Selasa, 16 Juli 2019

Daftar Nama Mahasiswa Kimia D3 Angkatan 1990 IKIP Negeri Yogyakarta (Sekarang Universitas Negeri Yogyakarta)





Setelah sekitar 20-an tahun berpisah karena saya dan teman-teman harus kembali ke kampung halaman dan bekerja, kini saatnya ingin kembali bertemu dengan teman-teman seangkatan. Tahun 1990, saya dan teman-teman kuliah di IKIP Negeri Yogyakarta Jurusan Pendidikan Kimia D3, Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA).

Adapun nama-nama mahasiswa Kimia D3 adalah sebagai berikut:
1.    Sumarsono
2.    Aih Suciati
3.    Fathikah
4.    Surahmi
5.    Zanuarto Ambar Suryono
6.    Sapta Pramana
7.    Achmad Muhari
8.    Rohmat Widiyanto
9.    Sunarni
10. Noer Ima Kaltsum
11. Sugiarti
12. Mardiyanti
13. Darwati Kartikasari
14. Nindarsari
15. Ali (Muhammad Ali)
16. Sopyantara
17. Muryani
18. Anastasia Sri Utami
19. Sri Rejeki (almh)
20. Eni Juaeni
21. Siti Yuhanah
22. Tri Haryati
23. Siti Fathonah
24. Nur Khasanah
25. Petrus Joko (mengundurkan diri)
26. Mulyaningsih
Di antara kedua puluh enam orang ini, saya dan teman-teman masih mencari keberadaan dan informasi dari:
1.    Fathikah
2.    Tri Haryati
3.    Sopyantara
4.    (Muhammad) Ali
5.    Ahmad Muhari
6.    Darwati Kartikasari (MTs Al Fatah Banjarnegara)
7.    Sunarni
8.    Muryani
9.    Rohmat Widiyanto
10. Mulyaningsih
11. Anastasia Sri Utami
12. Mardiyanti
13. Nur Khasanah
14. Sugiyarti
Semoga dalam waktu dekat saya dan teman-teman bisa mengetahui informasi tentang teman-teman di atas.

Sebenarnya saya mau mengunggah foto bersama yang ada, tapi karena ada teman yang sekarang sudah berhijrah memakai jilbab, maka saya tidak bisa menampilkan foto bersama tersebut.



Sabtu, 13 Juli 2019

Liburan Seru Ala Anak-Anak Dengan Wisata Edukasi




Setelah terima rapor kenaikan kelas, seperti sebelumnya anak-anak libur selama 3 minggu. Bagi anak-anak libur adalah saat yang ditunggu-tunggu. Libur panjang ada sisi positif dan negatif bila waktu tidak dikelola dengan baik. Antara orang tua dan anak harus memiliki kesepakatan dalam mengisi libur panjang tersebut.

Pada dasarnya anak menurut orang tua. Tugas orang tua, Bapak dan Ibu memilihkan kegiatan yang sesuai dengan keinginan agar anak tidak merasa bosan. Beberapa alternatif jenis kegiatan ditawarkan pada anak. Namun, orang tua juga mempertimbangkan biaya yang harus dikeluarkan dalam kegiatan tersebut.


Selama libur panjang sekolah ini, saya mengamati di sekitar rumah, membaca informasi dan berita baik di media sosial maupun media cetak, melihat langsung kegiatan di tempat Bimbingan Belajar. Beberapa kegiatan yang dilakukan anak-anak selama liburan (meskipun hanya dalam hitungan hari, bulan selama tiga minggu libur sekolah), antara lain adalah:

Mengikuti kelas berbayar (menggambar, memasak, menulis, pesantren, dan lain-lain)
Berwisata edukasi
Menginap di rumah saudara
Belajar berwirausaha
Membantu orang tua

Bagi anak-anak sekarang, gawai adalah barang yang sulit dilepaskan. Namun, dengan adanya kegiatan yang menyenangkan selama liburan, bisa jadi gawai tidak tersentuh sama sekali. Yang penting selama kegiatan mengisi liburan berlangsung, orang tua benar-benar memberikan dukungan penuh kepada anak-anak.



