Jumat, 26 Juni 2020

PERJALANAN IBADAH HAJI TAHUN INI DITIADAKAN


noerimakaltsum.com Tanggal 2 Juni 2020, pemerintah telah memutuskan bahwa tahun 2020 ini meniadakan pemberangkatan ibadah haji ke tanah suci. Bagi saya dan suami, lega rasanya mendengar berita itu. Pandemi COVID-19 ini memberikan pelajaran baru arti sebuah kesabaran. Bila sebelumnya setiap mengikuti manasik haji, pembimbing mengajak calon jemaah haji untuk sabar, maka sabar yang sesungguhnya adalah kali ini.

Saya dan suami menyikapi keputusan pemerintah dengan sabar. mengambil hikmah, selalu berbaik sangka , dan inilah yang terbaik dari Allah. Manusia hanya bisa merencanakan, berusaha dan ikhtiar, selanjutnya Allah yang menentukan takdir manusia. Menerima takdir dengan ikhlas, lila lan legawa, tidak kecewa, tidak berkeluh kesah.

Persiapan untuk melakukan perjalanan jauh dan lama, ibadah yang dinanti-nanti oleh sebagian besar umat Islam, sudah maksimal. Ibaratnya tinggal berangkat. Namun, sejak wabah korona,  tanah suci ditutup. Semua Negara yang akan mengirimkan calon jemaah haji ke tanah suci menunggu berita dari kerajaan Arab Saudi. Salah satu negara di kawasan Asia Tenggara sudah memutuskan sendiri untuk tidak memberangkatkan calon jemaah haji ke tanah suci. Alasannya adalah sebagian besar calon jemaah haji yang akan berangkat usianya sudah lanjut. Demi keamanan dan keselamatan, Singapura meniadakan pemberangkatan ibadah haji.

Pemerintah India dan Afrika juga memutuskan hal yang sama. Demikian pula Pemerintah Negara Indonesia, memutuskan tidak memberangkatkan jemaah haji ke tanah suci dengan alasan keamanan dan keselamatan jemaah. Dengan kondisi sekarang ini, di mana belum terjadi penurunan korban covid-19.

Saya dan suami bergabung di sebuah kelompok bimbingan manasik haji dan umrah di KBIHU Zam-zam, Kabupaten Karanganyar. Begitu ada pengumuman bahwa setoran pelunasan ONH bisa diambil atau tidak diambil, kelompok kami mengadakan musyawarah dan diputuskan untuk tidak mengambil uang pelunasan ONH. Dengan demikian, uang tersebut akan dikelola oleh pemerintah. Kelak kami akan mendapatkan bagi hasil sebelum berangkat haji tahun 2021.

Bagi saya dan suami, dengan ditiadakan pemberangkatan haji tahun ini, artinya kami bisa belajar manasik haji lebih dalam, bisa belajar membaca Qur’an, banyak menghafalkan doa, dan lebih banyak belajar kesabaran.   Mungkin Allah memberikan kesempatan pada saya dan suami untuk membawa “bekal” yang cukup. Bekal tersebut adalah ilmu.

Semoga saya, suami, dan calon jemaah haji lainnya diberikan umur panjang, sehat, waktu yang luang, dan bisa berangkat ke tanah suci untuk menunaikan ibadah haji tahun 2021, dalam keadaan aman.

Selama pandemi, saya mengisi waktu dengan bercocok tanam dan memelihara kambing. Syukur Alhamdulillah, kami sudah memanen hasilnya dan seekor kambing sudah dijual dan mendapatkan keuntungan.

Catatan: sumber gambar cnnindonesia dot com

Sabtu, 20 Juni 2020

14 Hari Menjalani Kebiasaan Baru Dengan Food Combining



noerimakaltsum.com. Buah pisang, pepaya, jambu merah, jeruk nipis, dan sayuran masuk dalam keranjang belanja. Awalnya bingung buah apa dulu yang akan dimakan. Bagaimana kalau nanti buah-buah itu nggak habis dalam beberapa hari? Pertanyaan itu sekarang sudah terjawab.

14  Hari Menjalani Kebiasaan Baru Dengan Food Combining

Memulai kebiasaan baru, tidak mudah, banyak godaan, dan penuh tantangan. Pertama minum jeruk nipis peras, awalnya ragu-ragu kalau nanti perut melilit dan perih. Ternyata, nggak ada keluhan setelah beberapa hari kebiasaan ini kulakukan.

