Sabtu, 23 September 2017

Pemeriksaan Kesehatan Pada Penjaringan Siswa Baru


Pemeriksaan Kesehatan Pada Penjaringan Siswa Baru

Istilah penjaringan siswa baru ini, bagi saya hal yang tidak asing lagi. Akan tetapi, ketika istilah penjaringan siswa baru ini disampaikan pada saat minilokakarya di UPT Puskesmas Tasikmadu, saya mulai bertanya apa hubungan antara UKS dan penjaringan siswa baru?

Setelah diberi tahu tentang UKS berkaitan dengan penjaringan siswa baru dan diberi tulisan tentang hal-hal yang berkaitan dengan UKS secara terperinci, saya baru paham. Tidak puas sampai di sini, saya mencari informasi tentang penjaringan siswa baru ini melalui internet. Hampir semua tulisan yang saya baca melalui internet memberikan penjelasan yang gamblang.

Sesuai dengan istilahnya, Penjaringan siswa baru ini sasarannya adalah siswa baru, yaitu kelas I SD, kelas VII SMP dan kelas X SLTA. Penjaringan siswa baru bertujuan untuk mengetahui kesehatan siswa sedini mungkin. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi kesehatan fisik secara umum. Misalnya, tinggi badan, berat badan, kesehatan mata, kesehatan telinga, kesehatan mulut, pemeriksaan golongan darah, pemeriksaan Hb dalam darah. Selain itu, siswa juga diminta untuk membawa garam dapur yang dikonsumsi di rumah untuk diperiksa kadar yodiumnya.

Dalam pelaksanaan pemeriksaan ini, tentu saja memerlukan biaya. Sebagian ada yang ditanggung pemerintah, dibayar oleh sekolah (melalui dana BOS) dan dibayar oleh siswa sendiri. Khusus yang dibayar oleh siswa ini untuk biaya memeriksaan darah.

Pemeriksaan kesehatan melalui penjaringan siswa baru ini sangat penting bagi siswa itu sendiri. Dengan pemeriksaan kesehatan, dapat diketahui sejak dini kondisi kesehatan siswa. Apabila pada siswa didapatkan hal-hal yang perlu segera ditindaklanjuti, maka tidak akan mengganggu siswa dalam proses pembelajaran. Misalnya, bila diketahui ada kelainan pada mata, maka anak segera ditangani dan masalah mata langsung bisa diatasi. Misalnya, anak terindikasi kekurangan gizi, hal ini juga bisa segera diatasi.

Secara umum pemeriksaan kesehatan yang dilakukan UKS pada penjaringan siswa baru ini untuk kepentingan siswa. Bila siswa sehat maka proses belajar mengajar berjalan dengan lancar. Oleh sebab itu, mari dukung kegiatan UKS, mari dukung pemeriksaan kesehatan melalui penjaringan siswa baru!

Semoga bermanfaat.

Karanganyar, 23 September 2017 

Kamis, 21 September 2017

Olahraga Ringan Jalan Santai Keliling Lingkungan Sekolah


Olahraga Ringan Jalan Santai Keliling Lingkungan Sekolah

Beberapa hari terakhir, udara terasa sangat panas. Beruntung, di kelas-kelas sudah dipasang kipas angin, sehingga pelaksanaan/kegiatan belajar-mengajar bisa berjalan dengan lancar. Namun demikian, rasa haus semakin terasa kalau waktu melebihi pukul sepuluh.

Setiap hari Jumat di sekolah ada program Jumat sehat. Dalam program ini, kegiatan yang dilakukan bisa senam, jalan santai atau gabungan dari keduanya. Tentu saja pelaksanaan Jumat sehat pada pagi hari. Dengan demikian, udara masih segar dan belum begitu panas.

Meskipun ada variasi jalan santai dan senam, siswa dan guru cenderung/lebih suka mengisi Jumat sehat dengan jalan santai mengelilingi lingkungan sekolah. Meskipun jalan santai, namun kami juga bisa mengeluarkan keringat lo.

Ada alasan mengapa kami lebih memilih jalan santai. Sebab dengan jalan santai, kami mengenal lingkungan sekitar sekolah. Dengan jalan santai, apa yang kita lihat juga berubah-ubah/bermacam-macam, tidak monoton. Di samping itu, pada saat jalan sehat, kami tidak memerlukan instruktur. Jadi, sekolah tidak mengeluarkan biaya transport untuk instruktur. Lagian, kalau senam dibimbing instruktur, siswa jarang yang mengikuti gerakan senam. Mereka malah sebagai penonton, menonton guru-guru yang senam.

Setelah jalan santai, kami akan merasa haus dan minum air hangat adalah cara yang tepat untuk mendinginkan badan. Jalan santai adalah salah satu olahraga yang bersifat irit. Olahraga jalan santai juga bisa dilakukan siapa saja tanpa mengeluarkan tenaga yang ekstra.

Pengenalan lingkungan sekolah sangat penting bagi siswa baru. Dengan jalan santai ini, semoga keluarga besar sekolah kami lebih mengenal tetangga sekitar sekolah, menjadi sehat dan semakin sehat.


Semoga bermanfaat. 

Rabu, 20 September 2017

Ayo Makan Telur dan Daging Ayam


Ayo Makan Telur dan Daging Ayam

Untuk memenuhi gizi, kita wajib mengkonsumsi makanan yang mengandung 4 sehat 5 sempurna. Kalau tidak ada alergi dalam tubuh kita, kita dianjurkan mengkonsumsi telur dan daging ayam. Mengapa pilihannya jatuh pada telur dan daging ayam? Sebab telur dan daging ayam harganya relative lebih murah dibanding komoditi lain yang memiliki kandungan protein yang dimilikinya.

Bagaimana kalau alergi terhadap kedua komoditi tersebut? Sebaiknya memang dihindari,tapi akan lebih baik kalau dikonsultasikan kepada ahli gizi atau dokter terlebih dahulu.  


