Minggu, 09 Oktober 2016

Kedamaian di Kerajaan Ratu Boko Kecamatan Prambanan Kabupaten Sleman


Kali ini saya bersama sahabat guru mengadakan perjalanan ke Kerajaan Ratu Boko yang terletak di sebelah selatan-timur Candi Prambanan. Dari Prambanan ke selatan, ke arah Piyungan. Jalan-jalan ini adalah pengganti rencana arung jeram di Sungai Elo yang gagal terlaksana karena kendala hujan. Padahal kami merencanakan sebelum kenaikan kelas. Ternyata hujan turun tanpa mengenal musim. Artinya, meskipun bukan musim hujan tetapi hujan tetap turun.
Wisata, memang saya agendakan untuk melepas penat setelah sehari-hari bekerja. Pukul tujuh perjalanan dimulai dan sampai di Kompleks Kerajaan Ratu Boko pukul 09.30.
Kami mengambil tempat parkir di dekat jalan raya, sehingga untuk masuk ke lokasi, kami harus jalan kaki, naik tangga yang cukup meneteskan keringat. Sebetulnya petugas sudah memberi tahu kalau kami bisa memarkir ke tempat yang lebih dekat dari pintu masuk. Yaitu dengan keluar lagi dari tempat parkir lalu membelok ke kiri mengikuti jalan raya, lantas mengikuti petunjuk arah menuju Kerajaan Ratu Boko dengan membelok ke kiri.
Kita harus membayarkan uang sejumlah Rp. 25.000,00 untuk satu lembar tiket masuk. Parkir mobil sebesar Rp. 10.000,00. Untuk parkir sepeda motor sekitar Rp.3.000,00- Rp. 5.000,00.
Oleh karena kami datang masih pagi, jadi belum terlalu panas. Setelah beberapa saat kemudian, matahari semakin tinggi, udara sangat panas.
Beberapa tips ketika berada di Kerajaan Ratu Boko adalah:
1.    Bawalah bekal makanan dan minuman secukupnya agar kita tidak boros jajan
2.    Bawalah topi atau payung untuk menaungi kita terutama saat panas matahari cukup terik
3.    Persiapkan obat-obatan seperlunya
4.    Bawalah kamera atau ponsel untuk mengabadikan gambar-gambar. Berada di tempat wisata tentu akan berkesan dan memiliki nilai historis, maka foto sangat perlu. Kita tak perlu banyak bercerita, tapi foto-foto yang ada pada kita sudah mampu bercerita
5.    Buanglah sampah pada tempatnya. Sebagai orang yang berbudaya maka sudah menjadi gaya hidup untuk membuang sampah pada tempatnya
6.    Jangan melanggar peraturan yang telah ditetapkan
7.    Berlaku sopan dan sewajarnya
8.    Bila mengajak anak kecil, pastikan anak sudah benar-benar mandiri untuk berjalan. Karena untuk berkeliling ke kerajaan Ratu Boko ini, memerlukan waktu yang lumayan lama dan naik tangga.




















Mengelilingi Kerajaan Ratu Boko adalah olahraga yang cukup menyehatkan jantung. Persiapkan fisik kita kalau sudah berniat jalan-jalan ke Kerajaan Ratu Boko. Tempat ini juga cocok untuk kegiatan outing class bagi anak-anak SMP/SMA.
Ketika azan zuhur berkumandang, kami sudah selesai mengelilingi tempat bersejarah ini.  Setelah shalat berjamaah, kami meninggalkan Kompleks Kerajaan Ratu Boko. Perjalanan berikutnya adalah ke Taman Tebing Breksi.
Dari Breksi kemudian pulang. Hujan mengiringi kami menuju Surakarta. Rasanya lega. Sangat lega. Hari ini saya bebas merdeka. Alhamdulillah, sampai di rumah saya bisa berkumpul dengan keluarga lagi.

