Rabu, 22 November 2017

OLAHAN KEDELAI SALAH SATU PENERAPAN PERUBAHAN MATERI

Belajar kimia bisa di mana saja dan kapan saja. Laboratorium kimia tidak hanya dalam ruangan yang dibatasi dinding-dinding di sekolah. Belajar kimia bisa juga dipelajari langsung ke tempat-tempat produksi, pabrik dan rumah.
Contohnya adalah belajar tentang pengolahan kedelai menjadi produk dengan nilai jual yang lebih tinggi dari sekadar kedelai biasa. Beberapa contoh produk kedelai yang popular adalah tahu, tempe dan susu kedelai (sari kedelai).
Tulisan ini akan membahas tentang pengolahan tahu. Tahu merupakan makanan yang bisa disantap sebagai camilan maupun lauk. Tahu yang lezat dihasilkan dari bahan baku kedelai yang berkualitas.
Tahu bisa dibuat dalam skala kecil dengan cara yang sederhana. Mari kita membuat tahu di rumah dengan peralatan dapur yang kita miliki.
Nama olahan : Tahu
Bahan-bahan :
-          kedelai, asam cuka dan air.
Alat-alat :
-          panci, saringan, kain, blender
Cara membuat:
1.      Rendam kedelai ke dalam air minimal 6 jam
2.      Cuci bersih kedelai yang sudah direndam dengan air bersih
3.      Masukkan kedelai ke dalam blender lalu tambahkan air
4.      Haluskan kedelai dengan cara diblender
5.      Campuran kedelai dan air ini kemudian dimasak sampai memdidih
6.      Saringlah bubur kedelai dengan saringan yang dilapisi kain transparan
7.      Fitrat yang didapat diberi cuka secukupnya sehingga membentuk gumpalan protein tahu
8.      Tunggu beberapa saat sampai penggumpalan selesai
9.      Cetak gumpalan protein tahu tersebut sesuai selera
10.  Tahu siap dimasak menjadi olahan lainnya
Pembuatan tahu termasuk perubahan kimia. Hal ini bisa diamati dari bahan dasarnya kedelai kemudian diolah melalui proses kimia dengan cara penambahan asam cuka. Perubahan kimia terjadi dari sari kedelai ditambah asam cuka menghasilkan gumpalan protein tahu (gejala yang menyertai perubahan kimia adalah terjadinya endapan).
Demikian tulisan ini dibuat sebagai salah satu tugas yang diberikan dalam materi pelajaran : MATERI DAN PERUBAHAN Kelas X.
00000


Rabu, 15 November 2017

CARA MEMBASMI TIKUS YANG AMAN


Rumah yang berada di sekitar sawah, sering kemasukan tikus-tikus dari sawah. Kalau di dalam rumah terdapat cukup pangan, sudah pasti tikus akan kerasan tinggal di rumah itu. Saking kerasannya, tikus akan beranak-pinak dan berkembang dengan cepat.
Tikus sangat mengganggu kesehatan. Urin, kotoran, juga bangkainya tidak baik bagi kesehatan tubuh kita. Banyak kasus yang diakibatkan oleh urin dan kotoran tikus. Selain itu, tikus juga merupakan musuh kita karena suka mengerat alias ngrikiti apa saja yang sekiranya mampu untuk dirusak. Selain kayu, pakaian adalah barang yang diincar tikus. Pada setiap rumah yang terlanjur kemasukan tikus, maka  pernah mengalami pakaian terkoyak-koyak karena tikus.
Orang akan melakukan segala cara untuk mengusir/menangkap hidup-hidup atau membunuh tikus. Menangkap tikus bisa dilakukan dengan kawat jebakan, lem tikus, atau dengan alat jebakan lainnya. Kalau ingin menangkap dalam kondisi mati, biasanya tikus diracun.
Apabila tikus yang diracun ini mati dan segera ketahuan, mungkin tidak menimbulkan masalah bau. Akan tetapi kalau tikus yang mati ini tidak ketahuan, maka aroma bangkai akan tercium.
Beberapa waktu yang lalu, suami membeli racun tikus. Di rumah kami yang berada di tengah sawah, populasi tikus yang banyak, sangat mengkhawatirkan. Sebenarnya banyak cara yang sudah kami tempuh. Akan tetapi hasilnya belum maksimal.
Racun tikus yang digunakan oleh suami adalah mereknya adalah Mao Wang dalam kemasan plastic warna hijau. Racun ini berupa beras yang sudah diberi racun berwarna pink. Butiran beras yang tidak banyak ini, ditaruh di tempat yang biasa untuk lewat/bermain tikus (dapur). Ada 6 titik di dapur yang diberi racun tikus beras pink ini. Pada saat melakukan aksi menaruh racun, kami berusaha untuk menutup pintu dapur. Agar tikus tidak bebas keluar masuk pintu dapu menuju ruang tengah.
Selama tiga hari, kami mendapatkan tikus dalam kondisi mati sebanyak 12 ekor. Semua ditemukan di dapur. Tiga di antaranya sudah tercium bau tak sedap. Ukuran tikus yang mati ada yang besar, menengah dan kecil. Setelah hari ketiga itu, tikus tak kelihatan lagi menggoda kami. Mungkin tikus-tikusnya sudah habis. Atau yang lain meninggalkan rumah kami karena dirasa tidak aman lagi.
Dengan demikian, kami bisa bernafas lega dan mengucap bye bye tikus. O ya, oleh karena sangat berbahaya, maka racun tikus ini dipastikan jauh dari jangkauan anak-anak. Simpan racun ini di tempat yang aman. Anak-anak tidak boleh memegang kemasan secara langsung, baik tertutup maupun terbuka. 

