Selasa, 13 September 2022

Penghasilan Tambahan dari Menulis

 


Ketika berkumpul dengan teman-teman yang sefrekuensi, saatnya mengumpulkan energi untuk bangkit dan menulis lagi. Dari ngobrol-ngobrol biasanya ide akan muncul. Saya tidak akan menyia-nyiakan kesempatan baik ini.

Sebagai orang rumahan yang tak lagi memiliki penghasilan tetap, bagi saya kegiatan menulis dan menghasilkan uang tentu saja menggiurkan. Berbagi pengalaman, menularkan sedikit ilmu yang diketahui tentu akan bermanfaat bagi orang yang baru tahu. 

Saya belajar dari pengalaman mbak Isna. Mbak Isna mengumpulkan recehan dari menulis di media cetak, media online, platform, menulis buku, membuat kerajinan, dan lain-lain. Untuk menulis di media online  Mbak Isna harus mencuri-curi waktu saat balitanya tidur manis. Sehari bisa menulis lebih dari 2 artikel. 

Honor menulis sangat menggiurkan. Namun, semangatnya nulis tidak boleh kendor. Sebab, no write no money. 

Sebenarnya banyak hal yang bisa kita tulis. Kita tinggal mencatat kata kunci ide yang bertebaran, klasifikasikan, eksekusi, lalu posting. Yang penting konsisten. Jangan lupa banyak membaca dan terbuka menerima kritik dan saran. Kalau masih pemula, saya menyarankan untuk ikut kelas berbayar. 

Salam hangat.

00000

Senin, 12 September 2022

Peluang Menulis Sinopsis Cerita FTV


Sejak pandemi dan mulai memiliki televisi, saya jadi senang nonton acara TV yang sifatnya ringan-ringan, tidak perlu mikir, dan dilihat sambil lalu. Salah satu acara yang sesekali saya tengok (sebab nonton TV sambil cuci baju  masak, menyapu, dan lain-lain) adalah FTV yang ditayangkan SCTV satu untuk semua.

Meskipun satu cerita diputar berulang-ulang, tapi saya tidak pernah protes. Biasa saja. FTV ceritanya benar-benar receh, lucu, kadang menjengkelkan. Saya jadi tahu siapa saja yang berperan sebagai protagonis dan antagonis.

Ternyata cerita FTV ini bisa ditulis oleh penulis biasa. Asal bisa menulis, ceritanya menarik, dan cerita "layak" untuk difilmkan, penulis bisa dapat cuan. Lumayan juga honor yang bisa diterima oleh penulis.

Penulis hanya menulis sinopsis 2-3 halaman A4 saja. Lumayan lo honornya. 500 ribu. Asik kan? Nah, agar bisa menulis sinopsis cerita dengan baik, jangan lupa ya untuk membaca contoh-contoh sinopsis. Jangan malas untuk membaca. Dengan banyak membaca, kita akan lebih kaya pengetahuan, wawasan, dan imajinasi semakin ke mana-mana larinya.

Kopdar IIDN SR dengan narasumber Mas Agus Yulianto ini benar-benar membuat semangat nulis kembali membara. Bagi saya, kesempatan baik ini perlu dicoba. Selama menulis tidak harus mengorbankan waktu bersama anak dan suami,  yuk gas pol. 

Salam hangat, selamat beraktivitas!

00000


Minggu, 11 September 2022

Honor Menulis di Media

 

Dokumen: IIDN Solo Raya



Hari Minggu, 11 September 2022 bertempat di Ayam Bakar KQ 5 Solo, saya dan teman-teman IIDN Solo Raya mengadakan pertemuan rutin. Kami biasa menyebut dengan istilah kopi darat alias kopdar. Kopdar kali ini adalah kopdar keempat setelah pandemi.

Syukut alhamdulillah, anggota IIDN Solo Raya yang hadir cukup banyak, 14 orang. Nah, narasumber yang berbagi ilmu adalah Mas Agus Yulianto dari keluarga FLP. Beliau berprofesi sebagai guru agama Islam di SMK Wikarya Karanganyar.

Materi yang disampaikan cukup menarik. Sebab masih seputar cuan, yakni honor menulis di media. Tidak hanya dari media cetak, honor menulis juga bisa diterima dari menulis di media online. Menarik banget. 

Menulis di media bisa dilakukan oleh siapa saja. Mahasiswa, pelajar, guru, akademisi, ibu rumah tangga, dan siapa saja bisa menulis dan bisa tembus media. Naskah yang ditetima tentu saja yang sesuai dengan kolom atau rubrik yang tersedia.

Setiap media memiliki karakter masing-masing. Sebab itulah sebagai penulis harus meluangkan waktu untuk membaca. Minimal membaca naskah yang telah dimuat di media tersebut, misal cerpen, gagasan, opini, dan lain-lain. Jadi, kita memiliki gambaran dan "karakter" media tersebut.

Kalau naskah yang dikirim lolos dan dimuat di media, maka jangan kaget kalau tiba-tiba cuan masuk ke dalam pundi-pundi. Kalau tulisan berhasil dimuat di media, ujung-ujungnya bakal ketagihan nulis lagi dan lagi. Tidak salah kalau orang mengatakan kecanduan menulis karena honor cair. 

Yuk, nulis! Yuk, isi pundi-pundi dengan menulis! Kalau belum berhasil, coba lagi. Jangan menyerah. Salam hangat!

