Jumat, 10 Maret 2017

Tiba-tiba Ketua Guru Amnesia

Tiba-tiba Ketua Guru Amnesia
Sejak dahulu, gaji diterima setiap tanggal 30, kecuali bulan Februari, gaji diterimakan tanggal 28. Hari ini seorang teman guru bilang dengan keras lagi disengaja pada karyawan TU.
“Bu, hari ini gajian!”
“Ndak tahu ya. Belum ada perintah.”
“Lo, gajian kok mau tanggal 29, tahun ini bukan tahun kabisat lo Bu.”
Sampai siang hari tetap saja tidak ada tanda-tanda akan gajian. Maharani memberanikan diri meninggalkan perguruan, disusul guru yang lain. Padahal hari ini ada agenda untuk mengadakan kunjungan ke rumah siswa. Sebenarnya daftar nama siswa yang akan dikunjungi sedang disiapkan. Apa kabar siang? Sepertinya ketua guru bukan amnesia tapi sengaja menahan gaji dan uang transport.
00000
Tiba-tiba menjadi pelupa. Entah lupa beneran atau pura-pura lupa dan tidak tahu. Sudah 4 bulan ini, ketua guru belum memberikan uang transport. Maharani tidak ambil pusing soal uang transport. Dia sadar kalau tidak mendapatkan uang transport karena presensi sidik jarinya terlambat satu menit.
Terlambat satu menit itu tidak berarti terlambat mengajar. Jam mengajar dimulai pukul tujuh tepat. Sedangkan, Maharani harus datang paling lambat pukul tujuh kurang sepuluh menit. Daripada tergesa-gesa, mengejar waktu hanya untuk mendapatkan uang tiga ribu rupiah per hari, mending tidak dapat uang transport tapi perjalanannya tenang.
Maharani tidak tahu, alasan apa yang digunakan ketua guru sehingga uang transport 4 bulan teman-temannya belum keluar. Ketua guru selalu bilang dalam minggu ini atau paling lambat minggu depan. Kenyataannya, semua pada gigit jari.
Apakah tiba-tiba ketua guru terjangkit penyakit amnesia? Semoga saja tidak, sebab repot juga kalau amnesia. Kasihan teman-teman guru lainnya kalau sampai tidak mendapatkan uang transport.
00000