Senin, 13 November 2017

JANGAN PAKSA ANAK MENJADI SEPERTI KITA

Orang tua zaman dahulu mendidik anak dengan sepenuh hati tanpa memaksa anak-anaknya menjadi seperti mereka. Justeru mereka berusaha keras agar anak-anaknya tidak seperti mereka. Maaf, misalnya: bapaknya berprofesi sebagai tukang becak, maka anaknya tidak boleh menjadi tukang becak. Misalnya Ibunya hanya berdagang kecil-kecilan, maka anaknya tidak boleh mengikuti jejaknya.

Orang tua hanya membimbing, mencarikan biaya untuk memenuhi kebutuhan anak-anaknya. Jarang orang tua yang terlibat langsung dalam menyelesaikan tugas-tugas anak-anaknya. Bahkan mungkin tugas anak-anaknya, orang tua tidak tahu-menahu sama sekali. Dalam hal ini untuk anak yang sudah dewasa.

Orang tua yang memiliki putra/putri yang sudah menjadi mahasiswa, tidak pernah khawatir anak-anaknya nanti akan bagaimana. Mereka sudah yakin kalau anaknya bisa menyelesaikan tugas atau masalahnya secara mandiri (ada sedikit, hanya sedikit bantuan).

Akan tetapi orang tua zaman sekarang, tentang tugas anak-anaknya terlalu cemas. Anaknya belum maju berusaha, orang tua sudah menyodorkan bantuan. Anak-anak belum bertempur, orang tua sudah siap menyediakan obat-obatan yang diperlukan. Sebagian anak menjadi tidak mandiri dengan perlakukan orang tuanya.

Kalau anak-anak tidak mau memenuhi permintaan orang tua (cita-cita), orang tua gampang sakit hati, mudah terluka lantas mengatakan anaknya tidak penurut. Stop, jangan lakukan sesuatu yang membuat anak-anak menjadi sangat tergantung pada orang tua. Anak-anak memiliki cita-cita, setiap anak unik dan istimewa, setiap anak memiliki hak untuk mengembangkan diri.

Mereka tidak sama dengan orang tuanya. Mereka bisa saja berbeda jauh dari orang tua. Tugas orang tua membimbing. Kalau anak bisa mandiri, tanggung jawab terhadap agamanya tidak diragukan lagi, lantas buat apa kita khawatir. Kalau pemikiran orang tua sejalan dengan anak, okey baguslah. Akan tetapi kalau tidak sejalan, hargailah kemampuan mereka.

Kalau anak-anak memiliki kemampuan (kepandaian) yang pas-pasan, jangan paksa mereka (harus) menjadi seperti orang tua. Setiap anak memiliki kelebihan, maka kenali dan gali potensi anak. Jangan sampai orang tua sibuk “memaksa” anak lantas menjadi lupa bahwa ada potensi besar yang tersimpan dalam diri anak.

Pada tiap segenggam pasir di tempat penambangan emas, maka akan ada kilauan emas  yang mesti kita ambil
Semoga bermanfaat!

Sumber:

Minggu, 12 November 2017

Katakan No : Rembesan Air Merusak Rumah

Musim hujan telah tiba. Sedia payung sebelum hujan. Kalau sudah terlanjur hujan maka carilah tempat yang aman. Tempat yang aman dan nyaman ketika hujan adalah di rumah. Bagi saya, berada di rumah kala mendung, gerimis dan hujan, hati merasa tenang dan nyaman. Apalagi bisa berkumpul bersama suami dan anak-anak sambil makan kudapan. Mantap sekali!

Alhamdulillah, meskipun rumah saya berada di tengah sawah dan sangat sederhana, dinding rumah kami tidak berpulau. Mengapa demikian? Karena dinding rumah dicat dengan dengan cat anti rembes.

