Tampilkan postingan dengan label puasa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puasa. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 Maret 2023

Makan Sahur dengan Kurma dan Minum Jeruk Nipis atau Lemon Hangat

 


Saat sahur dan berbuka puasa, disarankan atau diutamakan makan kurma dan buah yang mengandung vitamin C, misalnya semangka dan jeruk. Kalau tidak menemukan keduanya dalam bentuk buah siap santap, bisa juga minum jeruk nipis atau lemon hangat. Perasan air jeruk nipis atau lemon ditambah air hangat.

Kurma dan vitamin C mudah dicerna. Keduanya sumber nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh.


Perpaduan Kurma dan Jeruk Nipis Hangat Untuk Sahur


Bulan Ramadan identik dengan persediaan kurma untuk berbuka puasa. Namun, saya sudah lama mengkonsumsi kurma bukan hanya untuk berbuka puasa saja. Saat makan sahur saya juga makan kurma 3 butir. Tentu saja ini saya lakukan karena makan kurma saat sahur sangat membantu tetap berenergi pada siang hari. Saya tidak merasakan lapar sepanjang hari.

Ternyata makan kurma saat sahur adalah pilihan tepat. Sebab menurut ahlinya makan kurma lalu makan semangka, dapat mempercepat penyerapan nutrisi yang terkandung dalam kurma. Semangka adalah sumber vitamin C. Bila kita tidak mendapatkan semangka, bisa diganti dengan jeruk nipis atau jeruk lemon. 

Karena di rumah hanya ada jeruk lemon, maka setelah makan kurma saya minum jeruk lemon hangat. Rasanya masam. Namun di dalam perut tidak berdampak perih. Konon katanya minum jeruk nipis atau lemon dalam air hangat bisa untuk menyembuhkan maag atau iritasi lambung.


Bagi Anda yang sedang menjalankan ibadah puasa pada bulan Ramadan, boleh dicoba makan kurma lalu minum air jeruk nipis atau lemon hangat pada saat makan sahur dan berbuka puasa. Rasakan pengaruhnya sepanjang hari. 


00000

Jumat, 13 Mei 2016

[Religi] Berhasil Melewati Masa Ujian

Jalan lurus
dok. faiqah nur fajri
Kamis, 12 Mei 2016
Alarm hp milik suami berbunyi. Itu berarti waktu menunjukkan pukul 5 pagi lebih. Itu artinya saya bangun kesiangan. Itu artinya saya tidak makan sahur. Saya ragu-ragu, apakah saya bisa melanjutkan puasa untuk hari ini. Tadi malam saya tidur sudah pukul 01.30 dini hari.
Sekitar pukul 12.00 malam saya memang sudah makan, sekadar satu bungkus nasi bandeng seharga Rp. 1.500,00 dengan lauk kerupuk. Saya belum minum madu dan makan kurma.
Saya berharap tidak ada godaan lebih banyak dari hari sebelumnya. Cuaca tidak begitu panas. Waktu jam terakhir, karyawan TU ada yang mengajak maksi di ayam-ayam mBak Dwi. Kemecer sekali, tetapi saya bertahan tetap puasa. Saya menolak dengan alasan berpuasa.
Pulang sekolah, saya membeli sayur terlebih dahulu. Sampai di rumah si Thole tidur pulas. Sebentar kemudian Dhenok pulang dari sekolah. Dhenok hanya membersihkan badan dan shalat lalu bersiap untuk mengikuti les tambahan. Thole juga terbangun, bersiap ikut Ayah tenis lapangan.
Setelah Ayah, Dhenok dan Thole meninggalkan rumah, saya mulai beraktivitas. Biasanya, pulang sekolah saya membuka laptop lalu menulis. Kali ini tidak, alasannya laptop saya sedikit ada masalah alias sulaya. Kata teman saya yang pernah menangani laptop saya, ada yang perlu diganti. Mungkin memang waktunya ada yang diganti. Maklum, laptop juga sudah lama dan wajar saja, toh sudah menghasilkan uang banyak. Saya tidak merasa dunia runtuh dengan tak ada laptop. Ya, masih ada yang lain. Pinjam dulu saja, tak usah buru-buru ganti yang baru.
Hari ini saya tidak menulis di blog. Saya memanfaatkan waktu dengan mengerjakan pekerjaan rumah tangga yang ringan dan menyiapkan buka puasa. Ternyata waktu begitu cepat berlalu. Tahu-tahu azan maghrib berkumandang. Alhamdulillah, puasa kali ini diberi kemudahan.
Meskipun tidak makan sahur, saya tetap kuat dan tidak merasa terganggu dalam melakukan aktivitas. Dengan niat yang kuat saya berhasil melewati ujian dalam menjalani puasa hari ini.   Malam harinya, saya makan nasi sebelum tidur. Saya berjaga-jaga, agar tetap dalam keadaan kenyang meskipun tidak makan sahur esok harinya.
Jum’at, 13 Mei 2016
Sebelum fajar saya bangun dan masih bisa menyantap makan sahur, minum teh panas, makan kurma dan biskuit. Sampai sore ini, tak ada gangguan yang berarti.
Kebahagiaan saya bertambah, dengan bisa menulis di laptop suami. Matur nuwun, gih Mas. Mugi-mugi amal panjenengan pun tampi. Nanti pinjam laptopnya lagi ya, hehe.
One day one article, tetapi kali ini mungkin dua artikel.
Karanganyar, 13 Mei 2016

