Jumat, 13 Mei 2016

[Religi] Berhasil Melewati Masa Ujian

Jalan lurus
dok. faiqah nur fajri
Kamis, 12 Mei 2016
Alarm hp milik suami berbunyi. Itu berarti waktu menunjukkan pukul 5 pagi lebih. Itu artinya saya bangun kesiangan. Itu artinya saya tidak makan sahur. Saya ragu-ragu, apakah saya bisa melanjutkan puasa untuk hari ini. Tadi malam saya tidur sudah pukul 01.30 dini hari.
Sekitar pukul 12.00 malam saya memang sudah makan, sekadar satu bungkus nasi bandeng seharga Rp. 1.500,00 dengan lauk kerupuk. Saya belum minum madu dan makan kurma.
Saya berharap tidak ada godaan lebih banyak dari hari sebelumnya. Cuaca tidak begitu panas. Waktu jam terakhir, karyawan TU ada yang mengajak maksi di ayam-ayam mBak Dwi. Kemecer sekali, tetapi saya bertahan tetap puasa. Saya menolak dengan alasan berpuasa.
Pulang sekolah, saya membeli sayur terlebih dahulu. Sampai di rumah si Thole tidur pulas. Sebentar kemudian Dhenok pulang dari sekolah. Dhenok hanya membersihkan badan dan shalat lalu bersiap untuk mengikuti les tambahan. Thole juga terbangun, bersiap ikut Ayah tenis lapangan.
Setelah Ayah, Dhenok dan Thole meninggalkan rumah, saya mulai beraktivitas. Biasanya, pulang sekolah saya membuka laptop lalu menulis. Kali ini tidak, alasannya laptop saya sedikit ada masalah alias sulaya. Kata teman saya yang pernah menangani laptop saya, ada yang perlu diganti. Mungkin memang waktunya ada yang diganti. Maklum, laptop juga sudah lama dan wajar saja, toh sudah menghasilkan uang banyak. Saya tidak merasa dunia runtuh dengan tak ada laptop. Ya, masih ada yang lain. Pinjam dulu saja, tak usah buru-buru ganti yang baru.
Hari ini saya tidak menulis di blog. Saya memanfaatkan waktu dengan mengerjakan pekerjaan rumah tangga yang ringan dan menyiapkan buka puasa. Ternyata waktu begitu cepat berlalu. Tahu-tahu azan maghrib berkumandang. Alhamdulillah, puasa kali ini diberi kemudahan.
Meskipun tidak makan sahur, saya tetap kuat dan tidak merasa terganggu dalam melakukan aktivitas. Dengan niat yang kuat saya berhasil melewati ujian dalam menjalani puasa hari ini.   Malam harinya, saya makan nasi sebelum tidur. Saya berjaga-jaga, agar tetap dalam keadaan kenyang meskipun tidak makan sahur esok harinya.
Jum’at, 13 Mei 2016
Sebelum fajar saya bangun dan masih bisa menyantap makan sahur, minum teh panas, makan kurma dan biskuit. Sampai sore ini, tak ada gangguan yang berarti.
Kebahagiaan saya bertambah, dengan bisa menulis di laptop suami. Matur nuwun, gih Mas. Mugi-mugi amal panjenengan pun tampi. Nanti pinjam laptopnya lagi ya, hehe.
One day one article, tetapi kali ini mungkin dua artikel.
Karanganyar, 13 Mei 2016