Karanganyar, 9 Oktober 2016

* Foto-foto di atas adalah dokumen pribadi

Sabtu, 08 Oktober 2016

SOTO RASA KAMPLENG | Kahfi Noer

SOTO RASA KAMPLENG
Sapa sing orang kenal Maharani? Wong wadon sing mlebu Grup Trio Kwek-kwek Plus kuwi lo. Nang perguruan silat wis kondhang jenenge. Maharani kancane Govinda, Akhsay lan Sanjay.
Esuk iki jan-jane Maharani prie kelas. Nanging ana tugas sing ora isa ditinggal. Dheweke mlebu sanadyan sirahe mumet, irunge meler merga flu. Neng perguruan acarane mlaku-mlaku. Bubar mlaku-mlaku, Maharani wis ora isa ngampet luwe, sirahe senut-senut. Mula Maharani metu karo Kareena arep golek seger-seger/anget-anget nang cedhak rumah sakit. Sire kanca-kanca ya arep nututi wong loro mau.
Nalikane nyruput soto, ana sms mlebu. Isine : kanca liyane ora sida metu merga “Tertangkap basah dan tertangkap kering” Ketua guru. Pesene njaluk digawakke es teh telung wungkus.
Tekan perguruan, Maharani lan Kareena dikon ngadhep Ketua Guru. Kaya adat sabene Ketua Guru muni-muni (mripate abang mbranang), menehi tausyiah utawa ceramah ra mutu. Kareena ndhingkluk. Maharani mandeng mripate Ketua Guru. Ndhisike Ketua Guru ngandhani sing umum-umum, suwening suwe Ketua Guru ngomong, “Ibu Maharani, kalau diajak bicara selalu menatap langsung ke mata saya dengan mata mencereng seperti menantang. Itu tidak sopan dilakukan pada pimpinan.”
Ngono, Ketua Guru ngomong karo nuding-nuding neng raine Maharani. Walah, kuwi malah sansaya ora sopan.
Maharani mesem, jan-jane arep ngomong,”itu cara saya berinteraksi dengan lawan bicara dengan menatap langsung mata lawan bicara.”
“Sikap Ibu Maharani seperti itu.”
Gandheng wis kulina diseneni, Maharani wis kebal. Mbuh duwe ilmu kebal golek saka gunung ngendi? Apa Maharani pasang “susuk”?
Intine, Maharani ora entuk metu saka perguruan. Kon ngampet luwe sedhilit wae wong wis dipikirke. Wis dicepakke. Nang perguruan iki mung ana “satu komando”. Batine Maharani, satu komando dapurmu kuwi. Aku ki lara, tak rewangi mlebu perguruan, mung arep mangan mikir wetenge dhewe tur ya wragad dhewe, yaelaaa ndadak nunggu komandhone Ketua Guru. Umpama aku kejet-kejet kliyengan merga kaliren apa ora mesakke?
Nek ngerti kaya ngene, mau orasah mlebu. Tidur manis nang omah, ngrancang sesuk arep dolan nang Candi Boko malah apik.  Genah flune mari. Mangan soto mau jan-jane enak, saiki kok malik Soto Rasa Kampleng, jiannnn.
Urip iki mung saderma mampir ngombe, ngombe karo nyoto yarwe-yarwe (mbayar dewe). Urip iki digawa kepenak lan gampang. Dadiya wong sing seneng gawe gampang urusane liyan. Sapa sing gawe gampang urusane liyan, bakalan diparingi gampang menawa lagi kangelan.
Ya wis, tutuge sesuk maneh.
Iki crita ora tenanan. Basa Indonesiane fiksi. Menawa ana jeneng, papan, wektu lan kedadean sing padha, kuwi mung ngepasi wae. Crita iki ora disengaja nyinggung sapa wae. Yen ana apike kuwi le nulis mikire tenanan, yen ana lupute kuwi pancen sing nulis karo sirahe isih rada mumet.
Matur nuwun. #CeritaMaharani
Karanganyar hujan, 8 Oktober 2016

Rabu, 05 Oktober 2016

7 Tempat Wisata Kabupaten Karanganyar yang Bisa Dikunjungi

Kabupaten Karanganyar merupakan salah satu kabupaten yang berada di Jawa Tengah. Kabupaten Karanganyar memiliki banyak obyek wisata yang bisa dikunjungi. Mengunjungi obyek wisata di Kabupaten Karanganyar sebaiknya jangan dilakukan saat libur panjang seperti Libur Natal dan Tahun Baru, Libur Lebaran, Libur semesteran dan Libur Kenaikan Kelas.
Karena pada saat tersebut jelas keramainnya membuat jalanan macet. Akan tetapi kalau terpaksa dilakukan maka harus memperhitungkan waktunya. Bisa jadi waktu tempuhnya menjadi 2-3 kali lipat.  Bagi wisatawan yang berada di wilayah Soloraya, perjalanan bisa dilakukan sewaktu-waktu karena jaraknya tidak terlalu jauh.
Beberapa lokasi yang bisa dijadikan obyek wisata (termasuk wisata religi/ziarah) antara lain : Grojogan Sewu, Telaga Sarangan, Taman Balekambang, Sekipan Camp, Taman Hutan Raya, Telaga Madirda, Candi Sukuh, Candi Cetho, Kebun Teh, Hutan Karet, dan Makam Ibu Tien Suharto, Giribangun Matesih.
Kali ini saya akan mengajak pencinta perjalanan wisata ke tempat-tempat berikut ini:

