Senin, 29 Juni 2020
Jumat, 26 Juni 2020
PERJALANAN IBADAH HAJI TAHUN INI DITIADAKAN
![]() |
noerimakaltsum.com Tanggal
2 Juni 2020, pemerintah telah memutuskan bahwa tahun 2020 ini meniadakan
pemberangkatan ibadah haji ke tanah suci. Bagi saya dan suami, lega rasanya
mendengar berita itu. Pandemi COVID-19 ini memberikan pelajaran baru arti
sebuah kesabaran. Bila sebelumnya setiap mengikuti manasik haji, pembimbing
mengajak calon jemaah haji untuk sabar, maka sabar yang sesungguhnya adalah
kali ini.
Saya
dan suami menyikapi keputusan pemerintah dengan sabar. mengambil hikmah, selalu
berbaik sangka , dan inilah yang terbaik dari Allah. Manusia hanya bisa
merencanakan, berusaha dan ikhtiar, selanjutnya Allah yang menentukan takdir
manusia. Menerima takdir dengan ikhlas, lila lan legawa, tidak kecewa, tidak
berkeluh kesah.
Persiapan
untuk melakukan perjalanan jauh dan lama, ibadah yang dinanti-nanti oleh
sebagian besar umat Islam, sudah maksimal. Ibaratnya tinggal berangkat. Namun,
sejak wabah korona, tanah suci ditutup. Semua
Negara yang akan mengirimkan calon jemaah haji ke tanah suci menunggu berita
dari kerajaan Arab Saudi. Salah satu negara di kawasan Asia Tenggara sudah
memutuskan sendiri untuk tidak memberangkatkan calon jemaah haji ke tanah suci.
Alasannya adalah sebagian besar calon jemaah haji yang akan berangkat usianya
sudah lanjut. Demi keamanan dan keselamatan, Singapura meniadakan
pemberangkatan ibadah haji.
Pemerintah
India dan Afrika juga memutuskan hal yang sama. Demikian pula Pemerintah Negara
Indonesia, memutuskan tidak memberangkatkan jemaah haji ke tanah suci dengan
alasan keamanan dan keselamatan jemaah. Dengan kondisi sekarang ini, di mana
belum terjadi penurunan korban covid-19.
Saya
dan suami bergabung di sebuah kelompok bimbingan manasik haji dan umrah di
KBIHU Zam-zam, Kabupaten Karanganyar. Begitu ada pengumuman bahwa setoran
pelunasan ONH bisa diambil atau tidak diambil, kelompok kami mengadakan musyawarah
dan diputuskan untuk tidak mengambil uang pelunasan ONH. Dengan demikian, uang
tersebut akan dikelola oleh pemerintah. Kelak kami akan mendapatkan bagi hasil
sebelum berangkat haji tahun 2021.
Bagi
saya dan suami, dengan ditiadakan pemberangkatan haji tahun ini, artinya kami
bisa belajar manasik haji lebih dalam, bisa belajar membaca Qur’an, banyak
menghafalkan doa, dan lebih banyak belajar kesabaran. Mungkin
Allah memberikan kesempatan pada saya dan suami untuk membawa “bekal” yang cukup.
Bekal tersebut adalah ilmu.
Semoga
saya, suami, dan calon jemaah haji lainnya diberikan umur panjang, sehat, waktu
yang luang, dan bisa berangkat ke tanah suci untuk menunaikan ibadah haji tahun
2021, dalam keadaan aman.
Catatan: sumber gambar cnnindonesia dot com
Sabtu, 20 Juni 2020
14 Hari Menjalani Kebiasaan Baru Dengan Food Combining
noerimakaltsum.com. Buah pisang, pepaya, jambu merah, jeruk nipis, dan sayuran masuk dalam keranjang belanja. Awalnya bingung buah apa dulu yang akan dimakan. Bagaimana kalau nanti buah-buah itu nggak habis dalam beberapa hari? Pertanyaan itu sekarang sudah terjawab.
14 Hari Menjalani Kebiasaan Baru Dengan Food
Combining
Memulai kebiasaan baru, tidak mudah, banyak godaan, dan penuh
tantangan. Pertama minum jeruk nipis peras, awalnya ragu-ragu kalau nanti perut
melilit dan perih. Ternyata, nggak ada keluhan setelah beberapa hari kebiasaan
ini kulakukan.