Sebelum rumah dicat, saya dan suami sudah berembuk terlebih dahulu. Oleh karena pada saat hujan dan angin berhembus kencang, air hujan selalu mengenai dinding rumah, maka kami memutuskan cat dinding bagian luar rumah menggunakan cat anti rembes. Pilihan kami jatuh pada cat “No Drop”. Alhamdulillah, air hujan yang menerpa dinding tidak merembes ke dalam. Air hujan tidak merembes ke dalam rumah, dinding rumah aman dan tidak berjamur. Bye bye pulau jamur!

Ada tips agar dinding rumah tidak gampang membuat pulau jamur. Tips-tips tersebut antara lain:
1.    Sebelum dinding diaci atau diplester, pastikan susunan bata pada dinding dalam keadaan kering.
2.    Setelah itu haluskan dengan semen dan tunggu sampai kering terlebih dahulu.
3.    Setelah lapisan semen kering, langkah berikutnya adalah lapisi dengan waterproof.
4.    Langkah berikutnya mengecat dinding rumah.
Untuk mengatasi rembesan air hujan pada dak rumah, bisa menggunakan produk anti rembes MU 600. Caranya dengan mengamplas cat yang ada retak rambut penyebab rembesan air hujan. Kemudian tambal dengan serabut yang sudah satu paket dengan produk tersebut, baru dilapisi satu atau dua kali. Setelah kering, bisa dicat ulang.

Agar tidak ada rembes pada dinding dan dak rumah, pastikan pada saat membangun rumah teliti memperhatikan pelaksanaan pembangunan rumah. Jangan sampai sudah mengeluarkan biaya besar tapi kita tidak merasa nyaman karena ada air rembesan di dinding maupun di dak.

Semoga bermanfaat.

Sabtu, 11 November 2017

Pengalaman Naik BST di Solo


Hari ini, saya akan mengadakan perjalanan ke Yogyakarta bersama teman-teman. Oleh karena saya akan menumpang kendaraan teman, maka saya dan teman-teman sepakat untuk berkumpul di SS. SS serba sambel? Bukan! SS adalah Solo Square. Dari Karanganyar menuju SS, saya harus naik apa? Jawabannya adalah BST.

Malam hari saya sudah mempersiapkan barang-barang yang akan dibawa. Paginya, saya menuju terminal Jungke. Dari Jungke, saya naik bus jurusan Tawangmangu-Solo. Naik bus jurusan KRA-Solo ini, saya harus mengeluarkan uang enam ribu rupiah.

Saya turun di halte Panggung. Saya harus menunggu BST koridor 2. Tidak lama kemudian, BST datang dan isinya penuh. Alhamdulillah, perjalanan saya lancar. Sesuai rencana, saya sampai di depan SS pukul 07.00 WIB. O, ya, naik BST, saya harus mengeluarkan biaya Rp. 4.500,00. Murah sekali!


Naik BST sangat nyaman. Murah pula. Busnya bersih, ber-AC pula. Rasanya pingin naik BST lagi. Selain alasan murah, naik BST mengurangi kemacetan. Ayo, naik bus, ayo, naik BST.

Sabtu, 04 November 2017

YUK, MOTRET YANG KREATIF



Di zaman sekarang ini, memotret merupakan kegiatan yang mudah dilakukan oleh siapa saja. Tidak perlu memiliki kamera yang canggih dan mahal seandainya mau memotret. Kita bisa menggunakan kamera ponsel untuk memotret dan menghasilkan gambar yang bagus. Tentu saja ada langkah-langkah yang harus kita tempuh untuk menghasilkan gambar yang baik dan sesuai dengan keinginan.

Apa saja yang bisa kita lakukan dalam kegiatan memotret ini?
1.    Mencoba sesuatu yang berbeda

Kita bebas memotret, kita bebas menentukan obyek yang akan kita ambil gambarnya. Tidak ada batasan tentang gambar yang akan kita pilih. Yang penting no SARA dan tetap memperhatikan segi estetika. Beberapa waktu yang lalu, di Gunung Kidul sedang ramai-ramainya mengambil gambar pas berada di taman bunga Amarilys. Kita tidak perlu memaksakan diri untuk ke Gunung Kidul agar bisa seperti temannya.

Atau di Karanganyar, lagi seru-serunya foto berada di kebun teh Kemuning. Kita tidak perlu ikut-ikutan foto di tempat yang sama dengan teman. Pilih saja yang berbeda. Kita bisa mengunjungi dan foto di museum, misalnya. Kita bisa mengambil gambar kehidupan di desa, memotret rumah zaman dulu, rumah kayu jati dengan gebyognya. Keren bukan?