1.    Grojogan Sewu, Kecamatan Tawangmangu
Grojogan Sewu
dok.pri
Bagi sebagian orang Tawangmangu identik dengan Grojogan Sewu. Sebenarnya Tawangmangu adalah nama Kecamatan. Tapi di luar Soloraya, yang mereka tahu Tawangmangu adalah air terjunnya tersebut.
Saya sering ke Tawangmangu, akan tetapi kalau masuk obyek wisata Grojogan Sewu baru tiga kali saja. Yang pertama tahun 1991, bersama teman-teman kuliah Jurusan Pendidikan Kimia angkatan 1990 D3, IKIP N Yogyakarta. Yang kedua tahun 2006, bersama Assessor dan Team Akreditasi sekolah.    Yang ketiga  baru-baru ini, tahun 2016, bersama si kecil dan suami.
Hari Minggu, 17 April 2016, bersama si kecil dan suami, pergi ke Grojogan Sewu memang sudah saya agendakan jauh hari. Setelah aktif ngeblog, saya memang ingin membuat reportase tentang perjalanan saya di obyek wisata di Kabupaten Karanganyar.
Sekitar jam setengah enam pagi, kami berangkat. Tujuan saya adalah agar tidak terjebak keramaian dan macet. Maklum hari Minggu. Seperti biasa suami mengajak menikmati udara segar di desa-desa yang kami lalui. Saya membeli camilan di Pasar Wisata Tawangmangu. Sawut, jenang pati, ketan, nasi jagung dan bothok, untuk bekal agar tak jajan di obyek wisata.
Kami singgah di warung makan di sisi barat pasar. Sebenarnya suami mengincar sate embek, tapi tempat duduknya sudah penuh pengunjung. Akhirnya si thole minta mie ayam dan suami memesan soto. Saya makan sisanya thole saja.
Kami masuk obyek lewat loket 2 (jalur barat). Karcis masuknya Rp. 15.000,00 saja, murah sekali!. Dari loket 2 ke Grojogan, jaraknya dekat. Kalau loket 1 lewat timur. Dari pintu masuk ke lokasi air terjun kita harus berjalan kaki menempuh perjalanan lebih jauh .
Thole dan ayahnya berjalan lebih dulu. Sang ayah berjalan sambil ngobrol dengan pedagang sate kelinci yang berjalan di dekatnya. Oya, kuliner khas Tawangmangu adalah sate kelinci. Satu porsi sate kelinci harganya Rp. 12.000,00.
Sampai di obyek air terjun masih pagi, pengunjung belum begitu banyak. Meskipun belum begitu banyak orang, tapi mau foto saja juga tak bisa sesuka hati. Beberapa pengunjung berdiri di tempat yang ramai untuk foto, karena latar belakangnya bagus. Tak apalah, yang penting dapat gambar. Jauh-jauh sampai Tawangmangu kok tak ada fotonya, kan aneh.
Perjalanan pulang rutenya seperti tadi ketika berangkat. Kami melewati Makam Giribangun, Matesih, Kab. Karanganyar. Saya lihat tempat parkir juga semakin ramai.

2.    Karanganyar Punya Candi Sukuh
Candi Sukuh
dok.pri
Hari Minggu, 24 April 2016 saya menikmati keindahan alam di desa Ngargoyoso. Tujuan utama saya adalah Candi Sukuh. Saya penasaran dengan cerita orang-orang yang telah mengunjungi candi orang Hindu.
Namanya juga berwisata dengan tak banyak merogoh kantong, maka obyek wisata di Kab. Karanganyar perlu saya kunjungi. Saya diantar suami dan ditemani si kecil si Thole. Rasanya senang, pagi hari diawali dengan menyantap sarapan bubur tumpang lauk telur dan minum teh panas.
Rute yang dipilih adalah dari terminal Karangpandan melalui Patung Semar, lalu dilanjutkan ke arah pondok Isy Karima. Dari sini kemudian berkeliling desa-desa terlebih dahulu. Jalan yang kami tempuh tidak mudah. Meskipun jalannya sudah bagus tapi medannya sungguh berat. Naik turun, dan tanjakannya super ekstrim. Bagi yang akan mencoba gowes dari Karanganyar menuju Candi Sukuh, mohon survey ke lapangan dulu.
Pengunjung Wajib Berkain Kampuh
dok.pri
Akhirnya sampai di kawasan Candi Sukuh. Lokasi Candi Sukuh terletak di lereng kaki Gunung Lawu pada ketinggian kurang lebih 1186 meter di atas permukaan laut. Candi ini terletak di Dukuh Sukuh, Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Candi ini berjarak kurang lebih 20 km dari kota Karanganyar dan 36 km dari Surakarta.
Saya hanya berada di luar pagar candi dan sekitarnya. Konon, candi ini termasuk bentuknya tidak lazim sebagaimana candi-candi yang berada di Jawa Tengah.
Kebetulan ketika saya datang, pengunjung belum begitu banyak karena masih pagi. Menurut petugas yang berada di loket pembelian tiket, biasanya kalau hari libur pengunjungnya lebih banyak daripada hari biasa. Lebih-lebih, pas ada peringatan hari Besar Agama Hindu, misalnya Nyepi, pengunjungnya banyak, terutama umat Hindu yang akan melaksanakan ibadah.
Sampai di loket, saya melihat kertas yang ditempel pada kaca, harga tiket masuk untuk pengunjung lokal/nusantara sebesar Rp. 7.000,00/orang dan Rp. 25.000,00/orang untuk wisatawan manca Negara (wisatawan asing).
Setiap pengunjung wajib memakai kain kampuh. Kain kampuh bermotif kotak-kotak hitam putih. Kain kampuh ini berguna bagi petugas untuk membedakan antara pengunjung yang membeli tiket dan masuk lewat pintu masuk dengan pengunjung selundupan (eh, pengunjung tidak resmi karena tidak membeli tiket).
Kain kampuh ini bisa dipinjam dengan memberikan dana sekedarnya saja. Jadi, tiket tujuh ribu rupiah tadi belum termasuk mendapatkan pinjaman kain kampuh. Karena saya tidak masuk (tidak membeli tiket) dan melihat dari dekat candi, maka saya tidak memakai kain kampuh. Tapi saya bisa mengambil gambar dari pengunjung yang baik hati, keluarga kecil terdiri dari ayah, ibu dan dua anaknya. Wah, bagus banget ternyata. (Terima kasih pak, nanti bisa dilihat di google ya).
Ketika saya bertanya-tanya pada petugas, saya tidak tahan dengan bau dupa/kemenyan yang menyengat. Saya tidak biasa menghirup bau dupa atau kemenyan. Di mana pun saya berada, bila mencium/menghirup bau kembang, dupa atau kemenyan kepala saya agak pusing. Tapi saya tetap bertahan, karena hanya sebentar saja.
Perjalanan seperti ini memang selalu saya agendakan. Kalau mau piknik tak perlu jauh-jauh, tak perlu mengeluarkan biaya banyak. Ternyata obyek wisata di Kab. Karanganyar banyak sekali yang perlu saya kunjungi. Pekerjaan sehari-hari menguras pikiran, maka piknik harus diagendakan dan diwujudkan, biar tidak diolok-olok kurang piknik.

