Sabtu, 10 Februari 2018

NASI PINK BUAH NAGA

 
dok.pri
noerimakaltsum.com. Hari ini saya menghadiri resepsi pernikahan di rumah tetangga. Kali ini menunya sangat istimewa, tidak seperti biasanya. Biasanya, saya disuguh nasi putih atau nasi kuning, baik dicetak biasa maupun dibuat tumpeng kecil. Akan tetapi hari ini nasinya bukan nasi putih atau nasi kuning, melainkan nasi pink.

Ternyata nasi pink tersebut adalah nasi buah naga (ada biji hitamnya). Sepertinya nasi buah naga ini cara memasaknya hampir sama dengan nasi kuning (termasuk bumbunya memakai santan).

Apa saja isi dari seporsi nasi buah naga?
Nasi buah naga
Sambal goreng
Telur dadar iris tipis
Udang goreng
Ayam
Acar
Kering kentang
Kerupuk

Ada pengalaman baru, yaitu makan nasi pink buah naga. Mungkin suatu saat, saya disuguhi nasi pelangi. Wah, bakalan asyik bila makan nasi pelangi.

Alhamdulillah, sebagai penutup ada es krim durian.

Karanganyar, 10 Februari 2018 

ANAK-ANAK, TV DAN INTERNET

dok.pri


noerimakaltsum.com. Zaman saya kecil sampai remaja, hiburan yang menyenangkan adalah televisi. Lihat TV hanya pada waktu-waktu tertentu, itu saja di rumah tetangga. Mengapa saya mau melihat acara TV saja harus menumpang di rumah tetangga? Sebab di rumah kami tidak mempunyai TV.

Alhamdulillah, sekarang di rumah saya juga tidak ada TV. Masih banyak hiburan yang bisa dinikmati anak-anak. Si kecil, kalau pulang sekolah lalu membawa jaring saja sudah senang. Si kecil lalu berjalan di samping selokan sambil mengamati kalau-kalau ada ikan cethul yang bisa masuk dalam jaring. Tambah senang karena ikan-ikan masuk ke dalam jaringnya. Dia lantas berteriak,”Aku dapat ikan!” Bukan ikan besar lo Pak, Bu. Hanya ikan kecil-kecil.

Kalau mau nonton TV si kecil hanya membuka hp zadul milik ibunya dan dia puas meskipun harus susah payah karena sering layarnya bruwet. Oleh karena kondisinya seperti itu, maka si kecil waktunya sangat terbatas untuk melihat TV. Acara yang dilihat hanya sebatas Ipin Upin dan kartun mobil.

Kalau zaman dahulu, TV sering dijadikan kambing hitam kenakalan remaja, sekarang selain TV juga internet yang bisa mempengaruhi perilaku anak-anak. Untuk itulah, perlunya orang tua (orang dewasa) mendampingi anak-anak (remaja) ketika melihat TV dan membuka-buka internet. Sebagai orang tua, saya sangat peduli terhadap anak-anak. Jangan sampai kita menyesal di kemudian hari karena anak-anak terlanjur menjadi nakal.

Mari luangkan waktu untuk anak-anak. Mari kita mendampingi anak-anak melihat TV atau sekadar berada di dekatnya sambil mengerjakan pekerjaan. Semoga anak-anak kita berada dalam kondisi yang aman dan nyaman.

Karanganyar, 10 Februari 2018

Jumat, 09 Februari 2018

TANAH SUCI PILIHANKU BILA ADA TAWARAN TRAVELLING GRATIS



dok.pri


noerimakaltsum.com. Saya memilih Mekah dan Madinah, bila mendapatkan kesempatan travelling gratis ke luar negeri. Alasan saya memilih dua tempat tersebut adalah saya ingin melaksanakan ibadah umroh sebelum menunaikan ibadah haji. 

Sebagai seorang muslim beriman dan bertakwa, saya yakin setiap orang memiliki cita-cita atau keinginan menunaikan Rukun Islam kelima. Bila ada muslim yang tidak ingin menunaikan ibadah haji, maka patut dipertanyakan keimanannya.