2.    Peka dan jeli menangkap momen

Kalau kita sudah biasa mengabadikan gambar-gambar alias memotret, kita akan lebih peka terhadap suatu obyek yang bisa kita potret. Kadang-kadang, bagi orang lain sebuah peristiwa atau sesuatu dipandang sebagai hal yang biasa saja. Sudut pandangan orang lain terhadap satu obyek akan berbeda dengan sudut pandang kita.

Kalau kita memiliki kepentingan terhadap suatu kegiatan, maka setiap momen pasti nilainya sangat berharga. Oleh karena kita terbiasa mengambil gambar, maka kita tidak akan membiarkan suatu kegiatan atau momen berlalu begitu saja.

3.    Percaya diri tidak takut salah

Orang yang pernah berbuat salah, tentu akan belajar dari kesalahannya. Bila jam terbang masih sedikit atau kebiasaan memotret belum lama dilakukan, maka wajar saja kalau masih ada kesalahan di sana-sini. Tugas kita sebagai orang yang  sedang menekuni dunia “fotografi” adalah banyak belajar dan menambah jam terbang. Dengan demikian, kesalahan tidak akan terulang lagi. Kita semakin sedikit membuat kesalahan. Intinya jangan takut salah berbuat. Yang paling penting adalah percaya diri.

Apa saja yang bisa mendukung pekerjaan kita dalam memotret, sebaiknya dipersiapkan terlebih dahulu. Lakukan pekerjaan dengan cermat. Kalau kita berniat mengambil gambar suatu obyek, maka ambillah gambar yang banyak pada obyek tersebut. Pada akhirnya, kita bisa memilih gambar-gambar yang baik.
  
4.    Berdiskusi dengan teman lain

Kita bisa bekerja sendiri. Akan tetapi pekerjaan memotret lebih baik jika dilakukan dengan bekerja sama dengan orang lain. Partner kita akan memberikan masukan yang sangat berarti dan bisa membuat kita lebih maju.

Demikian juga ketika kita sudah selesai memotret. Hasil bidikan kita, entah baik atau tidak, memerlukan penilaian dari orang lain. Partner kita bisa kita mintai pendapat tentang hasil bidikan kita.

Lebih luas lagi, kita bisa bergabung ke dalam komunitas yang sesuai, yaitu komunitas fotografer. Di sana kita bisa belajar banyak hal dari orang-orang yang lebih mampu. Kalau sudah bergabung dalam wadah/komunitas, kita siap untuk menerima kritikan dan masukan. Kita tidak boleh mudah tersinggung dan sakit hati kalau karya kita dinilai tidak/kurang baik. Dari sinilah kita bisa memperbaiki dan membuat karya yang lebih baik. Berdiskusi membuat kita lebih berkembang dan lebih kreatif lagi. Tidak ada teman yang akan menjerumuskan kita, yang ada adalah teman yang memotivasi agar kita menjadi lebih baik.

00000

Minggu, 29 Oktober 2017

DUDU BOJO GALAK, BOJOKU BAGUS


Dina iki dak nyetatus nganggo basa Jawa, ben ketok kekinian. Judul tulisan iki ojo diprotes. Aku nulis, nulis karepku dewe, terinspirasi saka obrolane kanca-kancane bojoku. (sik sik, tak siapke kaca pengilon karo bedak…)

Mau bengi, aku lan anakku lanang sing bagus dewe dijak bojoku reuni karo kanca-kanca SMA-ne. Gandheng aku ya wis kenal karo kanca2ne bojoku, aku ora duwe rasa kikuk babarblas.

Kanca-kanca SMA sing arang-arang ketemu bojoku, mesthine nyawang bojoku saiki karo jaman 27 taun kepungkur  rumangsa beda banget. Malah ana sing pangling, ora kelingan blas.

Pancen dak akoni, beda adoh. Ora usah dak sebut bedane neng endi. Njaluk ngapura, foto orasah dak pajang, mengko ndhak padha kaget lan takjub. Wowwww, mripate terus dadi bunder kepleng.

Sing marai mrinding lan ser-seran atiku ukarane kanca-kancane bojoku, ngene iki,
“Budi ki mbiyen zaman SMP lan SMA bagus banget. Nganti akih sing naksir.”
Mak prempeng, dak akoni bojoku pancen bagus.

Foto zaman SMP, SMA lan kuliah dijejer jentrek-jentrek. Dhenok karo thole nate takon,
“Mi, niku fotone sinten?”
“Tanglet Ayah mawon.”
Sing rumangsa duwe foto rada-rada GR mesam-mesem.
Wis, aku mung arep nyetatus BOJOKU BAGUS.

*****
Mula aku gumun karo lagu sing mbukak aib bojo lan kawuarga neng umum. Lagu sing kerep aku krungu. Gek malah mau bengi nunut numpak mobil kancane bojoku, lagu sing diputer bola-bali, yaiku : BOJO GALAK. Ora, bojoku ora galak, ananging BOJOKU BAGUS..