3.    Telaga Madirda, Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar
Telaga Madirda
dok.pri
Pada hari yang sama, sebelum ke Candi Sukuh, suami terlebih dahulu mengajak saya ke Telaga Madirda. Telaga ini terletak berdekatan dengan pemukiman penduduk. Telaga Madirda terletak di dukuh Tlogo, Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar. Tempatnya tidak luas, namun memberikan kedamaian. Di telaga tersebut saya melihat ikan-ikan yang berenang dengan bebas. Mereka menampakkan diri menyapa kami.
Si kecil sangat puas. Keindahan desa, keindahan telaga, hijau, sejuk, teduh membuat saya malas untuk beranjak meninggalkan tempat ini. Saya melihat ada 2 orang pemuda yang memanen tanaman sepertinya sayuran. Tanaman tersebut tumbuh liar, biasanya digunakan untuk lalapan atau sayur (bisa untuk pecel, gudangan)
Saya melihat beberapa turis asing bersama pemandu wisata berjalan di jalan yang naik-turun. Saya yakin turis-turis tersebut mengadakan perjalanan bersama biro. Tentu saja Telaga Madirda-Candi Sukuh adalah obyek wisata yang tak terpisahkan satu sama lainnya.
Wisatawan Mancanegara
dok.pri
Di Telaga Madirda kami hanya sebentar saja. Selanjutnya perjalanan menuju obyek wisata utama hari itu, yaitu Candi Sukuh.

4.    Candi Ceto Tempat yang Tinggi, Kabupaten Karanganyar,  Jawa Tengah
Candi Ceto
dok.pri
Tahun 2013 saya diajak menikmati udara di perkebunan teh. Waktu itu ramai sekali karena akan ada peringatan Hari Besar Agama Hindu. Suami menunjuk Candi Ceto. Tapi kami hanya lewat begitu saja.
Suami saya orangnya memang suka memberi kejutan. Kali kedua ini Juni 2016, saya diajak ke Jenawi. Suami saya benar-benar mengajak saya melihat dari dekat. Hanya, suami ternyata tidak mau naik, saya diminta jalan sendiri. Jalan sendiri kalau dengan si kecil itu alamat lelah banget.
Saya hanya melihat dari dekat saja, bagian depan, tidak masuk sampai dalam. Saya hanya membutuhkan info, dan saya mendapatkan informasi umum yang penting sebagai berikut:
1.    Tiket masuk untuk wisatawan domestic Rp. 7.000,00; untuk wisatawan asing manca Negara Rp. 25.000,00.
2.    Setiap pengunjung harus memakai kain kampuh. Kain kampuh bermotif kotak-kotak hitam putih.
Sama halnya di Candi Sukuh, pengunjung wajib memakai kain kampuh dengan tujuan untuk membedakan wisatawan yang legal dan illegal. Hehe, kalau yang illegal alias tidak membayar tiket, tidak lewat pintu masuk. Entah lewat pintu mana.
Candi Ceto merupakan candi bercorak agama Hindu yang diduga kuat dibangun pada masa-masa akhir era Majapahit (abad kelima belas Masehi). Lokasi candi berada di lereng Gunung Lawu pada ketinggian 1496 m di atas permukaan laut dan secara administratif berada di Dusun Ceto, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.
Kompleks candi digunakan oleh penduduk setempat dan peziarah yang beragama Hindu sebagai tempat pemujaan. Candi ini merupakan tempat pertapaan bagi kalangan penganut kepercayaan asli Jawa/Kejawen.
Jalan menuju Candi Ceto ramai sekali meskipun tidak sampai macet. Pengunjungnya berjubel. Ada yang istimewa saat ini, yaitu selain Candi Ceto, para wisatawan juga menikmati udara segar di kebun teh di Jenawi. Saya turut bangga, ternyata Karanganyar memiliki tempat wisata yang bisa dibilang favorit.
Candi Ceto letaknya di Kecatamatan Jenawi, salah satu kecamatan yang terletak di daerah tinggi di Karanganyar. Jalannya menanjak tajam (kemiringannya kurang lebih 45 derajat, busur mana busur), tikungannya juga banyak yang tajam. Harus berhati-hati bila mengendarai kendaraan menuju Jenawi utamanya Candi Ceto. Kalau mau ke lokasi Candi Ceto kendaraan harus dalam keadaan siap dan fit tidak boleh ada kekurangan. Sangat berbahaya kalau ada kerusakan. Dan yang penting buat kendaraan roda dua yaitu siap-siap bensin dipenuhi.