Kedua sarapan buah. Dulu kalau belum sarapan nasi dan minum teh panas selalu pusing. Walaupun sudah makan roti, biskuit atau apa saja, tapi belum ketemu nasi, dijamin kliyengan. Sekarang, sarapan buah menjadi kebiasaan. Pagi hari makan makanan ringan, ya makan buah. Ternyata hanya sarapan buah dan tidak ketemu nasi di pagi hari, badan tetap nyaman dan nggak pusing.

Sayuran adalah teman makan nasi. Itu dulu, dulu sekali. Sekarang sayuran kadang dimakan tanpa nasi. Ternyata makan sayur tanpa nasi juga asyik lo.



Empat belas hari melakukan kebiasaan baru dalam mengatur pola makan, rupanya tidak ada kendala. Sekarang kalau meninggalkan kebiasaan baru itu rasanya ada yang kurang.

Untuk sehat memang harus ada gebrakan. Gebrakan sarapan buah.

Bolehkah Makan Masakan Padang?

Ajakan sarapan di warung makan langsung kuterima. Sarapan dengan nasi padang yang super mantap.

Setelah membaca-baca referensi, ternyata makan juga ada aturannya lo agar kerja "di dalam perut" tidak berat. Lalu boleh nggak kalau makan masakan padang? Boleh, asal tahu syaratnya. Yuk, mulai mengatur pola makan biar tubuh kita tetap sehat.

Mengatur pola makan dan berolahraga dengan teratur bukan monopoli bagi teman-teman yang berbadan subur alias berlebihan. Siapa pun harus melakukan itu terutama untuk menjaga kesehatan.

Sehat memang mahal harganya. Namun, untuk menjadi sehat tidak harus mengeluarkan biaya mahal.

Ketika jatuh sakit, dalam pikiran teman-teman mungkin langsung mengobati dengan berbagai macam obat-obatan. Padahal, tidak demikian.

Buku 99 Tanya Jawab Food Combining ini bisa memberikan pencerahan bagi teman-teman. Teman-teman bisa memilih satu kelas yang diinginkan dengan PO buku ini.

Dengan investasi 75.000, Anda bisa mendapatkan buku dan memilih kelas secara gratis. Jangan sampai ketinggalan. Boleh mojok dulu di wa.me/6282328716737



Kamis, 18 Juni 2020

4 Kegunaan Blender Untuk Keperluan Sehari-hari



noerimakaltsum.com. Sejak Fai mulai makan makanan padat, beberapa orang yang telah berpengalaman menyarankan agar aku memiliki blender. Ada juga yang menyarankan untuk membuat nasi tim yang praktis. Kedua saran tersebut aku lakukan. Selain membuat nasi tim, aku juga membuat makanan yang dihaluskan dengan cara diblender.
Fai bukan termasuk anak yang gampang makan. Tetangga sebelah anaknya seusia dengan Fai, gampang sekali makan. Setiap makanan yang diberikan, biasanya cepat habis dimakan. Kadang-kadang aku sampai heran, kenapa Fai sangat berbeda dengan anak tetangga meskipun sama-sama anak perempuan?
Meskipun tidak gampang menyuapi Fai dengan nasi, sayur, dan lauk diblender atau nasi tim, tapi aku tidak mau menyerah. Biarlah Fai makan makanan dalam porsi sedikit, yang penting masih ada yang masuk.
Beberapa tahun kemudian, si kecil Fai mulai bisa makan dalam jumlah banyak. Blender tetap kupakai untuk membuat jus buah. Sepuluh tahun kemudian, Fai memiliki adik laki-laki, Ahsan namanya. Berbeda dengan Fai, Ahsan termasuk gampang sekali makannya. Nasi sayur diblender, diulek atau nasi tim, semua bisa dengan cepat dihabiskan.
Sampai kini, blender yang kubeli dari tahun 2000 masih aku pakai. Syukur alhamdulillah, blender Miyako bisa awet. Oya, sampai sekarang blender tersebut masih aku gunakan. Blender tersebut aku gunakan untuk hal-hal berikut:
1.    Membuat jus buah
Aku menerapkan pola makan sehat bukan untuk melangsing. Pola makan sehat ini murni untuk menjaga tubuh agar tetap sehat. Salah satu  langkah menerapkan pola makan sehat adalah sarapan buah. Ya, pagi-pagi aku tidak makan nasi, melainkan sarapan buah. Yang aku makan bisa buah potong atau jus buah. Nah, jus buah adalah menu sarapan praktis dan bisa dikonsumsi kapan saja. Untuk membuat jus buah, tentu saja kugunakan blender Miyako.