Rabu, 11 Mei 2016

Bersyukur Atas Nikmat Sehat Dan Rezeki Barokah

Nikmat sehat dan rezeki barokah
dok.pri
Ini hari ketiga saya digoda teman-teman, diajak makan tongseng/sate/tengleng di warung sate kambing di depan Stadion 45 Karanganyar. Yang ngajak ini dermawan atau cuma menggoda saja? Selain menggoda sebenarnya teman-teman benar-benar mau mengajak makan siang. Maklum, waktu kami bisa makan siang bareng tinggal beberapa hari lagi. Bulan depan sudah memasuki bulan Ramadhan.
Saya berniat untuk mengganti puasa yang saya tinggalkan selama 6 hari. Pada hari Senin yang lalu sampai Sabtu yang akan datang, saya tidak menemani sarapan Thole dan ayah. Kalau Dhenok biasa sarapan di sekolah. Kalau sudah selesai barulah saya mau diajak makan siang ke mana saja asal gratis. (Okeh kancane nek ngene iki)
Sore hari, saya dan suami menjemput Thole di Taman Penitipan Anak. Saya pikir, setelah menjemput Thole terus pulang. Saya harus menyiapkan buka puasa sendiri. Tapi Ayah mengajak bezuk Maya, temannya Dhenok, di rumah sakit. Ya, sudahlah tak apa, yang penting sebelum Maghrib sampai rumah.
Hanya sebentar saja kami bertemu Maya dan Ibunya. Maya, Ibu dan Bapaknya mengalami keracunan makanan setelah menghadiri acara pertemuan keluarga di rumah keluarga besarnya. Tidak hanya keluarga Maya, keluarga yang lain termasuk tuan rumah (5 anggota keluarga) masuk rumah sakit dan opname. Kebetulan Ibunya Maya hanya makan nasi lauk telur, tidak mengambil lauk yang lain. Beliau selamat tidak muntaber., sedangkan Bapak dan Maya mengalami muntaber. Sudah 4 hari Maya dirawat di rumah sakit.
Pulang dari rumah sakit menuju rumah. Saya lihat Jalan Lawu bagian timur putih pertanda hujan. Kebetulan kami hanya membawa sepasang jas hujan. Kami harus berteduh. Saya terus berdoa, semoga hujan segera reda. Di tempat berteduh, saya memikirkan si Dhenok yang masih dalam perjalanan pulang.
Dhenok baru saja membezuk temannya. Pagi tadi, temannya (Salsa) dan Ibunya mengalami kecelakaan di dekat sekolah. Kaki kanan Ibunya patah, kaki kirinya retak. Salsa sendiri hanya lecet-lecet.
Setelah reda, kami melanjutkan perjalanan pulang. Tak lupa saya mampir ke warung angkringan. Beli nasi bandeng dan teh hangat. Alhamdulillah, saya berbuka puasa cukup dengan minum teh hangat.
Kembali sepeda motor membawa kami menuju Taman Pancasila. Dhenok turun dari bis di Taman Pancasila. Akhirnya kami bertemu, Dhenok diantar pulang terlebih dahulu, baru saya dijemput Ayah.
Sampai di rumah, Alhamdulillah bisa makan malam bareng. Meskipun kami menyantap makanan yang sederhana, rasanya semua harus disyukuri. Nasi bandeng, nasi tumpang, dan soto, siap untuk dihabiskan.
Seperti biasa, Dhenok bercerita tentang semua yang dialami di sekolah, di jalan dan kegiatan hari ini. Saya memang harus mendengarkan semua ceritanya dengan baik. Maklum, saya ibu yang baik, yang harus mau mendengarkan curhatnya Dhenok.
Kembali saya mengingatkan Dhenok,
“Fai, bersyukur itu kuncinya. Allah terlalu sayang pada keluarga kita. Tanpa kita minta pun Allah sudah menitipkan nikmat yang begitu banyak. Nikmatnya sehat dan rezeki lancar. Masih tidak mau bersyukur?
Keluarga Maya dan Salsa sedang diberi ujian sakit. Bersyukurlah kamu, jangan lupa shalat sama sedekah,”itu pesan saya.
Setelah makan, rupanya Thole dan Dhenok mengantuk. Ditinggal cuci piring, keduanya terus klipuk, sudah berada di alam mimpi.

