur dan bisa mempertanggungjawabkan atas semua yang ada kaitannya dengan keuangan. Oleh karena di pundak saya dititipi amanah, maka saya berjanji akan melaksanakan amanah tersebut dengan baik. Alhamdulillah semua berjalan dengan baik dan lancar.

Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan agar berwisata “hanya” keluar uang sedikit dan tidak mengalami pemborosan. Tentunya berdiskusi terlebih dahulu adalah langkah yang bijak agar dapat berwisata  dengan nyaman dan sangat berkesan.

Ada beberapa tips berwisata murah meriah (khusus jarak dekat), di antaranya:
1.      Memperhitungkan biaya pengeluaran terlebih dahulu
Sebelum bepergian, kami survey tempat atau sekadar mencari informasi dari mbah google. Untuk biaya masuk ke obyek wisata (obwis) kami mencari informasi dari orang yang sudah pernah ke sana. Biaya untuk pembelian bahan bakar diperkirakan terlebih dahulu (dilebihkan). Untuk membeli minuman, camilan, makan siang, membayar tempat parkir dan lain-lain. Namanya juga perkiraan, jadi mungkin tidak dapat tepat. Setelah biaya-biaya pengeluaran dihitung, baru ditambah 20% untuk cadangan.

2.      Armada sendiri dan ada 2 sopir yang bisa bergantian mengendarai
Bepergian dengan armada sendiri dan dikemudikan sendiri, biayanya lebih irit. Kalau tidak punya kendaraan sendiri, menyewa armada adalah langkah yang baik. Dibandingkan bepergian dengan kendaraan umum, akan jauh lebih irit kalau menggunakan kendaraan sendiri (berlaku bepergian secara rombongan).
Untuk kendaraan, biaya yang dikeluarkan adalah untuk pembelian bahan bakar. Tidak ada pengeluaran untuk sopir.

3.      Membawa camilan dan minuman sendiri
Saya masih ingat, sekitar tahun 1985-1989 setiap mengikuti wisata yang diselenggarakan muda-mudi kampung, saya dan kakak saya selalu membawa camilan dan minuman sendiri. Minuman kemasan yang kami bawa adalah minuman bersoda dalam kaleng/teh kotak sejumlah tempat wisata yang dikunjungi. Untuk camilan, saya dan kakak membawa beberapa kemasan yang dimakan bareng-bareng dengan tetangga/teman-teman.

Setelah diberi amanah untuk membawa uang wisata, saya akan membeli minuman dalam botol (air putih, teh, isotonic, minuman soda dan lain-lain) dalam jumlah banyak, pernah juga membawa teh panas dimasukkan dalam drink jar. Tentu saja air mineral dalam gelas tidak pernah ketinggalan. Saya juga menyediakan camilan yang bisa saya beli di pasar (arem-arem, tahu bakso, lumpia/sosis, kue dan lain-lain). Tinggal memilih camilan yang kami suka, lalu membayar, beres. Saya tidak repot memasak.

Selain itu, saya juga perlu menyediakan kacang kulit oven. Kalau harus membeli di tempat wisata, tentu harganya mahal, bukan? Namanya juga emak irit, jadi semua perlu dihitung-hitung terlebih dahulu, hehe.

4.      Memilih Rumah Makan untuk makan siang di luar obyek wisata
Kami memilih makan siang di luar obyek wisata, misalnya di pinggir jalan. Mengapa demikian? Sebab, harga yang dipatok di obwis biasanya mahal. Kalau ada yang bilang, lebih irit lagi kalau membawa bekal sendiri. Belum tentu juga! Selera orang kan tidak sama. Jadi kalau makan di Rumah Makan, kami bisa bebas memilih sesuai selera. Makanannya juga masih hangat.

Namun kalau ada yang membawa bekal untuk dimakan beramai-ramai, kami tidak menolak. Pokoknya ada makanan, santap bareng. Biasanya kalau membawa bekal yang jumlah tidak seberapa, makanan kami santap di obwis.