Kedua sarapan buah. Dulu kalau belum sarapan nasi dan minum teh
panas selalu pusing. Walaupun sudah makan roti, biskuit atau apa saja, tapi
belum ketemu nasi, dijamin kliyengan. Sekarang, sarapan buah menjadi kebiasaan.
Pagi hari makan makanan ringan, ya makan buah. Ternyata hanya sarapan buah dan
tidak ketemu nasi di pagi hari, badan tetap nyaman dan nggak pusing.
Sayuran adalah teman makan nasi. Itu dulu, dulu sekali. Sekarang
sayuran kadang dimakan tanpa nasi. Ternyata makan sayur tanpa nasi juga asyik
lo.
Empat belas hari melakukan kebiasaan baru dalam mengatur pola makan, rupanya tidak ada kendala. Sekarang kalau meninggalkan kebiasaan baru itu rasanya ada yang kurang.
Untuk sehat memang harus ada gebrakan. Gebrakan sarapan buah.
Bolehkah Makan Masakan
Padang?
Ajakan sarapan di warung makan langsung kuterima. Sarapan dengan
nasi padang yang super mantap.
Setelah membaca-baca referensi, ternyata makan juga ada
aturannya lo agar kerja "di dalam perut" tidak berat. Lalu boleh
nggak kalau makan masakan padang? Boleh, asal tahu syaratnya. Yuk, mulai
mengatur pola makan biar tubuh kita tetap sehat.
Mengatur pola makan dan berolahraga dengan teratur bukan
monopoli bagi teman-teman yang berbadan subur alias berlebihan. Siapa pun harus
melakukan itu terutama untuk menjaga kesehatan.
Sehat memang mahal harganya. Namun, untuk menjadi sehat tidak
harus mengeluarkan biaya mahal.
Ketika jatuh sakit, dalam pikiran teman-teman mungkin langsung mengobati dengan berbagai macam obat-obatan. Padahal, tidak demikian.
Buku 99 Tanya Jawab Food Combining ini bisa memberikan pencerahan bagi teman-teman. Teman-teman bisa memilih satu kelas yang diinginkan dengan PO buku ini.
Dengan investasi 75.000, Anda bisa mendapatkan buku dan memilih kelas secara gratis. Jangan sampai ketinggalan. Boleh mojok dulu di wa.me/6282328716737
Kamis, 18 Juni 2020
4 Kegunaan Blender Untuk Keperluan Sehari-hari
noerimakaltsum.com. Sejak
Fai mulai makan makanan padat, beberapa orang yang telah berpengalaman
menyarankan agar aku memiliki blender. Ada juga yang menyarankan untuk membuat
nasi tim yang praktis. Kedua saran tersebut aku lakukan. Selain membuat nasi
tim, aku juga membuat makanan yang dihaluskan dengan cara diblender.
Fai bukan
termasuk anak yang gampang makan. Tetangga sebelah anaknya seusia dengan Fai,
gampang sekali makan. Setiap makanan yang diberikan, biasanya cepat habis
dimakan. Kadang-kadang aku sampai heran, kenapa Fai sangat berbeda dengan anak
tetangga meskipun sama-sama anak perempuan?
Meskipun
tidak gampang menyuapi Fai dengan nasi, sayur, dan lauk diblender atau nasi
tim, tapi aku tidak mau menyerah. Biarlah Fai makan makanan dalam porsi
sedikit, yang penting masih ada yang masuk.
Beberapa
tahun kemudian, si kecil Fai mulai bisa makan dalam jumlah banyak. Blender tetap
kupakai untuk membuat jus buah. Sepuluh tahun kemudian, Fai memiliki adik
laki-laki, Ahsan namanya. Berbeda dengan Fai, Ahsan termasuk gampang sekali
makannya. Nasi sayur diblender, diulek atau nasi tim, semua bisa dengan cepat
dihabiskan.
Sampai
kini, blender yang kubeli dari tahun 2000 masih aku pakai. Syukur alhamdulillah,
blender Miyako bisa awet. Oya, sampai sekarang blender tersebut masih aku
gunakan. Blender tersebut aku gunakan untuk hal-hal berikut:
1. Membuat
jus buah
Aku menerapkan
pola makan sehat bukan untuk melangsing. Pola makan sehat ini murni untuk
menjaga tubuh agar tetap sehat. Salah satu
langkah menerapkan pola makan sehat adalah sarapan buah. Ya, pagi-pagi
aku tidak makan nasi, melainkan sarapan buah. Yang aku makan bisa buah potong
atau jus buah. Nah, jus buah adalah menu sarapan praktis dan bisa dikonsumsi kapan
saja. Untuk membuat jus buah, tentu saja kugunakan blender Miyako.