Ayo makan telur dan daging ayam. Karena protein yang terkandung di dalamnya kita butuhkan. Untuk sehat ternyata tidak perlu mahal. 

Selasa, 19 September 2017

Tetap Fit Saat Udara Panas Menyengat

Tetap Fit Saat Udara Panas Menyengat

Beberapa hari terakhir udara sangat panas, matahari begitu terik menyengat. Air dan daging kelapa muda sangat nikmat dan membantu untuk mengembalikan cairan tubuh yang hilang. Kita perlu banyak cairan untuk tubuh. Jangan sampai kita mengalami dehidrasi.  Ada beberapa langkah agar tubuh tetap fit tatkala udara sangat panas, antara lain:

1.    Secukupnya minum air putih
2.    Berada di tempat yang teduh
3.    Menggunakan topi atau payung untuk melindungi kepala
4.    Hindari tempat yang panas menyengat
5.    Banyak mengkonsumsi buah-buahan


Silakan langkah-langkah di atas dipraktekkan. Semoga bermanfaat.

Minggu, 17 September 2017

Keberhasilan Imunisasi MR di Kecamatan Tasikmadu



Seperti di kota lainnya, Kabupaten Karanganyar juga melaksanakan imunisasi MR dengan sasaran anak berusia 9 bulan sampai 15 tahun. Untuk memudahkan pelaksanaan imunisasi MR, target terpenuhi dan sasaran tepat maka tiap kecamatan ada petugasnya. Di Kecamatan Tasikmadu, petugas yang melaksanakan imunisasi MR adalah para pegawai yang bekerja di Puskesmas Tasikmadu.

Tentu saja harus ada kerja sama antara petugas imunisasi dengan pihak-pihak terkait agar pelaksanaan imunisasi MR berjalan dengan lancar. Oleh karena sasaran imunisasi MR ini adalah anak berusia 9 bulan sampai 15 tahun, maka imunisasi dilaksanakan di Posyandu, Puskesmas, sekolah-sekolah (dari TK sampai SMP, termasuk sanggar PKBM), PAUD, dan pesantren (kalau ada yang belum saya sebutkan, sumangga lebih diperinci lagi).

Petugas dari puskesmas, para kader Posyandu, guru-guru dan lain-lain memberikan penjelasan tentang imunisasi MR kepada anak-anak dan orang tua. Penjelasan ini tentang apakah imunisasi MR itu, tujuan dilaksanakannya imunisasi MR, dan efek samping dari imunisasi. Lebih jelasnya, petugas sudah diberi pembekalan terlebih dahulu.

Kabupaten Karanganyar menargetkan keberhasilan imunisasi MR ini mencapai 95 persen.Di Kecamatan Tasikmadu sampai tanggal 14 September 2017, dilaporkan bahwa pelaksanaan imunisasi MR sudah mencapai 92,5 persen. Pelaksanaan imunisasi ini dijadwalkan selesai hingga akhir  bulan September. Tanggal 14 dan 15 September masih ada 2 titik yang akan melaksanakan imunisasi MR. Diharapkan, dari 2 titik ini nanti target pencapaian 95% dapat terlampaui.

Dalam pelaksanaan imunisasi ini, ada beberapa anak yang menolak dengan berbagai alasan. Menolak dengan alasan tidak mau disuntik (takut), ada orang tua yang menolak anaknya diimunisasi dengan alasan tertentu, anak benar-benar dalam keadaan sakit, dan pihak pesantren tidak memberikan akses bagi petugas untuk melaksanakan imunisasi MR. Para petugas terus saja memberikan edukasi dengan pendekatan persuasive. Dengan pendekatan ini, diharapkan anak/orang tua mau anaknya diimunisasi. Apabila sudah diedukasi tetap saja ada penolakan, petugas tidak akan memaksa.

Ketika saya mengikuti evaluasi pelaksanaan imunisasi MR di UPT Puskesmas Tasikmadu, Alhamdulillah Bapak dr Ibnu Ridwan memberikan keterangan yang panjang lebar dan jelas. Para undangan yang terdiri dari guru, kader Posyandu, Kepala Sekolah, Kapolsek, Bapak Camat, dan petugas dari Puskesmas, semua bekerja sama agar target keberhasilan dapat tercapai.

Dengan tercapainya target 95% anak sudah diimunisasi, diharapkan anak-anak keluarga besar Kecamatan Tasikmadu tidak terjangkit virus campak dan rubella. Seandainya ada anak yang sudah divaksin, tapi tetap terjangkit campak dan rubella, harapannya keadaannya tidak terlalu parah dan tidak menular ke anak yang lain.

Bagaimana dengan anak yang usianya 15 tahun tetapi sudah SMA dan anak yang putus sekolah? Para petugas Puskesmas, guru, elemen masyarakat, akan mendata anak-anak yang berusia 15 tahun ini lalu akan diimunisasi di tempat dan pada waktu yang telah ditentukan.

Sekali lagi, petugas akan mendata kembali anak-anak yang belum diimunisasi lalu anak akan diimunisasi sesuai jadwal yang telah ditentukan. Jadwal dan tempat ini ditentukan karena berkaitan dengan efisiensi. Petugas lebih efisien dalam melaksanakan tugas, dan vaksin yang telah dibuka bisa digunakan untuk beberapa anak sekaligus. Perlu diketahui, harga vaksin MR ini cukup mahal dan diberikan kepada masyarakat secara gratis. Vaksin dalam botol ini sekali dibuka harus habis dan tidak bisa disimpam untuk digunakan pada waktu yang lain.

Saya berharap anak-anak di Kecamatan Tasikmadu dan anak-anak yang berada di Kabupaten Karanganyar telah diimunisasi MR. Dengan imunisasi MR ini, anak-anak semakin sehat dan tidak kena virus campak dan rubella.