5.      Membawa kamera
Siapkan kamera ketika akan pergi piknik. Zaman now, piknik kudu bawa kamera. Saya yakin, di manapun kita berada pasti akan “cekrek-cekrek”. Kamera yang dibawa bisa saja cukup kamera smartphone, kamera saku atau DLSR. Yang penting adalah saat pengambilan gambar, harus memperhatikan syarat-syarat untuk mendapatkan gambar yang baik. Seandainya ada yang menguasai dunia fotografi, silakan ambil gambar sebanyak-banyaknya. Jangan lupa bawa tripod.

Di tempat wisata, banyak orang yang menawarkan jasa pemotretan. Tarif pemotretan ini tidak murah. Kalau sekadar untuk memberikan penghasilan pada orang, silakan saja menggunakan jasa mereka. Perhitungkan dahulu dan buat perjanjian, agar pengeluaran tidak membengkak.

Untuk gambar yang kita ambil sendiri, kita bisa saling menukar gambar satu sama lain. Saya yakin, tiap orang pasti mengambil gambar.
Beberapa tips berwisata murah meriah ini semoga bermanfaat bagi pembaca. Oh ya, tulisan ini ditulis dengan mengerahkan energy yang tidak sedikit. Kenapa? Sebab saya sedang mengikuti tantangan dari IIDN berupa #SatuHariSatuKaryaIIDN. Semoga bisa konsisten menulis selama program berlangsung.

Karanganyar, 23 Januari 2018

Senin, 22 Januari 2018

TEMPAT WISATA YANG AKAN DIKUNJUNGI TAHUN 2018

Pantai Goa Cemara
dok.pri
Alhamdulillah, tahun 2017 akhirnya kesampaian juga berkunjung ke tempat wisata yang dekat-dekat Kabupaten Karanganyar. Untuk tahun 2018 ini saya merencanakan mengunjungi tempat wisata di luar Karanganyar.

(Saya lahir dan dibesarkan di Yogyakarta. Semasa kecil, saya sudah akrab dengan obyek wisata Malioboro, Kraton Yogyakarta, Masjid Agung Kauman, Tamansari dan Alun-alun Kidul. Tamansari dan Alun-alun Kidul adalah 2 tempat yang seminggu sekali saya kunjungi. Sejak saya menikah tahun 1999 sampai sekarang, saya tinggal di Kabupaten Karanganyar.)

Sebenarnya, dahulu saya sering melakukan perjalanan wisata akan tetapi belum terdokumentasikan dengan baik. Nah, sekarang setelah aktifitas menulis kembali saya lakukan, rasanya saya harus kembali mengunjungi tempat-tempat wisata “tempo doeloe”. Setelah itu, tentu saja saya memiliki tugas untuk membuat reportase semacam berita sederhana. Saya berharap tulisan tersebut bisa memberikan manfaat untuk orang lain (bagi pembaca). Dengan demikian, orang lain juga akan tertarik mengunjungi tempat yang pernah saya kunjungi dan saya ceritakan tersebut.

Lantas, mana saja tempat yang akan saya kunjungi pada tahun 2018 ini? Pinginnya sih banyak tempat wisata yang akan saya kunjungi, tapi saya juga harus mengingat waktu, hehe.

1.      Pantai Selatan dan Malioboro, Yogyakarta
Bulan Februari yang akan dating, sekolah tempat saya mengajar akan mengadakan Kunjungan Industri. Kunjungan Industri ini wajib diikuti oleh siswa-siswi SMK Tunas Muda Karanganyar. Kunjungan Industri akan dilaksanakan di PT KAI dan ADTV. Dua tempat ini sangat cocok untuk menambah wawasan bagi siswa-siswi SMK kami.

Setelah melaksanakan Kunjungan Industri, kami akan melakukan refreshing ke pantai dan Malioboro. Menurut bisik-bisik, mau ke Pantai Parangtritis atau Pantai Goa Cemara. Kedua pantai tersebut sudah pernah saya kunjungi.