5.    Kebun Teh, Desa Kemuning, Kecamatan  Ngargoyoso
Kebun Teh Kemuning
dok.pri
Obyek wisata lain pernah saya kunjungi adalah kebun teh, di Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso. Lagi-lagi, tempat yang tinggi dengan udara segar ini bisa ditempuh dengan penuh kehati-hatian. Kalau kita beruntung, kita bisa menyaksikan atlet paralayang beraksi.
Waktu saya datang ke Kemuning beberapa waktu yang lalu, bertepatan ada Festival Paralayang. Namun sayang, saya tak memiliki foto yang menunjang. Saat itu saya belum memiliki kamera dan hape saya jadul.

6.    Hutan Karet di Kampung Karet, Kecamatan Ngargoyoso
Cangkir Raksasa, Hutan Karet, Ngargoyoso
dok.pri
Hutan karet berada di Kampung Karet, atau sering disebut Alaska. Alaska singkatan dari Alas Karet atau Hutan Karet. Sebagai penghasil karet, hutan karet sangat membantu perekonomian penduduk setempat. Selain itu ada produk-produk lokal yang biasa dijajakan. Misalnya makanan olahan. Ternyata di hutan karet ini ada tempat yang nyaman untuk refreshing sekadar menikmati keindahan alam.
Ciri-ciri dari obyek wisata ini adalah adanya cangkir raksasa. Untuk diketahui, Kampung Karet sengaja dibuat berdekatan dengan kawasan wisata alam lereng Lawu yakni Candi Sukuh, Candi Ceto, kebun teh Kemuning, air tejun Jumok dan air terjun Parangijo. Lokasi tepatnya di Dusun Kenteng, Desa Puntukrejo, Ngargoyoso, Karanganyar di atas lahan seluas 300 hektare.

7.    Sekipan Camp, Kecamatan Tawangmangu
Sekipan Camp
dok.pri
Sekipan Camp biasa disebut Bumi Perkemahan Sekipan, terletak sekitar 31 km arah Utara-Timur Karanganyar. Sekipan Camp terletak di sebelah timur Pasar Wisata Tawangmangu, belok ke kanan. Lokasi ini tepatnya terletak di desa Kalisoro, Kecamatan Tawangmangu. Di sekitar Sekipan Camp terdapat kebun sayuran. Saya melihat ada kubis, wortel, loncang, dan sawi hijau.
Pada lokasi Perkemahan terdapat pohon pinus,  Saya menyebut dengan hutan pinus. Lokasi ini juga cocok untuk berpetualang. Karena udara yang sejuk dan segar serta tidak terlalu panas, pada saat itu di sekitar Sekipan Camp digunakan untuk foto Prewedding. Romantis banget!
Tiket masuk Sekipan Camp adalah Rp. 7.500,00/orang/masuk. Ada yang harus diperhatikan ketika berada di sekitar Sekipan Camp dan hutan pinus, yaitu tidak boleh meninggalkan api karena berpotensi terjadi kebakaran.
  00000
Sebenarnya masih banyak yang perlu dituliskan, untuk memberikan gambaran obyek-obyek wisata yang harus dikunjungi saat berada di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.
Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Blog Visit Jawa Tengah 2016 yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah @VisitJawaTengah. (www.twitter.com/visitjawatengah)

