Kamis, 05 April 2018

Serunya Bermain Sepulang Sekolah [ Ringkasan ]



RINGKASAN BUKU

Judul Buku               : Serunya Bermain Sepulang Sekolah
Penulis                     : Tami Widiasari
Tahun                        : 2010
Tebal                         : 56 halaman
Penerbit                   : Penerbit Jogja Great Publisher, Yogyakarta

Buku serunya bermain sepulang sekolah, sangat cocok untuk anak-anak SD. Ada 40 aktivitas seru untuk dikerjakan di rumah, mobil, tempat liburan atau di manapun.

Aktivitas tersebut berupa mewarnai, menghubungkan titik, kuis, teka-teki, mencari jalan keluar, menghubungan dua gambar, kata acak, mencari perbedaan, memberi nama. Aktivitas ini sangat menyenangkan dan membuat anak penasaran.

Oleh karena aktivitas yang berada di buku ini sangat menyenangkan maka waktu yang digunakan untuk menjawab rasa penasaran itu berlalu sangat cepat. Anak-anak menggunakan waktu luang sepulang sekolah dengan hal positif.

Aktivitas ini bisa dilakukan sendirian maupun bersama teman-temannya. Seru bukan? Nah, orang tua bisa memberikan sedikit pengarahan kepada anak-anak agar anak tidak bosan.            

Semoga bermanfaat.

Rabu, 04 April 2018

SANDAL JEPIT DAN MUKENA



Sandal jepit harganya tidak mahal, fungsinya hanya sebagai alas kaki ketika berada di kamar mandi atau di tempat untuk bersuci. Mukena juga harganya terjangkau. Perpaduan barang yang harganya murah ini sangat berarti bila diletakkan di masjid atau di tempat yang banyak orang membutuhkannya.

Kalau kita belum ikhlas untuk melepaskan dua barang tersebut atau diberikan di masjid/tempat untuk shalat maka statusnya pinjamkan saja. Kita tetap memiliki barang tersebut dan kita mendapatkan pahala kalau barang tersebut digunakan orang lain.

Alangkah lebih indahnya bila 5 pasang sandal jepit dan 5 buah mukena, kita taruh di masjid/tempat untuk shalat. Lebih baik lagi bila 5 pasang sandal jepit dan 5 buah mukena kita berikan secara ikhlas untuk digunakan orang lain.

Sandal jepit dan mukena yang harganya tidak seberapa ini manfaatnya sangat besar. Yuk, sisihkan sebagian rezeki kita untuk membeli sandal jepit dan mukena. Taruh di masjid/mushola/ kantor. Pasti sangat dibutuhkan orang banyak.

Semoga bermanfaat. 

STOP MINTA OLEH-OLEH



noerimakaltsum.com. Kita sering mengharapkan oleh-oleh dari seseorang yang akan/sedang bepergian. Zaman now, sudah tidak zamannya lagi minta atau pesan oleh-oleh kepada orang-orang yang sedang melakukan perjalanan.

Bagi saya ada beberapa faktor yang perlu saya pertimbangkan bila mengharapkan dibawakan oleh-oleh dari seseorang yang sedang melakukan perjalanan. Faktor-faktor tersebut adalah:

Menambah kerepotan
Seseorang yang bepergian, biasanya telah memiliki agenda tertentu karena waktunya sangat terbatas. Saya memaklumi kepadatan jadwal seseorang yang sedang bepergian. Kadang-kadang untuk mengurus atau memenuhi keinginannya sendiri, orang tersebut kewalahan mengatur waktu. Dengan kita meminta/menitipkan sesuatu, maka waktunya semakin terbatas.

Seseorang yang sedang melakukan perjalanan, biasanya akan membawa barang seminimal mungkin. Tas yang dibawa juga akan diisi dengan barang semaksimal mungkin. Seandainya kita memesan/titip dibelikan barang maka orang tersebut akan bertambah repot dalam pengemasan dan membawanya.

Mungkin kita akan mengatakan, ah barangnya kan kecil dan beratnya tidak seberapa. Ya, itu kalau yang dibawakan hanya satu orang. Coba bayangkan, seandainya yang memesan barang lebih dari 5 orang, betapa repot membawa oleh-oleh tersebut. Belum lagi apabila barang yang kita maksud “pencariannya” tidak mudah.

Dengan pertimbangan semacam ini, saya tidak akan minta /titip/pesan dibelikan oleh-oleh. Akan tetapi seandainya orang tersebut menawari oleh-oleh, dengan senang hati akan saya terima.
  
