Selasa, 28 Juli 2026
Menanam Sayuran Umur Pendek
Kamis, 23 Juli 2026
Cara Membuat Handsock dari Leging
Bila di rumah saya lebih suka memakai kaos lengan pendek, celana training, dan kerudung instan. Saat ada keperluan mendadak dan hanya sebentar biasanya saya ambil jaket untuk menutup kaos lengan pendek. Sat-set, pergi sebentar, lalu pulang. Lepas jaket, kembali ke setelan awal. Hehehe.
Kadang-kadang terasa gerah kalau keluar rumah mengenakan jaket. Saya memakai handsock atau manset panjang. Namun beberapa waktu terakhir saya kehilangan jejak handsock. Lenyap begitu saja. Mungkin dipindah anak atau suami. Handsock niasanya saya jadikan satu dengan ciput agar mudah mencari.
Karena nggak ada handsock, saya harus beli atau membuat dari kain kerudung yang sudah tidak terpakai. Hanya saja kendalanya mesin jahit lama tidak terpakai. Bau tikus, mesin seret, kabel dinamo dikerikiti tikus. Bahaya bahaya.....! Harus jahit manual pakai tangan. Kalau begini malasnya kambuh.
Aha.... saya jadi ingat leging hitam milik anak perempuan sudah bolong sana sini. Mau dibuang rasanya masih sayang. Kalau nggak dibuang juga cuma memenuhi lemari. Ini bisa untuk membuat handsock. Mari kita buat.....
Pertama-tama siapkan bahan dan alatnya:
Leging usang,
Benang,
Elastik
Gunting,
Jarum.
Langkah-langkah:
1. Siapkan leging, lipat.
2. Ukur panjang leging dari bagian bawah sampai paha seukuran panjang lengan dari punggung tangan sampai ketiak.
3. Potong leging, lalu rapikan lebar (sisi) leging sesuai kebutuhan dengan mengurangi kain yang tak terpakai.
4. Jahit sisi yang yang terpotong
5. Sisi bagian ketiak dijahit dan diberi tempat untuk memasang elastik.
6. Pasang elastik dengan ukuran sesuai kebutuhan.
Handsock siap digunakan. Handsock juga saya pakai saat salat memakai mukena potong tidak berlengan agar sempurna dalam menutup aurat. Biasanya kalau salat pakai mukena potong tidak berlengan, saya harus memakai pakaian/kaos lengan panjang. Kalau pakai mukena terusan, aurat otomatis tertutup kecuali muka dan telapak tangan. Jadi nggak perlu pakai handsock kalau mengenakan kaos pendek. Intinya saat salat lengan tertutup sampai pergelangan tangan.
00000
Rabu, 22 Juli 2026
Cek Kesehatan Bagi Calon Pengantin Perempuan
Remaja zaman sekarang yang sudah siap untuk menikah sebagian sudah mulai mempersiapkan fisik dan mental. Daripada sibuk memikirkan pakai gaun apa, tempatnya di mana, katering, fotografer, perias, jumlah undangan dan lain-lain, mereka justru menomorsatukan kesehatan.
Mereka (calon pengantin perempuan) mulai mengkonsumsi vitamin, tablet tambah darah, asam folat, makanan bergizi, dan lain-lain. Selain itu juga siap menerima vaksin sebelum menikah, di antaranya vaksin tetanus, vaksin kanker serviks, toksoplasma, dan lain-lain. Sepertinya mereka sudah siap untuk memiliki anak setelah menikah alias tidak menunda momongan. Ketika usaha untuk sehat sudah dilakukan, lalu pasrah pada Yang Maha Hidup.
Tahap-tahap yang harus dilalui bagi calon pengantin (catin) diawali dengan catin laki-laki mengumpulkan dokumen yang diperlukan lalu ke kantor KUA. Setelah mendapatkan dokumen dari KUA lalu diteruskan catin perempuan mendaftarkan rencana menikah ke KUA. Namun, ada syarat yang harus dipenuhi sebelum menikah pada hari yang telah ditentukan. Yakni cek kesehatan bagi catin laki-laki dan perempuan. Di antaranya narkoba, HIV, kehamilan (bagi perempuan). Cek kesehatan dilakukan di Puskesmas yang telah ditunjuk.
Dengan cek kesehatan ini, sejak dini diketahui hasilnya dan bermanfaat untuk ibu hamil dan bayinya. Sebab, catin perempuan yang akan merasakan dampak bila hasil cek kesehatan tidak sesuai dengan yang diharapkan.
Untuk itu sejak dini benar-benar jaga kesehatan, konsumsi makanan, pergaulan, dan semua berlandaskan agama. Insya Allah semua akan baik-baik saja dan catin siap secara fisik, mental, dan finansial saat mau menikah.
00000
Rabu, 15 Juli 2026
Masa Tua di Panti Jompo
Hari Selasa kemarin saya kedatangan teman lama. Kami biasa saling berkunjung. Kebetulan dia mau menjemput anaknya. Jadi, masih ada waktu untuk ngobrol. Teman saya memiliki 2 anak. Yang besar sudah menikah dan punya 2 orang anak. Yang kecil kelas 1 SMA. Anak saya uang besar adik kelas anak teman saya. Yang kecil satu sekolah dengan anaknya.
Obrolan kami macam-macam, terutama soal menyiapkan diri untuk "pulang kampung" akhirat dengan banyak beramal. Usia mulai menua, kini mikirnya tentang akhirat. Kesenangan di dunia hanya sementara. Kelak anak-anak juga akan berkeluarga dan meninggalkan kita.
"Bu, besok kalau tua aku pingin hidup di panti jompo. Tidak merepotkan anak, tapi tidak sendiri di rumah. Aku tahu, pasti banyak yang kontra. Di panti jompo aku bisa bantu-bantu apa yang bisa kulakukan."
"Ho o. Apik wae. Cuma, anak-anak mengizinkan atau tidak."
"Ikut anak itu beda kalau berada di rumah sendiri. Ikut anak, ada menantu. Mertua-menantu dalam satu rumah kebanyakan ada gesekan, apalagi dengan menantu perempuan. Tapi di rumah sendiri, kalau ada apa-apa kadang tidak ada yang menolong. Beberapa kisah nyata; orang tua/lansia membusuk di rumah, meninggal setelah beberapa hari baru ketahuan, dan lain-lain. Kalau di panti jompo minimal ada temannya."