Semoga bermanfaat.

Jumat, 15 September 2017

Cara Mengempukkan Daging Secara Alami

Agar daging yang akan kita konsumsi menjadi empuk, ada beberapa langkah yang bisa kita tempuh. Langkah-langkah tersebut adalah:
1.    Daging dilumuri air nanas
Ambil satu potong buah nanas yang sudah bersih. Parut buah nanas lalu air dan ampasnya dilumurkan pada daging sapi/kambing yang sudah dipotong sesuai selera. Diamkan selama 15 menit. Setelah itu daging bisa diolah sesuai keinginan.

2.    Daging dibungkus atau ditutup dengan daun pepaya
Ambil daun pepaya lalu remas tapi tidak perlu sampai robek-robek. Taruh daun pepaya di atas wadah sebagai alas. Siapkan daging yang sudah dipotong sesuai selera. Taruh daging di atas daun pepaya, lalu tutup dengan daun pepaya lainnya. Diamkan hingga 30 menit.

Setelah 30 menit, ambil daun-daun pepaya tersebut lalu singkirkan. Langkah selanjutnya adalah masak daging sesuai selera. Ada catatan kecil agar tidak salah persepsi: daun pepaya tidak ikut dimasak. Daun pepaya hanya untuk membungkus saja.  Daun pepaya mengandung enzim papain yang bermanfaat untuk melunakkan daging sehingga daging menjadi empuk. Apabila daun pepaya ikut dimasak maka masakan akan terasa pahit.

3.    Tusuk sate ditusukkan ke dalam buah pepaya muda
Sate kambing/sapi yang empuk adalah kesukaan tiap orang. Agar sate yang akan kita konsumsi bisa empuk, ada cara alami untuk mengempukkan daging. Agar sate kambing/sapi empuk, mula-mula tusuk sate ditusukkan ke dalam buah pepaya muda. Diamkan selama kurleb 15 menit, tusuk sate .siap digunakan untuk membuat sate.
Buah pepaya muda juga mengandung enzim papain.

Ambil tusuk sate dari buah pepaya muda. Setelah itu tusuk sate digunakan untuk membuat sate. Daging ditusukkan pada tusuk sate. Dijamin, daging kambing dan sapi akan empuk.

Selamat mencoba, semoga berhasil.

Rabu, 13 September 2017

Kurangi Penggunaan Gadget Perbanyak Baca Koran

Kurangi Penggunaan Gadget Perbanyak Baca Koran

Tulisan ini semata-mata pengalaman pribadi yang dipakai untuk mengoreksi diri dan keluarga. Tulisan ini bukan ditujukan kepada orang lain di luar keluarga. Seandainya tulisan ini pas dan mengena pada orang lain, hal itu semata-mata kebetulan saja.

Saya dan keluarga mengenal gadget sudah sekitar tiga tahunan. Sebelumnya, aktifitas di dunia maya, saya lakukan melalui laptop dan computer dihubungkan oleh jaringan internet. Kemajuan teknologi berpengaruh pada aktifitas sehari-hari kami.

Alhamdulillah, saya dan keluarga tidak sampai kecanduan menggunakan gadget. Gadget kami gunakan seperlunya saja, terutama untuk menunjang pekerjaan. Seandainya ada aktifitas yang sifatnya suka-suka, saya akan membatasi diri.

Sisi negatif gadget adalah membuat pemiliknya tidak mau melepas benda ajaib ini. Mungkin, awalnya kami juga agak “ndesa”. Awal-awal memiliki gadget kami sering buka-buka gadget padahal tidak ada sesuatu yang berhubungan dengan kami. Penasaran dengan info terbaru dari FB atau WA, kami sering buka tutup gadget.

Kadang-kadang, pasangan dan anak-anak tidak diperhatikan dan lebih memilih sibuk dengan menyentuh layar. Meskipun penggunaan gadget di rumah masih dalam taraf wajar, saya memiliki inisiatif untuk mengurangi pegang gadget. Caranya adalah saya membeli Koran secara eceran tiap hari. Benar saja, penggunaan gadget bisa kita kurangi.

Banyak yang kami peroleh dari membaca Koran. Pengetahuan dan wawasan kita bertambah, dan kami lebih banyak berkomunikasi secara lisan. Dengan membaca Koran, kami bisa leluasa mengulang membaca berita yang kami anggap menarik dan penting.

Selain di rumah, di kantor juga demikian. Dengan membaca Koran, saya dan teman-teman tidak sibuk dengan gadget masing-masing. Kami bisa membicarakan berita yang hangat. Misalnya tentang kelangkaan gas melon, mahalnya beras, kekeringan, obyek wisata di sekitar Kabupaten Karanganyar, kuliner dan lain-lain.

Saya berharap keadaan kami di rumah maupun di kantor bisa kembali seperti dulu lagi. Dulu, tanpa gadget, kami bisa berbincang-bincang dan selalu berinteraksi secara langsung di dunia nyata. Setelah ada gadget, komunikasi secara langsung terganggu. Kesibukan kami dengan teman dunia maya sangat menyita waktu.

Untuk itu, kiranya mulai sekarang saya dan keluarga perlu untuk mengurangi penggunaan gadget lalu memperbanyak membaca Koran, buku, majalah dan lain-lain. Dunia ini akan penuh warna bila kita mengisinya dengan kegiatan membaca. Banyak hal yang bisa kit abaca. Bukan hanya literasi, membaca bisa juga kita lakukan dengan cara membaca alam.