Menambah biaya atau dana
Kadang-kadang kita memesan oleh-oleh pada orang yang akan bepergian tapi kita tidak menitipkan uang atau memberi uang saku. Jelas pesanan kita ini akan menambah biaya atau dana yang harus dikeluarkan oleh seseorang!

Kadang-kadang, orang bepergian juga dengan alasan terdesak bukan untuk senang-senang. Malah ada yang terpaksa mereka berutang karena tak memiliki uang sama sekali. Apakah kita tega memberatkan mereka dengan minta dibelikan oleh-oleh?

00000

Kita cukup mendoakan bagi mereka yang sedang bepergian. Seandainya kita diberi oleh-oleh, selayaknya kita berterima kasih. Seandainya tidak diberi oleh-oleh, kita tak perlu menggerutu.

Saya punya teman kalau bepergian tanpa diminta beliau akan membawakan oleh-oleh. Tidak hanya oleh-oleh dimakan di kantor tapi oleh-oleh tersebut bisa dibawa pulang. Beliau memberi dompet berisi makanan. Alhamdulillah, kalau sudah rezeki tanpa diminta saja akan datang dengan sendirinya.

Semoga bermanfaat.

Selasa, 03 April 2018

BERHASIL MELEWATI MASA SULIT TAHAP I



Kali ini saya berhasil melewati masa sulit tahap I. masa sulit itu adalah mengajarkan dan membiasakan si kecil untuk membaca dan menulis. Bagi saya itu luar biasa karena selama ini perjuangan saya juga tidak main-main.

Setelah mau membaca dan menulis meskipun masih ada sedikit kekeliruan, si kecil juga mulai belajar berhitung. Ini juga tidak gampang karena si kecil malas untuk menghafal. Saya lihat si kecil selalu memanfaatkan jari-jarinya untuk berhitung. Untuk bilangan yang mudah saja, si kecil juga memanfaatkan jari-jarinya untuk berhitung dengan cara disembunyikan. Meskipun saya ajari mencongak, dia tidak mau menghafal (Nyerah, pasrah).

Mungkin bagi orang lain, kemampuan si kecil ini akan dinilai kurang atau berpikir lambat. Saya selalu memberikan apresiasi dari setiap perkembangan si kecil. Mengapa demikian? Sebab sejak awal si kecil “sulit” diajak untuk maju dan pandai.

Akan tetapi saya justeru bersyukur, saya diberi kesabaran untuk bersama si kecil dalam keadaan bagaimanapun. Saya selalu bersyukur karena Allah menganugerahkan kepada saya titipan yang luar biasa.

Kebiasaan berlatih yang dulunya terpaksa, sekarang sudah menjadi kebutuhan untuk berlatih. Buktinya setiap ada pekerjaan rumah yang diberikan oleh gurunya (hanya 5 soal, dengan kalimat pendek), si kecil selalu antusias untuk mengerjakannya.

Sampai sekarang, sebelum berolahraga badminton, syarat membaca atau menulis tetap wajib dipenuhi. Saya paksakan ini karena setelah berolahraga, si kecil lelah dan mudah mengantuk.

Setiap menjelang tidur, saya tetap menagih si kecil membaca surat pendek secara acak. Mungkin hafalannya belum bertambah tapi tetap saya biasakan untuk menghafal surat-surat pendek.

Satu lagi ritual yang kami lakukan menjelang si kecil tidur adalah berkomunikasi, bercerita dan berbagi pengalaman. Saya juga memberikan motivasi dan cerita keteladanan agar si kecil bersemangat dan percaya diri.

Kalau sudah tidur, saya pandangi si kecil. Kadang dengan air mata yang meleleh dalam hati saya berkata,”kamu teramat istimewa yang Mami miliki. Kamu bisa seperti mereka meski kemampuanmu tidak secetar mereka. Kamu menguji kesabaran mami sejak bayi sampai sekarang. Alhamdulillah, kamu semakin pintar.”

00000

DENAH TEMPAT DUDUK MODEL U HINDARI PELUANG CURANG SAAT UJIAN




Ketika saya mengikuti diklat Kepala Lab, ada ilmu lama yang bisa diterapkan saat saat pembelajaran di sekolah. Pada saat pembelajaran komputer, para siswa duduk dengan denah tempat duduk model U menghadap dinding. Hal ini dilakukan untuk menghindari siswa tidak fokus dalam pembelajaran. Apalagi pembelajaran dengan koneksi internet. Guru bisa duduk dan mengawasi siswa dengan tenang tanpa perlu mondar-mandir.