#kahfinoer

Jumat, 27 Oktober 2017

Karanganyar Berpuisi Memecahkan Rekor MURI, 25.257 Orang Pembaca Puisi


Dalam rangka memperingati Ulang Tahun Kabupaten Karanganyar ke-100, Karanganyar menyelenggarakan pembacaan puisi massal dengan tajuk Karanganyar Berpuisi.

Karanganyar Berpuisi dilaksanakan pada hari Jumat, 27 Oktober 2017 di Alun-alun Karanganyar dari pukul 07.00 WIB sampai selesai. Bupati Karanganyar, Bapak Juliatmono dan Wakil Bupati, Bapak Rohadi Widodo, berkenan hadir dan membacakan puisi.

Sebelum Bapak Juliatmono dan Bapak Rohadi naik di atas panggung kehormatan, para seniman dan seniwati dari pulau-pulau yang berada di Indonesia membacakan puisi terlebih dahulu.

Pembaca puisi dalam Karanganyar Berpuisi merupakan siswa-siswi, guru dan karyawan, pegawai di lingkungan Karanganyar, dan semua elemen masyarakat. Karanganyar Berpuisi bukan hanya warga Karanganyar saja yang membaca puisi secara serentak, melainkan tamu-tamu dari kota lain yang memang datang khusus untuk membacakan puisi.

Setelah Bapak Juliatmono dan Bapak Rohadi membacakan puisi, lalu Bapak Juliatmono memberikan aba-aba untuk membaca puisi bersama-sama secara serentak. Pembacaan puisi ini memang luar biasa, membuat hati berdesir, meluapkan kegembiraan, emosi, mengharu biru.dan perasaan yang sulit untuk digambarkan.

Apalagi di antara pembacaan puisi, peserta juga melantunkan lagu Indonesia Pusaka dan lagu Desaku (lagu wajib orang Karanganyar), benar-benar membuat merinding.


Setelah pembacaan puisi selesai, Tim dari MURI akan menyerahkan piagam penghargaan kepaka Bupati Karanganyar. Dalam Karanganyar Berpuisi ini tercatat sebanyak 25.257 orang membacakan puisi. Jumlah ini lebih banyak dari Rekor MURI sebelumnya yaitu pembaca puisi sebanyak 22.000 orang. Dengan demikian, Karanganyar Berpuisi ini memecahkan rekor MURI dalam pembaca puisi terbanyak.

 Karanganyar Berpuisi ini menggerakkan setiap pembaca puisi untuk menulis 2 lembar puisi yang sama. Pembaca puisi bisa menulis puisi hasil karya sendiri maupun orang lain. Ada hal menarik yang positif dari siswa, guru dan karyawan di sekolah kami. Baik siswa, guru dan karyawan mendadak jadi orang yang puitis, mendadak jadi pengarang dan penulis. Ada yang menulis puisi hasil pemikiran sendiri, ada yang menyalin dari buku kumpulan puisi dan browsing internet. Luar biasa!



Karanganyar Berpuisi ini kebetulan berlangsung sehari sebelum peringatan Sumpah Pemuda, 28 Oktober. Bulan Oktober dikenal dengan sebutan bulan Bahasa . Menurut saya, hal ini sangat positif dan sangat pas.

Semoga Karanganyar Berpuisi ini merupakan awal yang baik. Setiap hari warga Karanganyar bisa menuangkan idenya dalam bentuk puisi.
Semoga tulisan ini bermanfaat.