Karanganyar, 11 Mei 2016

Senin, 09 Mei 2016

[Religi] Mengganti Puasa Yang Ditinggalkan

Oleh-oleh dari Tawangmangu
dok.pri
Saya berniat untuk mengganti puasa yang saya tinggalkan tahun lalu. Memang menjalankan ibadah puasa, baik puasa sunah maupun mengganti puasa wajib yang ditinggalkan sangat berat. Selain berat karena tidak ada teman yang sama-sama berpuasa juga karena godaannya tidak ringan.
Hari ini saya sudah berniat untuk berpuasa. Si kecil membangunkan saya sebelum fajar karena dia biasa buang air kecil dan minta dibuatkan susu. Si kecil tidak lantas tidur, tapi malah bermain mobil-mobilan. Saya makan sahur dengan porsi teramat sedikit. saya tidak melupakan minum madu. Sebenarnya kalau di rumah ada VCO, saya akan mengkonsumsinya, agar puasa saya tidak mendapatkan halangan. Tapi VCO belum tersedia, jadi saya cukup minum teh panas dan madu saja.
Sampai di sekolah, godaan pertama datang dari petugas yang menaruh minuman di atas meja saya. Saya bilang, minuman ini menggoda iman saya. Belum juga saya tawarkan, teman saya sudah minta izin untuk memindahkan gelas saya ke mejanya.
Godaan yang kedua adalah acara syukuran. Seorang teman yang baru saja mendapatkan kelebihan rezeki membuat syukuran kecil-kecilan. Petugas menaruh kudapan 3 jenis di atas piring plasti kecil di meja saya. Lagi-lagi, saya harus menyingkirkan kudapan ini supaya saya tidak lupa memakannya. Kudapan saya taruh di meja teman saya yang duduk di belakang saya.
Dua godaan tersebut belum seberapa. Yang ketiga, yang ini benar-benar menguji iman kita. Seorang teman mengajak makan tengleng di warung sate kambing. Astaghfirullah, beruntung saya tidak kepincut. Saya tetap bertahan.
“Bu, kalau besok bagaimana? Kita ke warung sate bareng-bareng.”
Benar-benar bikin ngiler. Kalau sekarang jelas berpuasa karena sudah separo perjalanan. Nah, kalau besok jadi terus puasa atau berhenti dulu diganti hari lain?
“Maaf, jangan menawarkan makan daging kambing mulai hari ini sampai Sabtu. Saya mau mengganti puasa yang saya tinggalkan dulu. Mumpung waktunya masih longgar. Kemarin-kemarin ada saja alasan untuk tidak berpuasa. Kalau sekarang tidak ada alasan lagi.”
“O, iya. Bulan puasa sebentar lagi ya. Memang bagi ibu-ibu, bulan ini waktunya mengganti puasa yang ditinggalkan tahun lalu,”kata teman saya, yang mualaf,  yang isterinya seorang guru agama Islam.
00000
Sebenarnya saya ingin mengganti puasa bulan Ramadhan yang saya tinggalkan sesegera mungkin. Tapi apa daya, godaan selalu ada. Saya salut pada teman-teman, saudara-saudara saya yang selalu menyegerakan mengganti puasa yang ditinggalkan tanpa halangan. Saya salut pada teman-teman yang terbiasa menjalankan puasa sunah.
Saya sendiri jauh sekali dari mereka. Saya akui, mungkin saya kurang taat ya. Mulai saat ini, saya mau mencoba menjalankan puasa sunah. Memang harus ada komitmen. Paling tidak dalam sebulan, meski hanya sehari harus menjalankan puasa sunah. Semoga Allah memberi kemudahan pada saya. Wahai teman-teman saya, jangan ganggu saya dong.
Catatan : Puasa wajib yang ditinggalkan, harus diganti pada lain waktu sesegera mungkin. Mengganti puasa yang ditinggalkan bisa dilaksanakan dari bulan Syawal sampai Sya’ban (sebelum bulan Ramadhan tahun berikutnya). Apabila tahun-tahun sebelumnya, masih ada puasa yang ditinggalkan, maka kita tetap memiliki kewajiban menggantinya. Berniat kuatlah untuk mengganti puasa yang ditinggalkan. Allah Mahatahu dan Allah Maha Pengampun. Jangan berkecil hati, tetaplah berbaik sangka pada Allah.
Kalau kita sudah dalam keadaan tidak berdaya, sakit yang tak mungkin sembuh, tua renta dan senja (lemah), pikun, tak ada waktu untuk mengganti maka membayar fidyah adalah solusi. Membayar fidyah pun ada ketentuannya ya, fidyah  bukan jalan pintas lo. Untuk fidyah, silakan Anda mencari referensinya.
Semoga bermanfaat. Ayo menulis, wahai muslimah.