Karanganyar, 13 September 2017

Selasa, 12 September 2017

Menikmati Alpukat dari Halaman Rumah Sendiri


Kebiasaan suami adalah mencoba menanam biji-bijian atau mencangkok. Apa yang dilakukan bukan iseng-iseng, tapi benar-benar ingin mengetahui hasil percobaannya. Ketika panen rambutan dan banyak biji rambutan yang dibuang begitu saja, suami memungut biji rambutan lalu menanamnya. Beberapa biji tersebut menjadi benih. Demikian juga dengan biji mangga.
Beberapa waktu yang lalu, saya lupa tepatnya kapan, suami menanam biji alpukat. Setiap hari disiram, akhirnya pohon alpukat tersebut berbuah. Bagi saya, ini merupakan sesuatu yang luar biasa. Mengapa demikian? Ketika menanam pohon mangga, baru lima tahun kemudian pohon tersebut berbuah. Itu pun buahnya tidak banyak.
Demikian juga dengan pohon jambu dan rambutan. Waktu berbuah pertama kali, biasanya jumlahnya sedikit. Akan tetapi sangat berbeda dengan pohon alpukat. Sekalinya berbuah, cukup lumayan jumlahnya. Beberapa hari yang lalu, ada alpukat yang sudah masak. Rasanya manis dan teksturnya pulen.
Alhamdulillah, semua yang ada di dalam tanah bisa tumbuh dan berkembang. Alhamdulillah, yang sudah tumbuh dan berkembang, hasilnya bisa dinikmati. Maka, nikmat manakah yang kamu dustakan?
Bukan hanya alpukat, musim buah ini, mangga dan rambutan sudah kelihatan buah kecilnya. Semoga pohon-pohon yang ada di sekitar rumah saya berbuah dengan lebat.

Karanganyar, 12 September 2017

Sabtu, 09 September 2017

Mahalnya Nikmat Sehat


Harta paling berharga yang saya miliki adalah dua anak saya, Dhenok dan Thole. Dengan segala cara, saya akan berusaha sedekat mungkin dengan mereka. Kalau sekarang saya harus mengikuti jam sekolah lima hari sekolah, itu artinya saya bisa bertemu dengan anak-anak pada sore hari.
Si kecil (Thole) pulang sekolah sebelum jam sebelas. Oleh karena itu, saya harus menjemput si kecil terlebih dahulu lalu saya antar ke Taman Penitipan Anak. Bila sore telah tiba dan saya sudah selesai mengajar maka saya akan menjemput si kecil. Biasanya, saya memberikan perhatian lebih besar pada kegiatan makan siang dan sore.
Demikian juga kalau Dhenok sudah pulang sekolah, pertama kali yang saya tanyakan (sesudah shalatnya) adalah makannya. Kalau sudah bertemu dengan keluarga dan ngobrol di samping rumah, saya perhatikan fisik anak saya. Lesu atau bugarkah, mengantuk atau segarkah, sehat atau sakitkah? Mengapa ini menjadi perhatian saya? Sebab kekhawatiran saya bisa berlebihan kalau anak-anak sakit.
Kekhawatiran saya sama dengan kekhawatiran kedua orang tua saya ketika saya kecil sering sakit ringan. Kekhawatiran yang lumrah, tapi sebagian orang mengatakan berlebihan. Ada alasan mengapa saya khawatir dengan kondisi anak-anak ketika sakit. Intinya, saya merasa diberi amanah oleh Allah. Saya akan merawat sekuat tenaga.
Saya pernah merasa bersalah ketika Dhenok (waktu itu 2 tahun, tahun 2002) mengalami muntah secara berlebihan dan masuk rumah sakit. Ketika Dhenok kelas X SMA, dia harus menjalani operasi tumor bibir (bahasa orang awam yaitu kutil di bibir). Si kecil saat masih bayi keluar masuk (opname) rumah sakit sampai 4 kali. Ketika TK menjalani pemasangan dan pelepasan platina karena tangannya patah.
Dengan demikian, saya ekstra hati-hati menjaga kedua anak saya. Jangan sampai sakit! Agar tetap sehat maka saya benar-benar memperhatikan makannya.
Pagi tadi saya mencetak buku rekening di bank yang ada di rumah sakit. Selesai mencetak burek, saya bergegas meninggalkan ruang tunggu. Saya melihat seseorang, sepertinya saya pernah mengenalnya. Saya ragu-ragu, mau menyapa atau membiarkan orang tersebut pergi. Rupanya, orang tersebut juga ragu (sempat melihat saya dan menghentikan langkahnya).
Dengan keberanian saya, saya memanggil orang tersebut yang berjalan di depan saya.
“Mas, apakah panjenengan dulu sekolah di Tunas Muda?”
“Iya, buk.”
“Saya, Bu Ima.”
Setelah berbasa-basi, akhirnya saya tahu Mas Larno murid saya itu anaknya sedang dirawat di rumah sakit. Anak Mas Larno berumur 2 bulan (masih imut sekali), di lehernya ada benjolan. Karena Mas Larno kelihatan buru-buru maka saya tidak banyak bertanya.
“Semoga adik cepat sembuh, Mas Larno.”
“Matur nuwun doanya, Bu.”
Laki-laki muda itu berlalu meninggalkan saya. Lidah saya kelu, sampai di tempat parkir mata saya berkaca-kaca. Saya jadi ingat ketika kedua anak saya dipasang infus lalu saya harus menggendong dan jalan-jalan karena mereka rewel.
Nikmat sehat, begitu mahal harganya. Maka bersyukurlah, jangan kufur. Kalau kita sudah diberi banyak nikmat, limpahan rezeki, anak yang sehat, keluarga yang bahagia berkecukupan, lalu “Nikmat manakah yang kamu dustakan?”
Tulisan ini hanyalah sarana mengingatkan diri sendiri agar selalu syukur nikmat.
Karanganyar, 9 September 2017

Jumat, 08 September 2017

Kesegaran Marimas, "Marimas bikin Adem, Tidak bikin Batuk"