Karanganyar, 27 Oktober 2017

Senin, 23 Oktober 2017

Pergeseran Kesetimbangan Kimia

Pergeseran kesetimbangan
Ada 3 aksi yang dapat dilakukan agar system kesetimbangan dapat bergeser ke arah yang dikehendaki, yaitu mengubah konsentrasi zat, mengubah suhu dan mengubah tekanan atau volume gas.
Menurut Henry Louis Le Chatelier dari Perancis, apabila dalam system kesetimbangan diberikan aksi, maka system akan mengadakan reaksi sedemikian rupa, sehingga pengaruh aksi tadi menjadi sekecil-kecilnya.
Prinsip ini kemudian dikenal dengan prinsip pergeseran kesetimbangan atau Azas Le Chatelier. Dengan demikian, bila pada suatu system kesetimbangan diberikan aksi (perubahan-perubahan), maka system akan mengadakan reaksi (menggeser letak kesetimbangan).
1.   Pengaruh perubahan konsentrasi
Jika konsentrasi salah satu zat ditambah, maka sistem akan bergeser dari arah zat tersebut. Jika konsentrasi salah satu zat dikurangi, maka system akan bergeser ke arah zat tersebut
2.   Pengaruh perubahan suhu
Apabila suhu system dinaikkan, reaksi akan bergeser ke arah endotermis. Apabila suhu system diturunkan, maka reaksi akan bergeser ke arah eksotermis.
3.   Pengaruh perubahan tekanan atau volume
Jika tekanan diperbesar (volume diperkecil), maka system akan bergeser ke arah reaksi dengan jumlah mol yang lebih kecil.
Jika tekanan diperkecil (volume diperbesar), maka system akan bergeser ke arah reaksi dengan jumlah mol yang lebih besar.
Pengaruh katalisator
Dalam system kesetimbangan, katalisator tak mempengaruhi letak kesetimbangan. Penambahan katalis pada system kesetimbangan berfungsi untuk mempercepat tercapainya keadaan setimbang.
Latihan
Pada suatu system kesetimbangan berikut:
H2 (g) + I2 (g) 2HI (g)      ∆H = + 11,3 kJ
Kalau ∆H = positif maka reaksinya endoterm
Kalau ∆H = negative maka reaksinya eksoterm
Tentukan ke arah manakah reaksi akan bergeser, bila:
a.   Konsentrasi H2 diperbesar
b.   Konsentrasi H2 diperkecil
c.    Konsentrasi HI diperbesar
d.   Suhu dinaikkan
e.   Tekanan diperbesar

TETAPAN KESETIMBANGAN KIMIA (Kc)
Reaksi kesetimbangan:
1.   3H2 + N2 2NH3
Kc = [NH3]2/ [H2]3 . [N2]
2.   H2 + I2 2HI
Kc = [HI]2 / [H2] . [I2]

LATIHAN (dikumpulkan)
1.   Sebutkan ciri-ciri kesetimbangan dinamis!
2.   Sebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi pergeseran kesetimbangan kimia!
3.   Dari nomor 2, jelaskan masing-masing!
Sebutkan bunyi azas Le Chatelier!

Jumat, 20 Oktober 2017

Kualitas Hidup Ditentukan Oleh Kualitas Shalat


Setiap masuk waktunya shalat atau azan berkumandang, kami (guru dan murid) tidak segera menunaikan shalat berjemaah. Oleh karena istirahat pada pukul 11.55 WIB maka kami baru bisa melaksanakan shalat pada saat itu. Bagi kami tidak masalah, toh waktu untuk menunaikan shalat zuhur masih panjang.

Mendirikan shalat tepat waktu setelah azan, dengan berjemaah dan dilaksanakan di masjid, itu sangat utama. Tidak setiap orang bisa melaksanakan shalat berjemaah di masjid dengan tepat waktu. Dengan demikian, bagi mereka yang bisa melaksanakan dengan baik maka kualitas hidupnya lebih baik.

Orang yang sudah menjaga shalatnya, dia akan menjaga tutur kata dan perbuatannya. Orang tersebut akan berhati-hati dalam berbicara. Setiap yang dikatakannya pasti sudah dipikirkan baik dan buruknya serta akibat yang ditimbulkan.

Orang yang sudah menjaga shalatnya lima waktu, tidak akan menyakiti orang lain secara verbal maupun perbuatan. Kalau ada orang yang mendirikan shalat berjemaah di masjid dengan tepat waktu, tapi lisannya membuat orang lain terancam dan tidak nyaman, maka kualitas shalatnya patut dipertanyakan.

Saya mengajak siapa saja terutama diri saya pribadi untuk menjaga kualitas shalat, menjaga lisan dan perbuatan. Jangan sampai orang lain merasa tidak aman dengan lisan kita. Kita menyakiti secara verbal maupun perbuatan.

Mulai dari sekarang, tahan lisan kita. Karena sekali sudah keluar, lisan tidak dapat ditarik kembali. Sekali lisan kita melukai orang lain, kita tidak dapat mengobatinya hanya dengan permintaan maaf.

Bertutur katalah yang santun. Bicaralah seperlunya sebab berlebihan dalam bicara bisa “menjerumuskan” kita sendiri.


Jagalah shalat kita, jagalah sujud kita.

Kamis, 19 Oktober 2017

Berkunjung ke Museum Manusia Purba Sangiran Klaster Dayu


Mendampingi suami bertugas untuk mengontrol siswa-siswinya yang mengikuti lomba pramuka adalah hal yang menyenangkan. Hari Minggu, 15 Oktober 2017 pagi, suami sudah menyiapkan siswa-siswinya berangkat mengikuti lomba pramuka. Lomba tersebut dilaksanakan di SMA N Gondangrejo. Pendamping utama adalah Ibu-Ibu guru yang biasa mendampingi anak-anak melaksanakan kegiatan di luar sekolah.