Dari pantai, kami akan menuju Malioboro untuk berbelanja atau sekadar jalan-jalan. Semoga rencana ini benar-benar bisa terlaksana. Bismillah, ya Allah, kabulkan doa saya. Jalan-jalan jajan lalu kalau masih ada waktu sekalian mudik ke rumah Ibu. (halah, modus modus)
  
2.      Tamansari dan Alun-alun Kidul, Yogyakarta
Tamansari adalah tempat legendaries bagi saya. Tempat ini minimal seminggu sekali saya lewati dan saya bersama teman-teman berlomba naik-naik bangunan, lewat terowongan, dan lain-lain. Perjalanan dari sekolah menuju alun-alun menjadi lama karena mampir-mampir ke tempat-tempat yang ternyata kini menjadi tempat favorit bagi pengunjung.

Ngapain harus ke alun-alun? Kami, saya dan teman-teman ke Alun-alun Kidul karena alun-alun adalah tempat kami berolah raga. Sejak dulu, dibandingkan menuju Alun-alun Utara, jarak Alun-alun Kidul lebih dekat dengan sekolah saya SD Keputran VIII (Kompleks Ngasem).  

Setelah olah raga, dulu kami sering iseng-iseng melakukan “MASANGIN”, yaitu melewati tempat antara dua pohon beringin besar dengan mata tertutup. Kami gagal melewati tempat antara dua pohon beringin tersebut. Meskipun awalnya kami merasa berjalan lurus, ternyata tidak terasa jalan kami menyerong. Haha, tersesat jauh!

3.      Candi Sambisari, Yogyakarta
Candi Sambisari terletak di Kalasan. Umumnya, letak candi berada pada tempat yang tinggi, tapi Candi Sambisari justeru berada di bawah. Jadi pengunjung melihat candi dari atas lokasi atau masuk ke sekeliling candi dengan menuruni tangga. Dulu saya pernah diajak suami mengunjungi Candi Sambisari pada sore hari. Udaranya sejuk dan matahari tidak garang lagi. Memang inginnya kembali mengunjungi candi ini pada sore hari biar kelihatan romantis, haha.

4.      Blora dan sekitarnya, Jawa Tengah
Tahun 1998/1999 saya pernah tinggal di Blora. Saya mengajar di SMA I Blora dan ikut “berteduh” di rumah mertua kakak saya. Selama dua catur wulan di Blora, saya belum pernah diajak ke tempat wisata.

Kali ini, suami berbaik hati mau mengajak saya dan anak-anak ke rumah kakak kandung saya di Blora. Ketika suami menyebut kota Blora, saya jadi ingat makan nasi pecel dengan daun jati sebagai wadahnya. Saya jadi ingat sayur asem-asem daging sapi, sate daging sapi, serabi orisional (gurih, terasa mantap betul parutan kelapa mudanya atau diguyur kinca gula jawa), kerang dan ikan laut lainnya. Moga-moga saja terwujud rencana ini. Rencananya mau mengunjungi Goa Terawang Todanan Blora, Monumen Hutan Jati Alam Blora, Waduk Cengklik,   dan Taman Sarbini (kalau taman ini sudah pernah saya kunjungi karena dekat dekat rumah mertua kakak, kota Blora).

Nah, tempat-tempat itulah yang sudah masuk daftar  yang tertulis tebal-tebal, yang akan kami kunjungi. Semoga satu per satu bisa benar-benar terwujud, amin.


Karanganyar, 22 Januari 2018

Minggu, 21 Januari 2018

ULANG TAHUN KEEMPAT IIDN SOLO (2013-2017)

Juara Tembus Media
dok.IIDN Solo

Hujan turun dengan deras ketika kami sudah bersiap-siap menuju tempat berlangsungnya upacara pemotongan tumpeng. Kenapa kami? Bukankah dari rumah saya berangkat sendiri? Ya, iya dong, kan di Solo Raya kompak hujan. Maka teman-teman juga belum bisa berangkat kalau hujan deras. Namanya juga Januari, hujan sehari-hari. Pagi, siang, sore, malam kembali ke pagi hari kalau hujan turun, ya wajar kan?