Kesegaran Marimas, "Marimas bikin Adem,  Marimas Tidak bikin Batuk"
marimas.com

Tahun ajaran baru, semangat baru dan hari sekolah yang berbeda dengan tahun yang lalu. Tahun ajaran 2017/2018 ini, sekolahku menerapkan 5 hari sekolah. Kegiatan belajar mengajar dimulai dari jam tujuh pagi sampai jam empat sore. Guru, karyawan dan peserta didik berdamai dengan penyesuaian waktu sekolah. Memang, awalnya ada sedikit rasa bosan dan merasa sangat lelah. Setelah dua minggu KBM berjalan, ternyata semua bisa melewati masa penyesuaian dengan sukses.
Sebelum tahun ajaran baru, kebetulan libur kenaikan kelas bertepatan dengan bulan Ramadhan . Meskipun libur kenaikan kelas, tapi aku tetap masuk sekolah. Memang, aku tidak mengajar, melainkan menghadapi assessor pada saat akreditasi sekolah. Selain agenda akreditasi, aku juga harus mengikuti bimtek kurtilas. Baik akreditasi sekolah maupun bimtek, keduanya diselenggarakan sampai sore hari.
Biasanya, kalau bulan Ramadhan, aku menyempatkan waktu barang dua hari untuk berbuka puasa bersama (bukber) di rumahku. Hari pertama yaitu bukber anakku dengan teman-temannya. Hari kedua, aku mengundang siswa-siswa untuk bukber di rumahku. Oleh karena kesibukanku dari awal puasa sampai akhir puasa, aku hanya bisa menyelenggarakan bukber di rumah sekali, yaitu anak perempuanku mengundang teman-teman SMP-nya.
Waktu telah berlalu, meskipun bukber dengan siswa tidak bisa aku selenggarakan, anak-anak memakluminya. Sebagai gantinya, anak-anak menginginkan aku mengundang mereka ke rumah untuk makan-makan. Aku biasa mengundang anak-anak ke rumah. Tentu saja mereka mau.
Tapi waktunya kapan? Anak-anak pulang dari sekolah sudah sore. Kalau sepulang sekolah langsung ke rumahku, tentu mereka pulang  lebih sore bahkan bisa-bisa hari sudah gelap. Ada anak yang mengusulkan untuk acara makan-makan di rumahku diselenggarakan pada hari Sabtu. Wah, itu artinya mereka harus berangkat dari rumah. Padahal rumah mereka jauh-jauh lo.
Kalau ada niat, pasti ada jalan keluar. akhirnya, anak-anak datang ke rumahku untuk makan-makan. Aku mendadak menjadi koki. Tak perlu memasak makanan yang rumit, cukup yang simple saja, yang penting enak. Anak-anak juga tidak banyak tuntutan. Apa yang aku hidangkan biasanya juga ludes.
Dengan alasan praktis itu pula, maka aku tidak mau repot membuat minuman. Untuk minuman, pilihanku jatuh pada Marimas. Mengapa aku memilih Marimas, bukan yang lain? Karena “Marimas bikin adem, Tidak bikin batuk”.
Bagi kebanyakan orang, Marimas adalah minuman yang tidak asing lagi. Tapi, sebenarnya Marimas itu apa sih? “Marimas Minuman Serbuk Rasa Buah”. Jadi, Marimas itu memiliki bermacam-macam rasa. Apakah Marimas bisa diminum setiap hari? Amankah Marimas diminum setiap hari? Ternyata, “Marimas Aman Diminum Setiap Hari”.
Wah kalau begitu, aku dan anak-anak tidak perlu khawatir, sebab Marimas aman diminum setiap hari. Dengan beberapa rasa ini, aku juga bisa memilih rasa sesuka hati. Meskipun beberapa hari ini hujan turun di bumi Intan Pari (Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah), tetapi kesegaran Marimas tetap saja membuat kita pingin nambah lagi minum Marimas.  
Coba kalau anak-anak aku tantang begini: butuh yang seger-seger? Mau Rasa apa? Mangga? Jeruk? Kelapa Muda? Cocopandan? Jeruk nipis? Atau mau Cincau? Tentu jawaban mereka,” hemmmmm apa saja mau, semua aja dehhhh!”

Sekilas tentang Marimas:

Marimas , Minuman serbuk buah pilihan asli Indonesia dan kaya vitamin serta mineral. Lengkap dengan varian rasa yang banyak. Marimas hadir sebagai pilihan minuman yang tepat bagi anda yang menginginkan kesegaran dan menghilangkan dahaga, dapat menjadi teman pelengkap anda disaat beraktivitas , serta bersantai dalam setiap suasana dan tentunya bikin kamu Ademm , dan Tidak bikin Batuk.

Marimas adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang produksi makanan dan minuman (Food and Beverage) dengan produk utama adalah minuman serbuk.
Untuk peningkatan dan mengendalikan konsistensi mutu Marimas telah menerapkan Quality Managament System ISO 22000 . Semua produk PT. Marimas Putera Kencana telah mendapatkan Sertifikasi Halal dari Majelis Ulama Indonesia dan terdaftar pada Badan Pengawas Obat Dan Makanan.