Rabu, 11 Mei 2016

Bersyukur Atas Nikmat Sehat Dan Rezeki Barokah

Nikmat sehat dan rezeki barokah
dok.pri
Ini hari ketiga saya digoda teman-teman, diajak makan tongseng/sate/tengleng di warung sate kambing di depan Stadion 45 Karanganyar. Yang ngajak ini dermawan atau cuma menggoda saja? Selain menggoda sebenarnya teman-teman benar-benar mau mengajak makan siang. Maklum, waktu kami bisa makan siang bareng tinggal beberapa hari lagi. Bulan depan sudah memasuki bulan Ramadhan.
Saya berniat untuk mengganti puasa yang saya tinggalkan selama 6 hari. Pada hari Senin yang lalu sampai Sabtu yang akan datang, saya tidak menemani sarapan Thole dan ayah. Kalau Dhenok biasa sarapan di sekolah. Kalau sudah selesai barulah saya mau diajak makan siang ke mana saja asal gratis. (Okeh kancane nek ngene iki)
Sore hari, saya dan suami menjemput Thole di Taman Penitipan Anak. Saya pikir, setelah menjemput Thole terus pulang. Saya harus menyiapkan buka puasa sendiri. Tapi Ayah mengajak bezuk Maya, temannya Dhenok, di rumah sakit. Ya, sudahlah tak apa, yang penting sebelum Maghrib sampai rumah.
Hanya sebentar saja kami bertemu Maya dan Ibunya. Maya, Ibu dan Bapaknya mengalami keracunan makanan setelah menghadiri acara pertemuan keluarga di rumah keluarga besarnya. Tidak hanya keluarga Maya, keluarga yang lain termasuk tuan rumah (5 anggota keluarga) masuk rumah sakit dan opname. Kebetulan Ibunya Maya hanya makan nasi lauk telur, tidak mengambil lauk yang lain. Beliau selamat tidak muntaber., sedangkan Bapak dan Maya mengalami muntaber. Sudah 4 hari Maya dirawat di rumah sakit.
Pulang dari rumah sakit menuju rumah. Saya lihat Jalan Lawu bagian timur putih pertanda hujan. Kebetulan kami hanya membawa sepasang jas hujan. Kami harus berteduh. Saya terus berdoa, semoga hujan segera reda. Di tempat berteduh, saya memikirkan si Dhenok yang masih dalam perjalanan pulang.
Dhenok baru saja membezuk temannya. Pagi tadi, temannya (Salsa) dan Ibunya mengalami kecelakaan di dekat sekolah. Kaki kanan Ibunya patah, kaki kirinya retak. Salsa sendiri hanya lecet-lecet.
Setelah reda, kami melanjutkan perjalanan pulang. Tak lupa saya mampir ke warung angkringan. Beli nasi bandeng dan teh hangat. Alhamdulillah, saya berbuka puasa cukup dengan minum teh hangat.
Kembali sepeda motor membawa kami menuju Taman Pancasila. Dhenok turun dari bis di Taman Pancasila. Akhirnya kami bertemu, Dhenok diantar pulang terlebih dahulu, baru saya dijemput Ayah.
Sampai di rumah, Alhamdulillah bisa makan malam bareng. Meskipun kami menyantap makanan yang sederhana, rasanya semua harus disyukuri. Nasi bandeng, nasi tumpang, dan soto, siap untuk dihabiskan.
Seperti biasa, Dhenok bercerita tentang semua yang dialami di sekolah, di jalan dan kegiatan hari ini. Saya memang harus mendengarkan semua ceritanya dengan baik. Maklum, saya ibu yang baik, yang harus mau mendengarkan curhatnya Dhenok.
Kembali saya mengingatkan Dhenok,
“Fai, bersyukur itu kuncinya. Allah terlalu sayang pada keluarga kita. Tanpa kita minta pun Allah sudah menitipkan nikmat yang begitu banyak. Nikmatnya sehat dan rezeki lancar. Masih tidak mau bersyukur?
Keluarga Maya dan Salsa sedang diberi ujian sakit. Bersyukurlah kamu, jangan lupa shalat sama sedekah,”itu pesan saya.
Setelah makan, rupanya Thole dan Dhenok mengantuk. Ditinggal cuci piring, keduanya terus klipuk, sudah berada di alam mimpi.