Denah tempat duduk model U ini, bisa dikombinasi dengan bagian tengah ruangan juga diberi tempat duduk berhadap-hadapan. Hal ini dilakukan untuk mengoptimalkan penggunaan ruangan.

Denah tempat duduk model U tidak cocok bila diterapkan untuk pembelajaran mata pelajaran yang lain. Mata pelajaran yang lain mungkin cocok dengan duduk membentuk kelompok-kelompok karena bisa berdiskusi saat pembelajaran berlangsung. Akan tetapi, di saat ujian/tes tertulis, denah tempat duduk model U tetap cocok diterapkan. Guru bisa mengawasi gerak-gerik siswa secara menyeluruh.

Tidak ada lagi peluang untuk berbuat curang bagi siswa/peserta ujian. Pengawas cukup memantau dari satu tempat.

Semoga bermanfaat.

CACING DALAM MAKANAN KALENGAN



Beberapa hari terakhir, kita disuguhi berita tentang cacing dalam makanan kalengan. Makanan (ikan) dalam kaleng yang mengandung parasit cacing ini, diminta untuk ditarik dari peredaran.

Himbauan kepada masyarakat agar memeriksa kondisi kemasan, label, izin edar dan tanggal kadaluwarsa sebelum membeli dan mengkonsumsi produk makanan. Dengan demikian makanan dalam kaleng yang kita beli masih baik kondisinya dan masih layak untuk dikonsumsi.

Produk yang mengandung cacing tak layak untuk dikonsumsi dan berbahaya bagi kesehatan manusia. Kandungan protein dalam tubuh cacing bisa menimbulkan reaksi alergi. Dari sisi aspek higienik, kualitas produk yang mengandung cacing patut dipertanyakan dan merugikan konsumen.

Saya jadi ingat belasan tahun yang silam, ketika membeli makanan dalam kaleng berupa kacang kapri di sebuah toko (X). Oleh karena saya baru dalam taraf “mengenal” kacang kapri dalam kaleng, saya penasaran. Rencananya, kacang kapri tersebut akan saya masak dengan sosis ayam sebagai sop.

Pada kemasan, rupanya bulan-tahun kadaluwarsanya agak buram, angkanya tidak terlalu jelas. Ketika saya bertanya pada pedagangnya, katanya masih bisa dikonsumsi karena tahunnya masih lama. Akhirnya saya beli juga kacang kapri dalam kaleng tersebut.

Sampai di rumah, saya mulai mengeksekusi. Saya buka kalengnya, ternyata air dalam kaleng sudah tidak fresh dengan ciri baunya agak basi dan berlendir. Saya kecewa tapi saya tidak kembali ke toko tersebut lalu protes dan minta ganti. Kacang kapri dalam kaleng lalu saya buang. Hanya saja ketika suatu saat saya belanja di toko yang sama, saya bilang pada karyawannya kalau kacang kapri dalam kaleng perlu dicek dan segera ditarik bila sudah lewat tanggal kadaluwarsa.

Pengalaman yang kedua ini produk kemasan yang sudah kadaluwarsa tapi bukan dalam kaleng melainkan susu UHF dalam kotak. Untuk susu UHF dalam kotak ini, memang tanggal kadaluwarsanya masih jauh ketika saya beli. Akan tetapi, ketika di rumah saya buka, tercium bau tidak sedap. Oleh karena susu UHF ini kemasannya besar dan harganya tidak murah, saya segera kembali ke toko (toko Y).

Saya mengungkapkan apa yang saya alami. Karyawan toko yang super ramah menerima keluhan saya dan meminta struk pembelian. Setelah saya berikan struk pembelian dan susu UHF dalam kotak tersebut, dengan cekatan karyawan mengambilkan gantinya. Alhamdulillah, saya senang karena mendapatkan pelayanan yang baik.

Ketika kita sudah cermat melihat kondisi dan label sebuah produk, tapi kita mendapatkan produk yang tidak baik, rasanya kecewa. Asal kita jujur dan mengkomunikasikan keadaan produk dengan baik, saya yakin pedagang bisa menerima keluhan (laporan) kita.

Dengan demikian, tidak banyak konsumen yang dikecewakan dan produk dengan cepat segera ditarik. Sebagai konsumen kita harus cermat dan jeli mengamati sebuah produk yang akan dibeli dan dikonsumsi.