Senin, 03 Oktober 2016

[REVIEW] Memilih Sepatu Sekolah Keren Buat Anak-Anak


Ayah menginginkan 2 anaknya mengikuti jejaknya untuk terjun secara langsung dalam kegiatan olahraga. Sebenarnya si sulung, Faiq (perempuan) dahulu ketika umur 6-9 tahun ikut olahraga Tae Kwon Do. Akan tetapi karena kerepotan kami, akhirnya Faiq berhenti ikut Tae Kwon Do.
Ayah ingin Faiq beralih ke bulutangkis, tapi anaknya menolak. Kebetulan Ayah hobi olahraga bulutangkis dan tenis lapangan. Jadilah sampai sekarang Faiq malah tak mengikuti jejak Ayahnya yang guru olahraga. Tidak ada satu cabang olahraga pun yang diikuti untuk mengisi waktu luangnya.
Setelah kelas XI SMA ini, Faiq malah giat ikut kegiatan jurnalistik di sekolah. Kegiatan yang dekat dengan dunia tulis-menulis inilah tentu saja saya dukung.  Di dalam kegiatan jurnalistik ini selain menulis, Faiq juga harus mencari gambar/foto. Dengan demikian Faiq jadi sering bepergian dalam rangka mencari berita. Jadilah, Faiq sering melakukan perjalanan.
Agar semua kegiatannya berjalan dengan lancar, dan perjalanan Faiq terasa nyaman, Faiq memerlukan sepatu yang multifungsi. Sepatu yang bisa dipakai untuk sekolah dan untuk bepergian (baca travelling).
Lain lagi dengan adiknya Faiq, si kecil Faiz sejak TK sudah dikenalkan Ayah dengan olahraga tenis lapangan. Setiap Ayah bermain tenis dengan teman-teman kantor, Faiz selalu diajak. Malah sekarang Faiz sudah memiliki raket kecil khusus untuknya. Faiz (kelas I SD)  juga memerlukan sepatu olahraga yang nyaman dipakai. Agar lebih irit, maka sepatu olahraganya juga bisa dipakai untuk sekolah. (Ibu-ibu memang harus melakukan pengiritan sana-sini)
Faiq dan Faiz memerlukan  "koleksi sepatu sekolah keren".  Agar hemat waktu dan tenaga, untuk mencari keperluan keduanya, saya membuka situs belanja online, MatahariMall.com.  MatahariMall.com adalah situs belanja online No.#1 dan terbesar di Indonesia. MatahariMall.com memberikan fasilitas pelayanan yang terbaik untuk mendukung belanja online dengan aman, nyaman dan terpercaya.
MatahariMall.com menawarkan beragam kemudahan untuk bertransaksi. MatahariMall.com menyediakan ratusan ribu pilihan produk dengan harga terbaik dari segala kebutuhan, mulai dari fashion wanita, dress wanita, blazer wanita, sepatu wedges, fashion pria, kemeja batik pria, mukena, busana muslim, baju gamis, produk kecantikan, smartphone, hp, laptop, gadget, jam tangan, elektronik, hobi, makanan dan minuman, dan lain-lain.
MatahariMall.com menawarkan 24 jam non-stop discount dan puluhan promo menarik lainnya setiap hari. Dengan begini, belanja online murah bisa jadi pilihan menarik yang terlalu sayang untuk dilewatkan.
Keunggulan belanja di MatahariMall.com adalah kemudahan dan kenyamanan bertransaksi, system belanja online dan offline, special promo belanja murah. Hanya dengan mendaftar  di MatahariMall.com kita bisa langsung mendapatkan voucer belanja murah secara gratis.
Karena kemudahan-kemudahan tersebut, maka kesempatan baik ini jangan dilewatkan begitu saja. Terutama buat orang tua yang repot, tidak banyak waktu luang, berbelanja online merupakan solusi jitu untuk memenuhi kebutuhan putra-putri kita.
Kebutuhan putra-putri kita yang sering harus segera kita penuhi misalnya tas, baju dan sepatu sekolah. Sebagai orang tua yang bijak kita akan memilih “koleksi sepatu sekolah keren” yang kualitasnya baik. Bila sepatu yang dipilih berkualitas baik maka sudah tentu sepatu awet. Karena awet inilah maka putra-putri tidak sering ganti sepatu karena sepatu tidak cepat rusak. Dengan demikian pengeluaran bisa ditekan.
Memang sepatu yang berkualitas, harganya sedikit lebih mahal. Akan tetapi bila penggunaannya bisa tahan lama, maka jatuhnya harga malah lebih murah.
Bagi yang putra-putrinya terjun di bidang olahraga, tidak ada salahnya orang tua membelikan sepatu yang lebih berkualitas. Sepatu yang berkualitas dan nyaman dipakai membuat penggunanya betah memakai sepatu dalam kondisi apapun.
Ayo, berbelanja di MatahariMall.com dan raih keuntungannya.