2.    Menggiling daging
Selama pandemi, Fai suka membuat makanan atau camilan. Salah satu camilan yang dibuat adalah dimsum. Awalnya isian dimsum berupa daging ayam yang dicacah lalu diberi bumbu, sedikit tepung terigu dan tepung tapioka. Untuk membuat dimsum dalam jumlah banyak, tentu memerlukan isian daging yang banyak pula. Tidak mungkin untuk mencacah daging ayam secara manual, bukan? Untuk itulah, blender kesayangan bisa diandalkan. Dengan menggunakan blender, pekerjaan menggiling daging jadi cepat dan hasilnya lebih halus.

3.    Membuat adonan kue
Selain membuat dimsum, Fai juga tertarik untuk membuat martabak manis alias terang bulan. Dulu Fai sering membeli martabak manis secara online. Harganya cukup lumayan merogoh kantong. Setelah melihat cara membuat martabak manis dari youtube, Fai ingin membuat sendiri. Katanya dengan membuat sendiri, biayanya lebih hemat.

Untuk membuat adonan, Fai tidak mencampurkan semua bahan kecuali soda kue memakai mixer. Fai membuat adonan menggunakan blender. Ternyata blender Miyako yang kami miliki multifungsi. Sudah seharusnya memiliki suatu barang yang memiliki banyak kegunaan. Dengan demikian tidak perlu memiliki banyak alat atau benda di rumah.

4.    Membuat sari kedelai
Suatu hari, aku ingin membuat minuman yang segar, murah meriah, dan menyehatkan. Pilihanku jatuh pada sari kedelai. Bahan dasar sari kedelai hanya kedelai, air, gula, vanili, dan jahe. Mula-mula kedelai direndam dalam selama kurang lebih 6 jam. Setelah dibilas bersih, kedelai dan air digiling dengan blender. Langkah berikutnya adalah campuran disaring. Cairannya berupa sari kedelai ditambah jahe dimasak sampai mendidih dengan api sedang sambil diadul. Setelah mendidih, api dimatikan lalu sari kedelai ditambah vanili dan gula sesuai selera.

Minuman sehat ini bisa dibuat sewaktu-waktu dan dikonsumsi dalam keadaan hangat-hangat. Setelah minum sari kedelai hangat, dijamin keringat langsung mengucur.
Bila Anda memiliki blender, silakan gunakan dengan sebaik-baiknya. Semoga Anda bisa mengoptimalkan kegunaan blender. Blender adalah benda memiliki banyak kegunaan dan harus Anda miliki.

Minggu, 17 Mei 2020

Cernak Realis : Kangkung Dapat Bicara

Sumber: www.bibitonline.com


Tema: Menjaga Amanah
Kangkung Dapat Bicara
Penulis: Noer Ima Kaltsum

Bu Hera membuat 6 kelompok. Masing-masing kelompok terdiri atas 5-6 orang anak. Kelompok Ahsan terdiri dari 5 orang anak laki-laki. Untuk mengisi kegiatan jeda, di sekolah ada agenda penghijauan di lingkungan kelas.

Ahsan berdiskusi dengan teman-teman.
“Nah, nanti Ahsan tugasnya membawa satu pot tanaman hias. Harganya berapa, nanti kita membayar iuran untuk pembelian pot dan tanaman hias,” kata Ihsan.

Kelompok yang lain juga membawa satu pot tanaman hias. Setiap pagi, anak-anak yang piket bertugas menyiram semua tanaman hias di depan kelas mereka.

Pada saat diumumkan belajar di rumah untuk memutus rantai wabah virus korona, Ahsan dan teman-teman khawatir tanamannya tidak terawat dengan baik.
“Anak-anak, Pak Tono penjaga malam di sekolah akan menyiram tanaman kalian.”
“Hore, tanaman kita ada yang merawat!” seru anak-anak dengan riang.