Bagi anak-anak, liburan terasa menyenangkan dan tidak membosankan bila mereka bisa menikmati masa liburan dengan suka cita. Anak-anak merasa kehilangan sesuatu bila kegiatan tersebut terlewat begitu saja.

Jadi, Bapak dan Ibu mulai sekarang bisa mencari informasi tentang kegiatan positif yang bisa dilakukan untuk anak-anaknya selama libur panjang. Lebih baik bila Bapak dan Ibu bisa terlibat langsung dalam kegiatan tersebut.  Semoga libur panjang di waktu yang akan datang lebih seru dan menarik.

Selasa, 02 Juli 2019

Pingin Nulis Dapat Duit? Lakukan Langkah-Langkah Ini!

Dok. IIDN Solo Raya

Kamu ingin tulisanmu dapat duit, tapi tidak mau melewati tahap yang berliku-liku? Jangan mimpi di siang bolong #katapujangga.

Ikuti proses menulis secara natural. Jangan tersinggung saat tulisan dikurasi orang lain ternyata banyak kesalahan-kesalahan. Menulislah dengan hati penuh ikhlas. Berharaplah tulisan kamu bisa memberikan manfaat pada orang lain.

Bila sudah melakukan sepenuh hati maka perlu menambah wawasan, pengetahuan, dan berupaya untuk bisa lebih baik.

Cobalah kirimkan tulisanmu di media massa. Bila tulisanmu ditolak., jangan berkecil hati. Kamu bisa merevisi dan mempercantik tulisan, lalu kirimkan ke media lain. Siapa tahu tulisanmu berjodoh di media lain. Gagal lagi? Nggak usah ngamuk. Baru beberapa kali kirim tulisan ditolak, itu belum seberapa.

Saya punya kenalan seorang penulis. Dia pernah bercerita selama sekitar 10 tahun, tiap bulan kirim cerpen di KR, baru sekali dimuat (waktu itu). Itu artinya pada tulisan ke 120 cerpennya tembus di KR. Padahal kenalan saya ini cerpen dan tulisannya sudah banyak yang dimuat di media massa, sering juara lomba nulis cerpen yang skalanya nggak tanggung-tanggung. Kuncinya sabar. Mungkin jalan yang harus ditempuh memang begitulah.

Jadi, sekelas Ima kok tulisannya ditolak, ya wajarlah. Belajar nulis datnyeng, nulis belum begitu rapi dan enak dibaca kok ujug2 mau tenar. Sabar, sabar, Im. Belajar nulis lagi. Jangan beranggapan gampang menaklukkan media massa.

Biasanya penulis pemula, bergabung di banyak komunitas nulis, ingin ikut sana sini, nggak fokus, banyak tugas, mengeluh capek, merasa sudah ikut training nulis, tapi tulisannya belum memenuhi syarat. Putus asa. Merasa perjuangannya sudah banyak mengucurkan keringat.

Lalu menyalahkan iklan training, pelatihan nulis, dan mentor. Katanya ikut training atau pelatihan nulis, bisa balik modal, buktinya mana? Merasa waktu untuk belajar sia-sia. Uang yang dikeluarkan juga tak sedikit. Ya, maunya minimal modal training balik.

Kamu evaluasi lagi ya. Sudah rutin menuliskah? Sudah menerapkan materi yang didapat selama mengikuti training atau pelatihan menuliskah?

Pelan-pelan saja. Bila kamu belajar nulis dari nol, ya yang sabar ya. Orang sabar disayang Tuhan.

Kalau kamu mau nulis dapat duit, tapi nggak punya uang untuk biaya pelatihan atau training tulisan, silakan bergabung di IIDN Solo Raya. Di sana banyak kompor yang memanasi kamu. Semangat kamu bakal membara. Mengapa demikian? Karena kamu bakal iri, teman-teman sering tembus media, terbit buku antologi maupun solo. Ah, masa sih? Benar! Ya, bisa dicoba dulu nulis cerita lucu di Solopos Ah tenane dengan tokoh Jon Koplo.

Gimana cara belajar nulis cerita lucu? Yuk gabung di IIDN Solo Raya. Setelah itu bersiap-siaplah, kamu bakalan kaget dikejar transferan.