Upacara pemotongan tumpeng dalam rangka memperingati hari ulang tahun IIDN Solo keempat. IIDN Solo resmi mengadakan Kopdar I pada tanggal 25 Desember 2013. Seharusnya, Desember 2017 kemarin, kami mau merayakan HUT IIDN Solo, tapi karena kesibukan kami, kopdar belum dapat dilaksanakan. Akhirnya, hari ini, Ahad, 21 Januari 2018 baru bisa terlaksana.

Anggota Berprestasi
dok.IIDN Solo
Bismillah, kami dari rumah masing-masing anggota IIDN Solo berdoa semoga hujan lekas reda. Dan, jreng-jreng, hujan benar-benar reda. Oh, ya, hari ini dresscode-nya pinky-pinky. Oleh karena saya tidak memiliki baju warna pink, akhirnya si Dhenok anak saya meminjamkan kemeja kotak-kotak beserta kerudungnya. Ahai, saya jadi kelihatan lebih muda dari aslinya. Saya diantar suami menuju rumah bu Hida di selatan Papahan. Alhamdulillah, rezeki Ibu sholehah dapat nunut duduk manis sampai tempat tujuan. Tak lupa kami menuju rumah Bu Astuti. Bu Astuti (daerah Sumber) mendapat tugas membawa/pesan tumpeng dengan uba rampenya.

Tumpengan
dok.IIDN Solo

Sampailah kami di TKP, Rumah Joglo (penanggung jawabnya bu Tri Hardiningtyas) di Makam Haji. Sambil menunggu anggota yang belum datang, kami menyiapkan konsumsi termasuk menyiapkan piring, sendok, daun pisang, kudapan dan minuman.

Pemotongan Tumpeng
dok.IIDN Solo
Acara tetap dimulai meskipun anggota yang datang belum lengkap. Ketika acara berlangsung, datang beberapa teman. Bagi yang terlambat alasannya karena hujan.
Acara :
1.    Pembukaan dengan bacaan Basmallah
2.    Sambutan tuan rumah oleh Ibu Tri Hardiningtyas
3.    Sambutan Ketua IIDN Solo
4.    Pemotongan tumpeng, acara santai
5.    Pengumuman pemenang lomba menulis
6.    Lain-lain
7.    Penutup dengan berdoa
Kok ada lomba menulis, itu lombanya macam apa sih? IIDN Solo, dalam rangka memperingati HUT mengadakan lomba. Lombanya adalah tembus media dan berprestasi. Untuk lomba tembus media yang dimaksud di sini adalah setiap anggota IIDN Solo yang naskahnya dimuat di media, maka akan mendapatkan poin.

Ternyata oh ternyata, lomba tembus media ini sangat efektif untuk memberi semangat menulis dan kirim ke media. Buktinya, masya Allah, beberapa anggota dalam waktu yang berdekatan bisa tembus media di Solopos. Tulisan apakah itu? Hehe, JON KOPLO. Ternyata, Ibu-ibu yang awalnya bilang tidak bisa menulis humor malah bisa tembus media. Alhamdulillah, berkat Rubrik Ah Tenane (SOLOPOS), anggota IIDN Solo bisa mengukir namanya di Koran. Selamat! Siapa sih kompornya (yang ngompori)? Jangan heran, penulisnya ini lo kompornya. (Owalahhh, pantas saja). Tak hanya cerita humor lo. Cerpen atau artikel apa saja yang bisa tembus media juga mendapatkan poin.

Nah, untuk anggota yang berprestasi, prestasi yang dimaksud adalah menerbitkan buku (baik individu maupun antologi), menang lomba blog, menang lomba karya tulis dan lain-lain.

Meskipun hadiah yang disampaikan kepada para pemenang tidak begitu besar nominalnya, tapi rasanya tetap senang dan menambah semangat. Lantas hadiah tersebut dari mana sumbernya? Hadiah-hadiah tersebut sumbernya dari iuran-iuran kami tiap kopdar.
Selamat Ulang Tahun IIDN Solo
dok.IIDN Solo
IIDN Solo, bagi saya adalah wadah yang banyak memberikan manfaat. Saya sangat berterima kasih kepada IIDN. IIDN telah membuat saya lebih banyak berkarya, dikenal orang dan tentu menambah penghasilan. Saya berharap, di masa yang akan datang, banyak perempuan (Ibu-ibu dan remaja) yang bergabung di IIDN. Bargabung di komunitas ini tidak ada ruginya. Mereka yang sudah bergabung di IIDN Solo mengaku lebih produktif dalam berkarya.