Keunggulan Marimas:

Marimas Adem
Produk Dalam Negeri
Marimas Segar
Minuman Aneka Buah
Produk Asli Indonesia
Aman dan Sehat
Tidak Bikin Batuk
Halal

·         
Karanganyar, 8 September 2017

Jual Emas di Pegadaian


Memiliki sejumlah tabungan, tapi pada waktu yang sama memiliki sejumlah utang. Sebaiknya, utang segera dibayar dengan cara mengambil tabungan yang dimiliki. Kalau kebetulan yang dimiliki adalah tabungan berupa emas, maka emas tersebut dijual. Uang hasil penjualan untuk membayar utang. Jadi, meskipun tak memiliki tabungan tapi hati tenang karena tak punya utang.
Saya memiliki tabungan emas di pegadaian. Di pegadaian bisa menabung emas, tapi sengaja saya tidak mencetak fisik emasnya. Oleh karena saya memiliki utang, maka saya ingin segera melunasi utang tersebut dengan cara menjual emas yang saya miliki.
Harga beli dan harga jual emas sedikit berbeda. Saya ingin menjual emas tapi jangan sampai mengalami kerugian yang besar. Beberapa waktu yang lalu, saya memantau harga jual beli emas murni 24 karat di pegadaian. Saya harus memantau harga jual beli emas sewaktu-waktu. Harga jual beli emas, bisa berbeda tiap saat.
Setelah melalui banyak pertimbangan, akhirnya saya menjual emas untuk menutup utang yang bunganya lumayan besar.  Oleh karena saya membutuhkan uang yang banyak, maka emas yang saya jual juga banyak. Kebetulan untuk saat ini harga beli (atau saya menjual) relative tinggi. Setelah dihitung-hitung, saya beruntung.
Setelah bertransaksi sebentar saja, uang saya cair dan saya kembali ke sekolah lagi untuk mengajar. Alhamdulillah, sejumlah uang sudah bisa saya gunakan untuk menutup utang. Selamat berpisah utang, jangan bebani saya dengan bungamu.
Akhirnya saya bernafas lega, bersyukur. Alhamdulillah, LUNAS!
Karanganyar, 8 September 2017  

Kamis, 07 September 2017

Marimas Minuman Adem Nggak Bikin Batuk


Penyembelihan hewan kurban di sekolah dilaksanakan pada hari Tasrikh. Ada kambing yang dibagikan mentah daging kurbannya, ada pula daging yang dimasak lalu dimakan bersama-sama. Namanya juga latihan kurban, jadi yang dimasak dan dimakan bersama adalah daging dari kambing yang dibeli secara iuran anak-anak sekolah dan guru-guru.
Supaya tidak repot memasak, maka kambing yang akan dimasak dipasrahkan pada warung sate. Di samping lebih praktis, dijamin masakannya juga enak. Guru-guru dan karyawan menyediakan nasi, kerupuk, dan acar.
 Selain makanan, tentu saja guru dan karyawan menyediakan minuman untuk anak-anak, guru dan karyawan. Kalau membuat teh panas atau es teh dalam jumlah banyak, maka akan terasa sangat kerepotan. Lebih praktis kalau minumannya disediakan  Marimas.
Marimas saset dengan beberapa macam rasa, air dalam gallon, es batu, dan cup plastik sudah siap. Bagi yang menginginkan minuman praktis Marimas, tidak perlu lama-lama membuatnya. Cukup tuang air ke dalam cup, tambahkan Marimas, aduk sampai rata dan diberi es.
Setelah acara makan bersama selesai, minum es marimas memang sangat menyegarkan, apalagi udara sangat panas. Minum es marimas, tak perlu khawatir kena batuk. Marimas aman dikonsumsi oleh segala usia, tua muda, besar kecil, laki perempuan.
Selesai makan bersama, siswa, guru dan karyawan secara bersama-sama membersihkan tempat, mencuci piring dan mengumpulkan cup. Ternyata, beberapa anak ada yang merasa kehausan karena udara panas. Mereka ingin menambah minum lagi (minum Marimas), lagi dan lagi. Kata mereka, “Marimas, kusuka!”
Bagi yang belum mencoba Marimas, jangan takut jadi batuk. Marimas aman dikonsumsi dan bersertifikat halal.

Karanganyar, 7 September 2017

Sumber gambar: marimas.com

Rabu, 06 September 2017

MENULIS BUKU KUMPULAN CERITA ANAK


Tidak mudah untuk membuat cerita anak, tapi bukan berarti tidak mungkin. Kalau kita konsisten menulis setiap hari, Insya Allah bisa. Menulis yang dimaksud di sini adalah menulis cerita anak.
Tekad yang kuat akan memberikan hasil yang optimal. Bagaimana bisa menulis cerita anak setiap hari? Tulis saja cerita anak yang ringan dan tidak terlalu panjang. Kita bisa menargetkan setiap hari satu cerita sepanjang 2 halaman penuh.
Kalau sudah konsisten menulis setiap hari, lalu kumpulkan dan jadikan satu menjadi kumpulan cerita anak. Ternyata mudah!  Ada faktor yang membuat kita giat untuk menyelesaikan tulisan/cerita anak. Salah satu faktor  yang menyukseskan kita dalam menyelesaikan kumpulan cerita anak adalah dukungan dari orang lain.
Dukungan dari orang lain sangat kita perlukan. Setiap penulis, biasanya mempunyai pasang surut dalam menulis. Kadang penulis bisa menggebu-gebu dalam menulis. Akan tetapi tak jarang penulis mengalami rasa bosan. Nah, dukungan orang lain inilah yang membuat kita untuk segera menulis lagi.
Kalau sudah berhasil menulis kumpulan cerita anak, maka langkah selanjutnya adalah membukukan. Tujuan membuat buku kumpulan cerita anak adalah agar karya kita bisa dinikmati oleh orang lain. Kalau kita kesulitan untuk menembus penerbit mayor, maka kita bisa menerbitkan buku secara mandiri (indie).
Menerbitkan buku secara Indie merupakan pengalaman yang sangat berharga karena semua yang menangani kita. Mulai dari mengedit tulisan, mendesain, membuat lay out, biaya, pemasaran dan lain-lain, yang menangani kita sendiri.
Kalau sudah menerbitkan buku kumpulan cerita anak, kita wajib berdoa semoga usaha kita berhasil, penjualan buku laris manis dan siapa tahu tulisan kita dilirik penerbit mayor. Harapan saya, saya bisa lebih maju lagi dalam bidang penulisan.
Semoga bermanfaat.

