Selasa, 29 Maret 2016

The Power of Writing (Ringkasan Buku)

Gambar 1. Buku The Power of Writing
dok.pri
RINGKASAN BUKU
Judul Buku                  :  The Power of Writing
Penulis                         :  Ngainun Naim
Penerbit                       :  Lentera Kreasindo
Cetakan                       :  2015
Tebal                           :  230 hal + xiv
ISBN                           :  978-602-1090-14-5
BAB I : SPIRIT MENULIS
Ayo Menulis,
Menulis harus dilandasi dengan semangat. Karena spirit menulis kadang naik, kadang turun. Dengan semangat menulis yang besar maka bisa mengalahkan kemalasan yang tengah melanda. Dalam kondisi spirit menurun, maka harus segera bangkit dan tidak berlarut-larut di dalam kondisi ini.
Ayo Membuat Blog,
Sebenarnya blog hampir sama dengan buku harian. Bedanya kalau buku harian ditulis untuk dibaca sendiri sedangkan untuk blog merupakan catatan yang bisa dibaca orang lain. Belajar menulis, bisa dilakukan dengan cara menulis blog atau mengisi blog setiap hari. dengan memosting tulisan setiap hari maka kualitas tulisan akan semakin baik. Apabila pengunjung blog masih sedikit, maka bergabung di blog keroyokan akan manambah pembaca tulisan yang diposting. Blog sangat penting untuk sarana mempertajam kualitas tulisan.
Manfaat Menulis
Menulis bermanfaat untuk :
1.      Membangkitkan ide-ide (gagasan) baru
2.      Membantu mengorganisasikan gagasan-gagasan dan menjelaskan konsep-konsep
3.      Membuat jarak antara penulis dengan gagasan-gagasannya sehingga gagasan-gagasan tersebut mudah dievaluasi oleh penulisnya
4.      Membantu menyerap dan mengubah informasi
5.      Membantu menyelesaikan masalah
6.      Menjadikan seseorang sebagai pembelajar yang aktif dibandingkan menjadi penerima informasi yang pasif
(Maaf) Babu Saja Menulis
Sri Lestari adalah seorang Asisten Rumah Tangga (TKW). Perempuan beruntung tersebut bisa menulis dan majikannya mendukung kegiatannya. Secara otodidak Sri Lestari belajar membuat dan menulis di blog. Hasilnya luar biasa! Sri Lestari salah satu di antara perempuan yang bekerja sebagai TKW, tulisannya menginspirasi orang banyak.
Energi Kata
Kata-kata tertulis itu memiliki energy. Dalam kegiatan membaca dan menulis, ada energy yang besar yang dapat merubah hidup kita. Pramoedya Ananta Toer mengatakan.”Menulislah. jangan pedulikan apapun hasilnya. Teruslah menulis, sebab jika Engkau tidak menulis maka Engkau akan hilang dari pusaran sejarah.”  
SMS, Twitter, dan Inspirasi Kepenulisan
Menurut Arswendo Atmowiloto, menulis itu gampang. Akan tetapi kenyataannya banyak orang yang gagal bisa menulis dengan berbagai alasan. Menulis membutuhkan proses dan perjuangan yang tidak ringan.
Akan tetapi sekarang ada cara untuk tetap bisa melahirkan suatu tulisan, misalnya dengan menulis melalui SMS, twitter, facebook, atau media lainnya yang bisa digunakan sebagai sumber inspirasi. Penulis kreatif tidak akan kehabisan cara untuk terus menulis dan menghasilkan karya.
Statusmu, Kabarmu
Facebook bisa menjadi media yang baik untuk melatih menulis. Caranya adalah dengan menulis layaknya artikel dan diberi judul. Status FB yang ditulis memberikan manfaat. Sebab, apa yang ditulis memberikan manfaat antara lain silaturahmi (menyapa sabahat FB), merawat tradisi menulis, dan ibadah (karena yang ditulis memberikan manfaat untuk orang lain)
Penulis Tidak Mengenal Pensiun
Penulis tidak mengenal pensiun itu benar. Kalau tidak menulis artikel non fiksi, fiksi, mungkin menulis buku. Masalah tidak seaktif dahulu karena ada kesibukan yang mungkin tak bisa ditinggalkan. Akan tetapi penulis tetap menulis, karena penulis tugasnya adalah menulis. Mereka adalah penulis yang konsisten. Dengan terus menulis maka mereka bisa meraih kemajuan hidup dan kemajuan peradaban.
Akan tetapi bila seorang penulis, berhenti menulis (sementara atau seterusnya) atau pensiun mereka memiliki alasan, antara lain : 1) sibuk dengan jabatan, 2) mapan secara ekonomi, 3) kehabisan stamina
Produktivitas Menulis dan Jebakan Plagiat
Penulis yang berkualitas akan membuat tulisan yang berkualitas. Untuk mendapatkan tulisan yang berkualitas, diperlukan proses panjang dalam menulis. Penulis yang jujur adalah membuat tulisan yang orisional bukan menjiplak. Kalaupun ada tulisan pada bagian-bagian tertentu yang diambilkan dari tulisan orang lain, maka penulis akan menuliskan sumber bacaannya atau penulis sebenarnya. Produktivitas menulis tinggi tapi tetap menjaga kejujuran.
Syarat Penting Menulis yang Baik
            Menulis yang baik iru menulis yang tidak asal menulis, tapi ada syaratnya. Syarat menulis yang baik adalah rajin membaca. Dengan rajin membaca, wawasan dan pengetahuan kita semakin luas. Oleh karena wawasan dan pengetahuannya luas maka perbendaharaan katanya juga banyak. Seorang penulis pasti gemar membaca
Literasi Perjuangan
Selain Sri Lestari, ada Eni Kusuma yang TKW namun berhasil memberikan motivasi pada banyak orang. Meskipun hanya lulusan SMA dan berprofesi sebagai TKW, Eni Kusuma mampu meraih kesuksesan dengan menulis buku. Semua dilalui Eni Kusuma melalui perjuangan. Dalam diri Eni ada potensi (membaca) yang bisa dikembangkan dan dioptimalkan untuk menghasilkan ssesuatu yang berharga.
Pengalaman Menulis Pertama
Pengalaman menulis pertama dan dimuat di media lalu mendapatkan honor, merupakan pengalaman yang tak mungkin terlupakan. Bahkan tahapan-tahapan menulis hingga mendapatkan honor benar-benar tak bisa dilupakan begitu saja. Semua masih lekat di ingatan. Perasaan senang dan bangga pastilah ada. Mendapatkan honor pertama inilah yang menjadi penyemangat untuk membuat tulisan lainnya.
(BERSAMBUNG)