"Kalau masih sehat dan bisa berkarya juga bisa melakukan aktivitas yang menghasilkan uang. Berkebun dan beternak ayam."
Saya jadi ingat seorang perempuan penulis terkenal. Dia tinggal di panti jompo, anaknya berada di luar. Dia sendiri yang menginginkan berada di panti jompo. Secara materi berlebih. Di panti jompo semata-mata ingin berada di tempat yang nyaman, komunitas sama (lansia) dan dapat berbagi manfaat.
Menurut saya tidak masalah menua di panti jompo. Sebab. Hidup ini adalah pilihan. Abaikan orang lain yang tidak sependapat. Bila itu membuatmu nyaman, lakukan. Kelak kalau tak lagi nyaman masih ada pilihan lainnya.
"Kalau di rumah sendiri, harus ada yang menemani. Paling tidak ada yang mengunjungi pada jam-jam tertentu dan memastikan kita baik-baik saja."
"Ada artis lajang yang ingin menua di panti jompo. Namanya siapa ya."
Saya gercep, gugling.
"Putri Patricia."
"Ho o."
00000
Senin, 13 Juli 2026
Usia 50+ Periksa Rutin Sebulan Sekali
www.noerimakaltsum.com Alhamdulillah, sampai saat ini saya dan suami diberikan umur panjang dan sehat. Semoga para pembaca juga demikian. Seperti biasa saya menulis tentang keseharian kami di rumah. Kali ini tentang kesehatan untuk pra lansia.
Suami saya memiliki riwayat penyakit hipertensi sejak tahun 2019. Seingat saya pertama terkena hipertensi pemicunya adalah kurang istirahat tidur. Seharian bekerja lalu dilanjutkan menjadi panitia kejurnas badminton hingga malam hari tanpa istirahat. Tensi naik. Akhirnya curi-curi waktu untuk istirahat saat berada di GOR.
Syukur alhamdulillah, pelan-pelan tensi normal setelah mencoba minum air labu siam dan obat dari dokter. Selanjutnya suami rutin kontrol ke dokter keluarga.
Tahun 2019 akhir, saya dan suami melakukan pemeriksaan kesehatan/cek kesehatan secara menyeluruh. Cek Urin, darah, rontgen, periksa jantung, dan lain-lain. Cek kesehatan ini wajib dilakukan karena mau berangkat haji ke tanah suci. Alhamdulillah, kondisi kesehatan saya baik. Hanya perlu olahraga ringan misalnya jalan kaki atau senam. Nah, hasil cek kesehatan suami terutama untuk jantung ada sedikit masalah. Suami harus periksa dan kontrol rutin ke rumah sakit. Beberapa bulan berjalan dan perkembangannya alhamdulillah sehat.
Dari tahun 2019 sampai sekarang suami rutin periksa ke dokter keluarga tiap 10 atau 20 hari sekali. Saya sering ikut menemani. Suatu saat dokter keluarga bertanya pada saya mengapa tidak sekalian periksa. Meskipun tidak sakit, untuk usia 50+ sebaiknya periksa rutin. Ya, sekadar tahu tekanan darah. Karena usia 50+ juga rentan mengalami darting alias darah tinggi.
Akhirnya saya periksa juga. Dokter juga menanyakan apakah ada keluhan misalnya sering pusing, tiba-tiba pingsan, nyeri, dan lain-lain. Selama ini aman. Biasanya pusing karena kurang tidur atau flu. Selain itu tidak.
Suami tiap 6 bulan sekali cek urin dan darah untuk mengetahui asam urat, kolesterol, Gula darah, dan lain-lain. Oleh karena saya tidak rutin periksa, saya tidak cek darah dan urin. Sebab biasanya kalau pas akan cek urin ada saja alasan menjadi penghalang. Hehe.
Ternyata dengan periksa rutin dan bertemu dokter selalu ada ilmu baru, ada pengalaman yang disampaikan dan bermanfaat.
Saya sering mengajak tetangga yang usianya 50+ untuk periksa rutin ke dokter walaupun tidak sakit. Kalau ada keluhan maka akan cepat diatasi. Kalau sakit jangan sekali-sekali menjadi fokter bagi dirinya alias sok tahu. Serahkan pada ahlinya agar pengobatan bisa dilakukan secepat mungkin.
Selama ini bila pusing, saya minum parasetamol. Namun, bila pusing dam flu, saya tetap harus ke dokter. Saya tidak mau menjadi dokter bagi diri saya sendiri. Demikian pula suami. Bila sakit, suami ke dokter. Periksa gratis! Lumayan.
00000
Jumat, 03 Juli 2026
Roti Byway
www.noerimakaltsum.com Setiap hari Rabu Masjid Assakinah di perumahan kami menyelenggarakan pengajian berupa membaca Al Qur'an untuk ibu-ibu. Dahulu pengajian ini populer disebut pengajian iqra' karena memang pengajian sebagai sarana belajar membaca Al Qur'an dimulai dengan membaca buku Iqra' (kini sudah berjalan sekitar 20 tahunan). Cukup lama, bukan?
Ibu-ibu yang ikut belajar cukup banyak. Dimulai dari buku Iqra' 1, 2, 3, dan seterusnya. Ibu-ibu yang sudah bisa membaca Al Qur'an juga mulai dari buku Iqra' 1 sambil belajar tajwid. Di perumahan ada seorang guru agama yang juga mengajar tahsin. Jadi, kami diajar secara gratis alias tidak membayar. Banyak yang merasa terbantu dengan pengajian ini. Alhamdulillah, tiap pertemuan terdapat beberapa kelompok. Kelompok membaca dengan terbata-bata langsung diajar guru tahsin. Beberapa kelompok membaca dengan lancar biasanya sekali duduk bergantian dapat membaca 2 juz.
Pengajian iqra ini hanya pengajian kecil-kecilan. Tiap pengajian disediakan kotak infak. Infaq yang terkumpul digunakan untuk membeli air mineral, konsumsi saat khataman, konsumsi pengajian menjelang bulan Ramadhan, menyantuni kaum dhuafa dan panti asuhan, tali asih buat jemaah yang sakit, dan lain-lain.