Awal bulan Ramadan, melalui pesan WhatsApp, Bu Hera memberi tugas kepada anak-anak secara mandiri untuk menanam kangkung dalam pot, plastik kresek, atau kaleng bekas. Bu Hera akan mengunjungi rumah Ahsan dan teman-teman secara terjadwal untuk melihat tanaman kangkung.

Di rumah Ahsan terdapat banyak tanaman kangkung dalam berbagai usia. Ada yang baru disemai, berkecambah, kangkung dengan beberapa daun, dan kangkung siap panen. Namun, Ahsan tetap melaksanakan tugas dengan baik. Dia tidak mau mengambil tanaman milik keluarga untuk ditunjukkan pada Bu Hera.

Berbeda dengan Ahsan, Rio tidak begitu bersemangat untuk melaksanakan tugas. Rio menunda-nunda pekerjaannya. Hari kelima setelah tugas diberikan, Rio baru menyemai biji kangkung.

Pada hari kedelapan, Bu Hera mengunjungi rumah Ahsan dan teman-teman secara acak. Bu Hera akhirnya tiba di rumah Rio. Rio menunjukkan sebuah pot berisi kangkung. Tangkai dan daun kangkung besar dan lebat.

"Rio, benarkah kamu menanam sendiri?" tanya Bu Hera.
"Betul, Bu. Saya menanam sendiri, " kata Rio penuh percaya diri.
"Sepertinya ini bukan kangkung yang kamu semai, deh?"
"Bu Hera tidak percaya, ya. Tanaman saya kan disiram pakai pupuk mahal, " Rio berusaha untuk meyakinkan.

Bu Hera lalu mengeluarkan kotak ajaibnya, yaitu handphone. Beliau membuka foto-foto tanaman kangkung dan menunjukkan pada Rio. Ibu Rio berada di dekat Rio.

"Rio, coba lihat ini. Foto-foto ini Ibu dapatkan setelah berkunjung ke rumah teman-temanmu. Rata-rata pertumbuhan kangkungnya sama. Masih kecil dan baru tumbuh beberapa daun tiap batangnya."
Rio mengamati foto-foto yang ditunjukkan Bu Hera.

"Aduh, bagaimana ini? Ketahuan kalau yang aku tunjukkan bukan yang kusemai sendiri," kata suara hati Rio.
"Ibu mau tanya, yang ditanam Rio sendiri di mana?"

Akhirnya Rio menunjukkan bibit kangkung yang sudah mulai pecah kulit bijinya.

Sumber: www.bibitbunga.com

"Meskipun Ibu tidak tahu, tapi tanaman kangkung dapat bicara, lo. Buktinya Rio berbohong, kangkung menunjukkan suatu kebenaran, yaitu pertumbuhan pada usianya."
"Maafkan Rio, Bu Hera. Rio tidak akan berbohong lagi dan menunda pekerjaan."
"Ibu maafkan. Sekarang tanamannya dikembalikan dan dirawat dengan baik ya."

Ibu Rio berterima kasih pada Bu Hera. Tidak lama kemudian Bu Hera pamit dan akan melanjutkan berkunjung ke rumah murid yang lain.

#menjagaamanah
#ProduktifNulisDiRumpunAksara2
Tugas Kelas Cernak Rumpun Aksara

Cernak Realis : Satu Rumah Satu Kolam Ember

sumber: makassar.terkini.id


Tema: Berkebun
Satu Rumah Satu Kolam Ember
Penulis: Noer Ima Kaltsum

Ahsan memanen caisim lalu dimasukkan ke dalam keranjang plastik. Sore ini keluarga Ahsan tetap sibuk seperti biasa meskipun bulan Ramadan. Kakak Fai memberi pakan lele yang ada di kolam kecil. Sejak kecil Kak Fai sudah dibuatkan kolam ikan.

Di dekat kolam terdapat tanaman sayuran di dalam pot-pot. Ibu menanam caisim, bayam, dan kangkung. Ketiga tanaman tersebut tidak memerlukan tempat yang luas, berumur pendek dan cepat panen.

Sejak awal ada wabah korona, ayah dan ibu memperbanyak pot dan polibag untuk menanam sayuran. Langkah ayah tidak keliru. Selama lebih dari 2 bulan, belajar dan bekerja dilakukan di rumah. Orang-orang tidak diizinkan keluar rumah kecuali ada kepentingan.

Untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari, ayah dan ibu memanen sayuran, ikan lele, telur ayam, dan menyembelih ayam. Suatu hari, Ahsan diajak membuat kolam dari ember besar.

"Ayah, bukankah kita sudah punya kolam? Kenapa membuat kolam dari ember besar? Lalu, gelas-gelas plastik ini untuk apa, Yah?" tanya Ahsan penasaran.
"Ahsan, lahan di rumah kita luas. Mau menanam sayuran, memelihara ikan dan ayam bisa. Sementara tetangga kita yang tinggal di perumahan, lahannya sempit. Mereka kesulitan mau bercocok tanam. Nah, Ayah akan memberi contoh membuat kolam ikan sekaligus untuk menanam sayuran."
"Benarkah?"
"Paling tidak tiap keluarga memiliki satu ember kolam ikan lele."

Ahsan baru tahu, beberapa hari yang lalu Kak Fai membantu ayah melubangi gelas plastik dan memberi kawat. Ternyata ayah menyiapkan bahan untuk beternak dan berkebun kecil-kecilan.

Kak Fai dan Ahsan mengisi gelas plastik dengan arang batok kelapa. Setelah itu beberapa bibit kangkung berumur 7 hari dimasukkan ke dalam gelas plastik. Sebuah ember besar diisi air, lalu ikan-ikan lele kecil dimasukkan ke dalam ember. Pot plastik berisi bibit kangkung diletakkan di pinggir ember dan dikaitkan dengan kawat.

Ahsan tersenyum lebar.

"Kolamnya sudah selesai."
"Ahsan, ikannya nanti diberi pakan. Air kolamnya bisa untuk menyiram tanaman kangkung," kata Kak Fai.
"Ahsan dan Kak Fai nanti bantu Ayah membuat kolam, ya. Kemarin Pak RT memesan 5 ember kolam dan tanamannya. Mumpung kalian libur. Di rumah tidak ada kegiatan, pas puasa begini. Biar waktunya bermanfaat, kita kerjakan proyek ini bareng-bareng."
"Siap bos!"

#berkebun
#ProduktifNulisDiRumpunAksara1
Tugas Kelas Cernak Rumpun Aksara

Kamis, 30 April 2020

Mengapa Perempuan Harus Berdagang?



Mengapa Perempuan Harus Berdagang?

noerimakaltsum.com. Perempuan harus bisa berdagang. Jualan apa saja yang penting ada niat. Kamu juga bisa berjualan barang yang sama dengan orang lain. Tidak ada larangan menjiplak dagangan orang lain. Sebab rezeki sudah ada yang mengatur. Kalau perlu bekerja sama dengan teman-teman yang memiliki barang dagangan yang sama. Percayalah, rezeki nggak bakalan tertukar kok. Kalau memang sudah menjadi rezekimu, pasti daganganmu bakalan laku. Jualannya mulai sekarang ya, jangan ditunda! Kalau nggak laku, gimana? Ya nggak gimana-gimana. Sabar, telaten, tekun, dan pantang menyerah! Anak perempuanku juga mau berjualan lo, nggak pake malu.

Aku punya pengalaman jualan buku. Tentu saja banyak teman yang menjual buku yang sama, soalnya buku yang kami jual adalah buku antologi yang kami tulis rame-rame. Sebagai penulis buku yang diterbitkan secara indie, tentu saja aku kudu giat promosi.  Demikian pula teman-teman juga harus berpromosi. Saingan dong? Ya bersaing dan bekerja sama. Namun, tak semua teman bisa berbisnis atau menjual bukunya. Ya, alasannya macam-macam deh.

Kenapa perempuan kudu berdagang? Ada 2 cerita tentang cerita berjualan. Semoga bisa menginspirasi.

Karena Ibuku Berdagang
Ibu berdagang di pasar secara kecil-kecilan. Keuntungannya cukup untuk memenuhi biaya hidup sehari-hari. Bapak bekerja sebagai tukang kayu (serabutan) dan mendapatkan upah harian. Bila tidak bekerja berarti tidak ada pemasukan. Dahulu, kehidupan keluarga kami bisa dibilang cukup.