2. Menggiling
daging
Selama
pandemi, Fai suka membuat makanan atau camilan. Salah satu camilan yang dibuat
adalah dimsum. Awalnya isian dimsum berupa daging ayam yang dicacah lalu diberi
bumbu, sedikit tepung terigu dan tepung tapioka. Untuk membuat dimsum dalam
jumlah banyak, tentu memerlukan isian daging yang banyak pula. Tidak mungkin
untuk mencacah daging ayam secara manual, bukan? Untuk itulah, blender
kesayangan bisa diandalkan. Dengan menggunakan blender, pekerjaan menggiling
daging jadi cepat dan hasilnya lebih halus.
3. Membuat
adonan kue
Selain
membuat dimsum, Fai juga tertarik untuk membuat martabak manis alias terang
bulan. Dulu Fai sering membeli martabak manis secara online. Harganya cukup
lumayan merogoh kantong. Setelah melihat cara membuat martabak manis dari
youtube, Fai ingin membuat sendiri. Katanya dengan membuat sendiri, biayanya
lebih hemat.
Untuk
membuat adonan, Fai tidak mencampurkan semua bahan kecuali soda kue memakai
mixer. Fai membuat adonan menggunakan blender. Ternyata blender Miyako yang
kami miliki multifungsi. Sudah seharusnya memiliki suatu barang yang memiliki
banyak kegunaan. Dengan demikian tidak perlu memiliki banyak alat atau benda di
rumah.
4. Membuat
sari kedelai
Suatu
hari, aku ingin membuat minuman yang segar, murah meriah, dan menyehatkan. Pilihanku
jatuh pada sari kedelai. Bahan dasar sari kedelai hanya kedelai, air, gula,
vanili, dan jahe. Mula-mula kedelai direndam dalam selama kurang lebih 6 jam. Setelah
dibilas bersih, kedelai dan air digiling dengan blender. Langkah berikutnya
adalah campuran disaring. Cairannya berupa sari kedelai ditambah jahe dimasak
sampai mendidih dengan api sedang sambil diadul. Setelah mendidih, api
dimatikan lalu sari kedelai ditambah vanili dan gula sesuai selera.
Minuman
sehat ini bisa dibuat sewaktu-waktu dan dikonsumsi dalam keadaan hangat-hangat.
Setelah minum sari kedelai hangat, dijamin keringat langsung mengucur.
Bila
Anda memiliki blender, silakan gunakan dengan sebaik-baiknya. Semoga Anda bisa
mengoptimalkan kegunaan blender. Blender adalah benda memiliki banyak kegunaan
dan harus Anda miliki.
Minggu, 17 Mei 2020
Cernak Realis : Kangkung Dapat Bicara
![]() |
| Sumber: www.bibitonline.com |
Tema:
Menjaga Amanah
Kangkung
Dapat Bicara
Penulis:
Noer Ima Kaltsum
Bu
Hera membuat 6 kelompok. Masing-masing kelompok terdiri atas 5-6 orang anak.
Kelompok Ahsan terdiri dari 5 orang anak laki-laki. Untuk mengisi kegiatan
jeda, di sekolah ada agenda penghijauan di lingkungan kelas.
Ahsan
berdiskusi dengan teman-teman.
“Nah,
nanti Ahsan tugasnya membawa satu pot tanaman hias. Harganya berapa, nanti kita
membayar iuran untuk pembelian pot dan tanaman hias,” kata Ihsan.
Kelompok
yang lain juga membawa satu pot tanaman hias. Setiap pagi, anak-anak yang piket
bertugas menyiram semua tanaman hias di depan kelas mereka.
Pada
saat diumumkan belajar di rumah untuk memutus rantai wabah virus korona, Ahsan
dan teman-teman khawatir tanamannya tidak terawat dengan baik.
“Anak-anak,
Pak Tono penjaga malam di sekolah akan menyiram tanaman kalian.”
“Hore,
tanaman kita ada yang merawat!” seru anak-anak dengan riang.
Awal
bulan Ramadan, melalui pesan WhatsApp, Bu Hera memberi tugas kepada anak-anak
secara mandiri untuk menanam kangkung dalam pot, plastik kresek, atau kaleng
bekas. Bu Hera akan mengunjungi rumah Ahsan dan teman-teman secara terjadwal untuk
melihat tanaman kangkung.