Kadang-kadang ada salah satu jemaah yang membawa konsumsi untuk dibagikan.
Sudah lama saya tidak ikut mengaji karena ada jadwal memberi les privat. Namun, bila ada sedikit rezeki saya siapkan makanan kecil, saya titipkan pada tetangga. Biar lebih irit biasanya saya buat makanan sendiri atau belanja bahan mentah lalu saya masak. Misalnya pisang kepok, tahu bakso, agar-agar, keripik, roti (buat sendiri), dan lain-lain.
Nah, hari Rabu kemarin kebetulan ada rezeki. Saya beli pisang kepok, kerupuk, dan roti Byway. Roti Byway dengan Topping Abon Ayam Rumput Laut. Saya membeli roti Byway ini di toko tempat kulakan. Alhamdulillah, soal harga terjangkau, hanya dua ribuan rupiah. Sebelum dibagikan tentu saja saya mencicipi. Rasanya mantap betul. Manisnya pas dan ada gurih-gurihnya.
Roti Byway cocok untuk sarapan atau dibawa sebagai bekal bila di rumah tidak sempat sarapan. Roti Byway juga bisa dijadikan buah tangan bila kita berkunjung ke rumah teman, saudara, atau kerabat. Selain itu, Roti Byway bisa disuguhkan saat ada tamu atau teman nyore (minum kopi atau ngeteh).
Roti Byway bisa dibeli di toko online dan toko terdekat. Roti Byway enak dan halal.
Kamis, 02 Juli 2026
Dua Garis Merah
Saya yakin semua hari itu baik. Tidak ada hari tidak baik, meskipun sekarang sering mendengar ucapan apes tidak mengenal hari dan tanggal kalender. Kalau hari ini mungkin kita kena musibah atau hal yang tak mengenakkan, itu hanyalah ujian.
Manusia diuji dengan 2 hal, yakni musibah dan kebahagiaan. Bahagia itu juga ujian. Bisakah kita tambah bersyukur dan sabar dengan perasaan bahagia sewajarnya, tidak berlebihan? Kalau ditimpa musibah biasanya orang bilang diberi ujian.
Orang bahagia disebabkan oleh bermacam-macam keadaan. Bahagia karena lulus ujian, diterima kerja, mendapat jabatan, menikah, punya anak, punya keluarga yang taat menjalankan perintah agama, dan lain-lain.
Bagi orang dewasa secara materi, fisik, mental, dan bekal agama cukup siap berumah tangga. Berumah tangga berarti siap menghadapi apapun yang terjadi. Sebab, dua orang yang akan menikah akan menerima kehadiran "orang lain" dalam hidupnya. Ada mertua dan ipar yang akan menjadi bagian kisah pasangan yang menikah.
Setelah menikah sebagian besar pasangan menginginkan memiliki keturunan. Ingat ya sebagian besar, bukan semuanya. Sebab ada pasangan yang sepakat tidak memiliki anak dan merasa nyaman dengan hanya berdua dengan pasangan.
Soal menanti hadirnya keturunan masing-masing pasangan kondisinya berbeda-beda. Ada yang menunggu lama; lima tahun, sepuluh tahun, belasan tahun, sampai berpuluh tahun, Tuhan juga belum memberikan keturunan. Dua garis merah bagi pasangan ini sangat dinantikan saat perempuan telat haid.
Ada pula yang menunggu lama baru dua garis merah tapi mengalami masalah kesehatan sehingga dua garis merah pun tak membuahkan hasil alias keguguran. Saya termasuk yang pernah mengalami keguguran pada kehamilan kedua saat usia janin 10 minggu. Ada pula yang menunggu lama, lalu hamil dan melahirkan. Namun, bayi tidak bisa bertahan hidup lama karena ada masalah pada organ tubuhnya.
Ada yang menikah lalu bulan berikutnya istri tidak mengalami haid dan positif dua gatis merah. Ibu dan bayi dalam kandungan sehat. Bayi lahir dengan selamat. Ada juga yang menikah lalu hamil tetapi harus bedrest karena mengalami perdarahan. Meskipun mengalami perdarahan tapi tetap bisa dipertahankan dan sehat sampai lahir.
Selain pasangan pengantin, orang tua juga berharap dua garis merah pada anaknya. Ada orang tua yang cukup tenang bila anaknya belum hamil, ada pula yang panik dan langsung menghakimi. Biasanya menantu perempuan menjadi sasaran empuk bila tak kunjung mendapat keturunan.
Dua garis merah tidak semata-mata usaha pasangan suami istri tapi ada Allah Yang Maha Berkehendak. Jadi, manusia berusaha, Allah yang menentukan.
00000
Kamis, 25 Juni 2026
Cara Mengolah Umbi Talas
Talas merupakan salah satu tanaman yang diambil umbinya, mengandung karbohidrat. Tanaman talas mudah ditanam. Pada lahan yang cukup anakannya berkembang dengan baik. Ada bermacam-macam jenis talas, di antaranya talas daun ungu umbi ungu dan talas daun ungu umbi putih. Kebetulan di kebun ada dua jenis talas ini.
Ternyata cara mengolah kedua talas ini juga berbeda. Sebelum dikonsumsi sebaiknya kita mengetahui cara mengolahnya.
Dulu saya pernah diberi satu buah talas umbi ungu masih ada batangnya oleh tetangga. Katanya dari Bogor. Separuh umbi saya rebus, separuh lainnya saya masukkan air.
Talas ungu rebus mempur dan enak. Tidak perlu perlakuan khusus. Tinggal direbus. Nah, yang saya masukkan air ternyata keluar tunasnya. Bibit tersebut akhirnya saya tanam dan sekarang sudah keluar anakan.
Kemarin saya mencabut salah satu talas umbi putih yang tumbuh di sekitar rumah. Umbinya cukup besar. Umbi tersebut saya biarkan di atas tanah kena panas. Tadi pagi daun dan batangnya saya siangi.
Sebelum mengolah saya buka referensi terlebih dahulu. Talas putih bisa dikonsumsi dengan cara direbus. Getah batang, daun, dan umbinya membuat gatal dan iritasi kulit. Jadi, harus hati-hati.