Namun, mulai tahun 1988 dan seterusnya, usaha ibu mengalami bangkrut. Ibu tidak bisa bertahan berjualan di pasar. Sejak saat itu kehidupan kami bisa dibilang berada di titik nol. Ibu tetap berjualan meski hasilnya tak seberapa. Bapak bekerja bila ada orang yang membutuhkan jasanya. Orang lain melihat ekonomi keluarga kami kelihatan baik-baik saja. Padahal buat makan, bayar listrik, dan bayar sekolah jelas kesulitan, bahkan barang-barang berharga mulai dijual. Beruntung, kakakku yang nomor 2 sudah bekerja. Kakakku membiayai sekolah adik-adiknya.

Ternyata sekarang baru aku tahu, dulu setiap orang yang melakukan perniagaan, bisa dipandang sebagai orang dalam kategori cukup. Entah itu keuntungannya sedikit atau banyak, minimal bisa untuk membeli beras dan lauk seadanya, tetap dikatakan cukup. Meskipun untuk sehari-hari kadang harus berutang, ibu dan bapak tetap berusaha untuk membayar zakat fitrah 8 x 2,5 kg beras di akhir Ramadan.

Berdagang adalah pekerjaan ibu yang dilakukan sejak masih muda. Sepertinya ibu tidak bisa lepas dari pekerjaan ini. Suatu hari ibu berjualan tahu dan tempe, tapi tidak laku. Jualan tahu dan tempe hanya beberapa hari saja. Lalu jualan jajanan di sekolah dan di rumah.  Pada akhirnya ibu menjual barang dagangan sesuai pesanan secara kredit. Saat itu anak-anak tidak lagi membutuhkan biaya sekolah. Dari berjualan berdasarkan pesanan inilah, ibu bisa menabung emas. Alhamdulillah, ibu naik haji dengan biaya sebagian dari tabungan emas dan sebagian uang kakakku.

Karena ibu berdagang, jadi saat berada pada titik terendah pun orang luar tidak tahu kalau kami pernah makan seadanya dengan tidak kenyang.

Jualan Buku Ngeblog Seru Ala Ibu-ibu
Buku Antologi Ngeblog Seru Ala Ibu-ibu yang ditulis rame-rame alias keroyokan ini ternyata laku keras dan masih banyak yang belum kebagian. Sayangnya setok di rumah habis. Padahal kemarin aku sudah rela menyetok dalam jumlah tertentu dengan perasaan optimis. Nggak banyak sih, karena menyesuaikan kantong.

Namanya juga modal sedikit, jadi nyetoknya juga nggak banyak biar uangnya bisa muter-muter. Ternyata di rumah setok habis, dan setok teman-teman juga sama. Habis! Senang rasanya bila bukunya masih dicari pembaca. Oleh karena buku tersebut diterbitkan secara indie, kami juga mencetak berdasarkan pesanan saja.

Aku hanya bisa berkhayal dan bermimpi naskah buku Ngeblog Seru Ala Ibu-ibu ini direvisi atau dipoles sedikit lalu ditawarkan ke penerbit mayor. Mimpi ya, cuma mimpi. Siapa tahu mak dor jadi kenyataan, laku keras di pasaran dan penjualannya baik.

Namun, ada tetapinya juga lo. Buku Indie diterbitkan dengan biaya sendiri dan semua penulis seharusnya aktif berpromosi agar bukunya yang terjual banyak. Ternyata oh ternyata tidak setiap penulis bisa berbisnis. Entah karena kurang pede, merasa tidak berbakat, atau bingung mau dijual pada siapa.

Menurut "penerawanganku", buku ini sangat "menjual" dan banyak dibutuhkan orang terutama para bloger. Sebab buku ini bukan sekadar buku ngeblog biasa. Penulisnya memang tidak asal-asalan menulis karena di Grup Ibu-ibu Doyan Nulis ini tulisannya harus benar-benar cetar.

Bermimpi di pagi hari, saat berpuasa dalam keadaan lapar, dilangitkan doa-doa, siapa tahu bisa menjadi kenyataan.

Nah, kalau kamu pingin mulai berdagang, silakan pelajari dulu dan lihat pasar, barang dagangan apa yang sekarang laku. Apalagi saat ada pandemi ini, perempuan harus tetap bergerak/melakukan aksi. Kalau aku lihat, kampung-kampung yang tidak ditutup jalannya, para pedagang masih bisa menjajakan dagangan lo. Entah itu sayur, krupuk, daging ayam, susu segar, dan masih banyak lagi. Ada juga yang mengais rezeki dengan menawarkan dagangan di grup WA selama bulan Ramadan.