Tampilkan postingan dengan label sedekah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sedekah. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 Juni 2016

[Religi] Silaturahmi Mendatangkan Rezeki, Buktikan

Hasil panen
dok.pri
Hari pertama Bulan Ramadhan ini saya berkunjung ke rumah Bapak Hadi, teman suami saya. Kebetulan saya juga mengenal isteri beliau. Dahulu, ketika suami masih bertugas di SMP N 2 Jumantono, kami sering bertemu pada acara keluarga besar sekolah. Apalagi kalau ada acara Dharma Wanita, dulu suka seru-seruan (demo masak).

Beberapa waktu yang lalu, Bapak Hadi menawarkan singkong pada suami. Hari ini kami memenuhi undangannya. Alhamdulillah, selain singkong, saya juga dibawakan daun singkong untuk disayur. Rezeki memang sudah ada yang mengatur. Sebenarnya, kalau singkong saja di rumah juga ada beberapa batang tapi yang namanya rezeki dari orang tentu beda banget rasanya. Konon kabarnya singkong ini jenisnya singkong gajah. Memang singkongnya besar sekali.
Panen Singkong
dok.pri
Setelah cukup waktu, saya harus pamit sebab Thole sudah mewek minta mancing ke sungai. Matur nuwun Pak, Bu, mugi barokah. Selanjutnya kami melanjutkan perjalanan ke rumah teman saya, Bapak Mulyono. Tiga hari yang lalu isteri bapak Mulyono sakit lagi. Selain menjenguk isterinya, saya juga ingin melihat dari dekat usaha teman saya yang satu ini, yang segala macam usaha yang bisa dilakukan, peluangnya tidak disia-siakan.

Bapak Mulyono memiliki usaha sampingan beternak lele dan memelihara ayam petelur. Di sekolah beliau suka bercerita tentang ayam-ayam petelurnya. Memelihara ayam petelur, untungnya menggiurkan. Kalau sudah bicara ujung-ujungnya uang, ini yang tak boleh dilewatkan.
Saya jadi iri, lah kapan saya bisa seperti itu? Moga-moga saya bisa punya usaha sampingan selain mengajar. Tapi kalau ternak, saya harus mikir dua kali. Kalau saya tinggal mudik, siapa yang mau merawat ternak saya dengan sepenuh hati, seperti saya merawat ternak yang saya miliki. Stop dulu, sabar-sabar.
Ternak Ayam Petelur
dok.pri
Setelah berbincang-bincang seperlunya, saya berpamitan. Lagi-lagi ada jalan mendapatkan rezeki. Saya diberi sebungkus telur ayam. Bagaimana mungkin saya tidak bersyukur? Semua Allah berikan yang ada dengan cuma-cuma.


Perjalanan berikutnya menuju sungai untuk mancing. Nah, karena Thole tidak fokus, akhirnya sebentar saja terus pulang. Alhamdulillah, selamat dan sukses sampai di rumah.   