Di
rumah Ahsan terdapat banyak tanaman kangkung dalam berbagai usia. Ada yang baru
disemai, berkecambah, kangkung dengan beberapa daun, dan kangkung siap panen.
Namun, Ahsan tetap melaksanakan tugas dengan baik. Dia tidak mau mengambil
tanaman milik keluarga untuk ditunjukkan pada Bu Hera.
Berbeda
dengan Ahsan, Rio tidak begitu bersemangat untuk melaksanakan tugas. Rio
menunda-nunda pekerjaannya. Hari kelima setelah tugas diberikan, Rio baru
menyemai biji kangkung.
Pada
hari kedelapan, Bu Hera mengunjungi rumah Ahsan dan teman-teman secara acak. Bu
Hera akhirnya tiba di rumah Rio. Rio menunjukkan sebuah pot berisi kangkung.
Tangkai dan daun kangkung besar dan lebat.
"Rio,
benarkah kamu menanam sendiri?" tanya Bu Hera.
"Betul,
Bu. Saya menanam sendiri, " kata Rio penuh percaya diri.
"Sepertinya
ini bukan kangkung yang kamu semai, deh?"
"Bu
Hera tidak percaya, ya. Tanaman saya kan disiram pakai pupuk mahal, " Rio
berusaha untuk meyakinkan.
Bu
Hera lalu mengeluarkan kotak ajaibnya, yaitu handphone. Beliau membuka
foto-foto tanaman kangkung dan menunjukkan pada Rio. Ibu Rio berada di dekat
Rio.
"Rio,
coba lihat ini. Foto-foto ini Ibu dapatkan setelah berkunjung ke rumah
teman-temanmu. Rata-rata pertumbuhan kangkungnya sama. Masih kecil dan baru
tumbuh beberapa daun tiap batangnya."
Rio
mengamati foto-foto yang ditunjukkan Bu Hera.
"Aduh,
bagaimana ini? Ketahuan kalau yang aku tunjukkan bukan yang kusemai
sendiri," kata suara hati Rio.
"Ibu
mau tanya, yang ditanam Rio sendiri di mana?"
Akhirnya
Rio menunjukkan bibit kangkung yang sudah mulai pecah kulit bijinya.
![]() |
| Sumber: www.bibitbunga.com |
"Meskipun
Ibu tidak tahu, tapi tanaman kangkung dapat bicara, lo. Buktinya Rio berbohong,
kangkung menunjukkan suatu kebenaran, yaitu pertumbuhan pada usianya."
"Maafkan
Rio, Bu Hera. Rio tidak akan berbohong lagi dan menunda pekerjaan."
"Ibu
maafkan. Sekarang tanamannya dikembalikan dan dirawat dengan baik ya."
Ibu
Rio berterima kasih pada Bu Hera. Tidak lama kemudian Bu Hera pamit dan akan
melanjutkan berkunjung ke rumah murid yang lain.
#menjagaamanah
#ProduktifNulisDiRumpunAksara2
Tugas Kelas Cernak
Rumpun Aksara
Cernak Realis : Satu Rumah Satu Kolam Ember
Tema: Berkebun
Satu Rumah Satu Kolam Ember
Penulis: Noer Ima Kaltsum
Ahsan memanen caisim lalu dimasukkan ke dalam keranjang plastik.
Sore ini keluarga Ahsan tetap sibuk seperti biasa meskipun bulan Ramadan. Kakak
Fai memberi pakan lele yang ada di kolam kecil. Sejak kecil Kak Fai sudah
dibuatkan kolam ikan.
Di dekat kolam terdapat tanaman sayuran di dalam pot-pot. Ibu
menanam caisim, bayam, dan kangkung. Ketiga tanaman tersebut tidak memerlukan
tempat yang luas, berumur pendek dan cepat panen.
Sejak awal ada wabah korona, ayah dan ibu memperbanyak pot dan
polibag untuk menanam sayuran. Langkah ayah tidak keliru. Selama lebih dari 2
bulan, belajar dan bekerja dilakukan di rumah. Orang-orang tidak diizinkan
keluar rumah kecuali ada kepentingan.
Untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari, ayah dan ibu memanen
sayuran, ikan lele, telur ayam, dan menyembelih ayam. Suatu hari, Ahsan diajak
membuat kolam dari ember besar.