Oleh karena ukuran umbinya besar, maka talas saya potong-potong. Sebelumnya saya cuci dahulu. Tangan yang saya pakai untuk memegang talas saya bungkus plastik, yang lain tidak. Ternyata tangan mulai gatal, sampai dalam. Rasanya "pating clekit". Saya cuci dengan air mengalir lalu saya cuci dengan sabun.
Dari 2 macam talas yang saya olah, ternyata beda sifatnya. Getah talas umbi putih sangat kuat daya "membuat gatal dan iritasi". Untuk itu jangan sampai kita asal olah, asal pegang atau menggenggam.
Lebih aman kalau mau makan talas beli yang sedah matang saja. 😂
Talas yang sudah saya kupas, selanjutnya direndam dengan air garam. Entah nanti mau direbus atau tidak. Seandainya tidak saya konsumsi sendiri mungkin akan saya berikan pada ayam-ayam.
00000
Selasa, 16 Juni 2026
Prosedur Pecah Kartu Keluarga
noerimakaltsum.com Setelah menikah tentu saja pasangan pengantin baru akan membuat Kartu Keluarga sendiri. Alamat rumah bisa sama dengan alamat orang tua. Kalau pasangan muda ini berdomisili satu kabupaten, pembuatan kartu keluarga baru dengan pecah KK bisa dilakukan sampai tingkat kecamatan. Namun, bila pasangan pengantin beda kabupaten dan pindah ke kabupaten/kota lain maka pembuatan kartu keluarga dilakukan di kantor Dukcapil.
Dokumen apa saja yang harus disiapkan? Dan bagaimana prosedurnya? Mari kita kupas.
Pertama, tentukan dahulu alamat rumah yang akan ditempati; dusun RT/RW, kelurahan, kecamatan, dan kabupaten/kota.
Yang kedua bagi yang pindah alamat rumah maka melakukan pengurusan untuk mendapatkan surat keterangan pindah di kantor Dukcapil.
Dokumen yang dibutuhkan adalah Kartu Keluarga lama, KTP pembuat KK baru, foto 3x4 sebanyak 2 lembar, ijazah terakhir asli bila ada perubahan jenjang pendidikan, buku nikah.
Di kantor Dukcapil nanti akan mendapatkan surat keterangan pindah dan KK baru (dari KK lama berkurang anggota keluarga karena ada yang pindah).
Langkah berikutnya yaitu ke kantor Dukcapil untuk membuat Kartu Keluarga. Prosesnya sama. Dokumen yang dibutuhkan Kartu Keluarga, KTP suami dan istri, buku nikah, surat pindah (bagi yang pindah alamat, didapat dari kantor dukcapil) dan dokumen yang diperlukan bila ada perubahan data.
Sebaiknya pembuat KK baru banyak bertanya kepada petugas. Sebab, jumlah kolom pada KK baru berbeda dengan KK lama. Pada KK baru ada kolom golongan darah dan kolom tanggal kawin. Nah, bagi Anda yang memiliki KK dengan format lama, bisa diperbarui dan membawa buku nikah. Semua dokunen asli oleh petugas akan discan dan disimpan dalam bentuk pdf.
Bila yang akan membuat KK adalah orang yang sudah sepuh sebaiknya didampingi oleh orang/kerabat yang lebih muda.
Di kantor Dukcapil untuk membuat KK, bila ada perubahan data akan mengisi blanko yang telah disediakan.
Antre sesuai nomor urut. Saat menghadap petugas nanti akan dicek kembali. Bila ada perubahan data bisa langsung diganti asal ada dokumen yang sesuai.
Setelah selesai, dokumen asli akan dikembalikan yakni buku nikah, ijazah (kalau ada). KK lama, surat keterangan pindah, ktp suami istri akan diminta. Selanjutnya menunggu pencetakan KK 2 baru karena ada 2 kepala keluarga, dan KTP suami istri dengan alamat sama dengan KK dan statusnya berubah menjadi Sudah Kawin.
Prosesnya tidak lama, pelayanannya baik, ramah, dan tidak dipungut biaya.
Kadang sebagian orang tidak segera mengurus dokumen karena membayangkan repot. Padahal bila dilakukan sendiri asal dokumen-dokumen yang diperlukan sudah lengkap maka cepat selesai.
Semoga bermanfaat.
00000
Minggu, 14 Juni 2026
Sedekah Pohon Sukun
Juni 2002, saya, suami, dan Faiq pindah ke rumah baru. Menempati bangunan belum sempurna dibangun. Tembok belum diplester seluruhnya, hanya satu kamar yang kami tempati untuk tidur. Baru dua buah jendela yang sudah tertutup. Yang lain (pintu dan jendela) masih tertutup papan cor bekas.
Di halaman rumah kami Pakde Sutar (kakaknya ibu mertua) menanam bibit pohon sukun. Daunnya sekitar 4-5, tingginya belum ada 1 m.
Sampai kini pohon sukun tersebut sudah menghasilkan ratusan buah selama 24 tahun ini. Selain itu beberapa anakan pohon sukun sudah tersebar di beberapa titik ditanam kenalan-kenalan. Alhamdulillah, semoga membawa keberkahan.
Pohon sukun di rumah dipertahankan sebanyak 2 batang. Suami saya sejak awal ingin "menjadikan" pohon sukun ini tambang pahala jariyah buat Pakde.
Selama ini siapa pun yang ngersakke silakan ambil sendiri. Kami menyediakan genter (galah), tali, dan arit. Tidak perlu bayar.
Kalau ada yang memaksa membayar dengan alasan mereka jual lagi, uangnya nanti juga akan disedekahkan dalam bentuk makanan/barang.
Saat ini buah sukun sangat banyak, masih muda. Penampakannya seperti pada gambar.
Sedekah pohon sukun, sedekah buah sukun.
00000
Selasa, 09 Juni 2026
Latihan Manasik Haji Sepanjang Hayat
Rukun Islam ada 5, yakni membaca syahadat, menjalankan shalat, menjalankan puasa, membayar zakat dan menunaikan ibadah haji.
1. Membaca syahadat
Syahadat dibaca minimal 9x dalam satu hari pada saat membaca tasyahud awal dan akhir.
2. Menjalankan shalat
Dalam satu hari orang islam wajib menjalankan shalat fardhu 5 waktu. Subuh, zhuhur, asar, magrib, dan isya. Selain salat fardhu ada shalat sunnah yang dikerjakan sesuai ketentuan.