Selamat ulang tahun IIDN Solo. Tahun keempat ini, semoga IIDN Solo semakin berprestasi, amin. Terima kasih IIDN Pusat yang banyak memberikan dukungan moril.


Karanganyar, 21 Januari 2018

Sabtu, 20 Januari 2018

Yuk Kunjungi Tempat Wisata Di Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar


Kebun Teh Kemuning
dok.pri


Candi Sukuh
dok.pri

Bagi orang Karanganyar yang tinggal di Ngargoyoso, kalau tidak mau menulis, sepertinya rugi banget. Kenapa? Karena di Ngargoyoso dan sekitarnya, banyak tempat wisata yang perlu dikunjungi dan dapat diceritakan ke orang lain. Di Ngargoyoso, banyak keindahan yang kadang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata karena keelokannya yang luar biasa. Selain itu, banyak kegiatan yang dilakukan hanya khusus di Ngargoyoso.

Candi Sukuh
dok.pri

 Orang-orang yang tinggal di Ngargoyoso dan sekitarnya, kudu mengunjungi tempat-tempat wisata yang ada di sana. Ada Candi Sukuh, ada Telaga Mandirda, ada Kebun Teh Kemuning, Kampung Karet,  ada Rumah Teh Ndoro Donker, ada aktivitas paralayang, dan lain-lain. Ada upacara adat yang menarik untuk disebarluaskan ke masyarakat umum dan dijadikan sebagai promosi kekayaan budaya di Karanganyar. Upacara keagamaan Agama Hindu tentu sangat bermanfaat bagi umat Hindu yang ada di Karanganyar dan di Indonesia pada umumnya.

Rumah Teh Ndoro Donker
dok.pri
Ngargoyoso dengan segala keindahannya, jangan hanya disembunyikan. Sampaikan informasi yang menarik tentang tempat-tempat yang bisa dikunjungi oleh wisatawan domestik dan manca Negara. Tulis dan bubuhkan foto-foto yang menarik, agar para pembaca tidak hanya sekadar penasaran tapi benar-benar mau mengunjungi tempat wisata di Ngargoyoso. Sampaikan informasi tentang tempat-tempat yang wajib dikunjungi di Ngargoyoso secara lengkap.

Sebagai orang Karanganyar, tentu bangga apabila tempat wisata yang ada di Ngargoyoso banyak dikenal dan dikunjungi oleh wisatawan. Kalau Anda (warga Ngargoyoso) merasa tempat wisata di kampung sendiri tidak begitu menarik untuk dibicarakan tapi bagi orang lain (pasti) menarik untuk dikunjungi. Sebagai contoh (Di Tawangmangu) Grojogan Sewu. Bagi kebanyak orang Tawangmangu, Grojogan Sewu mungkin kesannya biasa saja. Akan tetapi begitu informasi tentang Grojogan Sewu masuk TV, ternyata orang-orang dari luar Karanganyar berbondong-bondong ke Grojogan Sewu. Mereka (wisatawan) rela (mengalami) macet berjam-jam agar bisa sampai di Grojogan Sewu.

Atau bagi orang Bantul Yogyakarta, Pantai Parangtritis adalah tempat yang biasa saja, tidak ada istimewanya. Akan tapi menurut wisatawan (luar Yogyakarta), Pantai Parangtritis selalu menjadi prioritas tempat wisata yang wajib dikunjungi saat mereka ke Yogyakarta.

Mari kunjungi tempat wisata di Ngargoyoso, kemudian abadikan tempat wisata tersebut, tuliskan dan sebar luaskan informasi tentang tempat wisata tersebut. Semoga Ngargoyoso menjadi salah satu tempat favorit selain Tawangmangu sebagai destinasi tempat wisata.

Semoga tulisan ini bermanfaat.