Karanganyar, 11 Mei 2016

Hujan Semalam Dan Petir Menggelegar

Bersahabat dengan alam
dok.pri
Semalam hujan turun dengan derasnya. Saya yang terbiasa kalau hujan turun di malam hari bergegas menyelamatkan si Dhenok untuk menyelimuti atau sekedar melongok kamarnya, kali ini tidak. Kantuk benar-benar tak bisa saya tahan. Tapi saya tahu, Dhenok pasti berupaya sedemikian rupa supaya tidak kedinginan dan mematikan kipas anginnya.
Hujan benar-benar deras, sama seperti cerita teman saya sehari sebelumnya. Mojogedang hujan hingga pagi. Dia bersyukur karena sawah mendapatkan air yang melimpah.
Wah, saya juga harus bersyukur. Sawah belakang rumah semoga aman tidak rusak dan stok air cukup. Agar saudara saya yang menggarap sawah kelak waktu panen mendapatkan hasil yang banyak. Dengan demikian kami juga mendapatkan gabah yang sebanding, bukan?
Saya tidak tahu, saat itu jam berapa, terdengar petir menggelegar dan dahsyat. Saya pikir awalnya ada travo di luar yang meledak. Tapi listrik tetap hidup. Berarti suara tadi adalah petir. Mungkin dengan tegangan tinggi mampu menggetarkan rumah dan kaca jendela agak lama.
Si kecil langsung meringkuk. Menutupi telinganya dengan selimut. Sementara tangan satunya memegang lengan saya.
“Takut Mama.”
Saya dekap dia, saya selimuti dengan rapat. Saya berharap tidurnya kembali nyenyak.
00000
Jam tiga pagi, hujan telah reda. Saya tak mendengar sisa rintiknya sama sekali. Saya bangun untuk membuatkan susu si kecil. Lalu menyiapkan diri untuk menyantap nasi sayur sekadarnya, dua butir kurma, 2 buah biscuit  dan teh panas. Saya berharap niat saya untuk mengganti puasa yang saya tinggalkan Ramadhan tahun lalu tidak mendapatkan godaan di sekolah.
Meskipun semalam hujan deras tapi pagi ini saya sudah berkeringat karena udara tidak dingin sama sekali. Malah terasa panas dan sumuk.

Karanganyar, 11 Mei 2016

Selasa, 10 Mei 2016

Cara Menilai Orang Lain

Kopdar IIDN
dok.pri
Kadang-kadang kita tidak tahu permasalahan orang lain. Kita bahkan tidak mengenal orang lain, tapi kita sudah memberi penilaian yang salah pada orang tersebut. Setelah memiliki cukup ilmu, saya selalu berpikir positif terhadap orang lain. Saya beranggapan orang lain lebih baik dari saya. Tujuan saya adalah agar saya tidak merasa sombong.
Kalau kita belum tahu siapa mereka, berpikirlah positif terhadap mereka. Belum tentu yang kita nilai buruk lebih buruk dari kita, bisa jadi yang kita anggap tidak baik justeru lebih baik dari kita.
Apalagi kita mengenal seseorang hanya lewat dunia maya dan belum pernah tatap muka sekalipun. Di dunia maya, semua kemungkinan bisa saja terjadi. Dengan tatap muka kita bisa menilai seseorang dari cara bicaranya, dari bahasa tubuhnya dan dari isi pembicaraan.
Kalau kita sudah mengenal seseorang secara dekat baik fisik maupun emosional, pasti kita tidak akan keliru memberi penilaian. Jadi, jangan sok tahu terlebih dahulu. Jadilah orang yang pingin tahu (tapi jangan sok pingin tahu). Dengan demikian kita tidak salah total dalam bertindak dan memperlakukan orang lain.
Orang memiliki kelebihan dan kekurangan. Itu manusiawi karena tidak ada manusia yang sempurna. Jangan sampai penilaian kita pada orang lain keliru.
Karanganyar, 10 Mei 2016