Bagi muslim, kewajiban menjalankan ibadah shalat tidak bisa dinego. Sebaiknya shalat dikerjakan di awal waktu. Bagi laki-laki shalat berjemaah di masjid. Bagi perempuan cukup di rumah. Namun, bila keadaan aman perempuan boleh shalat berjemaah di masjid.
Bagi yang kuat dan sehat, shalat dilaksanakan dengan berdiri tegak, ruku, sujud sesuai gerakan shalat. Bagi yang tak mampu berdiri, maka dengan duduk atau berbaring. Seandainya sakit dan berbaring tapi tidak bisa bergerak, bisa dengan isyarat. Bila dengan isyarat pun tidak bisa, hanya Allah yang Maha Tahu. Jadi, tetap shalat dalam keadaan bagaimana pun.
3. Menjalankan puasa
Puasa wajib dilaksanakan satu bulan penuh di bulan Ramadhan. Bila berhalangan atau sakit, boleh tidak puasa tapi mengganti di hari lain. Bagi orang tua/orang sakit yang sudah tidak dapat mengganti puasa di hari lain maka membayar fidyah.
Puasa diwajibkan bagi muslim yang sudah akil balig. Bagi yang belum akil balig seperti anak-anak kecil, biasanya orang tua mengajarkan pada mereka untuk latihan. Latihan puasa untuk anak-anak biasanya untuk membiasakan menjalankan ibadah. Ada yang dengan sedikit dipaksa atau diberi kelonggaran. Tujuannya saat akil balig mereka siap.
Selain puasa wajin, ada juga puasa sunah.
Tiap tahun dilaksanakan puasa wajib dan ada puasa sunah yang diutamakan.
4. Membayar zakat
Ada zakat fitrah, ada zakat mall. Zakat fitrah dibayarkan berupa bahan makanan pokok dengan berat yang telah ditentukan. Bila tidak mampu, tidak membayar zakat. Sepengetahuan saya tidak setiap tahun orang yang menerima zakat sama. Kadang tahun berikutnya mampu maka mereka akan membayar bukan menerima zakat fitrah.
Pada zaman sekarang orang (dengan ekonomi pas pasan) berlomba-lomba "memampukan" diri dan membayar zakat. Ada yang jauh-jauh hari menyisihkan uang untuk membeli beras lalu dibayarkan untuk zakat fitrah.
5. Menjalankan ibadah haji
Rukun Islam yang kelima yaitu haji (termasuk umrah). Haji itu wajib (bagi yang mampu).
Coba kalimat bagi yang mampu dihilangkan. Haji itu wajib seperti halnya 4 rukun islam yang lain. Karena wajib, maka semua harus dipersiapkan dari sekarang. Empat rukun islam lainnya dilakukan dan dilatih sejak kecil. Jadi berhaji pun juga dilatih sejak dini. Apa yang perlu dilatih setiap hari?
1. Latihan membaca niat haji dan umrah
2. Latihan membaca talbiyah.
3. Latihan mengenakan pakaian ihram (bagi perempuan pakaian menutup aurat dengan benar)
4. Latihan thawaf dan sai (dengan berolah raga jalan kaki secara rutin dan teratur).
5. Membaca doa doa saat thawaf dan sai.
6. Latihan tidak berbantah-bantah, tidak berkata kotor.
7. Latihan berdiam diri dengan berdzikir, berdoa, bertaubat nashuha.
Masih banyak latihan yang harus dikerjakan. Selain itu, menyiapkan dana. Rukun Islam kesatu, dua, dan tiga, tidak perlu menyiapkan dana. Rukun islam keempat perlu dana tapi tidak besar.
Allah tidak memanggil orang yang mampu untuk menunaikan ibadah haji dan umrah, tapi memampukan orang yang dipanggil. Artinya bisa jadi orang yang tak mampu tiba-tiba mendapat hadiah umrah/haji, doorprize, atau diajak secara gratis. Bila sejak lama sudah belajar atau latihan manasik haji dan umrah, insya Allah begitu ada panggilan sudah siap berangkat.
Jadi, latihan manasik haji dan umrah jangan menunggu ketika mau berangkat. Mangga, latihan manasik haji dan umrah mulai dari sekarang. Siapa tahu kesiapan ilmu ini mempercepat panggilan haji dan umrah. Tidak ada yang mustahil di dunia ini. Undangan haji dan umrah bisa saja untuk orang yang masih muda, tapi ketika sudah senja mendapat panggilan tidak masalah. Sudah latihan manasik haji dan umrah sampai tua juga belum diundang, tidak masalah. Sebab, ilmu yang kita dapatkan bertahun-tahun tetap bermanfaat. Semoga kita dimudahkan menjalankan ibadah haji dan umrah tahun ini. Aamiin.
#hajj2023
#haji2023
#hajimabrur
#haji #mabrur
Minggu, 08 Maret 2026
Nikah Sederhana
Nikah sederhana dengan biaya minimalis tentu saja bisa. Yang penting adalah keputusan keluarga ini tanpa campur tangan orang luar. Akad nikah dilakukan di KUA. Di rumah hanya mengadakan syukuran kecil-kecilan. Tamu yang diundang keluarga pengantin, Pak RT, Pak RW, beberapa tetangga satu gang kecil, dan teman dekat yang sudah dianggap saudara.
Caranya adalah yang penting kesepakatan 2 keluarga calon pengantin. Pemberitahuan ke saudara waktunya mepet hari H. Dijamin tidak akan memengaruhi rencana yang akan dilaksanakan. Kadang orang luar sukanya mengatur-atur. Kalau banyak orang yang terlibat tentu akan memengaruhi rencana awal. Niat nikah sederhana akan gagal karena campur tangan orang luar.
Nikah sederhana bukan berarti pelit. Ada banyak hal yang perlu diselesaikan setelah nikah. Ada kebutuhan yang harus terpenuhi setelah nikah. Bayar kontrakan, beli perabot, merencanakan masa depan dan lain-lain.
O ya. Nikah sederhana memberikan contoh kepada calon pengantin lainnya untuk "siap menikah" tanpa resepsi mewah karena uang terbatas. Nikah sederhana yang penting sah!
00000
Senin, 09 Februari 2026
Simpanan Emas Untuk Masa Depan
Kemarin saya ngobrol dengan tetangga sepulang dari acara PKK. Bahan obrolan bermacam-macam. Ada yang sangat menarik yaitu tentang menabung emas.