Karanganyar, 20 Januari 2018

*Mengantar Saudara dari Yogyakarta yang penasaran dengan obwis Ngargoyoso

Jumat, 19 Januari 2018

Menulis Artikel Tentang Tempat Wisata Dan Kuliner

Candi Sukuh
dok.pri


Menulis artikel tentang tempat wisata yang berada di Karanganyar, ternyata bermanfaat bagi orang lain. Tentu saja, ada yang penasaran dan ingin mengunjungi tempat wisata yang pernah saya tulis. Inilah salah satu bentuk promosi tempat wisata.

Sondokoro
dok.pri

Tahun 2017, saya memiliki resolusi bisa berwisata ke tempat yang dekat-dekat dengan Karanganyar saja. Tidak perlu jauh-jauh kalau mau refreshing. Selain hemat waktu, juga hemat energy dan biaya (biasa, Ibu-ibu yang penuh perhitungan). Tahun 2018, semoga saya bisa melakukan perjalanan wisata ke tempat yang lebih jauh.

Grojogan Sewu, Tawangmangu
dok.pri

Tempat wisata dan kuliner adalah perpaduan bahan tulisan yang mantap. Oleh sebab itu, agar tulisannya menarik dan pembaca menyukainya, saya sertakan foto pada artikel tersebut.  Kalau sudah begitu, saya harus membawa kamera untuk mengambil gambar. Cekrek-cekrek sih boleh tapi saya tidak berlebihan dalam cekrek-cekrek.

Kampung Karet
dok.pri

Kalau Anda suka perjalanan/wisata, berbagilah tulisan tentang perjalanan Anda. Mungkin bagi Anda tempat terdekat di kota tidak terlalu menarik untuk dipublikasikan tapi untuk orang lain mungkin artikel tersebut sangat bermanfaat dan membantu.
Candi Cetho
dok.pri


Ayo, tebar manfaat! Ayo, menulis artikel wisata dan kuliner!

Karanganyar, 19 Januari 2018

Rabu, 17 Januari 2018

KLARIFIKASI DULU SEBELUM BERTINDAK


Kalau tulisan kita tidak diterima, gimana dong? Ya nggak gimana-gimana. Tugas penulis kan nulis. Kalau ternyata sana-sini ada yang tidak sependapat, ngeyel, ya dibiarkan saja. Kadang-kadang, tulisan kita kan nggak sengaja menyinggung orang lain padahal sumpah nggak ada maksud di hati menyinggung orang lain. Ya, cuekkin ajah. Sebenarnya sebuah tulisan, terwujud berdasarkan banyak pertimbangan, banyak masukan, dan ternyata kebetulan ada yang mengalami.

Nah, gimana kalau tulisan itu sudah dibuat 2-3 tahun yang silam (waktu itu tidak ada kejadian apa-apa) lantas  baru-baru ini ada kejadian (sesuai realita) sama persis dengan tulisan seseorang tersebut. Salahkah penulis tersebut? Ya, hembuh. Tulisan dibuat jauh sebelum suatu peristiwa terjadi.

Lantas penulisnya dicaci maki, pokoke disalahkan. Dengan hati yang lapang, sang penulis berdoa semoga orang yang mencacimakinya mendapatkan hidayah, mendapatkan pencerahan, agar tidak berburuk sangka. Lebih baik klarifikasi dahulu sebelum mencaci maki.

Ketika ada penulis menayangkan sebuah artikel, kemudian ada pembaca yang tidak dikenalnya sama sekali bilang kalau tulisan itu sama seperti yang dialaminya, penulis manalah tahu. Kenal saja tidak, apalagi kok tahu latar belakangnya. Berarti tulisan tersebut dan pengalaman seseorang tersebut kebetulan sama.

Tanggal 13 Januari seorang penulis menulis artikel lalu diposting. Tanggal 15 Januari (2 hari setelahnya) ada peristiwa terjadi hampir sama dengan artikel tersebut. Apakah sang penulis bermaksud tidak baik terhadap orang yang mengalami peristiwa yang sama dengan apa yang ditulis? Tentu saja tidak. Tulisannya kan tayang duluan daripada suatu kejadian.

#Kroscek

Karanganyar, 17 Januari 2018