Rabu, 11 Mei 2016

Bersyukur Atas Nikmat Sehat Dan Rezeki Barokah

Nikmat sehat dan rezeki barokah
dok.pri
Ini hari ketiga saya digoda teman-teman, diajak makan tongseng/sate/tengleng di warung sate kambing di depan Stadion 45 Karanganyar. Yang ngajak ini dermawan atau cuma menggoda saja? Selain menggoda sebenarnya teman-teman benar-benar mau mengajak makan siang. Maklum, waktu kami bisa makan siang bareng tinggal beberapa hari lagi. Bulan depan sudah memasuki bulan Ramadhan.
Saya berniat untuk mengganti puasa yang saya tinggalkan selama 6 hari. Pada hari Senin yang lalu sampai Sabtu yang akan datang, saya tidak menemani sarapan Thole dan ayah. Kalau Dhenok biasa sarapan di sekolah. Kalau sudah selesai barulah saya mau diajak makan siang ke mana saja asal gratis. (Okeh kancane nek ngene iki)
Sore hari, saya dan suami menjemput Thole di Taman Penitipan Anak. Saya pikir, setelah menjemput Thole terus pulang. Saya harus menyiapkan buka puasa sendiri. Tapi Ayah mengajak bezuk Maya, temannya Dhenok, di rumah sakit. Ya, sudahlah tak apa, yang penting sebelum Maghrib sampai rumah.
Hanya sebentar saja kami bertemu Maya dan Ibunya. Maya, Ibu dan Bapaknya mengalami keracunan makanan setelah menghadiri acara pertemuan keluarga di rumah keluarga besarnya. Tidak hanya keluarga Maya, keluarga yang lain termasuk tuan rumah (5 anggota keluarga) masuk rumah sakit dan opname. Kebetulan Ibunya Maya hanya makan nasi lauk telur, tidak mengambil lauk yang lain. Beliau selamat tidak muntaber., sedangkan Bapak dan Maya mengalami muntaber. Sudah 4 hari Maya dirawat di rumah sakit.
Pulang dari rumah sakit menuju rumah. Saya lihat Jalan Lawu bagian timur putih pertanda hujan. Kebetulan kami hanya membawa sepasang jas hujan. Kami harus berteduh. Saya terus berdoa, semoga hujan segera reda. Di tempat berteduh, saya memikirkan si Dhenok yang masih dalam perjalanan pulang.
Dhenok baru saja membezuk temannya. Pagi tadi, temannya (Salsa) dan Ibunya mengalami kecelakaan di dekat sekolah. Kaki kanan Ibunya patah, kaki kirinya retak. Salsa sendiri hanya lecet-lecet.
Setelah reda, kami melanjutkan perjalanan pulang. Tak lupa saya mampir ke warung angkringan. Beli nasi bandeng dan teh hangat. Alhamdulillah, saya berbuka puasa cukup dengan minum teh hangat.
Kembali sepeda motor membawa kami menuju Taman Pancasila. Dhenok turun dari bis di Taman Pancasila. Akhirnya kami bertemu, Dhenok diantar pulang terlebih dahulu, baru saya dijemput Ayah.
Sampai di rumah, Alhamdulillah bisa makan malam bareng. Meskipun kami menyantap makanan yang sederhana, rasanya semua harus disyukuri. Nasi bandeng, nasi tumpang, dan soto, siap untuk dihabiskan.
Seperti biasa, Dhenok bercerita tentang semua yang dialami di sekolah, di jalan dan kegiatan hari ini. Saya memang harus mendengarkan semua ceritanya dengan baik. Maklum, saya ibu yang baik, yang harus mau mendengarkan curhatnya Dhenok.
Kembali saya mengingatkan Dhenok,
“Fai, bersyukur itu kuncinya. Allah terlalu sayang pada keluarga kita. Tanpa kita minta pun Allah sudah menitipkan nikmat yang begitu banyak. Nikmatnya sehat dan rezeki lancar. Masih tidak mau bersyukur?
Keluarga Maya dan Salsa sedang diberi ujian sakit. Bersyukurlah kamu, jangan lupa shalat sama sedekah,”itu pesan saya.
Setelah makan, rupanya Thole dan Dhenok mengantuk. Ditinggal cuci piring, keduanya terus klipuk, sudah berada di alam mimpi.

Karanganyar, 11 Mei 2016

Jumat, 22 April 2016

Sedekah Tak Menunggu Kaya

Gambar : sedekah uang receh
dok.pri
Sampai di rumah, belanjaan di dalam kardus dikeluarkannya. Ada 2 buah kardus, kardus pertama berisi mie instan dan kardus kedua berisi gula kemasan ½ -an kg dan 10 kotak teh celup. Dengan cekatan, dia menyediakan beberapa plastik kresek hitam. Tiap tas diisi mie instan, gula dan teh. Hari ini perempuan itu bernafas lega. Dia sudah menyiapkan beberapa paket untuk dibagikan kepada orang yang membutuhkan.
Biasanya perempuan itu akan memberikan paket-paket tersebut kepada tetangganya saat waktu telah gelap, sehingga tak ada orang yang mengetahui. Atau siang hari di saat orang-orang sedang bekerja, sehingga kampung begitu sepi.
Namun demikian,

Rabu, 20 April 2016

Berbagi Buku Berbagi Ilmu


Kalau melihat pameran buku atau jalan-jalan ke toko buku melihat-lihat buku yang berkualitas dengan diskon menarik, pingin borong. Membeli buku ibaratnya investasi dunia akhirat, berguna dan tak sia-sia.
Buku-buku yang terlalu banyak di rumah, yang hanya sekali dua kali dibaca akan lebih bermanfaat lagi bila dipinjamkan kepada orang-orang yang membutuhkan. Lebih baik lagi bila buku-buku tersebut sebagian diberikan kepada pihak yang membutuhkan, misalnya perpustakaan.
Keuntungan yang kita dapatkan adalah kita berbagi ilmu dan pengetahuan, bisa ikut mencerdaskan pembacanya, apabila buku tersebut diambil manfaatnya oleh orang banyak dan selama digunakan, kita mendapatkan pahala jariyah. Oleh sebab itu mari kita mulai dari skala kecil, pinjamkan buku yang kita miliki kepada orang lain. Berikan beberapa buku yang bisa mencerahkan kepada pengelola. Buku yang kita berikan bisa bermanfaat.
Ayo, lakukan sekarang jangan menunda-nunda.
Karanganyar, 20 April 2016