Pemilihan makanan kemasan, sejatinya karena makanan kemasan cenderung memiliki daya tahan penyimpanan lebih lama daripada makanan tidak dalam kemasan. Akan tetapi memang sebaiknya kita mengkonsumsi makanan yang fresh setelah diolah terlebih dahulu. Boleh-boleh saja kita mengkonsumsi makanan instan (termasuk makanan dalam kaleng) tapi frekuensinya jangan terlalu sering.

Semoga bermanfaat..

Minggu, 01 April 2018

KEBAYA BROKAT MODERN MERAH MARUN




Beberapa bulan terakhir, Faiq sibuk mempersiapkan USBN dan UNBK. Untuk materi (pelajaran) Faiq sudah kembali aktif untuk mengikuti les. Fisik dan mental serta spiritual juga tidak kalah penting untuk disiapkan.

Selain mempersiapkan diri untuk menghadapi USBN dan UNBK, Faiq juga bersiap-siap untuk mengikuti tes masuk perguruan tinggi. Sampai sekarang, Faiq belum mantap memilih jurusan. Katanya, masih bingung. Padahal sejak kelas XI saya sudah memberikan gambaran dan mengarahkannya.

Sebulan setelah UNBK, pengumuman kelulusan akan disampaikan. Biasanya, pada saat pengumuman kelulusan ini sekaligus dilaksanakan penyerahan kembali siswa dari sekolah kepada orang tua. Dengan demikian, saat pengumuman kelulusan orang tua hadir bersama anaknya.

Untuk siswi, pakaian saat penerimaan surat kelulusan adalah pakaian tradisional. Tentu saja kebaya dan kain jarik perpaduan yang khas dan klasik. Kali ini, Faiq dan teman-teman putri sekelasnya sepakat memakai dress code warna merah marun.

Pada saat libur Hari Nyepi beberapa waktu yang lalu, saya mudik ke Yogyakarta. Saya dan Faiq tidak menyia-nyiakan waktu untuk mencari pakaian warna merah marun yang pas. Saya dan Faiq memutuskan untuk melihat-lihat di Pasar Beringharjo.

Saya kaget, ternyata model kebaya zaman now sangat bervariasi. Akan tetapi saya tetap menyarankan pada Faiq untuk mencari kebaya brokat dengan model tidak terlalu kekinian. Pertimbangan saya adalah kebaya yang sudah dibeli tidak hanya dipakai sekali saja karena bersifat musiman. Kalau bisa, kebaya dipakai sampai kapan pun. Lebih baik lagi kalau Maminya juga bisa pinjam (o…o…o).

Cukup lama kami berpindah dari satu kios ke kios yang lain. Pasar Beringharjo bukan pasar yang sempit. Apalagi pas liburan, terlalu padat pengunjungnya. Baik masyarakat Yogyakarta maupun dari luar kota berkunjung ke Malioboro dan sekitarnya, termasuk Pasar Beringharjo.

Alhamdulillah, kami menemukan kios penjualan pakaian tradisional di lantai 2. Berhubung kepadatan pasar yang luar biasa, dan kebetulan saya kelelahan dari Karanganyar, saya tidak sempat memotret-motret.

Faiq memilih kebaya yang diinginkan. Pilihan jatuh pada kebaya warna merah marun, dengan model sedikit modern. Saya juga merasa cocok dan harganya sangat terjangkau. Satu potong kebaya harganya Rp. 160.000,00 alias 160K   dan tidak bisa ditawar. Setelah kami buka-buka di internet, ternyata kebaya dengan harga 160K tadi adalah harga pada umumnya/tidak mahal.
(Saya jadi ingin menjahit sendiri saja ni!)

Setelah membayar, perjalanan kami lanjutkan ke warung makan bakso. Puas telah mendapatkan kebaya dan kenyang makan bakso, kami lantas pulang ke rumah Ibu. Sampai di rumah langsung membersihkan diri dan bersiap untuk makan-makan dalam rangka ulang tahun kakak saya nomor 2.

Nah, bagi Anda yang ingin mengenakan kebaya modern, kalau mau yang praktis lebih baik membeli kebaya yang sudah jadi saja. Akan tetapi kalau menginginkan model suka-suka, ya menjahitkan ke penjahit professional adalah langkah yang tepat.

Semoga bermanfaat. Ayo, gunakan produk lokal!