Ibadah haji adalah wajib hukumnya bagi umat Islam. Ibadah haji adalah ibadah yang wajib dilaksanakan tiap orang Islam yang mampu. Mampu di sini memiliki arti yang luas, yaitu mampu secara materi, waktu, fisik dan mental.

Miskin dan kaya bukanlah ukuran kemampuan secara materi. Ada orang miskin yang memiliki cita-cita ingin menunaikan ibadah haji. Dengan segala cara, dia akan mengumpulkan uang agar bisa digunakan untuk membayar ONH. Biasanya mereka akan menabung demi mewujudkan keinginannya pergi ke tanah suci.

Akan tetapi ada juga orang mampu dan kaya yang belum mempunyai keinginan untuk berangkat ke tanah suci dengan alasan belum mampu secara materi, belum cukup ilmu pengetahuan agamanya, belum bisa membaca quran, masih repot dan lain-lain.

Bila ada keinginan, tentu ada jalan. Benar juga, sebenarnya ibadah haji bisa terlaksana bila orang sudah dipanggil Allah. Meskipun memaksakan diri untuk berangkat haji, bila belum dipanggil Allah untuk ke tanah suci, tetap saja orang tersebut gagal untuk berangkat haji.

Saya, suami dan anak-anak memiliki cita-cita ke tanah suci. Bila ada tawaran pergi keluar negeri secara gratis, saya memilih berangkat ke tanah suci bersama keluarga. Kami akan menunaikan ibadah umroh bersama-sama, sebagaimana ketika suami melamar saya dulu,”aku ingin naik haji bersamamu.”

Semoga ada tawaran untuk travelling keluar negeri secara gratis. Kalau-benar-benar ada, saya sangat bersyukur. Pertanyaannya, siapa yang menawari saya travelling gratis? Siapa tahu ada hamba Allah yang bersedia mewujudkan cita-cita saya ke tanah suci, Mekah dan Madinah. Amin.


Karanganyar, 9 Februari 2018 

Kamis, 08 Februari 2018

TIPS MAKE UP SIMPLE DAN CEPAT SAAT SEDANG TERBURU-BURU

dok.pri


noerimakaltsum.com. Tidak hanya saat buru-buru, di saat longgar saya juga akan memakai make up simple dan cepat. Saya tidak mudah terpengaruh dan mengikuti trend make up masa kini. Pernah suatu ketika saya dibilangi seorang teman (bapak-bapak) kalau muka saya pucat. Saya hanya membatin, bro njenengan lihat saya terus membandingkan dengan wanita syanteek dengan dandanan menor, jelas jauh banget perbedaannya.

Saya tidak perlu menanggapi. Saya memang hanya memakai bedak untuk warna kulit sawo matang dan lipstick warna kalem. Kalau sempat, sebelum memakai bedak saya beri baby oil dulu muka saya. Setelah itu baru bedak saya gunakan. Hasilnya, muka saya kelihatan cling (berbeda dibandingkan tanpa menggunakan baby oil).

Walaupun hanya memakai baby oil, ternyata saya menggunakan waktu beberapa menit lebih lama untuk berdandan. Kadang-kadang saya iseng memakai celak alis. Mata bagian bawah saya garis (tidak penuh) dengan pensil alis. Hasilnya memang sedikit wow. Kalau sudah seperti itu, di sekolah pasti ada yang memberi komentar (positif) dan murid saya akan bilang,”Bu Ima hari ini berbeda!” Bukannya bangga, saya malah jadi malu jadinya.   

Suatu saat, saya pingin menunjukkan pada teman saya yang pernah menegur dan bilang pada saya kalau saya pucat. Usaha saya adalah mengganti warna lipstick dengan warna yang ngejreng. Sampai di sekolah, teman saya yang satu itu memuji selangit. Tapi, saya malah dibilangi teman yang lain (trio kwek-kwek) kalau saya bukan Ima yang biasanya.