Awalnya tetangga saya bilang, "Bude, kok Faiq dan Faiz sudah berbisnis itu nurun siapa?"
"Saya. Alhamdulillah, saya fukung mereka untuk berbisnis. Yang kecil diam-diam punya tabungan emas 3 gram."
"Wow. Istri adikku juga senang beli logam mulia. Uangnya disisihkan. Hidupnya sederhana, makan dan pakaiannya juga pada umumnya. Nggak kelihatan kalau dia punya tabungan melimpah. Uangnya dibelikan emas keping 5 gram-an lalu disimpan di pegadaian. Jadi, emasnya tidak di rumah."
Saya jadi antusias ngobrol. Saya juga menceritakan pengalaman menabung emas dan manfaatnya.
"Kelak, tabungan emas tersebut bisa digunakan untuk biaya kuliah atau keperluan lainnya."
"Betul Bude. Kita nggak perlu kelihatan wah."
"Iya. Kalau ada uang ya dimanfaatkan untuk apa saja. Tidak perlu pelit. Namun, tetap harus punya simpanan emas."
"Buat masa depan ya Bude."
Hujan masih turun. Obrolan kami hentikan karena hampir magrib.
00000
Rabu, 06 Agustus 2025
Teman KKN Berangkat Bareng Naik Haji
Perjalanan kami ke tanah suci memang unik. Dari teman KKN akhirnya benar-benar bisa mewujudkan naik haji bareng. Tentu saja ceritanya penuh dengan drama dan ujiannya tidak ringan.
Allah yang mempertemukan saya dengan suami saat Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun 1995. KKN beneran, bukan settingan. Hahaha. Seberani itu teman saya KKN mengajak naik haji bareng. Dia pede banget. Padahal kenal belum genap sebulan-dua bulan. Mungkinkah?
Katanya, "piye carane awake dewe isa mangkat haji bareng. Njenengan tak jak, mbak. Mengko mesthi ana dalan."
Tahukah Anda, bagaimana caranya dia bisa berangkat haji bareng saya? Dengan menikahi saya. Ternyata sejak awal bertemu (pembekalan KKN) dia merasa sudah klik dengan saya. Kok bisa begitu? Menurut pengakuannya tahun 1990-an awal kuliah, sering melihat saya berangkat kuliah naik sepeda onthel. Dia memperhatikan saat melihat saya lewat jalan yang juga dilewatinya. La saya? Blas nggak tahu kalau diam diam ada yang memperhatikan. Hahaha.
Alhamdulillah, tahun 1999 kami menikah. Tahun 2012 niat berangkat haji bareng memasuki babak mendapat nomor porsi. Tahun 2023 kami berangkat ke tanah suci.
Ketika pesawat masuk Jedah, saya dan suami nangis. Ya Allah, Kau kabulkan doa kami untuk naik haji bareng. Doa selama 28 tahun!
Apakah di antara kalian ada yang memiliki cerita yang hampir sama dengan cerita kami?
00000
Jumat, 25 Juli 2025
Sehat Alami Tanpa menggunakan BPJS
Sehat alami, tanpa dokter tampa BPJS :
1. Air putih
Setiap orang membutuhkan air setiap hari kira-kira 2 liter, tergantung berat badan masing-masing. Tiap kilogram berat badan seseorang membutuhkan 30 ml air. Air minum yang terbaik adalah air putih. Air putih tersedia dengan mudah. Bila Anda termasuk orang yang tidak suka air putih, mari mulai sekarang belajar minum air putih. Boleh hangat, suhu ruang, atau sedikit dingin tergantung kebiasaan.
Bila Anda kekurangan air minum (air putih) indikasinya adalah air seni (kencing) warnanya kuning kecokelatan. Bila air yang Anda konsumsi cukup maka air seninya cenderung kuning (ke bening). Air minum dikonsumsi sebaiknya paling lambat 1 jam sebelum tidur. Sebab bila diminum menjelang tidur bisa-bisa tidur terganggu karena kebelet pipis atau beser.
Bangun tidur pagi bagi Anda yang muslim bisa minum segelas air putih secara bertahap sebelum menjalankan salat subuh. Sebelum melaksanakan kegiatan yang berat sebaiknya minum air putih terlebih dahulu.
2. Matahari
Masih ingatkah ketika pandemi covid-19 mulai Maret 2020 sampai 2022? Untuk menjaga daya tahan tubuh disarankan setiap pagi atau sore berjemur. Berjemur bisa pula dengan olah raga atau melakukan kegiatan di bawah sinar matahari. Tak perlu lama, cukup 10-15 menit. Sebab, bila terlalu lama bisa-bisa muka gosong. Hehe
Kebiasaan itu sampai sekarang tetap dilakukan. Sinar matahari membantu penyerapan vitamin D yang bagus untuk tulang. Sinar matahari juga membuat Anda berkeringat. Dengan berkeringat, maka Anda sehat.
Yuk, berjemur lagi. Boleh pagi atau sore hari sesempatnya. Dengan badan sehat Anda bisa bebas beraktivitas tanpa terganggu rasa sakit.
3. Makanan sehat
Makanan sehat tidak selalu mahal. Makanan mahal belum tentu makanan sehat. Jadi bagaimana dong?
Makanan sehat adalah makanan yang dibutuhkan manusia untuk kelangsungan hidup. Makanan sehat adalah makanan bergizi yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, mineral, dan vitamin. Makanan yang sehat dikonsumsi secara seimbang.
Saya sudah 26 tahun tinggal di Karanganyar. Selama ini melihat kebiasaan orang Karanganyar golongan menengah ke bawah cukup geli. Mengapa? Makanan yang mereka konsumsi lebih dari 60% mengandung gula. Contoh, makan nasi tumpang, lauknya bakwan dan karak, minumnya teh manis. Nasi mengandung gula, bakwan (dari gandum) mengandung gula, karak (dari nasi), teh manis (mengandung gula).
Sebetulnya bisa makan makanan bergizi yang murah. Nasi pecel, telur rebus, air putih, pisang. Makan pun ada tekniknya. Minum seteguk air putih dahulu. Lalu makan pisang. Pisangnya jangan pisang ambon kuning besar. Yang sedang-sedang saja ukuran pisangnya. Setelah itu baru makan nasi pecel dan telur. Selesai makan lalu minum air putih atau sedikit teh manis. Perlu diingat, nasinya sedikit diperbanyak sayur pecelnya.