"Ayah, bukankah kita sudah punya kolam? Kenapa membuat
kolam dari ember besar? Lalu, gelas-gelas plastik ini untuk apa, Yah?"
tanya Ahsan penasaran.
"Ahsan, lahan di rumah kita luas. Mau menanam sayuran,
memelihara ikan dan ayam bisa. Sementara tetangga kita yang tinggal di
perumahan, lahannya sempit. Mereka kesulitan mau bercocok tanam. Nah, Ayah akan
memberi contoh membuat kolam ikan sekaligus untuk menanam sayuran."
"Benarkah?"
"Paling tidak tiap keluarga memiliki satu ember kolam ikan
lele."
Ahsan baru tahu, beberapa hari yang lalu Kak Fai membantu ayah
melubangi gelas plastik dan memberi kawat. Ternyata ayah menyiapkan bahan untuk
beternak dan berkebun kecil-kecilan.
Kak Fai dan Ahsan mengisi gelas plastik dengan arang batok
kelapa. Setelah itu beberapa bibit kangkung berumur 7 hari dimasukkan ke dalam
gelas plastik. Sebuah ember besar diisi air, lalu ikan-ikan lele kecil
dimasukkan ke dalam ember. Pot plastik berisi bibit kangkung diletakkan di
pinggir ember dan dikaitkan dengan kawat.
Ahsan tersenyum lebar.
"Kolamnya sudah selesai."
"Ahsan, ikannya nanti diberi pakan. Air kolamnya bisa untuk
menyiram tanaman kangkung," kata Kak Fai.
"Ahsan dan Kak Fai nanti bantu Ayah membuat kolam, ya.
Kemarin Pak RT memesan 5 ember kolam dan tanamannya. Mumpung kalian libur. Di
rumah tidak ada kegiatan, pas puasa begini. Biar waktunya bermanfaat, kita
kerjakan proyek ini bareng-bareng."
"Siap bos!"
#berkebun
#ProduktifNulisDiRumpunAksara1
Tugas Kelas Cernak Rumpun
Aksara
Kamis, 30 April 2020
Mengapa Perempuan Harus Berdagang?
Mengapa Perempuan
Harus Berdagang?
noerimakaltsum.com. Perempuan harus bisa berdagang. Jualan apa saja yang penting ada
niat. Kamu juga bisa berjualan barang yang sama dengan orang lain. Tidak ada
larangan menjiplak dagangan orang lain. Sebab rezeki sudah ada yang mengatur. Kalau
perlu bekerja sama dengan teman-teman yang memiliki barang dagangan yang sama. Percayalah,
rezeki nggak bakalan tertukar kok. Kalau memang sudah menjadi rezekimu, pasti
daganganmu bakalan laku. Jualannya mulai sekarang ya, jangan ditunda! Kalau nggak
laku, gimana? Ya nggak gimana-gimana. Sabar, telaten, tekun, dan pantang
menyerah! Anak perempuanku juga mau berjualan lo, nggak pake malu.
Aku punya pengalaman jualan buku. Tentu saja banyak teman yang
menjual buku yang sama, soalnya buku yang kami jual adalah buku antologi yang
kami tulis rame-rame. Sebagai penulis buku yang diterbitkan secara indie, tentu
saja aku kudu giat promosi. Demikian pula
teman-teman juga harus berpromosi. Saingan dong? Ya bersaing dan bekerja sama. Namun,
tak semua teman bisa berbisnis atau menjual bukunya. Ya, alasannya macam-macam
deh.
Kenapa perempuan kudu berdagang? Ada 2 cerita tentang cerita
berjualan. Semoga bisa menginspirasi.
Karena Ibuku Berdagang
Ibu berdagang di pasar secara kecil-kecilan. Keuntungannya cukup
untuk memenuhi biaya hidup sehari-hari. Bapak bekerja sebagai tukang kayu
(serabutan) dan mendapatkan upah harian. Bila tidak bekerja berarti tidak ada
pemasukan. Dahulu, kehidupan keluarga kami bisa dibilang cukup.
Namun, mulai tahun 1988 dan seterusnya, usaha ibu mengalami
bangkrut. Ibu tidak bisa bertahan berjualan di pasar. Sejak saat itu kehidupan
kami bisa dibilang berada di titik nol. Ibu tetap berjualan meski hasilnya tak
seberapa. Bapak bekerja bila ada orang yang membutuhkan jasanya. Orang lain
melihat ekonomi keluarga kami kelihatan baik-baik saja. Padahal buat makan,
bayar listrik, dan bayar sekolah jelas kesulitan, bahkan barang-barang berharga
mulai dijual. Beruntung, kakakku yang nomor 2 sudah bekerja. Kakakku membiayai
sekolah adik-adiknya.