Sekitar pukul 10.00 WIB, saya, suami dan si kecil berangkat menuju SMA N Gondangrejo. Cukup lama, kami berada di sekolah tersebut. Suami tidak mengikuti agenda kegiatan lomba sampai selesai. Akhirnya, kami melanjutkan perjalanan menuju museum yang berada tidak jauh dari Gondangrejo. Sambil menyelam minum air. Tibalah kami di Museum Manusia Purba Sangiran  Dengan membayar tiket Rp. 5.000,00 per orang, kami bisa belajar sejarah.




Museum purbakala Dayu menempati lahan seluas  kurang lebih 10.500 m2 yang terletak di desa Dayu, Kecamatan Gondangrejo Kabupaten Karanganyar, Museum purbakala Dayu beserta situs arkeologinya merupakan bagian dari situs manusia purba Sangiran yang dikelola oleh Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran yang berpusat di Desa Krikilan Kec. Kalijambe Kab. Sragen. Di Desa Dayu selain menjadi lokasi temuan Fosil-fosil yang merupakan jejak kehidupan manusia purba juga  menjadi pusat penelitian ilmu pengetahuan tentang kehidupan Pra sejarah, museum ini dapat menjadi Destinasi Wisata yang memiliki daya tarik tersendiri bagi pendidikan generasi selanjutnya.


Di museum ini kita dapat melihat  dan mempelajari jejak kehidupan manusia purba dari struktur dan lapisan tanah yang telah ada berjuta-juta tahun silam. Di museum ini dapat diperoleh informasi lengkap tentang kehidupan manusia purba di pulau Jawa yang dapat menyumbang perkembangan  ilmu pengetahuan seperti antropologi, arkeologi, geologi, paleoantropologi, magantropus, erektus, dll.



Sebenarnya saya ingin mencari informasi lebih banyak di museum ini tetapi tidak bisa. Alasannya adalah si kecil rewel, takut masuk ruang diorama, dan menurutnya tidak asyik. Memang untuk anak usia 7 tahun, museum bukan tempat yang menyenangkan. Saya hanya akan menampilkan beberapa gambar, tanpa saya beri keterangan detail.


Semoga bermanfaat.

Senin, 16 Oktober 2017

Pagi Yang Repot

Sudah bangun kesiangan, si kecil masih ogah-ogahan. 
Meski semalam segalanya sudah dipersiapkan, tetap saja waktu terasa sempit. 
Sarapan ala kadarnya, bekal tak sesuai harapan. 
Sudah dandan rapi, tinggal berangkat. 
Sang Ayah buru-buru karena menyiapkan untuk siswa jam pertama.

Keluar dari rumah, belum ada 5 menit, kembali lagi. 
Ternyata dompet sang Ayah ketinggalan. 
Setelah mengantar si kecil, sang Ayah menuju sekolah. 
Jam pertama tidak upacara. 
Sang Ayah sadar, masih ada benda yang tertinggal.
 Kaos olahraga dan training. 
Waktu tidak memungkinkan untuk kembali ke rumah. 
Jam pertama diisi brifing.

Brifing selesai, seorang teman menyodorkan tas mungil.
“Dari Ibunya anak-anak, Pak.”
Masya Allah, meski pagi selalu repot, 
istri selalu bisa bergerak cepat dan memberikan solusi. 
Seperti pagi sebelumnya, pagi ini adalah pagi yang repot, 
tapi semua berjalan baik-baik saja

Sabtu, 14 Oktober 2017

TIPS MENGURANGI KEREPOTAN PEKERJAAN DI PAGI HARI



Pada saat mengikuti sharing ngeblog, ada peserta yang memberikan contoh judul yang bisa dipakai. Kurang lebih judulnya seperti di atas.

Bagi Ibu-Ibu, pagi hari adalah waktu yang semuanya menjadi harus serba cepat. Bangun tidur lebih awal, kadang-kadang belum bisa menyelesaikan masalah repotnya di pagi hari. Harus ada usaha untuk membuat pagi tidak terlalu repot..

Saya sendiri mengalami kerepotan di pagi hari. Padahal yang memerlukan perhatian ekstra hanya si kecil. Kadang, saya membandingkan aktivitas saya dengan Ibu saya (ketika saya masih remaja). Saat ini, saya memiliki 2 anak, yang besar kelas XII SMA sedangkan yang kecil kelas I SD. Ibu saya memiliki 6 anak. Sepertinya Ibu saya tidak serepot saya. Kok bisa, ya? Ya, karena Bapak saya bisa bekerja sama dengan Ibu untuk melakukan pekerjaan rumah.

