Kamis, 12 Januari 2017

Menulis Cerita Humor Ala Jon Koplo di Solopos

Siapa yang tidak mengenal Jon Koplo? Belum kenalkah Anda? Kalau belum kenal dengan Jon Koplo, berarti Anda wajib berkenalan dahulu. Jon Koplo, Lady Cempluk, Tom Gembus dan Genduk Nicole adalah tokoh yang tak asing bagi pembaca setia rubrik Ah Tenane, di Koran Solopos.
Cerita humor dengan tokoh di atas, adalah cerita nyata yang terjadi di dalam kehidupan sehari-hari. Sudah beberapa kali tulisan saya dimuat di rubrik Ah Tenane. Ide cerita bisa datang dari pengalaman sendiri maupun pengalaman orang lain asal cerita itu benar-benar terjadi.
Beberapa kali tembus Jon Koplo, sampai-sampai teman-teman saya menulis di Komunitas Ibu-ibu Doyan Nulis Solo menjuluki saya “Master Ngoplo”. Sebenarnya bukan master beneran, hanya istilah mereka untuk menyebut saya karena tulisan yang sering tembus Jon Koplo.
Apakah saya memang humoris atau suka humor? Ya, memang saya suka dengan hal yang lucu-lucu, konyol, bahkan kalau ada yang bercerita tentang hal yang lucu-;ucu, saya serius menyimak. Tahukah Anda, mengapa demikian? Supaya saya bisa menghayati kelucuan itu dan bisa tertawa atau menimpali candaan. Dan lagi, saya dianggap lawan bicara sangat memperhatikan ceritanya.
Saya jadi sering menulis dan mengirimkan cerita lucu di Ah Tenane. Apakah saya pindah jalur atau haluan? Dari menulis cerita anak lalu pindah menulis cerita lucukah? Ah tidak. Saya tidak pindah haluan. Sebagai orang yang tugasnya menulis, saya masih menulis cerita anak. Akan tetapi karena akhir-akhir ini tulisan cerita anak yang saya buat tidak tembus media, saya harus mencari peluang yang lain (celah-celah sempit).
Tahun 2015, sepertinya tulisan yang saya kirim ke media hasilnya kurang memuaskan. Karena kurang memuaskan inilah maka saya melirik peluang dimuatnya tulisan saya. Pada Ah Tenane, sepertinya sedikit mudah. Modalnya cerita lucu, gitu saja.
Cerita lucu sederhana ini, lumayan lo honornya. Sekali dimuat, honornya bisa untuk membeli 10 mangkok mie ayam di Kabupaten Karanganyar. Berapa sih? Mau tahu? Ah tidak banyak juga. Kalau lewat rekening, honor yang saya terima atas tulisan saya di rubrik Ah Tenane sebesar 75 ribu rupiah. Kalau lewat wesel seingat saya 65 ribu rupiah. Wah dikit sekali. Disyukuri saja. Lumayan kan dapat 75 ribu daripada nulis cerita lucu hanya disimpan di laptop. Tidak dibaca orang lain dan tidak dapat uang pula.
Bagi Anda yang tinggal di Soloraya (Solo dan sekitarnya) dan luar Solo tertarik, bisa mengirim naskah cerita lucu di rubrik AH TENANE dengan alamat e-mail redaksi@solopos.co.id . Ingat ya, tulisannya kurang lebih satu halaman kuarto dengan jarak antar spasi 1,5. Jangan panjang-panjang, soalnya tempatnya sangat terbatas. Sayangnya kalau cerita dimuat tidak ada pemberitahuan/bukti terbit. Jadi harus selalu membuka dan membaca Koran Solopos setiap hari.
Untuk tulisan selain cerita lucu, saya tetap menuliskan itu. Biasanya saya posting di blog. Pokoknya harus menulis, harus posting (meskipun tidak setiap hari). Mungkin sekarang saya cenderung menulis tentang dunia menulis itu sendiri. Saya ingin berbagi tulisan dan saya berbagi cerita sehari-hari (tentang alam, sosial dan dunia pendidikan).

Semoga bermanfaat.