Jumat, 10 Maret 2017

Menjadi Lebih Kaya Dengan Menulis

Menulis adalah aktivitas yang bisa dilakukan oleh siapa saja, tidak dibatasi oleh usia dan jenis kelamin tertentu. Menulis bisa dilakukan oleh anak-anak, remaja maupun orang dewasa. Pekerjaan menulis juga bisa dilakukan oleh laki-laki dan perempuan.
Menulis adalah pekerjaan hati. Menurut saya, menulis yang dilakukan karena niat berbagi maka pekerjaan ini tidak menjadi beban berat bagi penulisnya. Berbagi, tidak terbatas pada materi dan jasa saja. Tulisan juga bisa kita bagikan untuk orang lain dan bisa diambil manfaatnya oleh orang lain.
Dengan niat berbagi inilah maka kita sebagai penulis memiliki kewajiban untuk menyebarluaskan tulisan kita. Bagaimana cara menyebarkan tulisan kita? Ada banyak cara dan kemudahan untuk membagikan/menyebarkan tulisan kita. Di antaranya lewat media sosial (facebook, blog, twitter), dibukukan, dan dibagikan lewat media massa (contoh : Koran, majalah, tabloid).
Karena niatnya berbagi inilah maka kita sebagai penulis kadang-kadang harus rela menulis tanpa menerima honor, bayaran, atau gaji. Akan tetapi kita tetap bisa kaya dengan menulis, bahkan mungkin lebih kaya. Sebelumnya, jangan menilai kekayaan seseorang hanya dengan jumlah materi. Kekayaan di sini memiliki makna yang luas. Kekayaan kita berupa ilmu yang terus bertambah dan berkembang, saudara yang banyak karena silaturahmi kita (interaksi kita dengan orang banyak), dan mungkin tawaran untuk menulis yang akhirnya dibayar.
Kalau ilmu kita berkembang dan semakin luas, bisa jadi inilah awal dari keberhasilan kita. Kita bisa menulis lebih berkualitas dan bisa dijadikan buku yang berkualitas. Kalau buku kita berkualitas, tentu banyak yang berminat, bukan? Ujung-ujungnya adalah buku kita bisa diterima oleh orang lain dan laku. Nah, pada akhirnya kita kecipratan rezeki. Kalau sudah demikian, menulis bisa membuat kita kaya, bukan?
Beberapa teman penulis yang saya kenal, mereka bisa lebih kaya hanya dengan menulis. Bagi teman saya, menulis bisa dilakukan dengan tetap berada di rumah. Mereka menulis pada saat-saat waktu luang atau meluangkan waktu. Pekerjaan di rumah tetap selesai, mengurus anak juga oke dan rekeningnya semakin gendut saja.
Oleh sebab itu, jangan remehkan pekerjaan menulis. Pada saat ini, menulis merupakan pekerjaan yang bisa diandalkan atau menjanjikan. Yang penting, kita menulis yang berkualitas, tidak asal-asalan dan tidak asal kejar setoran. Rezeki menulis itu tidak akan pernah salah waktu datangnya.
Bagaimana kalau setelah menulis, kita tetap tidak menjadi kaya? Jangan salahkan pekerjaan menulis atau hasil tulisan kita. Cobalah untuk membuat tulisan yang lebih baik lagi. Yaitu dengan cara belajar menerima pendapat orang lain dari buku-buku, artikel atau tulisan orang lain. Kita memang harus terbuka, mau menerima tulisan/pendapat orang lain. Kalau kita mau maju, jangan menganggap tulisan kita paling baik.
Jadi, ingin lebih kaya tidak? Kalau ingin lebih kaya, ayo menulis.

Karanganyar, 10 Maret 2017