Senin, 09 Mei 2016

[Religi] Mengganti Puasa Yang Ditinggalkan

Oleh-oleh dari Tawangmangu
dok.pri
Saya berniat untuk mengganti puasa yang saya tinggalkan tahun lalu. Memang menjalankan ibadah puasa, baik puasa sunah maupun mengganti puasa wajib yang ditinggalkan sangat berat. Selain berat karena tidak ada teman yang sama-sama berpuasa juga karena godaannya tidak ringan.
Hari ini saya sudah berniat untuk berpuasa. Si kecil membangunkan saya sebelum fajar karena dia biasa buang air kecil dan minta dibuatkan susu. Si kecil tidak lantas tidur, tapi malah bermain mobil-mobilan. Saya makan sahur dengan porsi teramat sedikit. saya tidak melupakan minum madu. Sebenarnya kalau di rumah ada VCO, saya akan mengkonsumsinya, agar puasa saya tidak mendapatkan halangan. Tapi VCO belum tersedia, jadi saya cukup minum teh panas dan madu saja.
Sampai di sekolah, godaan pertama datang dari petugas yang menaruh minuman di atas meja saya. Saya bilang, minuman ini menggoda iman saya. Belum juga saya tawarkan, teman saya sudah minta izin untuk memindahkan gelas saya ke mejanya.
Godaan yang kedua adalah acara syukuran. Seorang teman yang baru saja mendapatkan kelebihan rezeki membuat syukuran kecil-kecilan. Petugas menaruh kudapan 3 jenis di atas piring plasti kecil di meja saya. Lagi-lagi, saya harus menyingkirkan kudapan ini supaya saya tidak lupa memakannya. Kudapan saya taruh di meja teman saya yang duduk di belakang saya.
Dua godaan tersebut belum seberapa. Yang ketiga, yang ini benar-benar menguji iman kita. Seorang teman mengajak makan tengleng di warung sate kambing. Astaghfirullah, beruntung saya tidak kepincut. Saya tetap bertahan.
“Bu, kalau besok bagaimana? Kita ke warung sate bareng-bareng.”
Benar-benar bikin ngiler. Kalau sekarang jelas berpuasa karena sudah separo perjalanan. Nah, kalau besok jadi terus puasa atau berhenti dulu diganti hari lain?
“Maaf, jangan menawarkan makan daging kambing mulai hari ini sampai Sabtu. Saya mau mengganti puasa yang saya tinggalkan dulu. Mumpung waktunya masih longgar. Kemarin-kemarin ada saja alasan untuk tidak berpuasa. Kalau sekarang tidak ada alasan lagi.”
“O, iya. Bulan puasa sebentar lagi ya. Memang bagi ibu-ibu, bulan ini waktunya mengganti puasa yang ditinggalkan tahun lalu,”kata teman saya, yang mualaf,  yang isterinya seorang guru agama Islam.
00000
Sebenarnya saya ingin mengganti puasa bulan Ramadhan yang saya tinggalkan sesegera mungkin. Tapi apa daya, godaan selalu ada. Saya salut pada teman-teman, saudara-saudara saya yang selalu menyegerakan mengganti puasa yang ditinggalkan tanpa halangan. Saya salut pada teman-teman yang terbiasa menjalankan puasa sunah.
Saya sendiri jauh sekali dari mereka. Saya akui, mungkin saya kurang taat ya. Mulai saat ini, saya mau mencoba menjalankan puasa sunah. Memang harus ada komitmen. Paling tidak dalam sebulan, meski hanya sehari harus menjalankan puasa sunah. Semoga Allah memberi kemudahan pada saya. Wahai teman-teman saya, jangan ganggu saya dong.
Catatan : Puasa wajib yang ditinggalkan, harus diganti pada lain waktu sesegera mungkin. Mengganti puasa yang ditinggalkan bisa dilaksanakan dari bulan Syawal sampai Sya’ban (sebelum bulan Ramadhan tahun berikutnya). Apabila tahun-tahun sebelumnya, masih ada puasa yang ditinggalkan, maka kita tetap memiliki kewajiban menggantinya. Berniat kuatlah untuk mengganti puasa yang ditinggalkan. Allah Mahatahu dan Allah Maha Pengampun. Jangan berkecil hati, tetaplah berbaik sangka pada Allah.
Kalau kita sudah dalam keadaan tidak berdaya, sakit yang tak mungkin sembuh, tua renta dan senja (lemah), pikun, tak ada waktu untuk mengganti maka membayar fidyah adalah solusi. Membayar fidyah pun ada ketentuannya ya, fidyah  bukan jalan pintas lo. Untuk fidyah, silakan Anda mencari referensinya.
Semoga bermanfaat. Ayo menulis, wahai muslimah.