Kalau ekonominya sedang baik-baik saja, lauknya bisa ayam (kampung atau negeri), ikan, daging kambing, daging sapi, dan lainnya. Saran saya sering-sering makan daging kambing.
4. Olah raga
Olah raga terutama berada di bawah sinar matahari di pagi hari bisa menyehatkan tubuh. Silakan lakukan olah raga kesukaan dan semampunya. Olah raga yang paling murah adalah jalan kaki. Jalan kaki tiap pagi setiap hari, seminggu 3 kali atau seminggu 2 kali.
Senam, badminton, tenis, renang, dan lain-lain bisa dilakukan secara rutin. Bagi yang usianya di atas 50 tahun pilih olah raga yang ringan. Sadarlah usia tak lagi muda, kemampuan terbatas.
5. Istirahat cukup
Antara aktivitas fisik dan istirahat harus seimbang. Sebagai muslim antara ibadah, kegiatan sosial, dan istirahat harus diperhatikan. Bekerja tidak harus ngaya. Waktunya istirahat ya gunakan dengan sebaik-baiknya.
Bagi usia lanjut kalau kurang istirahat, badan dan pikiran terus bekerja, tahu-tahu breg. Sakit kepala, keseimbangan terganggu, darah tinggi, sakit lambung, stroke dan lain-lain.
Masa muda sudah berlalu. Perbanyak ibadah dan bekerja sesuai porsinya.
6. Pikiran positif
Positive thinking. Berprasangka baik. Mengucapkan sesuatu yang baik. Menebarkan energi positif.
00000
Demikianlah dokter alami yang senantiasa menjaga agar kita sehat lahir dan batin.
Kamis, 24 Juli 2025
Baca Istigfar Sebelum Subuh
noerimakaltsum.com Ada kebiasaan baru yang saya lakukan dalam memulai hari, yakni istigfar. Tepatnya membaca istigfar sebanyak-banyaknya. Kapan saya membaca? Sebelum Subuh, setelah azan subuh, setelah qabliyah Subuh, dan setelah salat Subuh.
Astagfirullah
Astagfirullah
Astagfirullah
Astagfirullahal azhim, alladzi laa ila ha illallahu
Saya baca sebanyak-banyaknya. Semoga Allah mengampuni dosa saya dan keluarga, dosa kecil dan besar, dosa disengaja maupun tidak, dan dosa syirik karena ketidaktahuan kami.
Semoga Allah memberikan kemudahan segala urusan kami (saya dan keluarga).
Semoga Allah memberikan rezeki berkah melimpah. Bisa untuk umrah ke Mekah dan berkunjung ke kota Madinah.
Istigfar ringan di mulut. Membaca istigfar tidak perlu modal.
00000
Flumin Amunisi Gejala Flu
noerimakaltsum.com Kalau disuruh memilih, saya pilih sehat selamanya dan uangnya banyak. Hahaha. Akan tetapi sakit itu kadang datang tiba-tiba, nggak sopan pula karena tidak minta izin terlebih dahulu. Seperti saat ini, saya dan suami kompak sakit. Saya terkena gejala flu. Suami flu, batuk, dan disertai badan panas.
Seperti biasa kalau sakit kami langsung ke dokter keluarga (BPJS). Ketika diperiksa tensi, suami 140/?. Saya 120/70. Normal. Suami obatnya 3 macam, ada obat lambungnya.
Obat yang saya terima ada 2 macam. Flumin tablet berisi Parasetamol, ctm, PPA HCl, dosis 3x1. Kaplet Rhemafar berisi methylprednisolone, dosis 1x1. Alhamdulillah setelah minum obat, hidung nggak mampet, tidak lagi pusing, badan sudah lebih nyaman dari sebelum minum obat.
Saya mungkin dianggap terlalu berlebihan. Sebab, baru gejala flu saja sudah buru-buru minum obat. Kali ini beda. Biasanya saya kalau kena flu minum obatnya "terpaksa" setelah menjaga daya tahan tubuh saya lakukan. Ibaratnya kalau belum klipuk nggak akan minum obat.
Kenapa sekarang kok terkesan buru-buru? Sebab, suami juga sakit, pakai demam pula. Kalau dua duanya sakit, kasihan si Thole.
Saya tidak sembarang minum obat yang dijual bebas. Sebab, tubuh memiliki reaksi alergi terhadap obat tertentu. Dengan obat pemberian dokter keluarga ini sudah tentu aman untuk dikonsumsi. Flumin aman saya konsumsi. Karena ada ctm sebagai anti alergi maka efeknya ngantuk. Kalau sudah ngantuk, ya tidur.
Semoga setelah obat habis, flu tidak datang kembali. Oh iya, supaya flu tidak datang kembali tentu saja suami juga harus segera sembuh. Sakit bareng, ya sembuh bareng.
00000
Jumat, 18 Juli 2025
Suami Istri Pasangan Sesurga
Sejak kepulangan saya dan suami dari tanah suci, ada kebiasaan baru yang kelak menjadi pengingat. Kami bersama-sama dalam melaksanakan ibadah di jalan Allah.
Kebiasaan ini tentu saja bermanfaat bagi kami. Kebiasaan tersebut yang pertama salat berjemaah di masjid terdekat. Subuh, dhuhur, asar, magrib, dan isya. Meskipun tidak 5 waktu, setidaknya tiap hari tetap ke masjid. Kebiasaan yang kedua adalah membaca Alqur'an bersama-sama sepulang dari masjid. Jadi, tiap pulang dari masjid minimal satu rukuk baca qur'an. Kalau betah sampai beberapa halaman.
Manfaatnya adalah saya dan suami minim konflik. Sebab, dari kebersamaan ini sudah jelas kami selalu saling memberi dan menerima, memaafkan, dan mengingatkan terutama tentang akhirat. Banyak hal kami bicarakan sepulang dari masjid. Biasanya setelah baca qur'an kami ngobrol. Membicarakan hal-hal kecil.