Karanganyar, 9 Mei 2016

Kamis, 05 Mei 2016

Sediakan VCO Saat Makan Sahur Di Bulan Ramadhan

Minyak Kelapa Murni (VCO)
dok.pri
VCO atau Virgin Coconut Oil, sepuluh tahun yang silam sempat naik daun penggunaannya. VCO pada dasarnya minyak kelapa murni yang diperoleh bukan melalui pemanasan (cara dingin). Akan tetapi minyak kelapa yang dibuat melalui pemanasan juga ada manfaatnya seperti VCO.
Sampai sekarang sering saya dengar bahwa minyak kelapa menyebabkan beberapa penyakit, di antaranya kolesterol. Orang awam bila diberi tahu tentang sesuatu yang baru, tidak mau langsung mempercayainya. Siapa dulu yang berpendapat atau yang bicara. Mereka tidak memperhatikan apa yang dibicarakan melainkan siapa yang bicara.
Dulu ketika saya menawarkan VCO hasil olahan dari Yogyakarta, saya harus meyakinkan pada calon pembeli. Yang paling sering saya beri tahukan khasiatnya VCO adalah untuk memperlancar BAB, menyembuhkan sakit maag, mengenyangkan, membuat langsing, menaikkan berat badan bagi yang berat badannya kurang.
Karena memiliki manfaat mengenyangkan perut, maka VCO cocok untuk persediaan saat bulan puasa. Dulu ketika Dhenok masih kecil, setiap habis makan sahur selalu saya berikan VCO rasa mint satu sendok teh. Hasilnya Dhenok tidak mengeluhkan perut lapar. Saya juga mengkonsumsi VCO setelah makan sahur. Dengan minum VCO secara teratur, ibadah puasa saya lancar. Kalau bangun tidur sudah mendekati waktu azan subuh, saya sahur dengan minum teh panas dan minum VCO. Saya tidak khawatir lapar dan badan lemas. Semua berjalan dengan normal apa adanya.
Mari, sediakan VCO di rumah menjelang Bulan Ramadhan tahun ini. Bila sulit menemukan VCO, minyak kelapa buatan sendiri juga memiliki fungsi yang sama dengan VCO. Ibadah puasa lancar, ibadah lainnya juga lancar.
Karanganyar, 5 Mei 2016