Karanganyar, 6 September 2017 

Selasa, 05 September 2017

Cara Mengolah Sukun Dengan Mengukus

Di depan rumah kami, pohon sukun menjulang tinggi. Pohon sukun ditanam sejak tahun 2002. Kalau persediaan airnya cukup, buah sukun tidak akan rontok di saat muda. Banyaknya buah yang bisa kami panen tidaklah sama. Kadang-kadang dalam masa sekali berbuah, jumlah buah sukun banyak, kadang-kadang sedikit.
Meskipun tiap pohon berbuah, buahnya sangat menggiurkan, tapi saya jarang mengolahnya. Biasanya teman, saudara atau tetangga mau mengolah buah sukun yang sudah tua.
Saya sendiri pernah membuah keripik sukun, menggoreng sukun dengan diberi bumbu bawang putih dan garam, atau kalau sukun sudah matang di pohon, saya membuat prol sukun. Cara membuat prol sukun yaitu siapkan adonan gandum yang sudah diberi vanili, sukun yang sudah matang dicomot lalu dicelupkan ke dalam adonan gandum lalu digoreng. Rasanya mantap.
Malam ini, suami mendapatkan jatah untuk menyelenggarakan arisan RT di rumah. Untuk menyiapkan kudapan, saya memilih yang praktis saja. Ada kue, tahu bacem, dan kacang telur. Makanan berat yang dibawakan pulang untuk tamu kami adalah nasi boks.
Oleh karena suami sudah memanen sukun yang masak dipohon, mau tidak mau, saya harus mengolahnya. Suami menginginkan yang praktis saja, yaitu sukun dikukus. Tugas saya hanya mengupas, memotong kecil-kecil lalu mengukus beberapa menit saja. Sepertinya rasanya mantap dan aromanya harum. Ketika saya mencicipi, rasanya benar-benar nikmat. Ternyata dengan mengolah secara sederhana, saya mendapatkan hasil yang tidak mengecewakan.
Bagi Anda yang tidak mau repot mengolah sukun, cobalah untuk mengukus sukun yang sudah masak di pohon. Selamat mencoba!

Karanganyar, 5 September 2017

Senin, 04 September 2017

SEDEKAH ITU IKHLAS


Sedekah itu ikhlas
Bukan karena dilihat orang
Bukan karena agar disanjung
Bukan karena pahala berlipat

Sedekah itu ikhlas
Perkara Allah mau kasih lipat ganda
Perkara Allah mau kasih umur panjang
Perkara Allah mau kasih rezeki lainnya
Itu urusan Allah

Sedekah itu ikhlas

Siapa belum sedekah hari ini?

Minggu, 03 September 2017

Bagaimana Cara Mendistribusikan Daging Kurban?

Penyerahan Daging Kurban

Saya tidak memiliki data penyebaran/pembagian daging kurban sudah merata atau belum. Saya hanya membaca beberapa tulisan. Dalam tulisan tersebut disebutkan bahwa pembagian daging kurban di salah satu daerah belum merata. Ada sebagian keluarga yang belum mendapatkan daging kurban, sementara yang lain ada yang mendapatkan lebih dari 1 bungkus.

Alhamdulillah, saya mendapatkan daging kurban cukup untuk dimakan satu keluarga. Selebihnya, saya bagikan ke saudara/kerabat jauh. Kalau masih ada yang lain, biasanya saya olah ala kadarnya lalu saya bawa ke sekolah untuk disantap bersama.

Sebisa mungkin daging kurban segera habis. Kalau masih ada beberapa potong di dalam kulkas, paling tidak nanti direbus lalu kuahnya digunakan untuk membuat sop/soto.

Begitulah cara saya mendistribusikan daging kurban. Mungkin sahabat/Ibu/mbak memiliki cara mendistribusikan daging kurban, silakan dilaksanakan sesuai dengan kenyamanan. Kita boleh mencontoh cara mendistribusikan daging kurban, tapi jangan merasa terpaksa.