00000


Senin, 29 Agustus 2022

Memuliakan Tamu



Pemilik rumah memiliki hak untuk menerima atau menolak tamu yang datang ke rumahnya. Untuk itu, sebelum bertamu ke rumah seseorang, sebaiknya memberitahukan terlebih dahulu pada tuan rumah. Siapa tahu tuan rumah sedang repot, bepergian, atau sedang istirahat.

Oleh sebab itu, bila tuan rumah tidak berkenan dengan kehadiran kita, maka tak perlu marah dan kecewa. Hargailah keputusannya. Mungkin bila kita berada pada posisi mereka, kita juga akan melakukan yang sama.

Tuan rumah bila mengizinkan kita bertamu, biasanya mereka bersiap-siap menyambut kedatangan kita dengan cara menyiapkan apa-apa yang akan disuguhkan dan menyiapkan kenyamanan di rumah. Karena akhlak baik dalam menerima tamu adalah memuliakannya.

Tuan rumah akan sedikit merapikan rumah bila awalnya berantakan, terutama bagi yang memiliki anak kecil. Rumah yang bagaikan kapal pecah, bisa dirapikan sedikit  Tuan rumah akan menyiapkan hidangan, minimal air putih sebagai pelega dahaga bagi tamunya. Kalau ada rezeki lebih sedikit bisa juga untuk menghidangkan camilan. 

Kalau ada yang bilang mau berkunjung ke rumah seseorang, lalu berpesan kepada tuan rumah untuk tidak repot-repot, ya biasanya tuan rumah tidak mungkin sedemikian polos tidak menyiapkan sesuatu sama sekali.

Untuk itu, jangan mendadak datang bertamu ke  rumah teman. Mungkin tuan rumah "tidak siap" untuk dikunjungi. Tuan rumah pasti akan melakukan apa pun untuk memuliakan tamu.

00000

Kamis, 25 Agustus 2022

Berbisnis dari Nol

 



Beberapa waktu yang lalu mendapat tambahan ilmu. Sebenarnya bukan ilmu "baru" tapi cukup bermanfaat. Ilmunya tentang berbisnis.


1. Bila memulai menjalankan bisnis, modalnya jangan dari utang. Modal sebisa mungkin dari apa yang telah kita miliki.


2. Dalam menjalankan bisnis yang akan dimulai, modal yang dimiliki dibagi menjadi 3. Sepertiga untuk mengawali bisnis pertama kali. Kalau berdagang ya untuk kulak dagangan. Kalau pertama ini belum berhasil maka ambil sepertiga yang kedua dari persiapan modal. Kalau yang kedua gagal lagi, ambil sepertiga sisanya. Namun, bila sepertiga pertama dan kedua berhasil maka sepertiga sisanya untuk tambahan modal. Saya cukup mengerti maksudnya.


3. Libatkan keluarga, anak, pasangan, saudara, dan famili bila bisnis berkembang atau kita sudah kewalahan untuk "maju" sendiri. Tenaga, pikiran, dan kemampuan tubuh kita sangat terbatas. (Sampai di sini saya paham, sebab keluarga saya juga pernah melakukannya).


4. Menggaji diri sendiri. Jangan mentang-mentang usaha sendiri lalu nggak gajian. 


5. Keuntungan digunakan untuk memenuhi kebutuhan, tambahan modal, sedekah, dan tabungan. Yang penting keuntungan jangan digelontorkan untuk tambahan modal semua, atau malah untuk konsumsi semua. 


6. Bila punya tempat sendiri untuk menjalankan bisnis, pergunakan semaksimal mungkin. Bila harus sewa tempat, perhitungkan  dengan cermat biaya sewanya. 


7. Jangan lupa me time. Ini perlu agar kita tidak stress  


Dua anak saya memulai bisnis dari nol. F1 mulai bisnis saat kelas 5 SD. F2 mulai bisnis kelas 4 SD (menjadi jutawan umur 10 tahun). Mungkin orang lain menganggap bisnisnya ecek ecek. Ndakpapa. Yang penting sudah tahu kalau cari duit itu kudu sabar. Anak-anak jadi paham bagaimana menghargai uang dan untuk apa uang tersebut 


#catatanimapenulis

Rabu, 24 Agustus 2022

JON KOPLO HARI INI: MBEK DALAM LEMARI


 

Pengalaman waktu masih kecil ini saya abadikan lewat tulisan. Tulisan dimuat di koran Solopos Jumat, 5 Agustus 2022.

Saya konsisten menulis cerita humor dan membagikan sedikit pengalaman menulis. Semoga bermanfaat dan menginspirasi.

Salam literasi.

JON KOPLO HARI INI: BEDA STASIUN

 


Alhamdulillah. Kamis 18 Agustus 2022, tulisan cerita humor dimuat di Solopos. Rasanya senang banget, sebab pada bulan Agustus ini ada 2 cerita humor yang telah dimuat.


Bagi teman-teman yang telah mengirim dan tulisannya dimuat di Ah Tenane Jon Koplo, mohon bersabar ya tentang pencairan honornya. Mohon maaf, saya juga hanya penulis biasa. Nggak tahu menahu tentang pencairan honor. Sebab selama ini saya tidak pernah ngintip rekening. 


Bukan berarti saya nggak butuh uang, ya. Hanya saja uang di rekening muter buat ini itu kemudian ada transferan lagi.


Salam hangat.