Sejak lama saya memimpikan bisa bersama-sama dengan suami untuk melakukan ibadah. Sekarang waktunya menua bersama suami. Lebih tepatnya menua dan kelak sesurga bersama. Sebab menikah itu beribadah. Ketika menjatuhkan pilihan, tidak ada alasan untuk mementingkan diri sendiri. Tidak pula mencari jalan ke surga sendiri. Tentu saja sesurga bersama pasangan.
00000
Senin, 14 Juli 2025
Perempuan Aneh Salat Tidak Pakai Mukena
noerimakaltsum.com Salah satu kewajiban umat Islam adalah salat. Dalam keadaan apapun salat harus ditegakkan selagi sadar dan tidak ada halangan. Salat dengan berdiri, duduk, atau berbaring menurut kemampuan fisik. Kalau tak mampu secara fisik bisa dengan isyarat.
Yang penting saat salat harus menutup aurat. Bagi laki-laki pakaian untuk salat bebas. Namun, biasanya tergantung pada adat kebiasaan setempat. Walaupun pakaian bebas tapi tetap mempertimbangkan lazim atau tidak. Bagi perempuan aurat yang harus ditutup adalah seluruh badan kecuali muka dan telapak tangan (punggung tangan boleh kelihatan).
Tulisan ini membicarakan pakaian perempuan saat salat. Di atas telah disebutkan pakaiannya adalah yang menutup aurat secara syar'i. Ternyata ada kebiasaan orang Indonesia dan negara tetangga yang mengenakan mukena untuk menutup aurat saat salat. Kalau tidak pakai mukena kadang perempuan dianggap aneh. "Salat kok nggak pakai mukena (rukuh)?"
Ketika di tanah suci, sebagian besar perempuan tidak menggunakan mukena untuk menutup aurat ketika salat. Mereka cukup pakai gamis, kerudung dan kaos kaki. Secara umum memang pakaian keseharian muslimah bisa dipakai untuk salat tanpa mukena. Namun, orang Indonesia sebagian besar pakai mukena. Baik mukena terusan atau mukena potong atas dan bawah. Saya pribadi tidak menggunakan mukena ketika salat di Masjid Nabawi maupun Masjidil Haram. Cukup gamis (putih, hitam, batik), kerudung jumbo dan kaos kaki. Lebih praktis dan sat set.
Sekarang kalau bepergian jauh saya juga tak perlu bawa mukena. Kalau di rumah salat pakai mukena. Salat di masjid dekat rumah kadang pakai mukena, kadang pakai gamis. Orang-orang memandang aneh. Tak apa yang penting syar'i.
Nah, pakaian yang saya gunakan biasanya atasan putih (bebas), bawahan hitam, kerudung jumbo, kaos kaki, dan manset. Jadi, kadang tidak memakai mukena.
00000
Sabtu, 12 Juli 2025
Salat Berjemaah di Masjid Sampai Tua
Sewaktu remaja hingga sebelum menikah saya setiap hari salat wajib berjemaah di masjid. Anggap saja jarak rumah dan masjid dekat. Minimal salat subuh, zhuhur, atau isya. Kadang lima waktu berjemaah di masjid. Bila salat di masjid, saya selalu salat sunah, entah itu tahiyatul masjid atau salat sunah rawatib. Bila melakukan salat berjemaah di masjid rasanya sudah plong, tidak lagi punya tanggungan. Sebab bila salat di rumah sering menunda waktu, nanti nanti.
Setelah menikah dan ikut mertua, masjid jauh dari rumah dan harus lewat jalan raya untuk menjangkaunya. Sebenarnya jauh atau dekat itu hanya berkaitan dengan hati yang ikhlas. Meskipun jauh, kalau ikhlas ya terasa dekat. Namun, ada alasan kenapa saya tidak salat berjemaah di masjid, yakni karena suami salat di rumah. Jarang ke masjid berjemaah kecuali salat Jum'at, bahkan tidak mengajak saya salat berjemaah di masjid.
Ketika saya pisah rumah dari mertua, sesekali berjemaah di masjid. Waktu itu anak baru satu. Itu pun bukan karena ajakan suami, melainkan kesadaran sendiri. Saya jadi kembali ke mode remaja, salat di masjid Saya malah yang "memaksa" suami salat berjemaah di masjid. Setelah ada si kecil dan saya tidak mau si kecil mengganggu jemaah yang lain, saya salat di rumah.
Ketika si kecil cukup umur dan bisa anteng salat di masjid kembali saya "ngoyak oyak" suami untuk salat berjemaah di masjid. Saya ungkapkan contoh konkrit yakni bapak kandung saya.
"Yah, apa nggak malu? Mertua bangun sebelum subuh, berjalan kaki ke masjid/mushala lalu azan, dan menjadi imam. Sementara menantunya bangun setelah subuh dan salatnya di rumah. Jangan kalah sama orang tua. Setua itu masih ke masjid di saat sehatnya. Apalagi kelak kalau kita di tanah suci, keseharian kita akan terlihat di sana."
Rupanya berbagai motivasi menuntun suami salat berjemaah di masjid. Syukur alhamdulillah. Sampai sekarang, lebih dari 6 tahun selagi terjangkau akan salat berjemaah di masjid. Lalu saya? Saya dan suami saling mengingatkan, sebelum subuh siapa yang bangun lebih dahulu membangunkan yang lain untuk salat tahajud. Dilanjutkan tadarus, menunggu azan subuh, salat sunah qabliyah fajar, lalu bersama-sama jalan kaki ke masjid. Demikian juga waktu magrib dan isya. Efeknya luar biasa. Hati menjadi lebih tenang dan tenteram.
Saya dan suami punya impian bisa istiqamah salat berjemaah di masjid sampai tua. Ketika sedang bepergian juga mengusahakan salat berjemaah di masjid. Kalau pas bepergian apakah saya tidak mengalami kerepotan karena harus membawa mukena? Tenang, saya cukup pakai busana muslim seperti biasa, pakai kaos kaki dan manset. Hanya begitu saja, praktis.
Sesimpel itu salat berjemaah di masjid. Yuk, teman-teman! Saya mengajak teman-teman untuk salat berjemaah di masjid sebisa mungkin sampai tua. Jangan menunggu tua baru ke masjid. Mulailah dari sekarang dan rasakan hikmahnya.
00000



