Minggu, 02 Oktober 2016

Menulislah Catatan Harian | Kahfi Noer

Noer Ima Kaltsum : Menulislah Catatan Harian
Bertemu dengan orang yang baru saya kenal (teman guru) lantas berbincang-bincang. Tentu saja bahan obrolan yang ringan-ringan seputar keseharian saja. Dan jurusan saya adalah mlipir menanyakan suka menulis atau tidak. Sebagian jawabannya adalah “maaf saya tidak ada waktu untuk menulis”. Dalam hati saya kagum pada orang yang demikian. Dia tidak ada waktu untuk menulis karena kesibukannya.
Saya tidak mendesak lalu memaksa dia untuk menulis. Membujuk atau memotivasi untuk mulai menulis juga tidak. Saya takut nanti dibilang “nggriseni” alias mengganggu.
Lebih baik saya konsentrasi untuk kembali pada komitmen awal, yaitu ingin menulis setiap hari. Agar tulisan saya lebih berkualitas. Dan berharap tulisan saya lolos seleksi oleh Redaktur dan layak muat di media. Saya akan sangaat bahagia. Sebahagia ketika pertama kali tulisan dimuat di media.
Saya sering mengamati beberapa sahabat guru yang bergantian membaca Koran lokal. Saya membatin masih mending tidak suka menulis tapi masih suka membaca. Bandingkan saja, di sekolah ada yang tak mau menulis dan tak suka membaca. Menurut saya, sangat rugi melewatkan waktu begitu saja tanpa tambahan pengetahuan.
Sebenarnya menulis itu asyik, bisa mendatangkan rupiah dan siap-siap pundi-pundi menggelembung. Selain menulis bisa mendapatkan materi, menulis juga merupakan terapi. Terapi untuk  hati yang luka.
Menulis yang asyik adalah menulis yang menyenangkan setidaknya membuat kita senang. Dengan menulis beban yang berat menjadi ringan. Kadang-kadang di saat kita memiliki masalah, dengan menulis ternyata kita mendapatkan solusi tanpa bantuan orang lain.
Oleh sebab itu jangan sepelekan kegiatan menyenangkan ini. Bagi Ibu-ibu, jangan tinggalkan kegiatan menulis ini. Paling tidak menulis atau membuat catatan uang keluar masuk, catatan belanja, catatan tagihan-tagihan dan catatan agenda nyumbang orang mantu (eh jadi ngelantur). Pokoknya membuat catatan kecil. Catatan kecil tersebut Insya Allah bermanfaat.
Karanganyar, 2 Oktober 2016 

Sabtu, 01 Oktober 2016

Rezeki Kayu Jati di Kebun Desa | Kahfi Noer

Noer Ima Kaltsum : Rezeki Kayu Jati di Kebun Desa
Bukan hutan jati, melainkan pinus
dok.pri
Namanya tanah ternyata juga akan menemukan jodohnya. Tanah, walaupun dikejar kalau belum jodohnya juga tidak mungkin kita miliki. Demikian juga bila tanah itu memang berjodoh dengan kita, ternyata tanah akan mendatangi kita. Sungguh, cerita tentang perjodohan orang dengan tanah adalah benar adanya.
Kisah Maharani dan Mahendra ini contohnya. Sebenarnya bukan hanya Maharani, kakak perempuannya Maduri juga demikian. Maduri tiba-tiba ditawari tanah beserta bangunannya oleh tetangga samping rumah orang tuanya. Dua kapling sekaligus dengan harga murah, tanpa tawar-menawar. Beberapa tahun kemudian, Maduri mendapatkan tawaran rumah tetangga depan rumah orang tuanya.
Dulu ketika Maduri dan saudara-saudaranya masih kecil dan remaja, rumah orang tuanya terlalu sempit dihuni 8 orang. Sekarang di saat semua sudah meninggalkan rumah orang tua, kok tetangga sebelah dan depan rumah pindah dan rumah ditawarkan pada keluarganya. Ternyata tanah memang akan menemukan jodohnya atau orang menemukaan tanah yang sudah menjadi jodohnya.
Maharani dan Mahendra memilih hidup sederhana. Mereka tak pernah bangga dengan apa yang dimilikinya. Semua hanya titipan. Dan titipan itu sewaktu-waktu akan diambil pemilik yang sebenarnya. Oleh sebab itu Maharani dan Mahendra kelihatan menikmati hidup sederhananya.
Sebagai anak tertua dan kedua orang tua telah tiada, Mahendra selalu bermusyawarah dengan ketiga adik-adiknya. Di kala kedua orang tua Mahendra masih hidup, mereka tak pernah sekalipun membicarakan “rencana Warisan” untuk anak-anaknya. Dengan musyawarah tersebut, Mahendra berharap tidak ada rasa iri dan merasa diperlakukan tidak adil.
Mahendra justeru membiarkan ketiga adiknya memilih lokasi/tanah yang disenangi milik orang tuanya. Mahendra tidak mengatur ketiga adiknya. Baginya, kerukunan yang menjadi prioritas.
Setelah berembug, ternyata ketiga adiknya memilih tanah di pinggir jalan raya, Jalan Solo-Tawangmangu. Lokasi yang sangat strategis untuk mendirikan usaha. Lantas di mana tanah yang Mahendra dapatkan? Mahendra mendapatkan tanah di desa. Jauh dari keramaian kota. Tanah tersebut berupa kebun dan biasa ditanami sayuran/palawija oleh orang desa. Dan untuk hasil kebunnya, keluarga Mahendra tidak mendapatkan apa-apa. Kalau sedang beruntung, mendapat kiriman hasil kebun. Jumlahnya tak seberapa.
Di atas kebun tersebut terdapat beberapa batang pohon tahunan. Dan salah satu pohon yang bisa diambil manfaatnya adalah pohon jati. Pohon jati yang usianya 20 tahunan.
Beberapa waktu yang lalu, Mahendra pernah ditawari tanah oleh kenalannya. Maharani menolak. Maharani tahu kalau tanah tersebut bermasalah. Lagi pula Maharani tidak memiliki sejumlah uang yang harus dibayarkan. Mahendra ingin membeli tanah tersebut dengan cara berhutang. Sekali lagi, Maharani menolak. Buat apa memiliki tanah kalau hutang menumpuk lalu tiap bulan sebagian besar gajinya dipakai untuk membayar hutang? Hidup tak nyaman karena hutang. Tidur tak lagi nyenyak karena tagihan hutang.
Bagi Maharani, tanah dan rumah yang dibangun di atasnya sudah lebih dari cukup. Dunia itu kalau dikejar, tidak akan ada habisnya. Prinsip Maharani hidup itu yang secukupnya saja, tidak berlebihan.(Ora sah ngaya)
Baru-baru ini Mahendra ditawari tanah oleh seorang kerabat. Kebetulan kerabatnya membutuhkan uang. Kalau yang ini Maharani sangat setuju. Semoga tanah yang dibeli ini membawa keberkahan. Tanah yang masih berupa sawah dan lokasinya dekat dari rumah tersebut bisa digunakan untuk bercocok tanam. Cocok untuk menyalurkan hobi Maharani. Kalau musim hujan ditanami padi, lumayan kan hasilnya. Tidak perlu membeli beras.
Kalau kebun warisan ada beberapa batang pohon jatinya, di sekitar rumah Maharani ada 3 batang pohon jati. Sebenarnya 14 tahun yang silam, Maharani sudah menyarankan pada Mahendra untuk menanam pohon jati di sekitar rumah. Misalnya ada 10 batang pohon jati, ya hasilnya lumayan. Kalau bukan Maharani dan Mahendra yang memanen, bukankah bisa dinikmati oleh anak cucu?
Mungkin mulai saat ini, Mahendra harus memiliki program satu orang 3 batang pohon jati. Tugasnya adalah memupuk dan menyiram. Biarkan pohon-pohon itu tumbuh dan hidup dengan sentuhan pemiliknya. Semoga pohon-pohon jati tersebut memberikan manfaat.
Semoga bermanfaat.
Karanganyar, 1 Oktober 2016