Karanganyar, 9 Mei 2016

Kamis, 05 Mei 2016

Sediakan VCO Saat Makan Sahur Di Bulan Ramadhan

Minyak Kelapa Murni (VCO)
dok.pri
VCO atau Virgin Coconut Oil, sepuluh tahun yang silam sempat naik daun penggunaannya. VCO pada dasarnya minyak kelapa murni yang diperoleh bukan melalui pemanasan (cara dingin). Akan tetapi minyak kelapa yang dibuat melalui pemanasan juga ada manfaatnya seperti VCO.
Sampai sekarang sering saya dengar bahwa minyak kelapa menyebabkan beberapa penyakit, di antaranya kolesterol. Orang awam bila diberi tahu tentang sesuatu yang baru, tidak mau langsung mempercayainya. Siapa dulu yang berpendapat atau yang bicara. Mereka tidak memperhatikan apa yang dibicarakan melainkan siapa yang bicara.
Dulu ketika saya menawarkan VCO hasil olahan dari Yogyakarta, saya harus meyakinkan pada calon pembeli. Yang paling sering saya beri tahukan khasiatnya VCO adalah untuk memperlancar BAB, menyembuhkan sakit maag, mengenyangkan, membuat langsing, menaikkan berat badan bagi yang berat badannya kurang.
Karena memiliki manfaat mengenyangkan perut, maka VCO cocok untuk persediaan saat bulan puasa. Dulu ketika Dhenok masih kecil, setiap habis makan sahur selalu saya berikan VCO rasa mint satu sendok teh. Hasilnya Dhenok tidak mengeluhkan perut lapar. Saya juga mengkonsumsi VCO setelah makan sahur. Dengan minum VCO secara teratur, ibadah puasa saya lancar. Kalau bangun tidur sudah mendekati waktu azan subuh, saya sahur dengan minum teh panas dan minum VCO. Saya tidak khawatir lapar dan badan lemas. Semua berjalan dengan normal apa adanya.
Mari, sediakan VCO di rumah menjelang Bulan Ramadhan tahun ini. Bila sulit menemukan VCO, minyak kelapa buatan sendiri juga memiliki fungsi yang sama dengan VCO. Ibadah puasa lancar, ibadah lainnya juga lancar.
Karanganyar, 5 Mei 2016

Ternak Ayam Adalah Tabungan Si Kecil

Tabungan : ternak ayam
dok.pri
Sejak tinggal di rumah dekat sawah, saya memelihara ayam. Ayam-ayam tersebut sengaja saya pelihara  agar sisa nasi tidak terbuang dengan percuma. Dalam satu tahun, ayam beranak pinak dan saya tak perlu membeli ayam untuk konsumsi.
Beternak ayam kampung untuk konsumsi sendiri saya hentikan karena saya mulai menanam sayuran di sawah belakang rumah. harapan saya, jangan sampai tanaman sayuran rusak karena diserbu ayam-ayam yang sengaja diumbar.
Setelah tidak menanam sayuran, kembali saya memelihara ayam. Kali ini yang minta si kecil. Rupanya si kecil terobsesi memiliki beberapa jenis ternak. Katanya, dia ingin punya sapi, kambing, kelinci, ayam, bebek dan burung.
Saya tidak ingin memberikan harapan palsu dengan berbohong. Saya katakan kalau memelihara sapi, kambing dan kelinci maka dia akan kesulitan mencari rumputnya. Kalau memelihara burung perawatannya juga tidak gampang. Yang gampang memelihara ayam saja. Pakannya nasi campur katul. Untuk bebek, pakannya sama dengan ayam, si kecil hanya memiliki satu ekor saja (meri, anak bebek).
Tiap hari si kecil memberi pakan untuk ayam-ayamnya. Ketika ayamnya sudah mulai banyak, si kecil pernah merelakan ayamnya disumbangkan untuk gurunya (sekaligus pemilik Taman Penitipan Anak, tempat dia bermain sepulang sekolah). Gurunya kebetulan mau mantu.  Lima ekor ayam jago yang besar pun berpindah tangan.
Kalau dulu kebanyakan jago, sekarang hanya ada 1 ekor ayam jantan. Ada sekitar sepuluh ekor ayam betina. Memiliki ayam betina dalam jumlah banyak ada suka dan dukanya. Sukanya telur yang dihasilkan banyak. Susahnya kalau anak-anak ayam menetas banyak bersamaan dengan banyak induk.
Induk-induk ayam ini akan menyerang anak ayam yang bukan asuhannya. Kalau anak ayam dalam jumlah banyak, induknya juga banyak, kalau hanya diumbar tidak dipisahkan dalam kandang-kandang kecil, anak ayam tersebut akan mati satu persatu.
Sekarang saya mengambil anak-anak ayam, lalu saya pisahkan dari induknya. Tiap induk hanya ada seekor anak ayam yang mengikutinya. Alhamdulillah, anak-anak ayam yang saya pisahkan dan saya masukkan dalam kandang berhasil hidup sampai besar dan siap potong ayam buat lauk.
 Inilah tabungan si kecil yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan gizi keluarga. Saya ingin kedua anak saya, Dhenok dan Thole, memiliki hewan ternak dan tanaman sayuran di rumah. Dulu saya mencoba menanam sayuran untuk merintis usahanya Dhenok di bidang pertanian. Dan untuk Thole bidangnya peternakan. Klop bukan?
Semoga bermanfaat!
Karanganyar, 5 Mei 2016