“Bu, ora usah menjadi orang lain.”
Ditegur seperti itu, saya sudah tahu maksudnya. Di sekolah, saya dikenal sederhana. Begitu memakai lipstick warna menyala, jelas itu bukan saya yang sebenarnya. Murid saya juga kaget,”Bu Ima beda.”

Yang jelas, ada orang yang tidak rela saya berdandan menyolok. Benar, saya menjadi orang lain. Dengan keras dia bilang,”Jangan jadi orang lain. Jadilah diri kamu sendiri.”

Siapa yang menegur saya dan saya harus patuh padanya? Siapa lagi kalau bukan Mas Paijo. Paijo dan Painem memang klop.

Artinya, saya memang harus memakai make up yang simple dan praktis. Sampai sekarang 3 benda yang sering saya gunakan adalah baby oil, bedak dan lipstick. Kalau sudah kena air wudhu make up-nya hilang, ya sudah. Toh segera pulang ke rumah, jadi saya tidak perlu memakai bedak-lipstik lagi. Ternyata, air wudhu membuat wajah lebih segar dan fresh.

Inilah tips sederhana dari Ibu sederhana. Semoga bermanfaat.


Karanganyar, 8 Februari 2018

Rabu, 07 Februari 2018

JANGAN HANYA MENYALAHKAN GURU

DOK.PRI

Anda boleh tidak sependapat dengan saya tapi saya boleh berpendapat, bukan?
Berita tentang kematian guru, masyarakat luas memberikan penilaian, opini dan lain-lain.
Sangat disayangkan bila kemudian mereka melontarkan kalimat, "anak tersebut adalah korban."
Kalau anak tersebut sebagai korban, korban dalam artian bagaimana? Lantas Siapa pelakunya?

Sekolah dan guru sudah mendidik siswanya di sekolah dengan baik. Guru tegas dan keras, kalau tidak sesuai dengan keinginan siswa bisa-bisa dilaporkan ke komnas ham/komnas perlindungan anak. Akhirnya untuk mencari aman, guru tegas tapi tidak keras lagi. Yahhhh, dibilang guru terlalu lemah membiarkan anak didiknya "berperilaku begitu.'

Mbok ya ampun nyalahke guru terus ta massss mas, bapak/ibu. Mbok ya sesekali nengok jalan cerita kalau siswa itu di rumah.

Pengalaman kami, saya dan teman-teman yang mengajar di sekolah swasta, mengadakan kunjungan ke rumah siswa yang bermasalah. Hasilnya, bikin geleng-geleng kepala.

Kalau Anda tidak terjun langsung di dunia pendidikan dan mendapatkan murid yang latar belakangnya memang "istimewa", Anda hanya bisa menyalahkan guru.

Kalau Anda mau, silakan lihat di sekitar Anda. Berapa % (waktu) perhatian orang tua terhadap anaknya setiap hari!!! Berapa lama Anda mendampingi anak-anak? Pernahkah Anda ngobrol sepanjang waktu ketika berada di rumah bersama anak-anak? JUJUR SAJA.

Jangan lagi menyalahkan guru. Anda boleh tidak sependapat dengan saya, sejatinya pendidikan karakter dimulai dari rumah bukan dimulai dari sekolah.

Kalau di sekolah sudah dididik oleh bapak/ ibu guru dengan baik, jujur saja sudahkah di rumah dididik dengan baik? Jangan lupa lingkungan tempat bermain dan internet berpengaruh besar.

Gitu ajah.
Ealah, guru sudah jadi korban, masih juga guru-guru yang disalahin.

Top of Form
Nurul Chomaria Iya mbak. Anak tsb mmg korban dr kedua orang tuanya. Aku melihatnya jg bgtu. Anak2 yg bermasalah dtg dr kelg yg bermasalah pula

Arinta Adiningtyas Setuju. Sepertinya ada yang salah di rumah.

Nurul Chomaria Iya mbak Arinta Adiningtyas suka kasihan para guru. Anak2 skg sungguh "wow" sikapnya thd guru

Noer Ima Kaltsum Mulane nek menyalahkan guru, saya rada geregetan. Soale siswa saya modelnya gitu

Arinta Adiningtyas I feel you, Bu Ima.. Jaman Uti saya dulu, guru begitu dihormati. Sekarang?