Jumat, 30 September 2016

Memilih Tempat Air Yang Cocok | Kahfi Noer

Noer Ima Kaltsum : Memilih Tempat Air Yang Cocok
Seingat saya tahun 2016 meskipun musim kemarau tapi tiap bulannya ada hari yang dilewati hujan. Berarti hujan turun di musim kemarau. Saya tetap bersyukur. Karena hujan membawa berkah.
Petani dengan suka cita menanam padi dan sayurannya tanpa mengeluh kekurangan air. Air sumur tetap berlimpah. Bagi yang tak memiliki sumur, seperti orang yang menempati perumahan, biasanya menggunakan air dari PDAM.
Saya adalah salah satu konsumen yang menggunakan air dari PDAM. Walaupun saya membayar air tepat waktu tapi belum sepenuhnya mendapatkan pelayanan yang memuaskan. Pada jam-jam tertentu, air PDAM tidak lancar alias macet.
Oleh karena penggunaan air cukup banyak bila sedang mencuci, maka saya sering kehabisan air yang saya simpan dalam tandon air. Untuk mengatasi air habis saat saya butuhkan, maka saya menyiapkan 2 tandon air ukuran sedang dan ember-ember besar (berfungsi sebagai genthong).
Dengan cara saya ini, saya tak lagi mengalami kendala saat mencuci.  Memang, sebagai Ibu rumah tangga, saya harus bisa memecahkan masalah dengan segera.
Bisa saja kita menyimpan air di kolam yang kita buat (jangan dibayangkan kolam renang). Kolam air di sini adalah kolah (Bahasa Jawa), tempat air di kamar mandi yang dibuat secara permanen.
Akan tetapi bila kita ingin tempat air bisa kita pindah saat kita butuhkan, maka pemakaian tandon air lebih fleksibel. Semua tergantung dari kita. Kondisi kita dan orang lain berbeda, maka carilah tempat air yang cocok untuk keluarga.
Yang penting sebelum membeli atau membuat tempat air, maka perhitungkan dulu kelebihan dan kekurangannya. Jangan sampai kita salah memilih tempat air.
Kali ini tulisannya ala Ibu rumah tangga banget. Semoga bermanfaat. #Edisi hari terakhir bulan September. Peringatan hari berkabung, memasang bendera setengah tiang.
Karanganyar, 30 September 2016