Ternyata sekarang baru aku tahu, dulu setiap orang yang
melakukan perniagaan, bisa dipandang sebagai orang dalam kategori cukup. Entah
itu keuntungannya sedikit atau banyak, minimal bisa untuk membeli beras dan
lauk seadanya, tetap dikatakan cukup. Meskipun untuk sehari-hari kadang harus
berutang, ibu dan bapak tetap berusaha untuk membayar zakat fitrah 8 x 2,5 kg
beras di akhir Ramadan.
Berdagang adalah pekerjaan ibu yang dilakukan sejak masih muda.
Sepertinya ibu tidak bisa lepas dari pekerjaan ini. Suatu hari ibu berjualan
tahu dan tempe, tapi tidak laku. Jualan tahu dan tempe hanya beberapa hari
saja. Lalu jualan jajanan di sekolah dan di rumah. Pada akhirnya ibu menjual barang dagangan
sesuai pesanan secara kredit. Saat itu anak-anak tidak lagi membutuhkan biaya
sekolah. Dari berjualan berdasarkan pesanan inilah, ibu bisa menabung emas.
Alhamdulillah, ibu naik haji dengan biaya sebagian dari tabungan emas dan
sebagian uang kakakku.
Karena ibu berdagang, jadi saat berada pada titik terendah pun
orang luar tidak tahu kalau kami pernah makan seadanya dengan tidak kenyang.
Jualan Buku Ngeblog Seru Ala
Ibu-ibu
Buku Antologi Ngeblog Seru Ala Ibu-ibu yang ditulis rame-rame
alias keroyokan ini ternyata laku keras dan masih banyak yang belum kebagian.
Sayangnya setok di rumah habis. Padahal kemarin aku sudah rela menyetok dalam
jumlah tertentu dengan perasaan optimis. Nggak banyak sih, karena menyesuaikan
kantong.
Namanya juga modal sedikit, jadi nyetoknya juga nggak banyak
biar uangnya bisa muter-muter. Ternyata di rumah setok habis, dan setok
teman-teman juga sama. Habis! Senang rasanya bila bukunya masih dicari pembaca.
Oleh karena buku tersebut diterbitkan secara indie, kami juga mencetak
berdasarkan pesanan saja.
Aku hanya bisa berkhayal dan bermimpi naskah buku Ngeblog Seru
Ala Ibu-ibu ini direvisi atau dipoles sedikit lalu ditawarkan ke penerbit
mayor. Mimpi ya, cuma mimpi. Siapa tahu mak dor jadi kenyataan, laku keras di
pasaran dan penjualannya baik.
Namun, ada tetapinya juga lo. Buku Indie diterbitkan dengan biaya sendiri dan semua penulis
seharusnya aktif berpromosi agar bukunya yang terjual banyak. Ternyata oh
ternyata tidak setiap penulis bisa berbisnis. Entah karena kurang pede, merasa
tidak berbakat, atau bingung mau dijual pada siapa.
Menurut "penerawanganku", buku ini sangat
"menjual" dan banyak dibutuhkan orang terutama para bloger. Sebab buku
ini bukan sekadar buku ngeblog biasa. Penulisnya memang tidak asal-asalan
menulis karena di Grup Ibu-ibu Doyan Nulis ini tulisannya harus benar-benar cetar.
Bermimpi di pagi hari, saat berpuasa dalam keadaan lapar,
dilangitkan doa-doa, siapa tahu bisa menjadi kenyataan.
Nah, kalau kamu pingin mulai berdagang, silakan pelajari dulu dan lihat pasar, barang dagangan apa yang sekarang laku. Apalagi saat ada pandemi ini, perempuan harus tetap bergerak/melakukan aksi. Kalau aku lihat, kampung-kampung yang tidak ditutup jalannya, para pedagang masih bisa menjajakan dagangan lo. Entah itu sayur, krupuk, daging ayam, susu segar, dan masih banyak lagi. Ada juga yang mengais rezeki dengan menawarkan dagangan di grup WA selama bulan Ramadan.
Langganan:
Postingan (Atom)