Untuk mengurangi kerepotan (baca kemrungsung) pekerjaan di pagi hari, usaha yang saya lakukan adalah:
1.    Menyiapkan pakaian di malam hari
Pakaian kerja dan seragam sekolah si kecil, saya siapkan pada malam hari. Oleh karena suami guru olahraga, maka saya harus menyiapkan pakaian olahraga dan seragam dinas sesuai jadwal yang telah ditetapkan sekolah. Untuk si kecil, saya juga menyiapkan pakaian ganti yang akan dikenakan sepulang sekolah selama berada di Taman Penitipan Anak. Tidak lupa kaos kaki dan sepatu juga dipersiapkan pada malam hari.
2.    Menyiapkan alat tulis/properti di malam hari
Pulang sekolah, biasanya pada sore hari si kecil bermain di sekitar rumah. Pada malam hari, saya ajak si kecil untuk belajar membaca (biar lancar) dan mengerjakan latihan soal. Setelah selesai, saya menyiapkan buku-buku yang akan dibawa sesuai jadwal keesokan harinya. Saya juga menyiapkan benda-benda yang harus dibawa yang ada kaitannya dengan pelajaran ketrampilan, termasuk fotokopi tugas..

Untuk saya dan suami, tas beserta isinya juga harus disiapkan pada malam hari. Termasuk pekerjaan mencetak suatu dokumen.

3.    Membuat lauk yang praktis
Memasak air dan menanak nasi bisa saya lakukan pada pagi hari. Saya cukup menyiapkan sarapan untuk anak-anak sesuai kesukaannya. Sarapan pada pagi hari kadang-kadang tidak berselera. Oleh karena itu, saya tidak memaksa anak untuk sarapan sesuai keinginan saya.

Saya bukan tipe ibu rumah tangga yang suka mencoba berbagai resep masakan. Saya lebih suka memasak yang praktis saja.  Tahu dan tempe goreng adalah lauk yang tidak membosankan. Telur dadar dan telur mata sapi juga kesukaan anak-anak.

Untuk sayur, di dekat rumah ada warung makan yang menyediakan makanan dan sayur. Untuk alasan praktis, mending saya beli sayur matang daripada harus repot memasak. (Saya mempunyai alasan khusus untuk hal yang satu ini)

4.    Mengecek kendaraan di malam hari
Membersihkan sepeda motor, mengecek kembali bahan bakar, dan segala sesuatu yang ada kaitannya dengan sepeda motor, saya lakukan pada malam hari. Pada pagi hari, tinggal mengeluarkan sepeda motor, memanasi dan berangkat!

5.    Mencuci alat dapur, mencuci pakaian dan merapikannya, sepulang bekerja
Pulang sekolah/kerja, tidak lantas beristirahat. Saya lebih suka mencuci pakaian sambil mencuci alat-alat dapur. Kalau sudah selesai, bisa juga sambil mengambil pakaian yang sudah kering dari jemuran lalu melipatnya. Semua saya lakukan dengan santai tidak merasa terbebani.

6.    Menyetrika pakaian seperlunya
Kalau ada waktu dan badan tidak lelah, saya menyetrika pakaian seperlunya. Saya tidak menyetrika seluruh pakaian. Bagi saya, cara saya yang demikian adalah menghemat waktu. Pakaian yang belum disetrika, cukup dilipat lalu dimasukkan ke dalam lemari. Yang penting, pakaian rapi tertata.

7.    Membersihkan rumah, menyapu dan mengepel pada sore hari
Selesai urusan cucian, istirahat barang sebentar. Selonjorkan kaki sambil membaca Koran. Nah, kalau sudah begitu biasanya mata gampang terpejam. Bagi saya, tidak ada alasan susah tidur. Badan saya sudah cukup tahu diri kalau waktunya harus beristirahat. Oleh karena saya tidak memiliki pesawat TV, jadi hiburan saya adalah Koran, buku, majalah, dan menulis.

Sore hari barulah saya bekerja yang sifatnya “lebih ringan”, yaitu membersihkan rumah, menyapu dan mengepel. Apakah semua saya lakukan sendiri? O, tentu saja tidak! Ada suami dan anak saya yang besar, yang bisa membantu. Akan tetapi saya tidak tergantung pada mereka. Saya bukan tipe Ibu yang suka marah-marah dan suka perintah-perintah. Sebisa mungkin pekerjaan saya lakukan. Kalau saya tidak sanggup melakukan semua, maka saya akan berhenti bekerja. “Alon-alon waton klakon.”

Untuk anak saya yang sudah besar, dia memiliki tugas menyetrika baju sendiri, membersihkan kamar sendiri, merawat barang-barangnya sendiri. Saya tidak membebani anak saya dengan pekerjaan rumah, karena dia sudah memiliki kesibukan yang bisa mendatangkan uang.


Beberapa usaha yang saya lakukan tersebut bisa mengurangi kerepotan saya pada pagi hari. Mungkin pembaca ada yang memiliki kerepotan yang sama, semoga bisa mengatasi pagi yang repot dengan solusinya.