Nurul Chomaria Anake dikon nggowo mulih wae mbak ima, ben dididik ortu drmh

Noer Ima Kaltsum Bapak dan ibunya merantau, di rumah sama simbah. (Akeh sing ngono mbak). Nek ora yo wong tuane mangkat seblm subuh pulang kerja bar Isya.

Nurul Chomaria Saake jane tp korbane ttp anak

Widyanti Yuliandari Saya bisa merasakan, Mbak. Hla kalau semua dijadiin korban, terus siapa yang jadi solusi? Guru emang posisinya sering serba salah ya. Dikit teges dibilang melanggar inilah itulah. Tapi kalau sudah begini njur piye? Mosok yo sik guru maneh sing salah. Memang dlm segala hal kita gak bisa generalisasi.

Noer Ima Kaltsum Iya mbak. Coba para orang tua mau jujur menilai anaknya apa adanya, obyektif. Terus introspeksi lalu berbenah dan lihat kembali anak2nya (setelah berbenah). Sebenarnya anak2 yang aneh, dari rumah orang tua sudah menyadari kok

Luhur Prasetyo betul bu, kita harus terjun langsung lihat realitanya baru ngomong....jangan hanya berdasarkan dari info sepihak saja.

Noer Ima Kaltsum Makasih mashur Luhur Prasetyo.

Muthmainnah Yuria Nah iya bu...
Guru sudah mengarahkan mengerahkan kemampuannya utk membantu ortu mendidik anaknya. Namun emang anaknya yg istimewa.

Fitri Elfad Burhani jadi guru sekarang serba salah. guru lemah lembut disepelekan murid, guru keras malah diajak duel sm murid. trs tujuane bocah kui neng sekolah opo? yen wes merasa jadi jagoan ya suruh turun aja ke jalanan. orang tua jg berperan penting. jangan merasa sudah bayar trs semua diserahkan ke guru. begitu tugas guru mendidik dilapori anak dikit aja dah mencak2. akhirnya guru lg yang dsalahkan.

Noer Ima Kaltsum Malah ada lo mbak sing wong tuwane merantau. Pas ke sekolah mbayar administrasi malah bilnang, "kula pasrah bongkokan. Kalau anaknya nakal dipukuli nggak papa.'

Enak ajah pasrah bongkokan kayak kayu haduwwwh

Fitri Elfad Burhani kalau orang tua dulu yen anak lapor dijewer guru malah tekan ngomah ditambahi lagi, haha

Noer Ima Kaltsum Kalau sekarang dilapori anak langsung datangi sekolah marah2 krn percaya cerita fiktif anak

Noer Chasanah Wuah apiiiik iki .... setujozzzz.

Alhamdulillah orang tua kita mendidik dengan baik sejak kecil.

Sejak SD pun sudah bisa berbahasa Jawa Kromo kepada orang yg lebih tua.

Tralala ...
Noer Ima Kaltsum Karenanya, di sekolah dan di manapun kita berada suba seta tetap jalan. Ndilalahnya kita nggak reka2 dan tidak buat masalah di sekolah atau di tempat mana pun.

Neneng Utami S Pendidikan akhlak & budi pekerti yg terbaik bermula dari ortu & klg.


Noer Ima Kaltsum Leres mbak, no satu dari rumah alias dari ortu dan keluarga. Berikurnya dari lingkungan dan sekolah