Karanganyar, 3 September 2017

Sabtu, 02 September 2017

Penulis Berkencan Dengan Kopi di Malam Hari


Sebelumnya saya minta maaf kepada saudara-saudara saya yang maniak teh kental manis. Bukan berarti saya berkhianat saat ini. Sungguh, beberapa hari saya harus mengkonsumsi minuman selain teh. Ya, saya mengkonsumsi kopi beberapa malam terakhir. Bukan kopi hitam pahit seperti kebanyakan orang yang doyan kopi, melainkan kopi susu. Sengaja saya menuliskan judul di atas hanya “kopi” saja tidak kopi susu. Kalau saya menulis kopi susu, saya yakin ada seorang teman (teman SMA, lawan jenis) terus konotasinya jelek dan diplesetkan. Maaf, saya nggak suka dengan yang berbau porno.
Mengapa saya minum kopi susu di malam hari? Karena kalau pagi, siang dan sore saya minum teh hangat (tidak terlalu manis, bahkan kadang pahit yang penting hangat). Malam hari, setelah menyelesaikan tugas domestik kerumahtanggaan seperti mencuci, setrika, bersih-bersih debu dan lain-lain, saya harus menulis.
Menulis di malam hari ditemani kopi memang mantap dan nikmat. Menulis pada malam hari, tidak mungkin saya ditemani suami. Karena suami mempunyai acara sendiri, yaitu menjaga stamina setelah seharian melakukan aktifitas berat dengan caranya (bobok manis).
Mengapa tiba-tiba saya mengkonsumsi kopi susu? Ada alasan yang mendesak. Bukan supaya saya tahan melek hingga larut malam. Atau kopi susu membantu saya melek karena sejak sore saya sudah mengantuk. Bukan, bukan itu alasannya. Saya minum kopi susu karena beberapa waktu terakhir, saya lihat persediaan kopi susu banyak.
Oleh karena saya tidak terlalu suka kopi, maka saya jarang membeli kopi. Kalaupun saya harus membeli kopi, maka saya akan membeli eceran saja, satu saset. Lantas siapa yang suka membeli kopi? Pelakunya adalah Dhenok, anak pertama saya.
Kalau saya berbelanja ditemani Dhenok, Dhenok suka kalap. Belanjaan saya lebih sedikit daripada Dhenok. Dhenok suka mengambil susu saset (cokelat, putih), bubuk minuman, kopi susu, camilan dan lain-lain. Memang nanti dimakan dan diminum juga, tapi Dhenok mudah bosan. Satu renteng minuman saset tersebut hanya dibuat beberapa saja, lainnya dibiarkan.
Sebagai Ibu bekerja yang tahu bagaimana susahnya mencari uang, ya dimanfaatkan saja apa yang ada. Kalau sudah begitu, suka atau tidak suka maka akhirnya terpaksa ikut mengkonsumsi juga. (Jadilah saya seperti sekarang ini. Badan saya tidak selangsing ketika masih kuliah. #Gayanya saya ini).
Meskipun berkencan dengan kopi di malam hari, saya tetap membatasi mengkonsumsi kopi. Tidak setiap hari saya minum kopi. Saya juga membatasi waktu terjaga di malam hari. Kalau dulu untuk mengejar tulisan, saya rela melek sampai dini hari, sekarang tidak lagi. Sebelum jam dua belas malam, saya harus tidur. Karena tidur lebih awal lebih berkualitas dibandingkan mulai tidur pada larut malam.
Tidur malam selama 5 jam lalu bangun jam 3 pagi lebih sehat daripada tidur malam selama 5 jam lalu bangun jam 7 pagi. Bangun jam 3 pagi, badan lebih segar. Bangun jam 7 pagi, badan terasa loyo dan ringan melayang.
Bagi sebagian orang, penulis identik dengan menulis di malam hari ditemani kopi. Saya tidak menyangkal hal itu. Bagi saya, tiap orang kondisinya berbeda. Dan, perbedaan dalam berpendapat boleh-boleh saja.
Semoga persediaan kopi susu di rumah segera habis dan Dhenok tidak lagi main comot kalau pas di pasar atau toko swalayan. Kebetulan, suami juga tidak terlalu suka kopi. Suami lebih suka air putih hangat. Air putih hangat memang menyehatkan.

Karanganyar, 2 September 2017

Jumat, 01 September 2017

CILOK SILATURAHMI


Tulisan ini semata-mata pengalaman pribadi yang bisa diambil hikmahnya. Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk pamer belaka. Kalau dalam tulisan ini, ada yang tidak sependapat atau sepakat, ya silakan. Saya tidak memaksa untuk sependapat dengan saya.
Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, tiap sore hari saat Iduladha saya selalu menyempatkan ke rumah kerabat jauh suami. Kerabat tersebut adalah Lik Dalinem dan Lik Paiman. Meskipun mengenal keduanya setelah saya menikah, tapi kami seperti mengenal sudah lama.
Lik Dalinem biasa membantu Ibu mertua kalau Ibu mertua sedang repot memasak. Lik Dalinem juga pernah diminta untuk menunggu rumah ketika rumah Ibu mertua kosong ditinggal pergi.
Nah, saat Iduladha, saya dan suami biasanya mendapatkan daging kurban dari sekolah dan masjid dekat rumah. Biasanya, saya mengambil sedikit saja. Selebihnya saya berikan kepada Lik Dalinem.
Di desa Lik Dalinem waktu itu tidak ada yang menyembelih hewan kurban. Jadi, tiap Iduladha pun, belum tentu keluarga Lik Dalinem makan daging. Mengetahui hal itu, suami berinisiatif tiap Iduladha, daging kurban pemberian dari masjid atau sekolah, kami berikan kepada keluarga Lik Dalinem.
Lik Dalinem memiliki 3 anak, dua laki-laki dan satu perempuan. Anak perempuan Lik Dalinem mengikuti suaminya. Anak pertama (bekerja di pabrik tahu) Lik Dalinem sudah berkeluarga dan tinggal di rumah Lik Dalinem.  Anak keduanya sudah memiliki rumah sendiri, berdagang cilok, es, mie gulung.
Setelah saya silaturahmi, biasanya saya dibawakan cilok. Cilok sederhana, murah meriah karena memang cilok tersebut pelanggannya anak-anak sekolah. Meskipun kelasnya kelas anak-anak sekolah, tapi cilok ini rasanya mantap.
Beberapa kali saya melihat proses pembuatan cilok. Benar-benar sangat sederhana. Ada cilok biasa tanpa isi, cilok tahu dan cilok isi irisan telur dadar. Cilok rebus bisa langsung disantap  hangat-hangat, akan lebih nikmat bila dicelupkan ke dalam saos, kecap atau sambal pecel. Kalau ingin digoreng, cilok dilumuri telur kocok dahulu.
Hari ini, saya mendapatkan cilok lagi. Rencananya, cilok-cilok tersebut akan dibawa Dhenok ke rumah temannya. Hari Sabtu besok, Dhenok akan masak daging bersama teman-temannya. Teman-teman Dhenok berbagi tugas membawa makanan ringan/minuman.
Nah, Dhenok meresmikan cilok hangat tersebut dengan digoreng. Saya jadi pingin juga. Saya kan yang diberi, maka saya harus mencicipi sebelum dibawa Dhenok. Tadi Dhenok bertanya,”Mami beli berapa?”
“Mami minta satu plastic. Tapi Mami bayar lebih dikit. Kasihan, mereka berdagang, jangan sampai kita Cuma minta gratisan. Mereka kan pedagang kecil. Jadi modalnya nggak habis. Sekali tempo tak apalah kita diberi gratisan. Tapi jangan sering-sering.”
Kerabat saya penjual cilok, biasanya menolak pemberian saya tapi saya memaksa. “Semoga barokah ya, Mas!”

Karanganyar, 1 September 2017