00000

Selasa, 06 Februari 2018

PENGALAMAN RUHANI : PINDAH RUMAH

dok.yuni astuti

PENGALAMAN RUHANI
PINDAH RUMAH
Oleh : Kahfi Noer
Dua orang siswa jurusan multimedia mendekat padaku. Salah satu di antara mereka berbisik,”Bu, akhirnya Pras masuk RSJ.” Astaghfirulloh, aku hanya mampu mengucap istighfar.
“Kamu tahu dari mana?”tanyaku.
“Dari adiknya, Bu. Itu adiknya Pras mau mengambil rapor.” Kata teman Pras.
Setelah mengambil rapor, adik Pras mendekatiku dan bercerita.
“Akhir-akhir ini Mas Pras sering mengeluh kalau di sekolah sering dimarahi oleh salah seorang guru.”
Aku bisa menyimpulkan sendiri siapa orang yang dimaksud Pras.
“Mas Pras sepertinya tertekan dan semakin terpukul setelah Ibu meninggal sebulan yang lalu karena sakit. Setelah Ibu meninggal, Mas Pras kelihatan mulai berubah.
Puncaknya, setelah acara baksos, Mas Pras mengamuk. Marah-marah dengan suara dan kalimat yang kacau. Oleh karena tindakan Mas Pras membahayakan orang-orang yang ada di sekitar, maka Bapak berinisiatif membawanya ke RSJ, Bu.”
00000
Setelah ulangan akhir semester selesai, guru-guru menyelesaikan administrasi sekolah dan siswa melaksanakan jeda. Suatu hari Pras bilang padaku kalau dia mau curhat. Tentu saja aku meng-iyakan.
Pras adalah anak no 2 dari tiga bersaudara. Kakaknya sudah bekerja, dan adiknya masih sekolah. Pras, siswa yang rajin meskipun tidak pandai. Namun untuk pelajaran mesin seperti membuat benda kerja, hasilnya memuaskan. Sepulang sekolah, Pras ikut membantu orang berjualan bakso. Bapaknya Pras berprofesi sebagai tukang becak.
Pras sering dinasihati (cenderung dimarahi) oleh salah seorang guru yang masih saudara dengan pemilik yayasan. Salah satu guru tersebut suka marah-marah, kalau siswa melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginan guru tersebut. Katanya, beliau dipercaya untuk mengelola sekolah oleh yayasan.
Beberapa hari sebelum masuk RSJ, Pras marah-marah di WA Grup OSIS. Orang yang disebut dan dimaki-maki adalah guru yang sering memarahinya. Pras kemudian dikeluarkan dari grup.
00000
Pras, maafkan Ibu. Sebenarnya Ibu bersedia menampung curhatmu. Sayang, sebelum sempat bercerita, kamu harus dipindahrumahkan.
Ya Allah, ampuni dosa yang telah dilakukan Pras kepada orang tua, saudara, guru, dan teman-temannya. Ya Allah, apabila sakit yang diderita Pras dikarenakan dosa dan kesalahannya, ampuni dia Ya Allah. Kembalikan dan sehatkan jiwanya, amin. (Selesai)
00000
Hikmah:
Sebagai seorang guru, aku dekat secara emosional dengan siswa. Curhat dan keluh kesah siswa, dapat mengurangi beban mental yang sedang dihadapi. Aku sering mengingatkan siswa untuk lebih dekat kepada Allah. Akan tetapi semua kembali pada kesiapan mental dan kejiwaan siswa itu sendiri.
Sumber: Majalah Hadila (Solo Peduli) Bulan Februari 2018

Senin, 05 Februari 2018

ISI KOTAK P3K DI RUMAH

dok.pri

Sebenarnya tidak berada di kotak P3K, obat-obatan hanya saya taruh di dalam wadah plastik (toples plastik). Nah obat-obatan yang saya sediakan antara lain: parasetamol, dialet, antiseptik, hansaplas, antimo, antangin, bodrex, kayu putih, fresh care, salep 88, vics vaporub, salep inerson, revanol, koyo.

Tidak terlalu banyak obat yang saya sediakan di rumah. Sebisa mungkin kalau sakit tidak minum obat. Kalau bisa tanpa obat, saya akan memakai herbal untuk menyembuhkan sakit.

Kalau sudah terpaksa, tak ada jalan lain kecuali berobat. Kami jarang minum obat-obatan. Alhamdulillah, saya, suami dan anak-anak sehat wal afiat.

Semoga musim hujan ini, kami tetap sehat.
Karanganyar, 5 Februari 2018
#kahfinoer